Putra mahkota Li Chen Yi ternyata sudah dijodohkan dengan Chen Xiao Ran sejak kecil.
"Saya adalah permaisuri putra mahkota!?" Bagaimana mungkin?!" Chen Xiao Ran tidak percaya dengan perkataan Kaisar Li. "Giok phoenixmu sepasang dengan giok nagaku. itu buktinya." kata Li Chen Yi.
Menjadi istri putra mahkota, dibenci oleh Ratu Chang dan teman masa kecil Li Chen Yi mengklaim status permaisuri putra mahkota adalah miliknya.??!
"Wajahmu mirip dengan ibundaku." " Sewaktu kecil saya pernah bertemu ibunda Li Chen Yi yang mirip sekali dengan wajah ibuku!!! Apakah itu penyebab Li Chen Yi bersikeras menjadikannya permaisuri putra mahkota?? Kenapa Kaisar Li membenci Li Chen Yi dan membiarkan ibu Li Chen Yi meninggal di istana buangan? Ibu Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Kaisar Li???!!!
"Kamu sudah berjanji akan menjadi istriku. Kenapa sekarang menjadi permaisuri putra mahkota???
Apakah antara Chen Xiao Ran dan Li Chen Yi akan ada cinta sejati??? Jangan lupa ikuti ceritanya . Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Chen Xiao Ran
Ratu Chang yang duduk di samping Kaisar Li melihat dengan jelas Kaisar Li sangat marah dan benci ke Chen Xiao Ran.
Ratu Chang ingin tahu Kaisar Li akan mengambil tindakan apa terhadap Chen Xiao Ran. Dan apakah Li Chen Yi akan melindungi Chen Xiao Ran atau membiarkannya dihukum.
Kaisar Li memegang giok phoenix milik Chen Xiao Ran yang diserahkan oleh pengawal.
Kaisar Li ingat giok ini adalah hadiah darinya untuk Selir Hua Rong Le. Kaisar Li termenung sambil menatap ke giok phoenix itu. Pikirannya melayang ke kejadian 10 tahun yang lalu
***SEPULUH TAHUN YANG LALU***
"Selir Hua Rong Le tiba."
Terdengar suara Kasim Liu. Selir Hua Rong Le masuk ke dalam ruang buku Kaisar Li dengan membawa sup herbal.
Terlihat wajah Kaisar Li marah dan tidak mau menatap Selir Hua Rong Le. Selir Hua Rong Le mengetahui sebelumnya Kaisar Li ada di dalam ruang buku dengan Panglima Chen He Xia.
Setelah Panglima Chen He Xia meninggalkan ruang buku, Kaisar Li tetap di dalam ruang buku sampai malam. Selir Hua Rong Le mengira ada hal darurat tentang kerajaan Li sehingga Kaisar Li marah.
"Yang Mulia. Rong Le membawakan sup herbal karena Yang Mulai belum makan dari tadi siang ," kata Selir Hua Rong Le sambil meletakkan sup herbal di atas meja.
"Apakah ada hal yang darurat di perbatasan Chang Chen?" tanya Selir Hua Rong Le ke Kaisar Li. Kaisar Li tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan Selir Hua Rong Le.
Selir Hua Rong merasa Kaisar Li tidak mau membicarakan hal tentang pemerintahan sehingga mengganti topik pembicaraan.
"Yang Mulia, Rong Le ingin memberitahukan suatu hal yang baik. Tadi siang istri dan putri Panglima Chen He Xia mengunjungi Rong Le. Walaupun istri Panglima Chen He Xia dari desa tetapi terlihat anggun dan penuh sopan santun. Putri Panglima Chen He Xia juga sangat cantik dan sopan. Rong Le memberikan giok phoenix hadiah dari Yang Mulia ke putri Panglima Chen He Xia dan giok naganya ke Chen Yi. Nanti setelah Chen Yi dewasa, Yang Mulia bisa memberi titah putri panglima Chen He Xia menjadi permaisurinya Chen Yi ," kata Selir Hua Rong Le ke Kaisar Li.
Mendengar perkataan Selir Hua Rong Le, wajah Kaisar Li semakin marah dan langsung menampar Selir Hua Rong Le.
" Beraninya membodohiku!!".
" Masukkan Selir Hua Rong Le dan putra mahkota ke istana buangan!" perintah Kaisar Li ke pengawal istana.
"Yang Mulia. Apa salah Rong Le?" tanya Selir Hua Rong Le ke Kaisar Li. Kaisar Li tidak menjawab. Para pengawal pun membawa Selir Hua Rong Le dan putra mahkota ke istana buangan.
Selir Hua Rong Le setiap hari memohon untuk bertemu dengan Kaisar Li untuk menanyakan kesalahan apa yang diperbuatnya. Selir Hua Rong Le tidak merasa dirinya membohongi ataupun membodohi Kaisar Li.
Cintanya kepada Kaisar Li sangat tulus. Kaisar Li tetap bersikeras tidak mau menemui Selir Hua Rong Le. Akhirnya dua bulan kemudian Selir Hua Rong Le meninggal di istana buangan tanpa mengetahui kesalahan apa yang di perbuatnya.
Suasana di istana Kaisar Li semakin tegang. Semuanya menatap ke arah Kaisar Li. Mereka melihat Kaisar Li menatap tajam ke giok milik Chen Xiao Ran. Terlihat raut wajah Kaisar Li terkadang sangat marah, terkadang sedih. Semuanya tidak bisa membaca isi hati Kaisar Li.
Li Chen Yi tetap tanpa ekspresi. Tetapi tangannya mulai keringatan. " Saya seharusnya tidak membahayakan Xiao Ran dengan membawanya ke istana. Bagaimanapun saya harus melindungi Xiao Ran ," kata hati Li Chen Yi.
Chen Xiao Ran yang bersujud di depan Kaisar Li juga sedang berpikir. "Semoga Kaisar Li tidak ingat tentang giok itu. Kalau saya ketahuan adalah anak dari panglima sedangkan ayah dan ibu sudah meninggal, Kaisar Li mungkin akan mengurus perjodohan diriku untuk membalas budi ayah dan ibu yang meninggal karena mempertahankan perbatasan kota Chang Chen ," kata hati Chen Xiao Ran.
"Giok ini adalah pemberianku ke Selir Hua Rong Le." Terdengar suara Kaisar Li memecah keheningan.
Semua pejabat yang hadir terkejut mendengar perkataan Kaisar Li. Nama Selir Hua Rong Le sudah menjadi hal yang tabu dibicarakan di dalam istana selama sepuluh tahun terakhir ini.
Siapa yang berani mengucapkan nama itu, maka akan mendapat hukuman dari Kaisar Li. Mereka tidak menyangka hari ini nama itu akan terdengar lagi. Dan diucapkan oleh Kaisar Li sendiri.
Ratu Chang juga terkejut . Dirinya tidak mengira giok kepunyaan Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Selir Hua Rong Le. Ratu Chang ada firasat , kata selanjutnya yang di ucapkan Kaisar Li pasti lah bukan hal yang baik untuk Ratu Chang.
"Gioknya sepasang. Giok gambar naga di berikan kepada putra mahkota. Selir Hua Rong Le memberitahuku kalau giok phoenix di berikannya kepada putri Panglima Chen He Xia." lanjut Kaisar Li.
"Siapa namamu?" tanya Kaisar Li ke Chen Xiao Ran.
"Hamba Chen Xiao Ran, Yang Mulia."jawab Chen Xiao Ran. Chen Xiao Ran tahu dirinya tidak mungkin bisa mengelak tentang identitasnya lagi.
"Ternyata benar kamu adalah putri dari Chen He Xia. Sepuluh tahun yang lalu perbatasan kota Chang Chen sangat hancur dan tidak ada kabar tentang dirimu. Tidak di sangka, hari ini kami ada di dalam istana ," kata Kaisar Li ke Chen Xiao Ran.
"Apa tujuanmu ke ibukota?" tanya Kaisar Li.
"Untuk mencari seseorang, Yang Mulia," jawab Chen Xiao Ran.
"Apakah sudah menemukan orang itu?" tanya Kaisar Li.
"Belum , Yang Mulia ,"jawab Chen Xiao Ran dengan jujur.
"Kamu bukan ke ibukota untuk mencari putra mahkota?" tanya Kaisar Li dengan nada menyelidiki.
Chen Xiao Ran bingung dengan pertanyaan Kaisar Li.
" Kenapa saya harus mencari putra mahkota?" kata hati Chen Xiao Ran.
Kaisar Li masih menunggu jawaban Chen Xiao Ran.
" Orang yang hamba cari bukan putra mahkota, Yang Mulia , " jawab Chen Xiao Ran.
"Apakah putra mahkota tidak memberitahukan kamu hal tentang giok itu?" tanya Kaisar Li.
Kaisar Li tahu pasti Selir Hua Rong Le sudah memberitahukan Li Chen Yi tentang arti kedua giok itu di berikan ke Li Chen Yi dan Chen Xiao Ran.
"Apa rahasia tentang giok itu?" kata hati Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran melihat ke arah Li Chen Yi. Li Chen Yi terlihat tenang.
" Li Chen Yi tahu rahasia di balik giok itu ," kata hati Chen Xiao Ran.
Semua orang yang ada di istana Kaisar Li juga penasaran tentang rahasia di balik giok itu.
Zhao Ching Ching terlihat pucat. Zhao Ching Ching ingat Li Chen Yi pernah bilang kalau Chen Xiao Ran adalah anak dari kenalan Selir Hua Rong Le. Tetapi Zhao Ching Ching tidak mengira kalau Chen Xiao Ran mempunyai giok yang diberikan oleh Selir Hua Rong Le.
Zhao Ching Ching tahu kalau Li Chen Yi mempunyai giok naga yang selalu di bawanya sejak kecil. Zhao Ching Ching tidak menyangka kalau giok naga milik Li Chen Yi sepasang dengan giok phoenix milik Chen Xiao Ran.
Hallo Pembaca Setia novel Putra Mahkota dan Chen Xiao Ran. Terima kasih banyak sudah mengikuti novel ini.
Penasaran kan dengan kelanjutan cerita ini? stay tune ya. Nanti siangan Author up lagi 1 bab
Salam sayang dari author LYTIE
Follow Instagram : lytie777. Author akan post disana setiap selesai up bab cerita nya.