NovelToon NovelToon
Pendekar Murah Hati

Pendekar Murah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: loren defretes

Kisah tentang Sukame yang mendapat julukan Pendekar Murah Hati. Dimana kehidupannya dimulai dari masa kecilnya hingga ketika dia menghadapi hitam putihnya dunia persilatan.

Ternyata banyak sekali suka dan duka yang dia alami, yang membuat dirinya sadar akan apa dan mengapa tujuannya untuk hidup.

Bagi yang penasaran akan kisah ini silahkan membaca semoga menjadi terhibur serta dapat mengambil hikmah dari kisah Pendekar Murah Hati ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon loren defretes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendapatkan jurus baru

"Perhatikan gambar ini baik baik kemudian peragakan gerakannya kepada Iblis Malam" ujar Kakek Tianlo kepada Sukame.

"Apakah mereka berdua tidak takut, kalau seandainya aku bisa menguasai semua jurusnya" gumam Sukame dalam hati sambil memperhatikan gambar itu.

"Baik kek, maafkan saya kalau seandainya nanti saya tidak bisa meniru sama persis dengan gambar itu" sautnya.

"Tidak usah kamu membantah lakukan saja yang aku suruh, Iblis Malam pasti mengerti maksudnya." ujar Kakek Tianlo melanjutkan mengambar.

"Nama Jurus ini adalah Cakar Naga" Kakek Tianlo memperlihatkan gambar itu kepada Sukame.

Karena dari kecil Sukame suka menggambar maka tidaklah sulit bagi dirinya untuk sekali melihat kemudian menghafalnya.

Kemudian Sukame berjalan mendekati Pendekar Iblis Malam dan memperagakan jurus itu.

Tidak lama Sukame selesai memperagakan jurus itu, Iblis Malam terdiam sambil berpikir, lalu dia mengambar dan menunjukkannya kepada Sukame.

"Panggil aku Kakek Buksi, siapa nama kamu?" tanya Iblis Malam.

"Nama saya Sukame kek."

"Katakan kepada Tianlo, bahwa jurusnya dapat dibendung dengan Jurus Tendangan Membelah Malam" kakek Buksi berkata sambil mengambar jurus serangan baliknya.

Setelah Iblis Maut melihat gerakan Sukame, dia kembali menggambar jurus untuk membendung serangan dari Iblis Malam.

*****

Tanpa sadar hampir 100 jurus yang mereka gambar dan tunjukkan kepada Sukame, semakin lama Sukame mengerti karakter dari jurus keduanya baik dari Iblis Malam maupun Iblis Maut.

Sebenarnya kekuatan dari jurus Iblis Malam terletak dikaki, sedangkan kekuatan dari jurus Iblis Maut terletak ditangan, terlihat bahwa dasar jurus yang dimiliki oleh mereka berdua sama, namun pengembangannya yang berbeda.

"Jangan sampai mereka berdua seperguruan?" gumam Sukame dalam hati.

Sudah 3 jam lamanya pertandingan itu, Sukame yang merasa kelelahan karena pikiran dan tubuhnya sudah terkuras habis, dari tadi harus mengingat semua jurus kedua kakek itu.

"Kakek sebaiknya kita beristirahat dulu!, aku kelelahan" seru Sukame sambil melihat Iblis Malam dan Iblis Maut bergantian.

Kedua kakek itu melihat Sukame yang terlihat sangat lelah, dan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk duduk dan beristirahat.

"Mari kita minum ini!" seru Iblis Maut mengeluarkan guci berisi arak dari balik bajunya, mereka membisu sambil menikmati arak itu.

Karena Sukame penasaran akan dasar dari jurus kedua kakek itu tiba-tiba dia keceplosan, dan iapun bertanya kepada mereka.

"Apakah kakek berdua dulu satu perguruan?"

Mendengar pertanyaan Sukame itu kedua kakek itu saling berpandangan terkejut dan heran, bocah sekecil ini dari mana bisa tahu hal itu.

Kemudian Iblis Malam memandang lama ke arah Iblis Maut, keduanyapun langsung menjawab "iya benar apa yang kamu katakan anak muda."

Kedua kakek itu dibuat penasaran akan diri Sukame, mereka bergantian memandangi Sukame dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Dari mana kamu bisa mengetahui bahwa kami dulunya seperguruan?" tanya Iblis Malam.

"Sejak dari tadi aku memperhatikan dan memperagakan semua jurus yang digambar oleh kakek, lama kelamaan aku menyadari dan mengerti bahwa pada dasarnya jurus tersebut sama hanya saja penggunanya yang berbeda, yang mana Jurus kakek Tianlo lebih kepada kekuatan tangan sedangkan sebaliknya dengan jurus Kakek Buksi lebih kepada kekuatan kaki" ucap Sukame.

Mendengar ucapan Sukame kakek Tianlo dan kakek Buksi tercengang, si Iblis Malam langsung membuka topeng yang menempel diwajahnya. Terlihat umurnya sama seperti kakek Tianlo.

"Akhirnya kau membuka juga topeng diwajahmu Buksi" ujar kakek Tianlo.

"Hari ini kita telah dikalahkan oleh seorang anak muda karena ketololan kita Tianlo" ucap Buksi sambil tertawa.

"Dan hari ini terpaksa ku buka topeng ini sebagai tanda penghormatanku akan kemenangan anak muda ini" ucap Buksi lagi sambil melihat Sukame.

"Kamu sangat jenius anak muda, ha ha ha..." ujar kakek Tianlo lalu tertawa sambil menepuk pundak Sukame

Tanpa basa-basi kedua kakek itu bercerita tentang riwayat kehidupan mereka, ternyata memang benar tebakan Sukame kedua kakek itu merupakan murid dari seorang pertapa gunung Seribu Api di daerah Utara, karena melihat bakat dari keduanya berbeda maka sang pertapa tersebut menurunkan Ilmu Jurus Cakar Naga kepada Tianlo karena tangannya lebih aktif, sedangkan Jurus Kaki Naga kepada Buksi karena kakinya lebih aktif.

Akan tetapi karena keegoisan mereka berdua, siapa yang ilmunya paling hebat dan pada akhirnya mereka berdua mengadakan kesepakatan bahwa setiap 5 tahun sekali mereka akan bertanding.

Tidak terasa hari sudah pagi, mereka bertiga minum arak dalam jumlah yang banyak,

Sukame yang belum pernah minum arak menjadi mabuk, wajahnya yang putih berubah menjadi merah.

"Sebaiknya kamu beristirahat!" seru kakek Tianlo dan kakek Buksi.

"Matahari sudah mulai muncul sebaiknya kami berdua pergi dari tempat ini" ujar Buksi.

"Semua jurus kami berdua tanpa sengaja telah kami turunkan kepadamu, jika engkau gabungkan menjadi satu, kamu akan menjadi seorang pendekar tanpa tanding di dunia persilatan" ujar kakek Tianlo kepada Sukame.

"Jika kamu menyalah gunakan kedua jurus itu, kami berdua akan mencari dan membunuhmu!" seru kakek Buksi memberikan peringatan kepada Sukame dengan mata melotot, seakan akan ingin menerkamnya.

"Makasih kek" ucap Sukame sambil menganggukkan kepalanya.

Karena Sukame sudah sangat kelelahan dan mabuk belum tidur semalaman, tanpa sadar matanya telah menutup sendiri lalu Sukame tertidur dengan lelapnya.

Raja Maut beserta Iblis Malam melihat Sukame sudah tertidur lelap, lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

"Ach, sebaiknya kita pergi dari tempat ini Buksi!" seru Tianlo.

Buksi menganggukkan kepalanya tanda setuju, kemudian kedua kakek itu berkelebat meninggalkan Sukame yang sedang tertidur.

Ketika sinar matahari yang sangat panas

sudah berada diatas kepala Sukame sehingga membuat wajahnya terbakar, iapun terbangun sambil mengosok gosok matanya.

"Achhh..." sambil menggeliat menghindari sinar matahari diapun mengingat ingat akan kejadian semalam.

Melihat sekeliling mencari keberadaan kakek Tianlo dan Buksi, tetapi dia tidak menemukan kedua kakek itu.

"Ach pasti aku bermimpi."

"Kalau mimpi mengapa mulutku berbau alkohol, berarti ini semua nyata" gumam Sukame dalam hati.

"Sungguh hal yang tak terduga" ujar Sukame tersenyum sambil mengingat ingat kembali semua jurus dari kakek Tianlo dan kakek Buksi.

Diapun bersiap siap untuk kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke ibu kota Kerajaan Selatan, disepanjang perjalanan sesekali dia mempraktekkan jurus jurus itu.

*****

"Sepertinya mereka adalah anggota Partai Pengemis Tongkat Iblis" gumam Sukame dalam hati melihat beberapa anak Pengemis yang berpakaian hitam, ketika berada ditengah perjalanan menuju kota Kerajaan Selatan. Tiba tiba Sukame teringat akan teman temannya dulu sewaktu masih menjadi anggota Partai Pengemis Tongkat Anjing.

Dan dulu kala daerah kekuasaan Partai Pengemis Tongkat Iblis adalah Utara dan Barat. Akan tetapi dia heran kenapa sekarang telah berada di Selatan.

1
Putra_Andalas
innalillahi WainnaiLaihi Rojiun 🙏

R I P 💐
Putra_Andalas
Jurus kurang kerjaan...😄😂🤣
Putra_Andalas
kirain Dixi sma Bobi tadi mah...😂
Putra_Andalas
BinOr = Bini Orang 😁
Putra_Andalas
Coba bayangkan : Memainkan PEDANG sambil tiup SERULING..repot gk tuh 🤣
Putra_Andalas
Nah gitu donk...ada Variasi Jurusnya.. gk ngandelin Jurus yg 2 itu melulu...
Putra_Andalas
Percuma juga dilatih ujungnya gk d pake.. yg keluar cuma 2 Jurus tok :
1. Berlari di atas Awan
2. Tangan Penyembah.
Putra_Andalas
Jurus itu mulu yg di sebut...Cakar Naga atau Tendangan Naga ,dikemanain oii..!!!
Putra_Andalas
Boseeen..2 Ilmu itu melulu yg keluar...🤮
Putra_Andalas
mkin ngaco ni Julukan yg di sebut...😵
Putra_Andalas
spt gk ada Jurus laen nih...klo gk TANGAN MENYEMBAH , psti LARI DIATAS AWAN...ituuuu aja jurusnya 😵
Putra_Andalas
Perasaan kgak ada jurus laen lagi yg dipakai..klo gk BERLARI DIATAS AWAN ,laenya TANGAN PENYEMBAH.
Jurus yg laen pada kmna..!??
Putra_Andalas
lho...klo gk d pake be karna takut diliahat orang , knp pulak capek² mempelajarinya.. GOBLOK ni Bocah
Putra_Andalas
berarti Nenek sudah 78 thn nih... udah sepuh
Putra_Andalas
perasaan sma aja dgn Tingkat yg ada di paragraf sbelum nya ,sma² di bawah Tingkat 6 - kog EFECT nya beda tuh.!? 😵
Sudiwan 234
lanjut thor ceritanya sehat selalu thor
Sadly Maulana
mantab thor
Wahab Shifa
cerita kemana masih bingung aku
Wahab Shifa
banyak peninggalan jurus tak d pelajarii aneh
Hafiq Fadly
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!