Raisa bailey merupakan seorang anak yang tidak di inginkan oleh keluarganya sendiri sehingga dia mendapatkan siksaan yang mengerikan.
Suatu hari ibunya membius Raisa dan menghantarnya kesebuah rumah pria tua untuk menjalin kerjasama diperusahaan.
Setelah sadar Raisa sangat kaget melihat seorang pria melihatnya dengan tatapan penuh nafsu dan ingin merobek bajunya.
Mampukah Raisa menyelamatkan dirinya dari seorang pria tua yang menginginkan tubuhnya? dan juga apakah raisa akan jatuh cinta pada pria yang sudah menolongnya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin bermanja
Raisa dan Stella berdiri didepan sebuah rumah bergaya eropa dihadapannya,rumah ini lebih besar dari rumah yang ditinggali sebelumnya.
Dia berjalan masuk diikuti beberapa pengawal yang diutus oleh Martin untuk membawa barang-barangnya masuk kedalam rumah barunya.
“Kakakmu sedikit berlebihan Stella,hanya kita bertiga saja yang tinggal tapi rumah yang dibeli seluas dan sebesar ini”
“Lebih enak tinggal disini kakak ipar,aku bisa bermain sepuasnya tampa menghiraukan kemarahan kakak” ucap Stella seraya melompat kearah sofa.
“Nona muda,Nona Raisa semua barang ini telah disiapkan oleh tuan muda,apa ada yang kurang?” tanya pelayan disana.
“Tidak ada,terima kasih”
Pelayan itu menganggukan kepalanya dan berjalan menuju dapur untuk memasak makan siang Raisa dan Stella.
Raisa berjalan menuju tangga dan naik keatas dia ingin melihat kamarnya agar senang dia mengemas barang dan juga pakaian Martin nanti.
“Tidak buruk,ternyata selera Martin bagus juga” gumamnya seraya melihat lantai kedua.
Dia segera memutar tombol pintu dan membukanya,dia sedikit kaget saat melihat puluhan bunga rose berbentuk hati diatas ranjang.
“Astaga Martin” dia berjalan mendekati ranjang dan tersenyum.
“Tidak perlu sampai seperti ini bukan?”
“Untukmu semua perlu darling”
Raisa segera menoleh kebelakang,saat melihat pemilik suara itu sebuah senyuman menghiasi wajahnya,dia segera berjalan dan memeluk Martin.
“Hey kenapa kau tidak baring saja diatas bunga itu,kau harus banyak istirahat” ucap Martin seraya mengelus perut Raisa yang sedikit membuncit.
“Ck aku tidak akan selesa kalau berbaring disana!”
“Tunggu sebentar aku akan membersihkannya untukmu” Martin melepaskan Raisa dan berjalan mendekati ranjang.
Dia membuang semua kelopak bunga rose yang berada diatas ranjang,dia lakukan itu agar Raisa bisa cepat istirahat karena dia tidak ingin kandunganya affected gara gara Raisa terlalu lelah.
Raisa tersenyum saat melihat Martin begitu perhatian padanya,dia segera berjalan mendekati Martin dan memeluknya dari belakang.
“Ada apa sayang?”
“Aku hanya ingin bermanja dengamu,tidak boleh?”
“Of course you can,come here” Martin memutar tubuhnya dan menarik Raisa sehingga mereka jatuh diatas ranjang.
Raisa memeluk Martin dengan erat begitu juga dengan Martin,mereka berpelukan sejenak sehingga Stella mengetuk pintu kamarnya.
“Kakak ipar”
“Ck anak itu selalu menganggu waktu kita berdua,sepertinya aku harus menghantarnya keluar negeri!” ucap Martin dengan kesal.
Raisa tertawa dan memegang wajahnya,Martin menatap Raisa dengan lembut sedangkan Raisa tersenyum kemudian mencium bibir Martin dengan lembut.
“Ouh darling apa kau ingin bermain denganku?” godanya seraya tersenyum dengan nakal.
“No Stella terus mengetuk pintu loh” Raisa segera bangkit berdiri dan berjalan mendekati pintu.
Martin mengumpat kesal karena adiknya menganggu waktu mereka,dia segera mengambil ponselnya dan hubungi seseorang.
Diluar Stella ingin mengajak Raisa makan siang dan Raisa menyetujui ajakkannya,dia meminta Stella menunggunya dibawah karena dia ingin menukar pakaian.
Saat dia masuk Martin masih menghubungi seseorang dibalkon,karena tidak ingin menganggu Martin,Raisa segera menukar pakaiannya agar Stella tidak lama menunggunya.
Saat dia ingin memakai bajunya Martin memeluknya dari belakang dan mencium lehernya sehingga Raisa mengeluarkan suaranya.
“Martin jangan” pintanya saat tangan Martin menyentuh dadanya.
“Beritahu aku kau mau kemana?”
“Hmm ak-aku mau makan siang bersama adikmu”
“Bukankah pelayan sudah memasak makanan untuk makan siang” tanya Martin tapi tanganya masih tidak berhenti menyentuh dada Raisa.
“Martin stop! Stella menungguku dibawah” Raisa berusaha mendorong tubuh Martin.
“Biarkan aku ikut!”
“Tidak boleh!”
Baiklah kalau begitu?” Martin menurunkannya tanganya sehingga 🤭
“Jangan,baiklah kau bisa ikut!” ucap Raisa dengan wajah memerah.
Martin tertawa dan melepaskan Raisa,dia segera membuka pakaiannya sedangkan Raisa sudah keluar dari kamarnya,sentuhan Martin bisa membuatnya gila!
“Kakak ipar ada apa?” tanyanya saat melihat Raisa turun dari tangga dengan wajah memerah.
“Nothing ayo kita menunggu dimobil,kakakmu mau ikut” Raisa menarik tangan Stella.
Stella diam saja dan mengikuti langkah Raisa,selama mereka menunggu dimobil Martin berjalan keluar dari rumahnya dengan senyum diwajahnya.
Dia senang karena orang yang dihubunginya memberitahu kalau sekolah untuk Stella sudah disiapkan di new zealand dan dia sudah tidak sabar untuk menghantarnya kesana.
Dari dalam mobil,Stella dan Raisa saling padang,kenapa Martin tersenyum seperti orang gila? apa Martin sakit mental?
klo bisa di benahi lg y,biar yyg bc berikutnya nyaman.🙏🙏
maaf ,sekdr mengiingatkan
serasa gak puas dgn pembalasan dr keluarga raisa karena gak sampai dibuat mati martin dan izumi itu
berasa mau mnta bantuan Monica sruh dteng trus bantai tuuhh manusia2 bejat alias izumi sama martin...
#emosi tingkat iblis ini kynya...🤯🤯🤬🤬🤬🤬🤬
KSih pertolongan donk