NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Jesika—tunangan Athur—benar-benar sudah kehilangan kendali. Wajah cantiknya mengeras penuh amarah saat menatap Bagas, asisten pribadi Athur yang tetap bungkam.

"Dengar ya, Bagas!" ancam Jesika dengan suara melengking tajam.

"Kalau dalam waktu dua puluh empat jam kamu masih menyembunyikan Athur dari saya, saya pastikan posisi kamu di perusahaan ini habis! Dan saya akan kerahkan seluruh koneksi keluarga saya untuk melacak kalian!"

Bagas hanya bisa menahan napas, tetap berdiri tegak dengan wajah formal khas profesional, meskipun di dalam hatinya ia tahu badai besar sedang mengintai posisi bosnya.

Sementara itu, di koridor rumah mewah yang sama, Alden melangkah dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Temuan korek api di kamar Athur seolah meruntuhkan gunung batu yang selama ini menghimpit dadanya. Spekulasi liarnya patah. Pria misterius di rumah Rara bukanlah kakaknya.

“Berarti gue masih punya kesempatan buat dapetin hati Rara,” batin Alden, secercah harapan remaja kembali membakar semangatnya. Ia bertekad untuk kembali mendekati gadis pujaannya itu di sekolah besok tanpa keraguan lagi.

Alden memutar kenop pintu kamar Mamanya yang sedang terbaring lemah karena terus-menerus memikirkan Athur. Dengan senyum hangat, Alden duduk di tepi ranjang dan menggenggam jemari sang Mama, berusaha menenangkannya. "Mama jangan sakit lagi ya. Kak Athur pasti baik-baik saja di luar sana. Dia kan kuat, sebentar lagi juga pasti pulang."

"Hemm. Mama tahu itu. Tapi kali ini mama rasa sangat berbeda. Hati dan perasaan orang tua tidak akan pernah mudah di bohongi."

Mama Dela mengusap usap pucuk kepala Alden yang bersandar di pangkuan sang ibu. Ibunya memang sosok perempuan yang sangat penyayang. Apa lagi jika sudah berkaitan dengan hal hal seperti tidak ada kabar. Pasti dia akan sangat cemas dan berujung sakit.

"Alden yakin Mah, Kak Athur pasti dalam waktu dekat akan pulang. Mama juga harus sehat biar nanti bisa masakin makanan kesukaan Kak Athur dan Alden." Remaja itu berusaha menghibur sang ibu agar sedikit melupakan kekhawatiran yang berlebihan."

Kembali ke keheningan malam di kontrakan tripleks, Dino sudah kembali masuk ke dalam kamarnya setelah mengacaukan suasana dapur. Rara yang merasa pembicaraan ini sudah terlalu berbahaya bagi hatinya, langsung berdiri. Ia berniat beranjak pergi meninggalkan ruang tamu demi menghindari pertanyaan maut Athur.

Namun, baru dua langkah bergerak, pergelangan tangan mungilnya dicekal dengan lembut namun sangat kokoh oleh jemari Athur. Langkah Rara terhenti seketika.

"Saya belum mendengar jawabanmu, Rara. Bagaimana jika saya sudah memiliki tunangan?" pertanyaan itu kembali terlontar dari bibir Athur, menuntut sebuah kepastian.

Rara sempat terdiam. Dadanya sesak, namun ia menarik napas dalam-dalam untuk menguasai seluruh emosi remajanya. Sebagai gadis yang sudah kenyang ditempa kerasnya penderitaan hidup, Rara tahu persis di mana posisinya berada. Tanpa menoleh ke belakang, membelakangi sosok tegap Athur, Rara memberikan jawaban yang begitu elegan namun sanggup memporak-porandakan seluruh dinding keangkuhan sang bos mafia.

"Aku tidak akan pernah menuntut apa pun darimu, Mas. Karena pernikahan siri dan semua kejadian ini... pada awalnya adalah sebuah kesalahan akibat kesalahpahaman warga," ucap Rara, suaranya terdengar sangat tenang namun bergetar tipis oleh ketulusan.

Rara menjeda kalimatnya sejenak, menahan gemuruh di dadanya sebelum melanjutkan, "Jika di dalam hatimu memang sudah ada nama seseorang yang berharga, sebaiknya kembalilah dan jagalah dia dengan sepenuh hati serta jiwamu. Jangan biarkan dia menunggumu terlalu lama."

Deg.

Jantung Athur berdegup kencang. Kalimat pasrah namun sangat bermartabat itu menghantam kesadarannya telak. Sikap, kedewasaan, dan seluruh karakter Rara malam ini benar-benar berbanding terbalik dengan Jesika—tunangannya yang egois, materialistis, dan selalu memperlakukannya seperti aset bisnis. Rara justru mengutamakan kebahagiaan Athur di atas statusnya sendiri yang sah secara agama sebagai seorang istri.

Hal ini justru membuat keyakinan di dalam diri Athur mengkristal sempurna. Ia tahu, gadis di hadapannya inilah yang ingin ia pertahankan seumur hidupnya.

Rara sama sekali tidak tahu bahwa pertanyaan maut tadi sebenarnya hanyalah sebuah ujian yang sengaja dipasang oleh Athur untuk melihat ketulusan hatinya. Dan setelah mendengar jawaban yang luar biasa itu, Athur sudah mengambil keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Begitu lukanya sembuh dan pengkhianat di dunianya berhasil dibersihkan, Athur akan segera mengerahkan seluruh pengacaranya. Ia tidak akan membiarkan Rara terus bersembunyi dalam ketakutan akan kehilangan beasiswa sekolah.

Athur berkomitmen akan mendaftarkan pernikahan siri mereka ke kantor urusan agama dan catatan sipil pemerintah, mengubah status Rara menjadi istri sah seutuhnya di mata hukum negara dan melindunginya dengan seluruh kekuasaan yang ia miliki.

Di belahan kota lain

Rahasia Menjijikkan Sang Tunangan di Kafe

Di belahan kota lain, di sebuah sudut kafe mewah yang eksklusif dan tertutup dari publik, pemandangan mengejutkan sedang berlangsung.

Jesika, wanita kelas atas yang kemarin sore masih mengamuk di kantor Athur dan bersandiwara cemas di depan Mamanya Athur, kini sedang duduk berdua dengan seorang pria muda berwajah tampan. Tidak ada raut kemarahan atau kesedihan di wajahnya. Jesika justru sedang tertawa manja, berbincang sangat mesra, dan sesekali menyuapkan makanan ke mulut pria selingkuhannya itu.

Bahkan, sebelum mereka beranjak pergi, Jesika tanpa ragu memeluk pria itu dengan sangat erat di sudut ruangan, melepaskan rindu yang mendalam seolah-olah ia sama sekali tidak memiliki ikatan tunangan dengan Athur.

Jesika merasa aman melakukan perselingkuhan ini karena mengira Athur masih menghilang tanpa kabar. Ia tidak pernah menduga bahwa jaringan mata-mata suaminya saat ini sedang bergerak di sekitar kafe tersebut, bersiap mengambil bukti foto perselingkuhannya untuk diserahkan langsung ke meja kerja Athur sebagai senjata pamungkas untuk membatalkan pertunangan bisnis mereka secara mutlak.

Rara menangis tersedu-sedu di lantai kafe yang dingin. Makian demi makian yang keluar dari mulut Jesika terasa begitu menyakitkan. Tidak sampai di situ, beberapa karyawan lain yang selama ini iri pada Rara justru ikut mencibir dan memojokkannya, merasa puas melihat Rara menderita.

"lagian selalu sok caper sih."

"Iya betul dia itu bisa kerja di sini pasti jual diri. "

"Bener gua juga ngak suka sama dia. Sok polos banget, tapi aslinya ihh ... ngak banget deh."

"Ya namanya juga kampungan, udik. Ya gitu deh. "

Rara benar-benar dipermalukan di depan umum. Manajer kafe yang tidak tahu apa-apa justru ikut memaki Rara dan mengancam akan memotong gajinya jika ia berani melawan Jesika.

"Saya tidak salah!" tegas Rara.

"Saya hanya mengikuti perintah dan pesanan itu juga tercatat bener kenapa anda justru menfitnah saya. Jika anda ada masalah jangan lampiaskan kemarahan pada orang lain." Rara berusaha membela dirinya. Namun perkataannya justru memicu kemarahan Jesika.

Plak!

"Beraninya Kau!" Tamparan keras mendarat di pipi Rara yang mulus.

"Saya tidak pesan makanan ini! Hei ... Kau, bukankan manager cafe. Saya ingin dia ganti rugi dan semua dia yg bayar." Tunjuk Jesika pada pria yang baru saja datang menghampiri mereka.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!