Kisah ini menceritakan arwah sang kakak yang datang kemasa depan sang adik kembarnya untuk balas dendam atas kekejaman yang sudah di lakukan oleh adiknya semasa hidupnya.
Akankah sang kakak membalaskan dendam sampai akhirnya?
"Aku sudah menunggumu dalam waktu yang lama Adila" Ucap Abila
Bagaimana kisah Abila semasa hidupnya?
Yuk saksikan terus Novel "TERJEBAK DENDAM SANG KAKAK DARI MASA LALU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
sebelum pelarian Abila malam harinya Cullen pun meminta tolong kepada Raditya. awalnya Raditya tidak mau menolong Cullen. tetapi saat dia sudah tau bahwa Cullen mencintai Abila dia pun menyetujui untuk membantu Cullen
pagi harinya pukul 10.00 Abila berpura pura sakit agar dia tidak menemani ayahnya dan Jonathan sebagai pengganti Adila.
"Abila..."Panggil Hartigan
"Hartigan. Abila sedang tidak enak badan biarkanlah dia berisitirahat untuk hari ini saja"mohon Hanna Hartigan yang tidak percaya pun masuk kekamar Abila dan melihat apakah Abila benar ada di kamarnya dan sedang istirahat
"baiklah hari ini akan aku ijinkan dia beristirahat"Ucap Hartigan kemudian pergi.
Adila pun dengan terpaksa menemani Ayahnya dan Jonathan. Adila berpura pura bersikap baik dan lemah lembut seperti Abila.
setelah kepergian Adila dan Hartigan. Hanna pun segera menyuruh Abila bergegas pergi dari rumahnya Grizelle sudah menunggu Abila di dermaga.
"nak.. jaga lah dirimu baik baik disana"Ucap Hanna ketika mengantar anaknya ke dermaga.
"ibu.. aku berjanji akan pulang dan membawa mu pergi juga"Ucap Abila
"pergilah nak... dan ambil ini... ini adalah perhiasan ibu... pergilah dan hidup dengan baik dan bahagia disana"Ucap Hanna kemudian memberikan pelukan.
"nona.. ayo kita harus segera pergi sudah tisak ada waktu"Ucap Grizelle yang sudah menunggu bersama dengan Raditya di atas sampan kapal.
"ibu... aku pergi dulu ya"Ucap Abila dengan perasaan sedih yang harus meninggalkan wanita yang ia cintai yaitu ibunya.
"berhati hatilah"Ucap Hanna
sebelumnya Raditya membawa Abila untuk berganti baju seperti pendatang terlebih dahulu di sebuah studio foto. tetapi saat mereka akan masuk rupanya Hartigan, Adila dan Jonathan sedang berada disana untuk membuat foto.
"Adila dan ayah ada disini"Ucap Abila ketakutan.
"kamu tenang saja dan percaya tidak akan terjadi apa apa"Ucap Cullen kemudian bersembunyi bersama dengan Grizelle dan Abila.
setelah kepergian mereka, Abila, Cullen dan Grizelle pun masuk kedalam dan di sambut oleh pemilik studio foto. pemiliknya berasal dari jepang yang kemudian menetap. Pemilik studio ini dan istrinya membantu Cullen karena mereka berhutang jasa pada Cullen. karena Cullen telah menyelamatkan istrinya dan anak yang berada dalam kandungan istrinya. saat istrinya akan melahirkan namun tidak ada satu orang pun yang mau menyelamatkannya karena dia adalah warga pendatang, hanya cullen lah yang menolong istrinya. Mereka bertiga pun berfoto bersama foto pertama hanya Abila dan cullen.
Cklek lampu flash menyala dan mengagetkan Abila
"kamu tidak apa apa?"Tanya Cullen
"iya aku tidak apa apa... aku hanya tidak terbiasa dengan lampu yang keluar ketika kita sedang di foto"Ucap Abila dengan polos
"hahaha... kamu takut dengan lampu flash kamera?"Ucap Cullen yang hanya di jawab anggukan oleh Abila kemudian untuk foto ke duanya mereka bertiga foto bersama yaitu Abila, Cullen dan Grizelle. mereka membuat foti itu sebagai kenang kenangan mereka di desa mereka. setelah selesai berfoto, Cullen dan Abila pun berganti pakaian dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh pemilik studio dan istrinya.
"semoga kalian sampai pada tujuan kalian dengan selamat"Ucap pemilik studio memberikan doa kepada mereka
"terima kasih"Jawab Abila dan Cullen
"cepatlah pergi waktu kalian tidak banyak"Ucap pemilik Studio
kemudian Raditya pun mengantarkan mereka bertiga ke stasiun setelah mereka berganti pakaian seperti pendatang. setelah kereta api pemberangkatan pukul 10.00 tiba. mereka pun segera menaikinya. Awalnya semua berjalan dengan lancar hingga Hartigan, Adila dan Jonathan datang berkunjung ke pasar yang berada tepat di samping rel kereta api.
"Adila..."Ucap Abila yang melihat Adila
"ada apa nona?"Ucap Grizelle
"Adila dan ayah ada disini"Jawab Abila
"Apa?"Ucap Cullen kemudian melihat lewat jendela dan disaat yang bersamaan Hartigan pun melihat wajah Cullen. Hartigan merasa ada yang aneh dengannya, Hartigan pun segera bergegas naik keatas kereta api sebelum keretanya jalan.
Hartigan berjalan dari gerbong ke gerbong untuk melihat apa yang di lihatnya salah. namum pada gerbong terakhir dimana Abila, Cullen dan Grizelle berada. Hartigan hendak berbalik karena berpikir bahwa dia salah melihat orang karena dia tidak melihat orang yang di carinya. saat Hartigan hendak balik keluar kereta api pun jalan dan membuat Hartigan jatuh tersungkul.
"Ayah"Ucap Abila spontan yang melihat ayahnya jatuh. Dan ya Hartigan pun melihat kearah Abila tanpa berpikir panjang Hartigan pun menseret Abila keluar dari kereta api.
"Ayahhh... kumohon lepas kan aku... aku mohon ayah"Ucap Abila dengan memohon
"berani sekali kamu mau kabur dari rumah hah"Ucap Hartigan kemudian menarik Abila.
mohon doanya dan dukungannya buat author ya thank you 🌷🌷
Yuk beri jempolnya untuk mendukung karya author... satu jempol sangat membantu dalam dukungan author... terima kasih
nyeritaiin petualangan Adit di Desa kelam mengungkap misteri dibaliknya