Cinta pertama seharusnya indah.
Tapi milik Lay Amelty Ranza berubah jadi neraka.
Ahber Mazchar, ketua OSIS paling dingin, bilang dia cinta Lay.
Andkay, si badboy posesif, berteriak "LO HANYA MILIK GUE!"
Eskay, sahabat terbaik Ahber, tiba-tiba mendekati Lay diam-diam.
Tapi di balik senyum mereka... ada darah.
15 tahun lalu, keluarga Ahber membantai satu keluarga di Gudang B-09.
Sekarang balas dendam itu datang. Melalui cincin perak bergambar burung.
Cincin pertama: Milik Burung, si pembunuh.
Cincin kedua: Milik Nayla, adik yang pura-pura mati.
Cincin ketiga: Sekarang ada di tangan Ahber.
Di dalamnya tersimpan 3 Triliun dan rahasia yang bisa menghancurkan 2 keluarga besar.
Keluarga Mahesa dan Keluarga Dirga mengincar mereka.
Dan ada "A"... dalang yang mempermainkan semuanya dari awal.
Lay diculik. Dikhianati. Dipaksa memilih.
Sampai pesan terakhir itu masuk ke HP Ahber:
"Maaf gue salah."
Salah mencintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nila edrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Seminggu setelah hujan di gazebo, grup chat baru muncul di HP Ahber.
Nama grup: `TIM PANITIA ULTAH RAKA & LAYLA`
Anggota: Ahber, Eskay, Layla, Raka.
Pesan pertama dari Raka jam 7 pagi:
`Papa Ahber, Layla, kita mau tema apa? Aku mau tema pesawat!`
Dibalas Layla 2 detik kemudian:
`Aku mau tema taman dan gambar! Biar komik kita jadi hiasan!`
Ahber liat chat itu sambil ngopi. Senyum.
Dibalas: `Boleh gabungin. Tema: "Pesawat Kertas di Taman Gambar"`
Eskay baru muncul jam 8:
`Setuju. Lokasi tetap taman. Jam 4 sore. Aku urus tenda + sound ya. Kamu urus kue + dekor Ber?`
Ahber ngetik: `Deal.`
Dia udah lama gak dipanggil "Ber" sama Eskay. Dulu di kampus semua manggil gitu.
*3 HARI KEMUDIAN: BELANJA BARANG ULTAH*
Sabtu pagi. Mall kota paling rame.
Ahber dan Layla udah di tempat. Eskay dan Raka datang 5 menit telat.
“Maaf macet Tante.” Raka langsung lari ke Layla.
“Gak apa-apa Sayang.” Ahber nunjuk daftar belanja di HP. “List kita: balon, spanduk, piring kertas, kue, hadiah.”
Mereka pisah 2 tim biar cepet.
Tim 1: Ahber + Layla cari dekor
Tim 2: Eskay + Raka cari kue + hadiah
Di toko dekor, Layla milih balon warna pastel. “Papa, ini lucu.”
Ahber ngambil spanduk polos. “Nanti kita gambar bareng di sini ya.”
“Ide bagus!” Layla peluk Ahber.
Di sisi lain, Eskay dan Raka di toko kue.
“Nak, Layla suka rasa apa?”
“Coklat Tante.” Raka inget. “Pesan 2 ya. Satu coklat, satu vanilla.” Eskay pesen ke mbaknya.
Raka milih hadiah: satu set krayon jumbo + buku gambar tebal. “Buat Layla. Biar komik kita makin bagus.”
Jam 11 mereka ketemu lagi di kasir. Keranjang penuh.
Eskay liat belanjaan Ahber. “Banyak amat Ber.”
“Buat 2 anak ulang tahun. Harus meriah.” Jawab Ahber.
Di parkiran, mereka bagi barang ke 2 mobil.
Tangan mereka tidak sengaja bersentuhan pas ngangkat kardus.
Dua-duanya diem 1 detik.
“...Makasih udah bantu.” Kata Eskay pelan.
“Sama-sama Kay.” Jawab Ahber. Itu pertama kalinya dia manggil "Kay" lagi.
Raka dan Layla di belakang udah main batu-gunting-kertas buat nentuin siapa yang duduk depan.
*MALAMNYA: SURAT YANG TERSEMBUNYI*
Setelah Layla tidur, Ahber gak bisa tidur.
Dia buka laci. Ada map tua. Di dalamnya: foto, sertifikat lomba, dan 1 surat.
Surat dari Eskay. 15 tahun lalu. Tidak pernah dibuka. Masih disegel.
Tulisan di amplop: _“Buat Ahber. Baca kalau kamu marah sama aku. -Kay”_
Jari Ahber gemetar. Dia buka.
_Ber,_
_Gue tau gue salah. Gue egois. Gue yang tanda tangan proyek itu tanpa mikir panjang._
_Pas gagal, gue takut. Gue lari ke Singapura karena malu ketemu lo._
_Gue denger kabar lo nikah. Punya Layla. Gue ikut seneng dari jauh._
_Terus gue denger... lo ditinggal. Gue mau pulang. Tapi gue pengecut._
_Kalau suatu hari kita ketemu lagi... boleh gak kita mulai dari nol?_
_Maafin gue._
_-Kay_
Ahber menutup mata. Air matanya jatuh.
15 tahun. Surat ini nunggu 15 tahun buat dibaca.
HP bunyi. Pesan dari Eskay jam 12 malam:
`Ber, besok kita ke taman ya buat ukur tenda. Kamu bisa?`
Ahber balas: `Bisa. Jam 3.`
`Oke. Good night Ber.`
Ahber balas: `Good night Kay.`
Dia tidur dengan surat itu di dada.
*HARI H-3: UKUR TENDA DI TAMAN*
Jam 3 sore. Panas tapi ada angin.
Petugas tenda udah nunggu. Eskay datang duluan pake kemeja putih + celana jeans.
“Udah aku ukur. 4x6 meter cukup Ber.” Eskay nunjuk titik.
Ahber datang bawa meteran. “Cek lagi. Takut kurang buat meja komik.”
Mereka berdua jongkok, ngukur tanah. Bahu mereka bersentuhan.
Tidak ada yang menghindar.
“15 tahun lalu kita juga gini ya.” Kata Eskay pelan. “Ukur booth lomba.”
Ahber ketawa kecil. “Iya. Kamu yang gambar denah. Aku yang teriak-teriak ke panitia.”
“Kita hebat sih dulu.”
“Iya. Bodoh juga.”
Mereka diem. Lalu ketawa bareng.
Dari kejauhan Layla dan Raka lari-lari. “Papa! Tante Eskay! Udah selesai?”
“Udah.” Ahber berdiri. “Nanti kita pasang lampu juga ya.”
“Oke!”
Sebelum pulang, Eskay nahan Ahber di parkiran.
“Ber... surat yang di laci kamu. Kamu baca?”
Ahber kaget. “Kok kamu tau?”
“Aku titip ke sekretaris kamu dulu. Pas aku mau ke Singapura.” Eskay nunduk. “Maaf telat 15 tahun.”
Ahber napas berat. “Udah aku baca. Malem tadi.”
“Lalu?”
“Lalu... aku maafin. Dari dulu Kay. Aku cuma nunggu kamu berani pulang.”
Eskay mendongak. Matanya merah. “Beneran?”
“Beneran. Bodoh kalau dendam 15 tahun cuma buat surat.” Ahber nepuk bahu Eskay pelan. “Udah. Fokus ke ultah anak-anak.”
Eskay angguk berkali-kali. “Makasih, Ber.”
*HARI H-1: LATIHAN KOMIK*
Jumat sore. Anak-anak latihan presentasi komik mereka di rumah Ahber.
Judul: `JANJI TAMAN`
Isi: 8 halaman. Tentang 2 anak yang ketemu, dan 2 orang tua yang baikan karena anaknya.
Layla yang jadi MC. Raka yang gambar.
“Terus di halaman terakhir, ada gambar 4 orang di bawah pohon.” Kata Layla. “Itu kita.”
Ahber dan Eskay duduk di sofa, jadi audiens.
Mereka tepuk tangan paling kenceng pas anak-anak selesai.
“Bagus banget Nak.” Kata Eskay. Suaranya bangga.
“Besok jangan grogi ya.” Kata Ahber.
Malamnya, Ahber ngedit video latihan itu. Dikirim ke grup.
Eskay bales voice note:
`Aku nangis nontonnya Ber. Sumpah. Anak kita hebat.`
Ahber bales: `Iya. Hebat karena ibunya dulu pinter gambar.`
Eskay: `...Makasih.`
*JAM 11 MALAM SEBELUM HARI H*
Ahber masih di ruang kerja. Ngecek list terakhir.
Pintu diketuk. Layla masuk pake piyama kelinci.
“Papa belum tidur?”
“Belum. Besok hari besar.” Ahber gendong Layla.
“Papa seneng gak?”
“Seneng banget.”
“Karena ultah Raka?”
“Karena... Papa punya teman lagi.”
Layla peluk Ahber. “Tante Eskay juga teman Papa kan?”
“Iya. Teman paling lama.”
Layla tidur di pelukan Ahber.
Di apartemennya, Eskay juga belum tidur. Dia liat foto lama di meja. Foto dia, Ahber, dan 2 teman lain pas wisuda.
Dia bisik: “Besok. Kita bikin memori baru. Buat Raka.”
like + bunga biar semangat deh/Smile/