Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konsekuensi
"good morning bapak Gito yang terhormat"
"pagi-pagi udah kasi bekal aja sama pacarnya, ngga malu apa pacaran sama murid sendiri"
"eh eh kalian kebayang ngga sih? punya pacar yang usianya beda banget kayak gini. cocoknya itu jadi om tau" ujar Niken di parkiran yang melihat pak Gito memberi bekal kepada Gita. dan Gito hanya membalas dengan senyuman saja.
"gue mah ogah Ken," jawab Novi
"udah malas ngomong sama orang yang lagi pacaran hahahha" ujar Prita. mereka lalu berjalan menuju kelas.
Saat Gita sudah sampai di kelas, mereka lalu menyinggung Gita.
''woi guys... ada pengumuman penting lho. Teman kita ada yang baru jadian lho, dan kalian tahu siapa pacarnya?... tren tren tren Gurunya sendiri woi'' ujar Niken dengan suara besar layaknya seseorang yang memberi pengumuman
"kalian jangan bengong aja dong, tu ucapin selamat dong sama Gita" ujar Prita. Dan Gita sangat malu karena perbuatan Niken, tetapi pada kenyataannya hubungan mereka memang adanya.
Gito yang mendengar Gita di permalukan seperti itu menjadi sangat geram terhadap Niken.
''oke Niken, kamu yang duluan jual. Jadi jangan salahkan saya jika saya membeli dengan harga tidak kamu bayangkan" benak Gito
Kebetulan pagi ini yang mengajar di kelas mereka adalah pak Gito.
"Selamat pagi semuanya, baik semuanya silahkan bukan halaman 205. siapa di sini yang tidak bawa modul?" tanya Gito
"Saya pak," ujar salah satu murid
"ya udah ngga apa-apa, saya tau alasannya" ujar Gito, ia tau kenapa salah satu muridnya itu tidak membawa modul karena ia tau kondisi keluarganya yang susah. Dan ia mengetahui itu dari pak Burhan.
"sekarang kamu duduk dekat Gita saja, karena dia sendiri di sana" ujar Gito
"uhhhhh lain ya kenapa modul Gita aja di kasi sama anak kampung itu pak? Gita kan anak kesayangan bapak jadi modul bapak aja di kasi sama Gita hahhahaha" ujar Niken dan Gito hanya membalas dengan senyuman
setelah pelajaran selesai, ia pun menyuruh Niken, Prita, Novi dan Andini untuk tinggal di kelas sebentar karena ada yang ingin ia sampaikan.
"Niken, saya tau kamu dan teman-temanmu ini berasal dari keluarga kaya" belum selesai pembicaraan dari Gito Niken langsung memotong pembicaraan tersebut
"iya pak, emangnya kenapa?" jawab Niken
"gini Niken, selama saya mengajar di sini saya tau kamu lebih jahil dan sombong di bandingkan Gita. Jadi saya sarankan kamu dan teman-temanmu ini jangan membuat ulah seperti itu, emang kalian ngga kasihan lihat Gita?" ujar Gito
"heh, guys kalian dengar ngga sih?"
"pak, Gita itu anak kampung ngga selevel sama kita. Lagian bapak ngga usah bela-belain Gita karena pacar bapak gih. Mendingan bapak kasi nilai kita yang bagus, atau kita sebarin foto bapak sama Niken tadi malam"
"Gimana pak? asik kan hahahaha" ujar Niken
Gito pun pura-pura terkejut di hadapan mereka yang. Yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak
"bapak tenang aja, selama bapak kasi kita nilai yang bagus. foto ini tidak akan kita sebarkan" ujar Niken.
Gito memang sudah memikirkan sebelum ia mengajak Gita Dinner. Bagaimana jika muridnya melihat mereka? Tetapi karena Gito sudah sangat serius menjalin hubungan dengan Gita sehingga ia sudah siap menerima konsekuensi terhadap dirinya dan Gita. Karena ia sudah berkonsultasi dengan pak Burhan jika ada salah satu murid dan guru menjalin hubungan dan apa saja konsekuensinya. ia juga sudah memikirkan kalau mereka sebulan lagi akan ujian Nasional.
Saat mereka ingin pergi, Gito tiba-tiba menghentikan mereka.
"tunggu dulu, saya juga belum sampaikan apa arti dari ini" ujar Gito sambil menampakan video mereka yang mengerjai Gita. Betapa terkejutnya mereka karena selama ini video tersebut hanya ada di sebarkan di group mereka.
"setau saya kemarin ayahnya Gita datang, dan mengancam siapapun pelaku yang membuat Gita dan saya terkurung di gudang olahraga mereka akan berhadapan dengan ayahnya Gita dan tentu saja mereka akan di keluarkan dari sekolah. Kalian tau, sisa waktu kalian bersekolah di sini tinggal sebulan saja. Ingat kalian saat ini berhadapan dengan saya" ancam Gito yang membuat mereka ketakutan.
"pak, ayah saya juga orang berpengaruh jadi bapak jangan macam-macam" ancam Niken
"siapapun ayah kamu saya tidak takut. saya tidak akan menyebarkan Video ini asalkan kalian tidak menggangu Gita dan tidak menyebarkan foto tersebut" ujar Gito.
"iya pak kita janji" jawab serentak Novi, Prita dan Andini. Mereka amat ketakutan, karena mereka akan membuat orang tua mereka malu dan sangat amat marah kepada mereka jika mereka berulah. Gito pun langsung keluar dari ruangan tersebut. Namun satu hal yang tidak mereka sadari ternyata ada salah satu siswa yang mendengar perbicaraan mereka.
"siapa sih yang nyebarin video itu?" ujar Niken yang menyangka salah satu diantara mereka ada yang menyebarkan video itu. Dan mereka saling menyalahkan satu sama lainnya.
Mereka pun menjadi kaget karena ada bunyi tepuk tangan dari seseorang, yaitu Meta.
"waw sepertinya ada sesuatu yang mengancam kalian ya?" tanya Meta sambil tersenyum
"eh Lo jangan ikut campur gih. mending Lo pergi aja sana, lagian Lo bukan level kita" ujar Niken. Meta awalnya termaksud dalam geng mereka namun karena ayah meta bangkrut mereka tidak ingin berteman dengan Meta, dan meta selalu di bully seperti anak-anak yang lain.
Meta juga tahu siapa yang membuat ayahnya sangat bangkrut yaitu ayahnya Niken. Sehingga ini adalah kesempatannya membalas dendam. Meta pun sudah membuat rencana yang akan membuat mereka menyadarinya.
Mereka saat di sekolah menjadi gelisah karena perbuatan mereka di ketahui oleh gurunya. Mereka akhirnya menemui pak Gito supaya pak Gito tidak memberi tahu kepada kepsek. dan mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.
Saat mereka menemui pak Gito, Meta langsung mengambil Handphone Prita, karena ia hanya tau kode handphone Prita. daan Meta pun langsung mengirim foto dan video yang ada di group itu kepada Meta.
Setelah mengembalikan handphone Prita, ia pun melihat semua foto dan video yang di lakukan mereka kepada Gita. Dan salah satu foto yang membuat Meta terkejut, Foto Gita dan pak Gito.
"jadi ini yang membuat Niken berani sama pak Gito waktu itu" benak Meta. Meta lun langsung mengirim foto itu kepada pak Burhan, pak Burhan pun langsung menghampiri pak Gito dan pak Yudi. ia tahu kalau selama ini pak Yudi sangat menyukai ibu Hila, dan ia tahu kalau pak Yudi pasti akan memberi tahu kepsek.
"pak Gito, saya tidak percaya sama bapak. Kok bapak seperti itu? saya tahu jika bapak ini masih muda, tapi bukan begitu caranya" ujar pak Burhan sambil memberikan handphonenya kepada pak Gito.
"lho ini siapa yang kirim pak?" tanya Gito yang penasaran
"ini Prita pak" jawab Pak Burhan.
Pak Burhan mengira kalau foto tersebut hanya di kirim kepada pak Burhan, tetapi tidak. Kepsek langsung memanggil pak Gito supaya menghadap ke ruangannya dan Gito pun di berikan surat peringatan. Foto mereka pun tersebar bukan hanya para guru tetapi juga murid.
Niken dan teman-temannya menjadi sangat takut. Mereka lalu bolos sekolah pada hari itu, tetapi mereka malah ketahuan pak Gito.
"kalian mau kemana?" tanya Gito
"mmmm pak maaf pak, bukan kita yang nyebarin sumpah pak" ujar mereka secara bersamaan
"kalian juga harus menerima konsekuensinya" ujar Gito yang sangat geram
"Saya tahu Prita, kamu yang mengirim foto tersebut kepada guru-guru. Kamu masih saja mengelak?" tanya Gito
"ngga pak, sumpah bukan saya pak. eh sepertinya ada yang salah deh, tadi handphone saya ketinggalan di kelas pak" ujar Prita
"Mohon perhatian, kepada Niken, Prita, Novi dan Andini menghadap saya kepala sekolah sekarang"
"Pak, sumpah bukan saya yang kirim foto itu pak." ujar Prita
Mau tidak mau mereka pun menghadap kepsek, dan saat itu juga ayah Gita beserta orang tua mereka datang ke sekolah. Betapa terkejutnya ayah Niken saat bertemu dengan ayah Gita. Pak Yuda mencoba sabar melihat ayah Niken.
Kepsek pun memberi tahukan bahwa selama ini Gita selalu di kerjai oleh Niken dan teman-temannya,
"seperti yang sudah saya sampaikan kepada anak-anak bahwa siapapun yang melakukan tindakan yang tidak baik. Maka akan di keluarkan dari sekolah ini. Karena bukan hanya sekali mereka melakukan tindakan yang tidak benar" ujar kepsek
"Tapi Bu, ini kan hanya masalah kecil saja" ujar ayah Niken
"masalah kecil? waw luar biasa kalau cara anda mendidik anak anda seperti itu. anak saya hampir mati di kunci di dalam gudang dan selalu di kerjai. Perlakuan seperti itu memangnya anda kira itu manusiawi ha? seharusnya anda mampu mengajarkan anak anda dengan baik, sekolah tempat belajar bukan tempat mencelakai orang lain. Dan saya sangat setuju dengan keputusan kepsek jika harus di keluarkan" ujar ayah Gita yang sudah sangat emosi.
"sudah bapak ibu, di sini saya yang mengambil keputusan. Saya tidak perduli bapak dan ibu ini dari kalangan manapun karena saya di sini proposional dalam mengambil keputusan. Mengingat mereka sebentar lagi akan menghadapi UN makanya saya akan memberikan hukuman yang selayaknya kepada mereka dan tolong kepada orang tua murid untuk menandatangi surat pernyataan ini." ujar kepsek, sebenarnya ayah Gita sangat tidak puas karena mereka hanya di hukum di sekolah. Ia sudah berjanji akan memberikan perhitungan kepada siapapun itu termaksud kepada orang tua mereka.
"maaf Bu, saya ingin tahu siapa yang memberitahukan bukti ini. Karena saya ingin memberikan hadiah kepada dia" ujar ayah Gita
"begitu saja sombong" jawab ayah Niken
"baik pak, kalau begitu mohon tunggu sebentar ia masih berada di ruang guru" ujar kepsek lalu memanggil Meta supaya masuk ke ruang kepsek
Betapa terkejutnya mereka melihat Meta masuk ke ruang Kepsek pada saat itu
kelanjutan nya..