Cinta dan benci itu beda tipis, begitu lah awal mula kisah cinta Shenaa dan Alan. Ini hanya kisah cinta biasa, antara atasan dan bawahan.
Siapa sangka, Shenaa gadis yatim piatu ini ternyata adalah cucu dari orang kaya yang memiliki berbagai macam usaha. Pada mula nya Shenaa sudah di anggap mati oleh kakek nya bersama dengan kecelakaan ke dua orang tua nya yang di sengaja oleh saudara kandung ibu nya.
Alan yang sangat penasaran dengan Shenaa pada akhirnya ikut mencaritahu latar belakang Shenaa hingga pada akhirnya benih cinta di antara mereka tumbuh juga. Meski pun cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan, namun masih banyak masalah yang harus mereka hadapi bersama menjelang rencana pernikahan.
Bagaimana cerita nya? yuk baca sayang😊
Jangan lupa Vote, Like, Coment and Rate😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Aku Cemburu
Ketika Tasya pulang dengan rasa takut, tiba-tiba mobil nya di hentikan dengan seseorang. Setelah berbincang beberapa saat, mereka memutuskan untuk pergi ke restoran secara private.
Kali ini Tasya sudah berhadapan dengan sosok pria yang sebaya dengan papah nya. Mereka saling memperkenalkan diri untuk lebih akrab nya.
"Jadi, apa yang keinginan anda?" tanya Tasya.
"Aku ingin mengajak mu kerja sama," ucap Surya dengan sorot mata tajam nya.
"Kerja sama? untuk apa?" tanya Tasya kembali.
Surya tertawa dengan suara berat, "Kau tidak tahu siapa Shenaa sebenarnya. Jangan bertindak bodoh jika kau ingin selamat." papar Surya membuat Tasya bingung.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Tasya penasaran.
Surya akhirnya menceritakan siapa dia sebenarnya dan Tasya sebenarnya. Tasya sangat kaget saat mengetahui latar belakang Shenaa yang ternyata jauh lebih kaya dari pada diri nya.
"Kerja sama ini akan menguntungkan kita berdua. Kau bisa mendapatkan tunangan mu kembali dan aku bisa mendapatkan harta mertua ku kembali." gumam Surya masih mencoba menyakinkan Tasya.
"Apa kita harus melakukan kerja sama ini?" tanya Tasya tidak begitu yakin.
"Jika kau menolak kerja sama dengan ku, akan aku bongkar kelakuan bejat mu...!" ancam Surya membuat Tasya gugup.
"Baiklah.Aku setuju!" ucap Tasya terpaksa.
Wanita itu kemudian pergi, dengan sumpah serapahnya terus bertanya-tanya bagaimana Surya bisa mengetahui belang diri nya.
Siang berganti malam, Shenaa yang kelelahan langsung pergi tidur begitu saja padahal jam masih menunjukkan pukul delapan malam. Bahkan panggilan telpon dari Alan saja ia lewatkan.
Shenaa, dalam mimpi ia melihat laki-laki seperti menjauh lalu mendekat pada nya. Begitu seterusnya hingga Shenaa terkejut dengan panggilan telpon dari Alan. Shenaa mengangkat telpon tersebut dan hanya mendapatkan teriakan dari Alan.
"Buka pintu nya.....!" teriak Alan dari telpon nya.
Shenaa menjauhkan ponsel dari telinga nya, lalu bergegas membuka pintu. Tanpa permisi Alan masuk ke dalam apartemen Shenaa.
"Kemana saja kau? kenapa tidak mengangkat telpon ku? apa kau tahu aku sangat khawatir pada mu?" rentetan pertanyaan dengan nada tinggi mendenging di telinga Shenaa.
Wanita itu malah dengan santai nya mengambil minuman dingin dari dalam kulkas lalu meneguknya.
"Turunkan nada mu...! dasar tidak sopan...!" bentak Shenaa.
Alan membuang nafas kasar, pria itu lalu menatap inci demi inci wanita dengan penampilan acak-acakkan itu.
"Apa kau baru pulang memulung?" tanya Alan.
"Enak saja...! kau pikir aku apaan?" ucap Shenaa kesal.
"Lihat penampilan mu, seperti gembel...!" ejek Alan.
"Pria brengsek....!" umpat Shenaa kesal.
"Hei....kau mengumpat ku?" tanya Alan tidak terima.
"Bukan. Aku mengumpat lelaki yang selalu ada di dalam mimpi ku. Suatu saat, jika aku tahu siapa lelaki yang ada di dalam mimpi ku, akan ku cakar wajah nya." ucap Shenaa geram.
"Kau memimpikan nya lagi?" tanya Alan dengan suara datar nya.
"Hmmm....kenapa?" tanya Shenaa.
"Aku cemburu pada nya. Pria itu bisa ada dalam setiap mimpi mu, sedangkan aku? mungkin tidak pernah ada di dalam mimpi mu." ucap Alan dengan wajah yang di buat sedih.
"Kau ini, kemauan sekali ada di dalam mimpi ku...!" gerutu Shenaa.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mencari makan malam. Tak butuh restoran mewah atau sebagai nya, Alan dan Shenaa lebih senang makan di tempat pinggiran seperti kebanyakan orang lain nya.
Lanjut ke kisah lainnya 😘
Maaf bgt ya kakak othor, typo tokohnya bikin mikir bgt😁
gak tau berterimakasih
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕