Perjalanan hidup Meisha yang berasal dari keluarga biasa yang berpetualang di dunia lain.
"Persahabatan gadis dari dunia lain yang menyelamatkan dunia sihir"
mampukah Meisha menemukan sahabatnya dan menyelamatkan dunia sihir??
pantengin terus cerita Meisha ya jangan lupa buat ditaro di Favorite ♥
IG : @hanamei21
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merry mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 27 ( Misi Bersama Pangeran Blazefire )
Keesokan harinya Meisha dan Brian tidak berangkat ke menara bersama. Hal ini dikarenakan Brian sudah terlebih dahulu berangkat. Sebaliknya Meisha berangkat bersama dengan Kei yang merupakan pemimpin di kelompoknya hari ini.
“apa kau sudah siap?” Tanya Kei kepada Meisha.
“eungg.. sudah. Ayoo kita pergiii!! “ ucap Meisha yang bersemangat.
Mereka berdua pun segera melakukan teleportasi ke menara sihir.
Sesampainya di menara sihir dapat mereka lihat jika semua anggota sedang menunggu kehadiran mereka berdua. Yah sepertinya semuanya datang lebih awal diri yang dijadwalkan. Membuat semuanya terlihat seolah olah Meisha dan Kei yang datang terlambat.
“eh?? Sepertinya semuanya sudah datang dan berada di sini. Apa kami terlambat?” Tanya Kei yang kebingungan melihat mereka semua telah berkumpul terlebih dahulu.
“tidak Kak. Kami yang terlalu bersemangat dan datang terlalu pagi” ucap salah seorang di dalam tim, yakni Misa.
"Hei, siapa kau berani memanggilku kakak. Aku bukan kakakmu dan kau seharusnya di sini memanggilku senior" balas Kei dengan sok tegas mengerjai gadis cantik didepannya ini.
"Aaa.. ee.. ma-ma-maaf, a-aku terbiasa memanggil orang yang lebih tua ka-kakak" kata Misa dengan suara kecil.
Seorang yang tidak suka dengan Misa pun mengambil kesempatan ini setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Misa baru saja dimarahi kakak senior.
“cih dasar jalang sok caper. Tidakkah kau lihat jika senior tidak suka kau memanggilnya kakak. Jadi kangan sok akrab terhadapnya.” Ucap seorang putri sombong bernama Natasha Waterdorn.
Kei yang melihat gadis cantik itu dibully pun merasa kesal dan bersalah karena telah membuat kesalah pahaman. Awalnya dia hanya berniat untuk mengerjai saja malah membuat gadis itu dibully oleh orang lain. Ia bahkan dapat melihat jika sekarang gadis itu sedang ketakutan.
“ma.. ma-maaf” ucap Misa dengan suara kecil.
Meisha yang tidak suka mendengar ucapan dari Natasha pun tidak dapat menahan ekspresi wajahnya. Ia sangat tidak suka dengan pembullian. Apalagi kali ini ia melihatnya secara langsung di depan matanya.
Kei yang juga memahami situasi ini segera mengambil tindakan setelah melihat wajah tidak bersahabat adiknya.
"Sudahlah putri Natasya. Kalian masih baru di sini, maklum saja bagi putri Misa tidak mengetahui hal seperti ini. Lagi pula aku hanya bercanda saja kepadanya. Tidak perlu diambil hati" Ucap Kei dengan lembut sambil tersenyum pada Misa. Padahal di dalam hatinya ia sebenarnya sangat ingin member pelajaran kepada Natasya karena telah membuat adiknya merasa tidak nyaman dan membuli teman satu tim.
“cih” seru Natasya tidak suka kepada putri Misa.
“cih gagal sudah rencanaku ingin mempermalukan putri bodoh itu. Sekarang mereka pasti berpikir jika aku ini adalah seorang yang suka membuli anak yang lemah. Sebaiknya untuk sekarang aku bersikap baik” Pikir Natasha.
“ada apa dengan gadis ini. Padahal aku baru saja berfikir jika dia adalah Tasya.”batin Meisha sedih karena awalnya ia mengira jika Natasha Waterdorn adalah Tasya Vanissa di dunianya. Tetapi sepertinya dia harus memikirkan ulang masalah ini.
“sudah. Jadi apa ada yang mempunyai spirit beast yang bisa terbang?” Tanya Kei selaku pemimpin tim dalam misi kali ini.
“apa kita akan ke tempat tujuan dengan menaiki spirit terbang senior? Bukankah lebih cepat jika kita langsung berteleportasi saja?” Tanya Delvin kepada Kei.
“haiss…… kita ini kan sedang ingin memburu bandit bukannya ingin berkunjung. Memangnya kalian tahu lokasi pasti dari bandit itu? Tidak kan. Karena itu kita akan mencarinya dari atas.” Ucap Kei menjelaskan pada anggota timnnya dan hanya dijawab dengan anggukan.
“aku memilikinya senior” ucap Darren dengan suara dingin namun tegas.
“yang lain?” Tanya Kei lagi.
“aa aku juga memilikinya senior.” Ucap Misa takut takut.
“baiklah aku akan pergi bersama Meisha, Misa bersama dengan Delvin, dan Darren bersama dengan Natasha.”putus Kei yang langsung di iyakan oleh yang lain.
“sekarang, panggil spirit beast kalian!!!” seru Kei pada Darren dan juga Misa.
*******
Disisi lain, di perbatasan kerajaan Blazefire
“ingatlah untuk tidak membuat masalah nantinya Gaze. Jangan membuat kerajaan kita malu.”ucap kakak kembar Gaze yakni Gavin.
“iya iyaa… lagian aku tidak mungkin kan berniat untuk mempermalukan kerajaan kita. Ngomong ngomong Vin, menurut kamu tim seperti apa yang dikirimkan oleh menara sihir ya?” ucap Gaze mengalihkan topic.
“ntahlah… aku pun tidak tahu. Tapi dari yang kudengar dari ayah, akan ada anggota kerajaan yang ikut sebagai bagian dari tim untuk menyelesaikan masalah ini.” Ucap Gavin memberitahu informasi yang dia ketahui.
“ooh” jawab Gaze yang hanya meng-oh kan saja perkataan dari kembarannya itu.
Taklama kemudian mereka dapat melihat adanya beberapa spirit beast yang terbang mendekat ke rah mereka dengan orang orang yang mengenakan seragam menara sihir.
“sepertinya itu mereka. “ ucap Gavin kepada Gaze.
“hmm” jawab Gaze hanya dengan anggukan kepala.
Whushh… suara hembusan angin yang sangat kencang saat mereka mendarat membuat debu debu berterbangan. Untung saja Gavin dan Gaze sudah memprediksi kejadian seperti ini. Jadi mereka sudah mempersiapkan diri untuk membuat pelindung agar tidak terkena hembusan angin debu itu.
Sesampainya mereka di tempat utusan kerajaan Blazefire, mereka pun mendarat dengan selamat. Setelah turun dari spirit beast yang membawa mereka terbang, mereka pun memperkenalkan diri kepada dua orang utusan dari kerajaan Blazefire.
“perkenalkan saya Kei Thunderbold, ketua penyihir yang akan memimpin misi kali ini.” Ucap Kei memperkenalkan diri.
“ perkenalkan saya Meisha Thunderbold. Mohon kerjasamanya.” Ucap Meisha melanjutkan ucapan Kei.
“saya Delvin Grindsoil.”
“saya Natasha Waterdorn, putri mahkota kerajaan Waterdorn.”
Gavin yang mendengar perkataan dari Natasha pun mengerutkan dahinya “ wanita sombong” pikirnya.
“Darren Alphonse.” Ucap Darren dengan suara dingin.
“Misa Windsky” ucap Misa dengan senyum lembutny.
Gavin yang melihat Misa tersenyum lembut pun membalas senyuman itu sebelum memperkenalkan diri.
“perkenalkan saya Gavin Blazefire dan ini adik kembar saya Gaze Blazefire. Mohon kerjasama semuanya” Ucap Gavin memperkenalkan diri dan juga adik kembarnya itu.
“Kei yang melihat hal ini pun merasa risih. Ia berusaha untuk menetralkan ekspresinya agar tidak terlihat oleh orang lain. Namun, tentu saja ada seorang pengecualian yang dapat membaca ekspresinya. Siapa lagi jika bukan Meisha, adik kandungnya sendiri.
Yah, Meisha adalah seorang yang sangat peka terhadap situasi. Tetapi tidak dengan peka dengan perasaan ketertarikan ( cinta) orang lain terrhadap dirinya sendiri. Aneh kan? Ya emang .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUE…..
JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMEN YA~~~
Tekan Favorit ♥ Untuk slalu dapat notif chapter baru~°~
nanti aku mampir lagi yah
aku dah kasih hadiah bunga
beri aku juga yah sayang....
jangan lupa mampir di Petualangan TINA AYU