Qaireen selalu merasa sendiri, tidak ada yang menyukainya dengan tulus. Semua orang yang dekat dengannya akan memutus hubungan begitu Qaireen hilang dari pandangan mata mereka.
Sampai akhirnya ada satu orang yang datang tiba-tiba dan menyatakan akan membantunya. Qaireen yang tidak percaya dengan orang lagi memutuskan untuk menolak awalnya. Dia masih terus datang tapi Qaireen memperkirakan itu hanya sebentar, paling lama selama satu bulan.
Tapi dia datang lagi, dan lagi. Haruskah Qaireen percaya padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfian Syera Nasution, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan?
"Kau gak akan dapat jawaban apapun dariku nak dan aku gak akan minta maaf atas apa yang sudah kulakukan padamu" ucap kakeknya dengan wajah datar.
"Yang kulakukan adalah benar, jadi kau sudah jumpa dengan ayah siluman mu itu? Kau tahu darinya? tebak kakeknya penuh selidik.
"Kau bilang ayah dan ibu susah mati!!!! Teriak adha sambil berdiri dan berjalan ke arah kakeknya.
"Apa sebenarnya yang kau sembunyikan" tambah Adha lagi sambil mengatur emosinya. Bagaimana pun orang yang di depannya ini adalah kakeknya.
"Aku udah bilang nak, kau gak akan dapat jawaban apapun dariku" jawab kakeknya dengan tenang tapi tatapannya menakutkan.
"Aku menyesal pernah percaya padamu" ucap Adha lalu keluar dari kamarnya.
...****************...
Seperti biasa Qaireen berangkat sekolah pagi sekali, kali ini Adnan ikut bersamanya. Mereka berjalan bersisian di atas trotoar. Jalannya sangat santai menikmati udara pagi yang segar.
"Mmm apa betul siluman gak bisa keluar saat matahari belum terbit sempurna" tanya Qaireen membuka percakapan mereka.
"Itu benar Qaireen, kau gak percaya? Selidik Adnan sambil menghentikan langkahnya dan menatap Qaireen dengan senyum yang manis.
"Mmm bukan begitu, tapi karena apa?
"Saat matahari mulai bersinar ke dunia, cahayanya sangat menyilaukan bagi manusia tapi bagi beberapa siluman itu bisa menyerap sebagian energi mereka" jawab Adnan jujur.
"Seperti sekarang" ucap Qaireen sambil menunjuk matahari yang mulai naik dengan cahayanya cerah.
Adnan menutup matanya dengan kedua telapak tangan. Qaireen yang melihat itu langsung sigap mengeluarkan payung dari kantong tasnya dan mengembangkan payung itu.
Qaireen sampai melompat-lompat kecil agar payung itu bisa menutupi kepala Adnan mengingat Adnan cukup tinggi.
Adnan meraih tangan payung dan mengambil alih. Dia tersenyum sambil menatap wajah Qaireen.
"Aku cuma ingin melindungi mu, aku gak mau kau kehabisan energi lagi" ucap Qaireen tampak serius lalu berlari-lari kecil mendahului Adnan.
"Terimakasih" jawab Adnan sambil melompat girang lalu mengejar Qaireen di depan.
"Kau ingin makan apa siang ini, ayam atau daging"
"Apa siluman cuma makan ayam atau daging" jawab Qaireen dengan nada mengejek.
"Aku mau makan bakso sepulang sekolah" tambahnya lagi.
"Jadi kita kencan sepulang sekolah"
"Siluman tahu kencan" ejek Qaireen lagi.
"Aku belajar sedikit" jawab Adnan sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Kita cuma makan siang Adnan, gak ada kencan" jawab Qaireen sambil tersenyum.
...****************...
Adnan sengaja menjumpai Adha yang sedang di perpustakaan. Adnan pura-pura mengambil asal salah satu buku yang ada di depannya lalu berjalan ke samping Adnan.
"Jadi kau udah dapat informasi dari kakekmu"
"Kau tahu dari Amira kalau kakekku tahu semua" tebak Adnan.
"Ya, dia cukup berguna dulu" jawab Adnan membuat adha heran.
"Kakekku gak mau dan gak akan pernah memberi tahu tentang ayah atau ibuku. Yang aku tahu cuma satu ayah ku masih hidup. Dia gak sengaja mengatakannya secara gak langsung"
"tapi apa pedulimu" tambah Adha curiga.
"Aku sudah berjanji akan membantu mu, kau memang brengsek" jawab Adnan setengah berteriak, membuat seisi perpustakaan melihat ke arah mereka.
"pelankan suaramu, ini perpustakaan" perintah adha sambil menutup wajahnya dengan buku karena malu.
"Aku akan membantu sebisaku. Informa apa pun yang kau dapatkan dari kakekmu kau bisa berita tahu padaku. Aku pergi"
Adnan langsung meletakkan buku yang di tangannya asal dan berjalan ke luar perpustakaan.
...****************...
"Kita berangkat" tanya Adnan sambil berjalan riang ke arah Qaireen yang sedang menyusun bukunya.
"Kau bolos, kau darimana saja"
"Aku? Aku tadi ada urusan sama orang brengsek"
"orang brengsek" ulang Qaireen gak percaya sambil berjalan ke arah pintu.
"Itu aku" ucap Adha yang sudah ada di depan kelas.
"Kak adha. Jadi orang brengsek itu" tutur Qaireen sambil menatap Adnan dengan mimik ingin tahu.
"Iya, dia" jawab Adnan tanpa rasa bersalah.
"Kalian ada rencana setelah ini" tebak Adha, dia curiga karena melihat wajah Adnan yang sumringah.
"O itu, mau makan bakso. Kakak mau ikutan" tawar Qaireen.
"Aku punya langganan bakso yang super enak" jawab Adha senang tanpa menghiraukan wajah Adnan yang mulai cemberut.
"Oke, kita kesana. Sekalian jalan-jalan mengusir penat" jawab Qaireen yang cukup lelah dengan keadaan yang menimpanya akhir-akhir ini.
...****************...
Mereka turun dari taksi di sebuah cafe yang lumayan besar. Konsep cafenya itu seperti bernuansa alami.
Terdapat pondok-pondok kecil yang cukup berjauhan di antara hamparan rumput yang luas dan danau yang besar di depannya.Tempat itu cukup indah dan menawan.
Adnan merasa banyak hawa siluman di sekitar danau dan hutan yang berada di seberang danau. Namun dia menghiraukannya, mengingat Qaireen akan aman bersama mereka berdua.
Pesanan mereka datang, seorang pelayan laki-laki menyajikan bakso spesial mereka di meja juga minuman yang sudah tertata rapi. Dia berdiri disana walaupun pesanan mereka sudah siap dihidangkan.
"Bakso adalah daging" ucap Adnan asal.
"Iya, kau suka. Daging bulat ini" ucap Qaireen dengan nada mengejek.
"Kau bisa pergi" ucap Adnan yang tidak suka laki-laki itu menatap Qaireen terlalu lama.
ting.
Satu pesan masuk ke hp Adnan. Adnan mengeluarkan hp dari saku celananya.
"Dia siluman" isi pesan dari adha.
"Aku tahu, jangan beri tahu Qaireen dia bisa ketakutan" balas Adnan sambil menatap adha setelah selesai mengirim pesan.
Adha memotong bakso yang besar-besar menjadi bagian kecil untuk mempermudah memakannya dan dia memberikannya pada Qaireen.
"apa yang kau lakukan, sepertinya kau sangat ahli" ucap Adnan karena cemburu sambil menusuk bakso di mangkuknya dengan garpu.
"Dia akan kesulitan memotong bakso seukuran itu" ucap Adha membela diri.
"Aku bisa melakukannya" teriak adha yang termakan cemburu buta.
"Berhenti sampai disitu. Aku ke toilet dulu"
"Aku ikut" ucap Adnan.
"aku juga" adha gak mau kalah.
"Aku sendiri" jawab Qaireen kesal dan berlalu dari sana.
"Harusnya kau membiarkan aku. Aku hanya berniat menjaganya" ucap Adha.
"aku yang harus bilang itu padamu" jawab Adnan sambil menatap tajam pada adha.
...****************...
Qaireen terkejut setelah keluar dari kamar mandi seorang pria pelayan tadi mendekatinya.
Pria itu langsung memukul tengkuk Qaireen dan membawanya dari sana.
Sebelah kilat Qaireen sudah berada di dunia siluman. Tampak wajah ibu Adnan tersenyum menakutkan sambil melihat Qaireen yang berbaring di ranjang yang cukup besar.
"Kerja bagus, kau akan dapatkan sesuai apa yang dijanjikan padamu" ucap Ibu Adnan sambil tersenyum puas.
"Terimakasih Baginda ratu. Aku akan pergi sekarang" jawabnya sambil berjalan mundur beberapa langkah sebelum menghilang di udara.
"Kau akan tahu akibatnya jiak bermain-main denganku" ucapnya sambil tersenyum miring.
Bersambung....
blm mudeng aqu....
tlg dong, thor....