seorang gadis di jodohkan dengan anak dari sahabat ayah nya, tanpa bisa menolak
padahal masih ada nama seorang laki-laki di hati nya tanpa sepengetahuan orang tua nya.
apa dia itu laki-laki yang baik,? apa ayah yakin dia sebaik orang tuanya,,?? tanya diva pada ayah nya
"nak tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anak nya,, ayah yakin dia pria yang baik,,ujar ayah nya
percuma diva membela dirinya di depan ayah nya, dia hanya mengalah tak mau berdebat dengan sang ayah.
akan kah diva bahagia dengan perjodohan ini, apa dia akan mempertahankan posisi seseorang dalam hati nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shofyan dwiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia kembali
pagi ini Juna telah bersiap-siap untuk pergi ke kantor di bantu oleh diva,
"mas aku bosen di rumah,aku boleh gak ke rumah ibu,,tanya diva
"boleh, tapi nanti mampir ke kantor ya,,jawab Juna
"kenapa,,??tanya diva heran
"kok kenapa,aku gak bisa jauh dari kamu,,ucap Juna tepat di telinga diva yang berada di depan nya tengah memasangkan dasi,,
"geli iih, kamu tu,,ucap diva malu
setelah selesai bersiap-siap Juna pun berangkat ke kantor, lalu diva kembali bersiap untuk mengunjungi rumah orang tua nya.
di ruangan Juna
"cerritakan Rom,,bentak Juna pada Romi yang sudah duduk berhadapan dengan nya
"kemarin gue liat Rania bos,,,ujar Romi
"apa,,!! loe yakin Rom,,jawab Juna tak percaya
*flashback on*
Romi melangkah ke toilet,ketika hendak keluar dia mendengar seseorang menangis di ruangan sebelah,Romi yang penasaran akan apa yang di dengar nya pun mencari tau tentang suara tersebut.
setelah sampai di depan lorong ruangan tersebut ia melihat seorang gadis sedang menangis di ujung lorong bersama pria,
sayup-sayup ia mendengar percakapan mereka
"kamu harus terima ini keputusan orang tua kita dulu,selama ini aku belajar mencintai kamu, tapi kenapa kamu gak pernah mencintai aku,, kenapa,,!!bentak laki-laki itu
"ahh masalah percintaan rupa nya, itu bukan urusan ku,,ketika hendak melangkah pergi Romi kembali mendengar wanita tersebut menyebut nama atasan sekaligus sahabat nya,
"karna aku masih mencintai kak Arjuna, sampai kapan pun aku tetap mencintai kak Juna,,,ucap wanita tersebut dengan nada tinggi
"plaakk,,,,suara tamparan keras mendarat di pipi wanita tersebut
"Arjuna,??? apa yang dia maksut itu Juna,,,tanya Romi
"selama ini aku bersama mu Rania tapi hati mu tetap pada laki-laki itu,kau akan tahu akibat nya,ucap Teddy yang merupakan tunangan Rania lalu pergi meninggalkan Rania sendiri
Romi pun segera sembunyi agar tidak ketahuan oleh Teddy
"jadi benar dia Rania,,,astaga dunia ini terlalu sempit,,batin Romi dan tak lama handphone nya kembali berdering panggilan dari Juna
*flashback off*
"aku harus apa sekarang Rom,,tanya Juna sembari menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya
"tapi bos seperti nya nona diva sangat mencintaimu,meski aku belum sepenuhnya mengenal diva tapi dari sorot mata nya sudah terlihat
"aku memang mencintai diva, tapi mendengar suara Rania itu mengingat kan ku pada masa lalu Rom,,ucap Juna
"entah lah,,,jangan sia-sia kan yang di depan mata bos, pikirkan baik-baik, aku permisi,,ucap Romi lalu pergi meninggal kan Juna di ruangan nya.
kriiing-kriing suara telepon kantor membuyarkan lamunan Juna
"ya halo,,ucap Juna
"selamat siang tuan muda, tuan besar ingin bertemu dengan anda sekarang ini,,ucap Lisa sekretaris Juna
"ya baiklah katakan aku akan segera menemui nya,,ucap Juna datar
Juna pun bangkit berjalan menuju ruangan papa nya
tok,,,tok,,,tok
"masuk,,ucap papa Indra
"siang pa,,,sapa Juna
"duduk lah,,,ucap papa Juna
"ada apa pa,,tanya Juna
"Juna,,,papa udah putuskan Minggu depan papa mau resain,jadi papa mau kamu menggantikan posisi papa,ucap papa Indra to the point
"apa harus secepat itu pa,,tanya Juna
"kamu gak mau,,?papa Juna balik tanya
"bukan gak mau pa, tapi Juna masih belum yakin dengan kemampuan Juna pa,,ucap nya
"tapi papa yakin Juna,,tegas papa Indra
"baiklah Juna terima keputusan papa,,tegas Juna
"kalau gitu Juna balik ke ruangan Juna ya pa,,pamit Juna
"ya persiapkan dirimu untuk kenaikan jabatan,,ucap papa Indra
Juna pun kembali ke ruang kerja nya, saat masuk dia mendapati diva tengah duduk di sofa memainkan ponsel nya
"ehhm dehem Juna mengaget kan diva
"mas kamu tu ngagetin aja,keluh diva
"kok cepet banget ke sini nya kata nya mau ke rumah ibu,,ucap Juna
"iya aku dari rumah ibu, aku tadi masak terus keinget kamu jadi aku bawa makan siang ke sini,ucap diva sambil menunjuk rantang yang ada di meja
"baik nya istriku,,ucap Juna sambil memeluk diva
"bagaimana aku tega mengkhianati mu va, bahkan kamu selalu baik dan nurut dengan kata-kata ku,,batin Juna
"ehhm,,suara deheman Romi yang cukup keras membuyarkan lamunan Juna dan langsung melepas pelukan nya
"eh mas Romi,,ucap diva gugup
"asisten sialan, gak bisa lihat bos nya mesra-mesraan dikit,ujar Juna
"makanya bos kalau mau begituan jangan di sini,,ucap Romi
"kayak ngerti aja,, ada apa kesini,,,tanya
Juna
"tanda tangan bos,,,ucap Romi sembari menyodorkan berkas kepada Juna
setelah selesai tanda tangan Juna mengembalikan berkas tersebut pada Romi.
Romi pun hendak keluar tetapi di tahan diva
"mas Romi tunggu,,,ucap diva
"ya ada apa nona,,ucap Romi sopan
"mau gak makan siang bareng kita,,ucap diva
"owh boleh, kebetulan aku juga belum makan siang,ucap Romi dan langsung mendapat tatapan tajam dari Juna
"gak papa sayang dia biasa makan siang sendirian ucap Juna
"gak papa mas, kan kemaren kita belum sempet makan bareng,ucap diva
"iya aja kenapa bos, susah amat,ucap Romi
"dasar pengacau,,gerutu Juna
mereka pun makan siang bersama, selesai makan siang karena masih ada jam istirahat mereka pun berbincang.
"ehm mas Romi boleh gak aku nanya sesuatu,,ujar diva
"silahkan nona,,balas Romi
"jangan panggil nona, panggil saja diva,ujar diva
"baiklah kalau begitu jangan panggil aku mas, itu terlalu tua untuk ku yang masih muda ini,,ucap Romi
"tak sadar diri,,ucap Juna
"tanya apa va,,??ucap Romi
"apa ma,,eh Romi kenal sama Marsya,,ucap diva terbata
"owh itu,,kenapa memang nya,,ucap Romi
"kok pertanyaan di jawab dengan pertanyaan sih,,kesal diva
"ya kenapa kamu gak nanya aja sama temen kamu,,sahut Romi
"jujur aja lah, gak usah berbelit-belit,,timpal Juna
Romi nampak diam lalu dia bertanya kembali pada diva
"apa kamu udah tanya tentang hal ini sama bebee,,ucap Romi keceplosan
"hah bebee,,ucap diva
"eeh ma,,maksut aku temen kamu itu,,balas Romi terbata
"ooo,,ya belum si aku pikir mau nanya sama kamu dulu baru sama Marsya,,jawab diva
"aah sudah lah sayang susah nanya sama orang kayak dia,,ucap Juna
"aku cuma pengen bantu mas, kalau memang mereka saling kenal,sahut diva
"bener kamu mau bantu aku,jawab Romi antusias
"ya asal kamu mau cerita sedetail-detailnya dan sejujur-jujurnya,,balas diva
"dasar suami istri tukang paksa,,ucap Romi
"pilihan ada di kamu Rom,,sahut Juna
"aah sial,,baiklah tapi kamu gak boleh marah kalau aku cerita yang sebenarnya,,,tantang Romi
"baiklah,,aku janji,,ucap diva
***haloo readers***,, ***makasih support dan dukungan nya, terimakasih sudah mampir di novel aku, jangan bosan-bosan ya, boleh komen boleh kasih saran, like apalagi,,
*lopyou pull*
salam hangat dari emak-emak author💜💜💜🥀🥀🥀🥀***
lanjut