Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 3 Tidak tahu malu
Bola mata Ryan bergerak dengan gelisah, tidak ada sedikitpun di pikirannya Zea akan dengan sangat senang hati meminta talak padanya, Ryan sangat tahu sekali siapa Zea wanita yang telah dinikahinya tersebut.
“Zea…kamu panggil apa aku tadi?” Ryan mengetatkan rahangnya menahan rasa marah.
Zea yang Ryan remehkan setelah bertemu dengan Freya tidak menunjukkan rasa takut atau cemas kalau dirinya akan Ryan ceraikan.
“Panggil nama kamu! kenapa? apa ada masalah! atau nama kamu sudah diganti” sindir Zea
“Dasar perempuan nggak tahu diri, di baikin malah ngelunjak” bentak Ryan, tangan Ryan sudah diangkatnya hendak menampar Zea yang bersikap menantangnya kali ini.
“kamu mau tampar aku? silahkan!”
Zea memberikan pipinya untuk ditampar oleh Ryan, melihat sikap Zea itu membuat Ryan terpaku, tangannya menggantung di udara, dengan penuh kesadaran Ryan mengepalkan tangannya itu.
“kamu sangat berani menantang ku Zea? aku suamimu Zea!” Ryan menegur sikap Zea yang lain dari biasanya, wajah Ryan memerah menahan marah, Ia masih bisa mengendalikan dirinya untuk saat ini.
“siapa yang menantang Kamu Ryan! kamu ingin menamparku, lalu aku permudah agar kamu bisa dengan leluasa meluapkan marah mu, kamu juga bilang aku nggak tahu diri! dimana letak nggak tahu dirinya?”
Zea memberikan alasan kenapa dia memberikan pipinya untuk Ryan tampar, dan juga mempertanyakan apa yang Ryan tuduhkan padanya.
Ryan menatap tajam ke arah Zea, Ia mencoba menenangkan dirinya, seolah baru tersadar dari apa yang telah dilakukannya barusan pada Zea, Ryan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.
“sudahlah Zea, aku hanya ingin mengatakan padamu kalau aku saat ini sedang menjalin hubungan spesial dengan Freya, perempuan yang aku gandeng tadi siang di pusat perbelanjaan”
Ryan memutuskan untuk mengatakan semua kebenaran yang telah ditutupnya beberapa bulan belakangan ini.
“Ya terus apa hubungannya sama kau Ryan?” Zea malah balik bertanya, bagi Zea tanpa Ryan menceritakan semuanya dia sudah tahu semuanya, bahkan tadi Zea sudah meminta talak pada suaminya itu.
“Aku ingin menikahi Freya dalam waktu dekat!” tanpa perasaan Ryan mengatakan rencananya pada Zea, wanita yang telah dua tahun ini menemani hidupnya, membangun bisnis dari awal dalam waktu sangat cepat Ryan sudah mencapai di tahap yang menggembirakan, Ryan berhasil mengembangkan bisnisnya.
“oh jadi perubahan sikap kamu beberapa bulan belakangan ini karena kamu selingkuh dengan wanita itu Ryan? demi wanita itu kamu melakukan hal ini padaku!, aku tak menyangka kamu akan serendah ini Ryan”
“Belakangan ini aku sibuk mencari dimana kesalahanku sehingga sikap kamu berubah padaku, aku bahkan menyalahkan diri ku sendiri yang mungkin tak becus melayani kamu sebagai seorang istri”
“Ternyata semua praduga ku selama ini salah, bukan aku yang salah dalam pernikahan ini, tapi kamu yang telah berselingkuh dan sejak itu kamu mulai membandingkan aku dan wanita itu”
Ungkap Zea, dia mengeluarkan semua isi hatinya pada Ryan, agar suaminya itu tau dimana kesalahannya.
“Cckk aku berubah juga karena kamu Zea! kamu tak bisa mengimbangi kesuksesanku sebagai seorang pengusaha, aku butuh wanita yang bisa mendampingi karirku, yang bisa diajak berdiskusi tentang bisnis!”
Ryan mengeluhkan kalau Zea tidak bisa mengimbangi gaya hidup Ryan yang sekarang, menjadi pengusaha muda yang cukup sukses pada saat ini.
“Apa wanita yang kamu gandeng tadi siang itu bisa mengimbangi gaya hidupmu sekarang Ryan?” tanya Zea, Ia hanya ingin memastikan kalau Ryan sudah jelas dengan pilihannya.
“Kenapa bertanya lagi kalau sudah tahu” sentak Ryan dengan wajah masam, Ia akhir akhir ini sangat ketus dan muak melihat Zea.
“Hanya karena itu kamu ingin menceraikan ku?” Zea ingin memastikan lagi kalau yang di dengarnya tidak salah.
“Banyak hal yang membuatku ingin segera berpisah!” dengan tanpa perasaan Ryan mengatakan hal yang menyakitkan dan merendahkan diri Zea.
“Siapa wanita itu mas?” tanya Zea, Ia dari tadi belum mendengar dari mulut Ryan mengenai wanita yang telah merebut cinta Ryan darinya.
“Cckk dulu dia wanita yang sangat aku cintai, karena perbedaan status ekonomi kami yang jauh berbeda, aku tidak direstui oleh kedua orang tuanya, dan sekarang aku sudah bisa dikatakan sukses sebagai pebisnis dan sudah saatnya aku kembali pada cintaku, dan cintaku itu bukan kamu!”
Tegas Ryan membuat hati Zea sakit dan hancur seketika, Ia tak pernah menyangka Ryan akan mengatakan hal yang sangat menyakitkan hatinya.
“Jadi kamu menikahiku hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali pada wanita yang kamu cintai itu” Zea kembali mengulang apa yang Ryan katakan barusan.
“Syukurlah kalau kamu sudah mengerti, jadi aku tak perlu lagi menjelaskan padamu Zeya, capek menjelaskan pada orang seperti kamu” Ryan makin ketus menjawab apa yang Zea tanyakan.
“Mas kamu kenapa kasar kayak gini? aku salah apa sama kamu mas!” Zea tersentak kaget mendengar kata kata yang keluar dari mulut Ryan, pria yang dulu mati matian mengejar cintanya.
“Kamu nggak ada salah Zea, hanya saja hatiku yang tidak bisa melupakan Freya! sejak dulu aku mengharapkan menikah dengannya, tapi karena perbedaan status kami, aku terpaksa melepaskan Freya”
“Pertemuan kami beberapa bulan belakangan ini mengembalikan benih benih cinta yang sudah sekian lama tersimpan di hati kami masing masing dan aku tak mungkin melepaskan Freya untuk kedua kalinya!”
Ryan dengan penuh percaya diri menceritakan hal yang sangat menyakitkan untuk di dengar oleh Zea, hati Zea bagai di cubit mendengar pengakuan langsung dari Ryan, mata Zea berkaca kaca menahan air mata yang akan jatuh membasahi pipinya.
Sekuat apapun Zea saat ini dan setegar apapun Zea menahan rasa sedihnya tetap saja dia wanita yang lemah, tanpa bisa Zea tahan lagi, airmata sudah mengalir dengan deras, Zea menangis!.
“Kamu jahat sekali Ryan!, kenapa kamu tega memperlakukan aku seperti ini? kalau kamu masih mencintai wanita itu, kenapa kamu mengajak aku untuk menikah! apa karena aku orang yang nggak punya dan juga seorang yatim piatu jadi kamu bisa seenaknya mempermainkan hidupku Ryan?”
tegur Zea langsung pada intinya, dia mempertanyakan sikap Ryan dulu yang sangat berharap bisa menikah dengannya, sambil mengusap airnya Zea mengingatkan kembali bagaimana dulu Ryan mengejar cintanya.
Ryan terdiam dia bingung harus memberi jawaban apa pada Zea, karena dulu dia yang sangat ingin menikah dengan Zea, berbagai usaha dilakukannya agar Zea percaya dengan cinta yang Ryan punya untuk Zea.
“Mungkin ini memang jalan hidup yang harus kamu jalani Zea!” mulut laknat Ryan dengan kurang ajarnya mengatakan kalau hidup Zea memang ditakdirkan seperti ini.
“Apa wanita yang menjadi selingkuhan kamu itu tahu, kalau kamu sudah menikah?” Entah punya kekuatan apa Zea , menanyakan hal ini, walaupun saat ini hatinya sedang berdarah darah menahan sakit hati yang telah Ryan berikan padanya.
“Iya, Freya tahu aku sudah menikah!”
“Oke! walaupun wanita mu itu tahu, kalau kamu sudah menikah, tapi tetap melanjutkan hubungan asmara kalian berdua, berarti kalian berdua sama jahatnya, kalian berdua berjodoh! karena sama sama nggak punya harga diri! dan nggak tahu malu”
sindir Zea sambil menatap sinis pada Ryan, yang saat ini melotot tajam pada Zea dengan wajah merah menahan marah, sindiran Zea sangat tajam dan tepat sasaran.