NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: tamat
Genre:Action / Duniahiburan / Trauma masa lalu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.

Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.

Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.

Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.

Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29. MFH: Alasan tak masuk akal

Hari sudah malam dan setelah makan malam, Mereka berdua berada diatas ranjang dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Henry sedang serius dengan laptopnya sedangkan Ivy membaca sebuah buku. Mereka diam saja tanpa ada yang memulai berbicara tapi terkadang Ivy melirik kearah Henry.

Itu dia lakukan karena dia sangat penasaran dengan apa yang diucapkan pelayan Henry, dia sangat ingin menanyakan hal itu lebih jauh kepada Henry tapi Henry tampak sedang sibuk dan dia tidak ingin mengganggu.

Ivy tampak tidak berkonsentrasi membaca bukunya karena rasa penasaran yang ada dihatinya semakin besar. Sungguh dia sangat ingin tahu kehidupannya sebelum dia mengalami kecelakaan apalagi, pelayan Henry mengatakan jika dia adalah seorang artis dan apa maksudnya, rumahnya dimasuki oleh penjahat dan yang lebih membuatnya penasaran adalah mengenai adiknya yang dikatakan telah diperkosa dan dibunuh.

Dia sudah berusaha mengingat semuanya tapi tidak ada yang dia ingat jadi dia pikir lebih baik menanyakan hal itu kepada Henry secara langsung tapi sekarang, Henry tampak begitu sibuk dengan pekerjaannya.

Ivy menutup bukunya dan menarik nafasnya dengan berat dan pada saat itu, Henry melihat kearahnya.

"Kenapa? Jika kau lelah sebaiknya kau tidur."

"Henry, kau selalu memintaku untuk tidur, aku bosan tidur terus dan aku tidak mengantuk!" jawab Ivy.

"Oh, jadi apa yang ingin kau lakukan?" Henry menyingkirkan laptopnya dan meletakkannya diatas meja.

"Bicara denganmu!"

"Mau bicara apa?" Henry tersenyum lembut dan mengusap wajah Ivy.

"Hm, itu?" Ivy jadi salah tingkah dan entah kenapa dia jadi lupa apa yang ingin dia tanyakan karena Henry mencium pipinya dan menggigit daun telinganya.

"Ngh, Hen..Henry." Ivy memejamkan matanya karena bibir Henry terus menyelusuri lehernya dan hal itu membuatnya merasa geli.

"Ayo katakan, apa yang mau kau bicarakan?" tanyannya sedangkan bibirnya tak henti-hentinya meyelusuri kulit Ivy.

"Ba..bagaimana kabar ayah dan ibuku?" Ivy bertanya dengan gugup.

"Jika kau rindu dengan mereka, kau bisa menghubungi mereka nanti."

"Baiklah tapi Henry, boleh aku bertanya sesuatu ?"

"Ya?" Henry menghentikan aksinya dan memandangi wajah Ivy dengan serius.

"Apa yang ingin kau tanyakan?"

"Aku dengar dulu aku adalah seorang artis, apa benar?"

"Ya, kau benar."

"Jadi bagaimana kehidupanku sebelumnya?"

Henry diam saja sedangkan Ivy menatapnya dengan penuh tanda tanya, kenapa Henry tidak menjawab?

"Henry, jawab aku!" pintanya.

Henry mengusap wajahnya dan tersenyum, "Kau sibuk sepanjang hari." jawabnya asal.

"Apa aku terlalu sibuk sampai tidak punya waktu untukmu?"

"Yah, kira-kira begitu."

"Oh my God, maafkan aku Henry." Ivy memeluk leher Henry dan dia merasa sangat bersalah.

"Tidak apa-apa, jangan dipikirkan!" Henry mengusap punggung Ivy dengan lembut.

"Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi."

"Hm!" Henry memeluk Ivy dengan erat hingga tubuh mereka tidak memiliki jarak.

"Henry, aku dengar aku punya rumah. Bolehkah aku pergi melihatnya? Mungkin dengan pergi kesana aku bisa mengingat kejadian yang aku alami dan lagi pula, aku bosan dirumah dan ingin pergi jalan-jalan keluar. Jika saja kakiku tidak seperti ini maka aku tidak akan merepotkanmu dan akan pergi sendiri." pinta Ivy.

Henry diam saja, Ivy pasti merasa bosan dirumah sepanjang hari tapi jika dia keluar ini bukanlah hal bagus tapi jika dia menolak permintaan Ivy ini juga bukan hal bagus karena Ivy pasti akan marah dan curiga.

"Henry?" Ivy tampak heran karena lagi-lagi Henry diam saja.

"Aku akan membawamu nanti." jawab Henry sambil membenamkan wajahnya dibahu Ivy.

Ivy tersenyum dan mengusap kepala Henry, dia sangat senang Henry mau mengabulkan permintaannya.

"Henry, apakah aku?"

"Ssttts!" Henry mengecup bibir Ivy sebelum Ivy melanjutkan pertanyaannya.

Henry tersenyum dan mengusap wajah Ivy yang memerah sedangkan jantung Ivy mulai berdebar. Mereka saling pandang sesaat dan setelah itu mereka kembali berciuman.

Ciuman ringan yang mereka lakukan berubah menjadi panas, Henry terus memanggut bibir Ivy dan tidak melepaskannya sedangkan Ivy membalas setiap permainan lidahnya.

Nafas mereka berdua mulai memburu sedangkan tangan mereka tidak tinggal diam. Tangan Henry sudah masuk kedalam baju Ivy dan mengusap punggunggnya begitu juga dengan tangan Ivy, tanganya sudah masuk kedalam baju yang dipakai oleh Henry untuk menyentuh otot tubuhnya.

Api gairah mulai terpecik diantara mereka siap menghangatkan ranjang dan menggoyangnya, tanpa ragu, Henry melepaskan kait bra yang dipakai oleh Ivy sedangkan bibirnya sudah menjelajahi wajahnya.

"Ivy, kau milikku!" bisiknya.

Ivy memejamkan matanya, menikmati sentuhan jari dan bibir Henry ditubuhnya.

"Aku memang milikmu." ucap Ivy dan tanpa menunggu lagi, Henry mengangkat baju Ivy dan melepaskannya. Dia juga melepaskan penghalang yaitu bra berwarna hitam yang digunakan oleh Ivy dan melemparkannya begitu saja.

Henry kembali mencium bibir Ivy dengan buas dan membaringkannya diatas ranjang, tangannya mulai mengusap perut Ivy dan mulai merayap naik keatas

Mata ivy membulat saat tangan Henry mulai menyentuh dadanya dan mer*masnya dengan lembut. Dibalik ciuman mereka, Ivy mulai mengerang saat Henry memainkan jarinya diujung dadanya.

Henry melepaskan bibir Ivy dan mencium wajahnya, tidak hanya itu, bibirnya terus turun kebawah dan terkadang, Henry membuat beberapa tanda merah ditubuh Ivy.

Api nafsu terus membara tak kala Henry mulai menikmati dada Ivy sedangkan Ivy terus mengerang nikmat. Dia tidak tahu apakah mereka selalu melakukan hal seperti ini atau tidak tapi untuk saat ini, dia akan menikmatinya, lagi pula, mereka sudah suami istri bukan?

"Ugh, Hen..Henry." Ivy meremas rambut Henry tapi pada saat itu, Henry tersadar dan melepaskan dada Ivy dari mulutnya.

Henry berusaha mengatur nafasnya yang memburu dan sedikit mendorong tubuh Ivy, dia juga memandangi wajah Ivy yang memerah sedangkan Ivy melihatnya dengan heran. Kenapa Henry berhenti? Ada apa?

"Henry, ada apa?"

"Tidak, aku hanya teringat sesuatu, bukankah kau ingin menghubungi orang tuamu?"

"Ya, tapi bisa aku lakukan nanti." Ivy masih menatapnya dengan heran.

"Tidak baik menunda dan pakai bajumu kembali." Henry turun dari atas ranjang dan mengambil baju Ivy yang dia lemparkan tadi.

"Pakai bajumu, aku akan mengambil ponselku!" ucapnya sambil melangkah keluar dari kamar.

Ivy benar-benar heran, kenapa Henry tidak jadi melakukannya? Alasan tak masuk akal macam apa yang diberikan oleh Henry? Mereka suami istri bukan? Ivy segera memakai bajunya dengan tanda tanya dihati sedangkan diruangan lain, Henry meneguk segelas minuman sambil mengumpat kesal.

Apa yang sedang dia lakukan? Hampir saja dia merenggut kesucian Ivy dan jika sampai itu terjadi, Ivy pasti akan sangat membencinya saat ingatannya telah kembali.

Dia bisa mendapatkan tubuh Ivy dengan mudah tapi tidak hanya itu yang dia inginkan, yang sangat dia inginkan adalah hati Ivy.

Henry mengusap wajahnya dengan kasar dan kembali memaki, jika Ivy tidak hilang ingatan maka dia tidak akan menghentikan aksinya tadi dan sepertinya, dia harus menahan diri agar kejadian tadi tidak terulang kembali.

1
Rita Wati
Nah.... kl Ivy dikenakan dgn semua keluarga.
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄
Sylvia Violetta
jadi ikan asiinn dong 🤣🤣
Sylvia Violetta
hahahaa .. jadi ikan deh 😄😄😄
Sylvia Violetta
bebaaalll si bela 👊👊👊
Naraa 🌻
lelet bgt njiir ivy sama Hendri. bapaknya ivy kaya tapi kemana2 ga ada bodyguard 👻🤬
Bungkusdong Dotcom
gimana itu duo M mimpin doa
Bungkusdong Dotcom
gpp lah... franks kan pasti belum sunat 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
kembar duo M memang paling top. dari kecil jiwa mafianya sdh membara....
Bungkusdong Dotcom
kan udah tradiai thor.... nanti lanjut sampe asisten si kembar
Bungkusdong Dotcom
michael sama xiaoyu udah gak ada ya?
Bungkusdong Dotcom
bisa2nya lupa
Bungkusdong Dotcom
untung masih ada buat para buaya
Bungkusdong Dotcom
eh ternyata clarina emang udh deket sama matt dr kecil
Bungkusdong Dotcom
kuncimya adalah KALAU.BISA BEBAS 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
bukannya udh jadi istrinya. cuma blm ada surat aja
Bungkusdong Dotcom
dgn semua peliharaan keluarga 🤣
Bungkusdong Dotcom
forgive but not forget
Bungkusdong Dotcom
apakah nanti ada percakapan.para buaya tua /Grin/
Bungkusdong Dotcom
padahal si george sempat kerjasama mau jahatin ivy
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!