Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Tersadar
Di Zaman Kuno Anya memandang kosong Jendela luar burung-burung menari seirama membiuskan setiap kali yang melihat nya, namun tidak dengan Anya kebosanan menusuk rongga dadanya
Ia menghela napas panjang. " Aku kaya pernah rasakan hal ini, ini aneh " Gumam Anya tetiba sebuah tangan melingkar di perut nya ia menoleh ke belakang. " Baby, angin diluar tidak baik mari masuk ke dalam sayang " Kata Yan Qian napasnya memberikan ke hangatan
" Ya sayang aku hanya bosan selalu di kediaman mu terus, bisa - bisa aku jadi tawanan kalau seperti ini " Sahut Anya sembari mengusap pipi sang suami lembut membuat Yan Qian tersenyum.
" Kamu tahu kan ini demi kebaikanmu sayang, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Dan anak - anak kita aku tidak mau satupun dari mereka terluka harus kamu tahu itu " jelas Yan Qian
" Ya aku tahu, tapi tetap saja "
" Selepas kamu melahirkan baru kamu boleh, keluar dari kamar dan jalan-jalan aku berjanji "
" Ck! Aku adalah tawanan " Cebik Anya membuat Yan Qian tersenyum penuh cinta.
" Yaudah ayo istirahat sayang " Kata Yan Qian ia menuntun lembut wanita tersebut. Membawanya ke pembaringan lalu ia mengecupnya perlahan,
Selepas memastikan Anya istirahat Yan Qian langsung pergi ke Tempat kerja nya kembali, Anya membuka matanya ia menatap lekat langit-langit. " Seperti nya aku pernah membaca cerita yang seperti ini! " Gumam Anya Ia mengusap perlahan Perutnya mengingat- ngingat kehidupan nya di zaman Modern tetiba sebuah Ingatan muncul begitu saja, gerak tangannya yang sedang mengusap perut terhenti bibir nya bergetar hebat.
" Apakah aku masuk ke dalam novelku sendiri?, novel ' Transmigrasi Wanita pedang?"
" Ngga mungkin! " Anya menggeleng kan kepalanya ia bangkit dari ranjangnya wajahnya nampak khawatir sekali, " Kalau iya, akhir kisah ini aka-n " Ia mengigit bibir dalamnya ketakutan menghantui dirinya.
****
Sementara itu di Zaman Modern Mayang membulak balikan halaman Buku tersebut, matanya fokus ke setiap tulisan yang di tuang di buku novel tersebut. Setiap kata mewakili perasaan Anya yang begitu rapi sekali
Sementara Wiko lelaki itu sedang mencari Buku novel lanjutan kisah tersebut. Di beberapa laci yang ada di Apartemen Anya tapi tidak ketemu juga, ia merasa benar-benar jengkel sekali dengan cepat tangannya membuka beberapa laci rias yang ada di ruang tengah itu.
Ia mengacak-acak apa yang ada di dalamnya, namun tidak ada hasilnya lagi-lagi tidak menemukannya. " Ck!, apa Anya belum buat Season keduanya? " Gumam Wiko frustasi
" mas! " Panggil Mayang membuat Wiko bergegas mendatanginya. " Nemu Clue? "
"Coba kita cari di notes nya Anya siapa tau ada, Catatan nya gitu " Kata Mayang ia menutup buku novel tersebut. Lalu pergi ke kamar Anya ia kembali dengan sebuah buku notes berwarna biru dengan kerang-kerang yang menghiasi setiap sudut Notes tersebut
" Kita baca notes ini, aku yakin akan ada sebuah kilasan tentang novelnya. " Kata Mayang sembari membuka tiap lembar buku tersebut yang isinya curhatan hati Anya.
Tetiba tangannya terhenti kala Sebuah tulisan Anya, yang membuat mereka membola
" Mas Ini! " Tunjuk Mayang ke Wiko lelaki itu mulai membaca setiap tulisan rapi yang tersusun di buku tersebut, Matanya tidak lama kemudian membola kala membacanya.
𝘐𝘥𝘦 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘰𝘷𝘦𝘭 :
𝘔𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘶𝘬𝘢𝘳 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩, 𝘔𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘞𝘪𝘬𝘰 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘞𝘪𝘬𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘶𝘬𝘢𝘳 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪,
𝘐𝘥𝘦 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 :
𝘈𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶-𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘈𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢
𝘕𝘰𝘵𝘦𝘴 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 : 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘬 — 𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘩 𝘱𝘢𝘬𝘦 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘬𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘺𝘢𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘩 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘰𝘩 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯?. 𝘖𝘩 𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘺𝘢 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢 𝘉𝘢𝘯𝘨 𝘞𝘪𝘬𝘰 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘶𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘺 𝘴𝘰𝘳𝘳𝘺
Wiko menggeleng kan kepalanya " Jadi dia baru buat idenya? " Tanya Wiko pada Mayang yang mengangkat bahunya.
" Kalau misal Anya baru buat idenya, kita harus buat S2 nya agar kalian bisa kembali "
" Tapi tidak semudah itu membuat novel Mas, kamu tahu ngga satu buku novel sudah tamat itu — butuh beberapa bulan buatnya. Belum lagi kita harus cari idenya! " Jelas Mayang
" Ck!, kita bisa mari kita buat "
" Aku harap semuanya akan baik-baik saja "
" Aku pun berharap sama "
" Aku ingin pulang " Gumam Mayang menyiratkan kesedihan yang mendalam.