20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejamnya Dunia
Waktu hampir mendekati jam biasa Yunia pulang, namun ia belum menunjukkan tanda-tanda mau pulang. Yunia hanya menatap kosong ke arah monitor komputer nya. berkali-kali yunia menghela nafasnya. Namun belum juga membuat nya tenang. Ia sibuk menerka, kejutan apa yang akan dirinya terima dikosan nanti. Apakah mereka akan bertindak lebihan jauh lagi dari yang sekarang. Yunia coba mengingat apakah ada barang berharga di kamarnya yang ia simpan. Perhiasan tak punya, hanya BPKB motor yang ia punya, itu pun karena baru lunas 3 bulan yang lalu. Kalo itu sampai di ambil Bapak gimana ini ya? batin Yunia. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wib, huftt apakah aku harus masuk kuliah ya, sementara hati dan emosi ku sedang tidak baik-baik saja. Akhirnya Yunia memutuskan untuk tidak berangkat kuliah, dia akan pulang pukul 17.00 wib hari ini dan akan makan dahulu sebelum pulang ke kosan. Karena khawatir setelah sampai kosan dia tidak bisa makan apapun nantinya.
Ketika akan berpamitan dengan pak Adam, dilihat oleh Yunia pak Adam sedang serius di depan laptopnya. Akhirnya yunia hanya memberi isyarat bahwa akan pulang. Terlihat pak Adam meminta dirinya untuk menunggu 5 menit lagi. Mau tidak mau Yunia pun menunggu di mejanya sambil membelakangi komputer nya dan duduk bersandar di kursinya. Tak lama kemudian ada telpon masuk dari mba Intan.
Mba Intan : heh kamu dimana? mau pulang jam berapa? Ini kami kelaparan di sini nunggu kamu pulang!
Yunia : iya sabar mba ini aku sebentar lagi pulang, kan bisa mba keluar beli makan Deket kosku kan ada warteg di situ.
Mba Intan: eh kamu tu ya, kamu kira saya bawa uang banyak ke sini!! Sudah habis buat sewa mobil sama bensin.
Yunia : ya sudah ambil dulu saja ke warteg nya mba, bilang nanti Yunia yang bayar, aku harus izin bosku dulu kalo mau pulang.
Mba Intan: cepetan kamu pulang, saya ga mau sampe harus bayar sewa tambahan mobil ini, atau kalo ga kamu yang bayar biaya tambahan sewanya.
Yunia : terserah kalian, aku cape mba.
Tut. Hp dimatikan oleh Yunia. Dan betapa kagetnya ketika dia berputar duduknya menghadap komputer, ternyata pak Adam sudah berdiri di sana sambil berkacak pinggang dan menatap nya tajam.
Yunia pun sampai gelagapan berdiri dan berkata : iiya pak ada apa?
Pak Adam : keluarga kamu di kosan kamu? Kamu kok pintar sekali mengundang mereka datang!
Yunia : ga pak. Mereka datang sendiri, tadi ke kampus nanya ke temenku.
Pak Adam : ck liat kan apa saya bilang, kalo begini kamu ga aman tinggal di kosan kamu. Udah sekarang kamu pulang bareng saya. Motor kamu tinggal di sini.
Yunia : jangan pak, gapapa saya pulang sendiri saja.
Pak Adam : ok sini kunci motor kamu, kita pulang pakai motor kamu. Tapi kamu yang bawa karena saya ga bisa bawa motor.
Yunia : hah apa pak? Ga usah bener pak bener saya pulang sendiri aja.
Pak Adam : Pilihannya cuma 2 Yunia! pulang sama saya pakai mobil saya, atau pulang sama saya pakai motor kamu!
Yunia pun mungkin karena lagi sedih dengan kelakuan keluarga nya, ketika di tekan pak Adam seperti ini akhirnya malah duduk di lantai sambil menangis sesenggukan.
huhuhuhu..m kenapa semuanya kejam sama saya pak. Huhuhu...Saya ini manusia, saya Cape diperlakukan begini pak huhuhu...
Pak Adam panik ga menyangka yunia akan menangis histeris seperti itu. Diapun duduk di lantai dan memeluk Yunia serta berkata: sttt Yun, kamu boleh nangis tapi jangan di sini. Ada banyak mata dan mulut di sini yang akan ngomongin kamu nantinya. Udah sekarang kamu ke toilet dulu cuci muka dulu. Abis itu kamu ke pintu samping ya, saya tunggu kamu di situ. Ok.
Yunia : saya cape pak... Huhuhu saya ini sudah berusaha jadi anak yang berbakti, sebagian hidup saya penghasilan saya, sudah saya kasih ke keluarga saya, huhuhuhu tapi kenapa mereka semakin keterlaluan ke saya huhuhuhu.
Pak Adam : Yun kamu anak yang baik, sekarang ayok siap-siap pulang ya, saya siap melindungi kamu, asal kamu percaya dengan saya, dan mengikuti semua kata-kata saya.
Yunia pun melepaskan pelukan pak Adam dan menganggukkan kepalanya. Pak Adam pun bangun dan lekas ke ruangannya. Laptop pun langsung dicabut dari kabel charger nya. Segera ia mengambil tas kerjanya dan menuju parkiran. Dia sampai lupa menukar sendal jepitnya dengan sepatu kets nya.
tim security pun kaget melihat pak Adam terburu-buru ke parkiran. Dan mereka bergegas membantu pak Adam keluar dari area pabrik dengan memberhentikan truk yang akan keluar. Namun yang lebih membingungkan ternyata pak Adam tidak langsung ke pintu keluar melainkan ke pintu samping.
Pak Mamat dan pak Dedi pun saling lirik dan kemudian tersenyum ketika melihat ternyata Yunia yang dijemput oleh Pak Adam di pintu samping.
Pak Mamat : wah Ded pasangan baru ini kayaknya .
Pak Dedi : haahahaha gapapa mat, saya ridho liat pasangan ini serasi kayaknya. Kasian pak Adam kalo ga ada pasangannya.
Pak Mamat pun memberikan jempolnya sebagai tanda setuju dengan pernyataan pak Dedi.
Selama di perjalanan, yunia hanya diam dan menangis. Pak Adam pun hanya diam saja melihat Yunia menangis. Ketika sudah memasuki kota Cilegon.
Pak Adam pun bertanya : kosan kamu dimana Yun, kita udah mau sampe. Kita makan dulu ya sekalian magriban dulu.
Yunia : udah Deket pak di belakang BJB Syariah itu.
Pak Adam: oh ok kalo gitu kita makan di recheese saja ya biar sekalian puter balik ke BJB.
Yunia pun hanya menganggukan kepala nya.
Mereka berdua pun turun, makan dan menunaikan solat magrib di sana. Setelahnya pak Adam pun memarkirkan kendaraannya di BJB Syariah. Mengikuti Yunia berjalan kaki menuju kosannya. Pak Adam pun memperhatikan yunia dari belakang. Terlintas fikiran kotor yang langsung di tepis oleh Adam.
Akhirnya mereka pun sampai di kosan Yunia yang sangat padat penduduknya. Ketika membuka gerbang pintu terlihat Bapak sedang merokok di lorong kosan. Ibu yang sedang duduk di depan pintu kosan.
Bapak : dasar anak sinting! Kamu kemana saja baru pulang malam-malam begini.
Ibu : pak sudah Yunia baru pulang. Biar istirahat dulu.
bapak : istirahat apa, kita ini mau pulang. Ini sewa mobil gimana kalo kita pulang terlambat!
Yunia pun duduk di kursi lorong, tak lama pak Adam masuk dan duduk di dekat bapak.
Pak Adam : bapak ibu saya ke sini bukan mau ikut campur urusan kalian, namun ini saya di sini sebagai pihak penanggung jawab yunia karena dia staff saya.
Bapak : saya ga mau bertele-tele ini sudah malam. Bapak minta uang 30 juta. Sekarang!!
Yunia pun melotot dan akhirnya menjerit : astaghfirullah bapak!! dari mana aku uang sebanyak itu sekarang. Aku ini udah ga punya apa-apa di sini.. Huhuhuhu kalian ini keluarga aku apa bukan pak. Kenapa tega sama aku huhuhu...
Pak Adam pun menarik nafasnya dan memegang tangan yunia sambil berkata : sttt tenang Yun ada saya. Kamu diam dan dengarkan saya
Pak Adam : ok Yunia akan kasih uang itu sekarang dengan syarat. Bapak dan ibu membuat surat di atas materai yang berisi setelah ini tidak akan lagi menganggu Yunia, dan apabila dikemudian hari kembali lagi meminta uang kepada Yunia, maka Yunia berhak memenjarakan bapak karena telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan.
Bapak : Oalah bocah gendeng kamu ya!! Sudah syukur-syukur saya besarin kamu!! Baru minta 30 juta aja sudah berani mau memenjarakan bapak.
Ibu : istighfar Yun kamu ga boleh begitu ke orang tua.
Yunia pun berteriak : ibu yang istighfar. Aku ini anak kalian apa bukan Bu kenapa kalian setega ini sama aku !!
Yunia pun kembali menangis histeris dibuat nya.