Safira Aulia Wardani gadis cantik yang dijodohkan dengan seorang duda beranak satu oleh orang tuanya.
Arlan Yogi Pratama duda beranak satu yang ditinggal istrinya meninggal saat melahirkan anaknya.Sudah 5th kepergian istrinya tapi Arlan masih belum menikah lagi.
Akan kah Safira dan Arlan mau untuk dijodohkan....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leeiyaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Sampai siang hari Fira dan Arlan belum juga keluar kamar dan turun ke bawah untuk makan.Kemudian Mama Mira memutuskan untuk membawakan sarapan sekaligus makan siang ke kamar putrinya bersama dengan dua maid.
Tok..Tok..Tok..
Ceklek..
"Mama..ada apa Mah?" tanya Arlan yang membuka pintu.
"Mana Fira?Apa masih tidak enak badan?" tanya Mama Mira sambil matanya berusaha melihat ke dalam kamar Fira,karena Arlan hanya membuka sedikit pintunya.
"Fira tidur Mah..udah agak mendingan kok." jawab Arlan.
"Ya udah ini Mama bawain makanan kalian.. taruh makanannya di dalam." ujar Mama dan menyuruh maid yang membawa makanannya masuk meletakkan makanannya.
"Permisi Tuan.." ucap salah satu maid.
"Untung saja aku tadi sempat memperbaiki selimut pada Fira.." gumam Arlan,tadi sebelum membuka pintu dia menutup tubuh istrinya yang polos dengan selimut sampai ke leher.
"Ya ampun beneran masih tidur anak itu.." seru Mama Mira ketika melihat Fira masih terpejam dengan selimut sampai ke leher.
"Arlan yang nyuruh istirahat hari ini Mah,maaf merepotkan Mama sampai antar makan ke sini." ujar Arlan segan.
"Kamu benar,dia kalo belum sakit masih akan terus bekerja,kalian istirahatlah.." ucap Mama Mira dan meninggalkan kamar putrinya.
"Mah..Abi dimana ya?" panggil Arlan saat mertuanya sudah melangkah menjauhi kamarnya.
"Abi bersama Sherin,tenang saja." jawab Mama Mira.
"Terima kasih Mah.." ucap Arlan dan Mama Mira mengangguk dengan senyum.
Arlan masuk lagi ke kamar dan tak lupa menguncinya.Di lihatnya Fira masih tidur dengan nyenyak karena kelelahan kegiatan mereka tadi pagi.
"Sayang..bangun,makan dulu yuk." Arlan mengelus kepala Fira dengan lembut.
"Hemm.." Fira perlahan membuka mata dan mengeluarkan tangannya dari selimut.
"Mas dari mana?" tanya Fira ketika melihat suaminya sudah memakai pakaiannya.
"Membuka pintu,tadi Mama kesini mengantar makan untuk kita." jawab nya lalu berbaring tengkurap di samping Fira.
"Jadi Mama melihat ku begini?" tanya Fira terkejut.
"Mama hanya melihat kepala mu aja." ujar Arlan membuat Fira lega,pasalnya ia saat ini tidak mengenakan apa pun.
"Mau mandi dulu atau mau makan dulu?" tanya Arlan menatap istrinya.
"Makan..aku sangat lapar." jawab Fira lalu mendudukkan badannya sambil terus memegangi selimut untuk menutupi dadanya.
"Baik lah Tuan Putri.." ujar Arlan dan bangkit mengambil makan untuk Fira.
Sepasang suami istri itu makan dengan tenang dan setelah makan mereka mandi.Saat ini mereka tengah duduk di sofa yang dekat ranjang,Arlan berbaring dengan kepala di paha istrinya.
"Abi kemana Mas?" tanya Fira sambil menonton tv dan tangannya mengelus rambut suaminya.
"Sama Kak Sherin tadi Mama bilang,dia kayaknya sudah sangat ingin punya adik deh sayang.." ujar Arlan mendongak melihat wajah Fira.
"Terus?" tanya Fira dan juga menatap Arlan.
" Ya kita harus sering membuatnya,agar adiknya Abi cepat ada di sini." jawab Arlan sambil mencium perut istrinya.
"Itu bisa-bisa nya kamu aja Mas.." ujar Fira lalu kembali menonton tv.
"Nyaman sekali seperti ini.." gumamnya dan memasukkan kepalanya dalam kaos Fira.
"Daddy...Mommy..buka pintunya!" teriak Abi sambil menggedor pintu.
"Baru juga diomongin udah nongol tu bocah." gerutu Arlan dan mengeluarkan kepalanya.
"Daddy..Mommy..buka pintunya!!" teriakannya semakin keras.
"Bangun dulu Mas,biar aku buka pintu dulu." ucap Fira lembut.
"Ganggu aja deh..biar aku aja." sahut Arlan kesal dan bangkit berjalan menuju pintu.
Ceklek..
"Lama sekali Daddy..!" seru Abi dan menyelonong masuk dan Daddy nya hanya mencibir.
"Kenapa sayang?" tanya Fira ketika Abi menghampirinya.
"Aku mau ikut Oma dan Aunty Sherin ke rumah sakit melihat baby,apakah boleh Mom?" tanya Abi meminta izin.
"Tentu saja boleh,pergi lah sayang.." jawab Fira dan mencubit lembut pipi Abi.
"Tapi jangan menyusahkan Oma dan Aunty Sherin boy." Arlan ikut bicara.
"Tentu saja Dad,aku bukan anak kecil lagi." jawabnya,padahal umurnya 6th juga belum sampai.
"Apa hanya dengan Oma dan Aunty Sherin perginya?" tanya Fira lagi.
"Tidak..dengan Uncle Sadam juga Mom." jawab Abi.
"Baik lah..ajak juga suster ya." ujar Fira dan Abi mengangguk lalu mencium pipi Fira dan pipi Daddy nya juga.
"Bye Mom..Dad.." ucap Abi dan keluar dari kamar Fira.
"Aku akan ke bawah sebentar.." ujar Fira dan berdiri dari duduknya.
"Mau ngapain?disini aja.." ujar Arlan menarik Fira hingga duduk di pangkuannya.
"Masa kita seharian dikamar terus?" ucap Fira cemberut.
"Itu memang tujuan ku hari ini meliburkan diri,untuk berduaan dengan istri ku.." jawab Arlan sambil memamerkan giginya.
"Huh..." Fira membuang nafas kasar untuk menanggapi ocehan suaminya itu.
"Kok kamu kayak gak suka gitu sih sayang,jarang-jarang lho kita bisa ada waktu kayak gini." ujar Arlan.
"Hehe..bukan gak suka,tapi aku dari kemarin udah dikamar terus." jawab Fira sambil nyengir.
"Mau keluar kamu baru sehat lho sayang.." ucap Arlan sambil mengelus rambut Fira.
"Hemmm..." Fira kembali cemberut.
"Nanti kita makan malam di luar sekalian pulang,mau?" tanya Arlan ketika melihat istrinya cemberut.
"Mau...bener ya?" jawab Fira senang.
"Iya sayang.." jawab Arlan dan mengecup pipi Fira.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Malam hari tiba,Fira dan Arlan berpamitan untuk pulang ke Mama Papa nya dan Kakaknya.Karena Abi sudah tidur jadi Arlan menyuruh susternya membawa pulang di antar sopir.Sementara Arlan menepati janjinya membawa Fira makan malam diluar.
"Mas.." panggil Fira pada Arlan yang fokus menyetir.
"Iya sayang,kenapa?" jawab Arlan menoleh sebentar.
"Kita makan dimana?" tanya Fira penasaran.
"Nanti juga tau.." jawab Arlan lalu mengecup tangan Fira yang dari tadi digenggamnya.
Tak berapa lama mobil berhenti di salah satu restoran mewah di jakarta..
"Kita makan di sini?" tanya Fira ketika Arlan bersiap keluar.
"Iya..kenapa?" tanya Arlan.
"Gak kenapa-kenapa,tapi baju ku gak mendukung kalo makan disini.Kenapa Mas tadi gak bilang kalo kita makan disini.." jawab Fira,saat ini ia mengenakan celana jeans ,kaos dan blazer serta sneakers.Sedang kan Arlan masih sedikit formal pakaiannya.
"Emang kenapa sama baju kamu sayang,kita mau makan bukan mau fashion show." ujar Arlan lalu keluar mobil.
"Sayang..." Arlan membuka kan pintu Fira dan meraih tangan Fira untuk di gandeng nya.
"Jangan cemberut atau pengen di cium bibir yang cemberut itu." ujarnya dan seketika membuat Fira tersenyum manis.
Berjalan memasuki restoran,Fira memegang lengan Arlan dengan mesra.Pelayan menunjukan meja yang sudah di reservasi oleh Dika asisten Arlan.
Sambil menunggu makanan datang,sepasang suami istri itu mengobrol dan bercanda saling menggoda.Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.Ya mereka memang sepasang kekasih versi sudah halal..
"Arlan.." panggil seorang wanita yang berdiri tak jauh dari meja Arlan dan Fira.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong Cingudeul..
Jangan lupa Like & Komen ya..
Gamsahaeyo 🌹😘
Aku gak bisa login ke akun yang lama gara ganti HP. Mungkin cerita ini gak bakalan lanjut...maaf banget ya ceritanya gantung. huuuhuuu...Sedih banget aku gak bisa login😭😭😭
dan sela membuka hati buat jordan
bahasanya juga mudah di mengerti
god job 👍👍👍👍
semangatt menulisnya 🥰
sok kecakepan x yah
ada suami yg cinta sama dia
dia nya sok jual mhal
ada lelaki tukang selingkuh
di setia in
semoga jordan jumpa perempuan yg betul tulus sama dia
biar tau rasa tu perempuan