Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECELAKAAN
"Iya ma, aku lagi di perjalanan" balas Kevin pada mamanya melalui telfon. Ia terlalu fokus dengan pembicaraan mamanya dan kaget ketika seseorang tiba-tiba muncul di tengah jalan. Kevin berusaha untuk menghentikan mobilnya namun kecepatan yang laju dan juga jarak yang sudah sangat dekat.
"Awas!!!! " teriak Kevin dari dalam mobilnya mencoba menginjak rem.
Brak~~
Mobil berhasil berhenti tepat setelah menabrak seorang wanita.
Sakira terlempar sedikit jauh dari mobil yang menabraknya. Radit yang menyaksikan itu pun terhenyak melihat tubuh sakira terlentang dengan darah yang mulai menyelimuti nya.
Kevin keluar dari mobilnya melihat korban yang telah ia tabrak itu. Terlihat sudah sangat banyak orang yang mengerumuni mereka.
"Astga banyak darah"
"Ya ampun kasian sekali gadis itu"
"Apa dia masih hidup? "
begitulah gumaman warga yang mengerumuni Sakira, namun mereka tak berani menyentuhnya.
"Permisi, saya mau lihat korban" ucap Kevin, kemudian mendekati tubuh gadis yang ia tabrak itu.
"Dia masih hidup, bantu saya mengangkat ke dalam mobil saya" ucap Kevin panik yang langsung di bantu oleh warga.
"Terimakasih" ucap kevin, ia langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Keselamatan wanita ini lebih penting baginya.
"Dokter dokter!!!! " teriak Kevin mengangkat tubuh Sakira kedalam rumah sakit yang langsung di sambut oleh para perawat.
"Tolong selamatkan dia " pintar Kevin.
"Mohon tunggu di luar pak, kami akan memeriksa pasien" ucap sang dokter kemudian memasuki ruang UGD bersama para suster.
"Semoga dia tidak kenapa kenapa" lirih Kevin sangat khawatir. Ia akan merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada wanita itu.
Drrtt Drttt
Kevin meraba sakunya ketika merasa sesuatu bergetar di sana "Mama"
"Halo ma? " sapa Kevin.
"Halo Vin, kamu tidak apa apa kan? kenapa kamu memutuskan telfon tiba-tiba tadi" tanya Sindi khawatir pada anaknya.
"Aku menabrak seseorang mah" lirih Kevin.
"Apa?? bagaimana bisa? "
"Aku sedang di rumah sakit mah, korban sedang di tangani" ucap Kevin.
"Ya ampun nak, kok bisa seperti ini" lirih Sindi.
"Mama tidak usah khawatir, aku akan bertanggung jawab dan mencari keluarga korban" balas Kevin pada mamanya agar tidak terlalu memikirkan nya.
"Baiklah, kabari mama apapun yang terjadi. ok" sahut Sindi.
"Yah ma" balas Kevin. Ia pun menutup telfon, menghela nafas gusar.
"Tuan" panggil seseorang.
"Ha iya, akhirnya kamu datang juga" dengus Kevin pada anak buahnya, ia sempat menyuruh anak buahnya untuk datang ke rumah sakit ketika masih di dalam mobil tadi.
"Maaf tuan, baju anda? " ucap pak wan kaget melihat baju tuannya penuh dengan darah.
"Ah ini bukan darah saya, ini darah wanita yang saya tabrak itu" jawab Kevin, pak wan mengangguk paham.
"Ini tolong cari tahu soal keluarga nya, Cari informasi sedetail mungkin" ucap Kevin memberikan dompet wanita itu pada pak wan untuk menyelidiki keluarga korban.
"Baik tuan" ucap pak Wan menunduk hormat, kemudian berlalu pergi.
Ceklek
Kevin menoleh ketika mendengar suara pintu ruangan dimana wanita itu di tangani, ia langsung mendekati dokter.
"Bagaimana dok? " tanya Kevin.
"Maaf Pak, sepertinya bapak harus membawa pasien ke pusat, agar ditangani lebih lanjut. "ucap Dokter menjelaskan.
" Apa maksud dokter rumah sakit ini tidak bisa menanganinya? " sahut Kevin.
"Maaf Pak, pasien harus segera di operasi, dan rumah sakit ini tidak memadai untuk melakukannya" jelas Dokter itu lagi.
"Apa pasien akan bertahan menjelang ke pusat dok? " tanya Kevin.
"Kami akan mencoba menghentikan pendarahan nya, pasien akan bertahan jika cepat di bawa ke RS pusat. "
"Baiklah dok, tolong persiapkan semuanya, saya akan membawa pasien ke pusat" balas Kevin, ia akan melakukan apapun untuk wanita itu, walau bagaimana pun ini semua karena dirinya.
"Baiklah saya permisi" ucap dokter undur diri kemudian berlalu pergi.
Kevin mengusap wajahnya kasar, ia harus menyelamatkan wanita itu.
"Halo, siapkan Helikopter jemput saya di rumah sakit" titah Kevin pada seseorang melalui telfon.
Setelah mengatakan itu Kevin pun masuk ke dalam ruangan korban untuk melihat kondisinya.
Terlihat Sakira terbaring diatas brankar dengan kepala di perban. Ia tidak mengalami luka serius di bagian tubuhnya, hanya bagian kepalanya saja yang mengalami benturan kuat pada aspal.
"Maaf sudah membuat mu seperti ini" lirih Kevin menatap wajah Sakira. Entah mengapa ia merasa nyaman menatap wajah pucat itu.
"Apa kita pernah bertemu? aku merasa tidak asing dengan wajah mu" lirih Kevin.
Drrttt Drttt
Kevin melirik ponselnya yang kembali bergetar.
"Iya" sahut Kevin.
"Semua nya sudah siap pak, kami sudah di lokasi" sahut seseorang di sebrang sana.
"Baiklah" balas Kevin kemudian menutup telfon secara sepihak. Ia kembali menatap wajah Damai itu dan berbalik keluar ruangan untuk memanggil pasien.
"Hiks hiks haaaaaa hikss hiks mamma " teriak Viki seakan mengontak padanya apa yang terjadi pada Sakira.
"Kamu kenapa lagi? " tanya Davin frustasi, baru saja Viki diam dan sekarang ia kembali menangis.
"Bos" panggil Edo.
"Ada apa? " tanya Davin menoleh sebentar.
"Nona Sakira... "
"Sudah jangan sebut nama itu lagi" potong Davin.
"Tapi bos,.. nona"
"Sudah cukup!! saya muak mendengar namanya" bentak Davin. Edo pun terdiam, ia akan tahu hal ini pasti terjadi. Namun ia harus memberi tahu Davin jika Sakira mengalami kecelakaan.
"Nona Sakira kecelakaan" ucap Edo.
"Sud.... Apa?? " Davin yang hendak membentak Edo menoleh cepat menatap anak buahnya itu.
"Nona mengalami kecelakaan Bos, dan sekarang sudah di bawa ke rumah sakit oleh penabrak" jelas Edo lagi.
Davin menatap Viki, ia tahu sekarang mengapa Viki menangis kembali.
"Apa ini yang kamu tangisi?? " lirih Davin memeluk erat Viki yang masih menangis.
Davin memang kecewa pada gadis itu, namun jauh di lubuk hatinya ia masih sangat mencintai gadis itu.
"Antar aku kesana" pinta Davin berdiri dari duduknya sembari menggendong Viki.
"Baik tuan" sahut Edo menunfuk hormat dan mempersilahkan Davin berjalan terlebih dahulu.
"Hahahaha, akhirnya gadis itu pergi juga dari kehidupan Davin" ucap Yuli tertawa bahagia bersama Mina.
"Ya kamu benar, Davin sudah sangat membencinya" sahut mina.
"Lalu bagaimana dengan pertunangan ku" desak Yuli.
"Kamu tenang saja, kita akan mempercepat nya dan tugas mu buat Davin untuk menyukai mu" ucap Mina
"Baiklah tante" balas Yuli tersenyum senang. Mereka benar-benar bahagia sekarang, rencana mereka berjalan dengan lancar. Mereka tidak tahu dengan apa yang terjadi pada Sakira saat ini, walaupun mereka tahu mereka juga akan bersorak.
"Tan, bagaimana dengan si pengawal itu, jika dia mengatakan semua nya pada Davin maka kita akan hancur" ucap Yuli khawatir.
"Tidak akan, Edo tidak akan berani melakukannya" sahut Mina.
"Apa tante yakin? " tanya Yuli memastikan.
"Yah tentu" sahut nya.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor