NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Koper Misterius dan Imajinasi Liar Keluarga Su

​Malam itu, Vila Keluarga Su yang biasanya tenang mendadak dilanda kekacauan. Su Yuhan baru saja pulang dari kantor dan dengan tergesa-gesa mengeluarkan sebuah koper besar dari lemarinya. Instruksi Lin Fan kepadanya sore tadi sangat jelas dan tidak menerima penolakan: Kemas barang-barangmu, kita berangkat ke ibu kota besok pagi.

​Namun, pemandangan Yuhan yang memasukkan baju ke dalam koper dengan wajah tegang disalahartikan sepenuhnya oleh Nyonya Wang. Mengingat berita kehancuran Keluarga Long baru saja menggemparkan televisi hari ini, otak Nyonya Wang langsung menyimpulkan skenario terburuk.

​"Yuhan! Apa yang kau lakukan?!" jerit Nyonya Wang histeris, menerobos masuk ke kamar putrinya. "Kau mau kabur?! Ya Tuhan, uang 500 Miliar dari Bank Sentral itu pasti uang pinjaman ilegal dari rentenir ibu kota, kan?! Dan Keluarga Long dihancurkan oleh mereka! Sekarang mafia itu datang menagih nyawa kita!"

​Rapat Darurat Para Pengecut

​Tanpa mendengarkan penjelasan Yuhan yang hanya bisa memutar bola matanya malas, Nyonya Wang langsung menelepon paman-paman Yuhan. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Paman Pertama dan Paman Ketiga tiba di vila dengan wajah sepucat kertas, masing-masing membawa koper kecil berisi perhiasan dan sertifikat tanah.

​Di ruang tengah, mereka mulai menyusun asumsi dan rencana pelarian yang sangat konyol:

​Jebakan Rentenir: Mereka sangat yakin bahwa dana 500 Miliar Yuan itu adalah jebakan sindikat kejahatan Jingcheng, dan Yuhan kini akan diculik untuk dijual ke luar negeri.

​Tumbal yang Sempurna: Mereka berencana mengunci Lin Fan di dalam vila sebagai umpan, membiarkan "rentenir" menyiksanya lebih dulu sementara keluarga Su melarikan diri.

​Pencurian Aset: Paman Pertama memaksa Yuhan untuk menandatangani surat kuasa agar sisa uang perusahaan ditransfer ke rekening pribadinya dengan alasan "pengamanan aset".

​"Yuhan, kau harus mendengarkan Paman!" seru Paman Pertama sambil menyeka keringat dinginnya. "Tinggalkan Lin Fan di sini! Biarkan suami sampahmu itu yang menghadapi mafia ibu kota. Kita harus pergi ke bandara sekarang juga!"

​Otoritas Sang Ratu

​Yuhan menutup kopernya dengan suara ritsleting yang ditarik tajam. Ia berjalan menuruni tangga dan menatap ibu serta paman-pamannya dengan pandangan dingin yang anehnya mulai mewarisi aura intimidasi Lin Fan.

​"Tutup mulut kalian," suara Yuhan tidak keras, namun ketegasannya membungkam kepanikan di ruangan itu seketika. "Tidak ada rentenir. Tidak ada mafia. Dan tidak ada yang akan kabur ke luar negeri."

​Nyonya Wang menelan ludah, menatap putrinya dengan gemetar. "L-lalu... kau mau ke mana dengan koper itu?!"

​Jemputan yang Mengguncang Jiwa

​Sebelum Yuhan sempat menjawab, suara gemuruh mesin kendaraan terdengar dari luar. Bukan suara motor bising preman penagih utang, melainkan konvoi enam mobil limusin kenegaraan Hongqi L5 hitam legam yang meluncur mulus memasuki pelataran vila.

​Komandan Yuan, yang kini mengenakan setelan jas formal eksklusif, turun dan membukakan pintu mobil utama. Lin Fan berdiri di sana, menatap Yuhan dengan senyum hangat. Yuhan menoleh kembali pada keluarganya yang kini mematung dengan rahang menjuntai, syok melihat kemewahan absolut yang menjemput sang suami benalu.

​"Aku akan pergi ke Jingcheng," ucap Yuhan pelan namun penuh kebanggaan, melangkah keluar pintu. "Suamiku akan membawaku pulang."

​Pesawat jet pribadi Gulfstream G650 berlambang Teratai Hitam itu melaju mulus membelah awan di ketinggian 40.000 kaki. Di dalam kabin VVIP yang berlapis kayu mahoni dan emas putih, Su Yuhan duduk bersandar sambil menatap hamparan awan dari balik jendela.

​Pria yang duduk di seberangnya kini terlihat sangat berbeda. Lin Fan mengenakan setelan jas Armani pesanan khusus yang melekat sempurna di tubuh tegapnya. Jas murahan seharga seratus Yuan dan celemek Hello Kitty telah ditinggalkan selamanya. Kini, ia memancarkan kharisma murni seorang kaisar yang sedang dalam perjalanan pulang untuk merebut takhtanya.

​Beban Sebuah Nama

​Melihat ketegangan yang tergambar jelas di wajah istrinya, Lin Fan perlahan menggenggam jemari Yuhan yang dingin.

​"Kau gugup?" tanya Lin Fan, nada suaranya tetap hangat dan menenangkan.

​Yuhan menoleh, menatap mata suaminya lekat-lekat. "Aku hanya sedang memikirkan betapa gilanya semua ini," bisik Yuhan. "Tiga tahun kau mencuci piring di rumahku, menelan hinaan ibuku dan paman-pamanku, padahal kau bisa menghancurkan dunia mereka dalam sedetik. Mengapa keluargamu memberikan ujian sekejam itu?"

​Lin Fan tersenyum getir. Pandangannya menerawang jauh, mengungkap tabir gelap dari dinasti keluarganya yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun:

​Hukum Rimba Jingcheng: "Di ibu kota, kelemahan adalah dosa mutlak. Ayahku dibunuh oleh kerabatnya sendiri hanya karena ia dinilai terlalu berbelas kasih pada lawan bisnisnya."

​Hakikat Pengasingan: "Dewan Tetua mengirimku ke Jiangzhou tanpa identitas untuk menghancurkan empatiku. Mereka ingin aku merasakan penderitaan di titik terendah manusia, agar saat aku kembali, aku menjadi monster yang tak tersentuh."

​Pengkhianatan Lin Ye: "Sepupuku, Lin Ye, sengaja mengunci aksesku selama masa ujian agar ia bisa menguasai kursi pelaksana harian. Dialah yang mengirim tentara bayaran Long Ao ke kantormu semalam."

​Janji di Atas Awan

​Mendengar bahwa Lin Ye mengincarnya demi menghancurkan Lin Fan, Yuhan tanpa sadar mencengkeram erat tangan suaminya. Tubuhnya sedikit bergetar menyadari skala pertempuran yang akan mereka masuki.

​Lin Fan pindah ke kursi di sebelah Yuhan dan menarik istrinya itu ke dalam pelukannya.

​"Dulu, ambisiku merebut takhta hanyalah demi membalas kematian ayahku," bisik Lin Fan di puncak kepala Yuhan. "Tetapi sekarang, aku akan menghancurkan Lin Ye dan mengambil kendali penuh Keluarga Lin semata-mata untuk memberimu sebuah kerajaan. Aku berjanji, tidak ada satu pun orang di Jingcheng yang bisa membuatmu meneteskan air mata."

​Badai yang Menunggu

​Bersandar di dada bidang Lin Fan, rasa takut Yuhan perlahan menguap, digantikan oleh tekad yang membaja. Jika suaminya adalah penguasa tertinggi, maka ia sebagai CEO Grup Su menolak untuk menjadi beban. Ia akan berdiri tegak di sisinya sebagai seorang Ratu.

​Tiba-tiba, suara pilot memecah keheningan romantis tersebut dari interkom.

​"Lapor, Tuan Muda. Kita telah memasuki wilayah udara Jingcheng. Namun, otoritas bandara memblokir izin pendaratan kita. Kamera bawah pesawat menangkap konvoi kendaraan lapis baja tak bermerek sedang memblokade landasan pacu VVIP kita."

​Bibir Lin Fan melengkung membentuk senyum tiraninya yang mematikan. Lin Ye ternyata benar-benar tidak sabar untuk mati.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!