NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Berdiri untuk Keluargaku

Lalu tambahkan adegan setelah sesi foto, percakapan Adrian–Naya, perkembangan kandungan, konflik Dahlia, dan ancaman baru. Berikut tambahan sekitar 700+ kata yang bisa langsung menggantikan bagian akhir babmu.

Setelah sesi foto berakhir, para kru mulai membereskan perlengkapan mereka satu per satu.

Naya masih duduk di samping Adrian sambil memandangi hasil foto yang ditampilkan fotografer melalui tablet.

Air matanya kembali menggenang saat melihat salah satu foto.

Di dalam foto itu, Adrian berdiri sambil memeluk dirinya dari samping. Tangan pria itu berada di atas perutnya yang membulat.

Mereka terlihat seperti keluarga yang sempurna.

"Mas..."

"Hm?"

"Foto ini bagus sekali."

Adrian ikut melihat layar tablet.

Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.

"Karena modelnya cantik."

Naya tertawa kecil.

"Mas selalu bilang begitu."

"Karena memang begitu."

Pipi Naya langsung memerah.

Melihat reaksi istrinya, Adrian tampak puas.

Sudah berbulan-bulan berlalu, tetapi Naya masih sering malu setiap kali dipuji olehnya.

Dan Adrian menyukai hal itu.

Di tengah suasana hangat tersebut, tiba-tiba Naya merasakan sebuah gerakan kecil dari dalam perutnya.

Refleks tangannya langsung menempel di perut.

"Mas!"

Adrian langsung waspada.

"Ada apa?"

Wajah Naya berubah cerah.

"Dia bergerak."

Mata Adrian membelalak.

"Benarkah?"

Naya mengangguk cepat.

Tanpa menunggu, Adrian segera mendekatkan tangannya ke atas perut istrinya.

Beberapa detik berlalu.

Lalu...

Sebuah tendangan kecil terasa di telapak tangannya.

Adrian langsung membeku.

Untuk beberapa saat, pria itu tidak mampu berkata apa-apa.

Sorot matanya perlahan berubah.

Ada kebahagiaan.

Ada haru.

Dan ada rasa syukur yang begitu besar.

"Dia menendangku."

Suara Adrian terdengar pelan.

Naya tersenyum.

"Sepertinya dia mengenali ayahnya."

Untuk pertama kalinya, Adrian tertawa lepas.

Tawa yang jarang sekali terdengar.

Pria itu kembali menyentuh perut Naya dengan hati-hati.

"Halo, Nak."

Naya langsung menatap suaminya.

"Ayah sedang berusaha sembuh."

Suara Adrian mulai bergetar.

"Jadi saat kamu lahir nanti, Ayah bisa menggendongmu dengan kedua tangan Ayah sendiri."

Air mata Naya langsung jatuh.

Ia tidak mampu menahan haru yang memenuhi dadanya.

Selama ini Adrian selalu terlihat kuat.

Namun hanya dirinya yang tahu seberapa keras perjuangan pria itu untuk kembali berjalan.

Dan sekarang...

Semua perjuangan itu memiliki alasan yang jauh lebih besar.

Anak mereka.

Tak lama kemudian, seorang pelayan datang menghampiri.

"Nyonya, makan siang sudah siap."

Naya mengangguk.

Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah.

Suasana makan siang berlangsung hangat.

Ibu Rahayu terus tersenyum melihat kebersamaan putri dan menantunya.

Sesekali wanita tua itu mengusap perut Naya sambil memanjatkan doa.

"Aku tidak sabar menunggu cucuku lahir."

Naya tertawa kecil.

"Saya juga, Bu."

Sementara itu, Adrian terlihat lebih banyak diam.

Namun bukan karena tidak bahagia.

Melainkan karena pikirannya masih memikirkan laporan yang disampaikan Dimas tadi.

Tentang Dahlia.

Tentang jejak yang menghilang secara tiba-tiba.

Dan tentang firasat buruk yang sejak tadi mengganggu pikirannya.

Setelah makan siang selesai, Adrian meminta Dimas menemuinya di ruang kerja.

Pintu ruangan tertutup rapat.

"Apa ada perkembangan baru?" tanya Adrian.

Dimas mengangguk.

"Kami menemukan satu hal yang cukup mencurigakan."

"Apa itu?"

"Sebelum menghilang, Nyonya Dahlia beberapa kali melakukan komunikasi dengan nomor luar negeri."

Tatapan Adrian langsung berubah tajam.

"Negara mana?"

Dimas menyerahkan sebuah berkas.

"Singapura."

Adrian membaca laporan itu perlahan.

Semakin lama ekspresinya semakin serius.

"Siapa pemilik nomor tersebut?"

"Itulah masalahnya, Tuan."

Dimas menarik napas.

"Identitasnya menggunakan data perusahaan cangkang."

Ruangan langsung hening.

Insting Adrian mengatakan ini bukan kebetulan.

Dahlia tidak mungkin menghilang begitu saja tanpa alasan.

Dan jika benar ada pihak lain yang membantunya, maka masalah ini jauh lebih besar daripada yang mereka kira.

"Terus awasi."

"Baik, Tuan."

"Dan tingkatkan keamanan di sekitar Naya."

Dimas mengangguk hormat.

"Saya sudah melakukannya sejak pagi."

Adrian akhirnya sedikit tenang.

Baginya, keselamatan Naya dan anak mereka adalah prioritas utama.

Apa pun yang terjadi, ia tidak akan membiarkan masa lalu menghancurkan keluarganya.

Namun jauh dari kediaman Amarta...

Di sebuah apartemen mewah yang menghadap ke pusat kota, seorang wanita berdiri di depan jendela besar.

Tangannya memegang foto keluarga yang baru saja beredar di media.

Foto Adrian.

Naya.

Dan calon pewaris keluarga Amarta.

Sorot matanya dipenuhi kebencian.

"Akhirnya kau mendapatkan keluarga yang kau inginkan..."

Senyum dingin perlahan muncul di wajahnya.

"Tapi aku akan memastikan kebahagiaan itu tidak bertahan lama."

Perlahan foto tersebut diremas hingga kusut.

Di luar jendela, langit yang semula cerah mulai tertutup awan gelap.

Dan tanpa disadari siapa pun...

Ancaman baru telah mengambil langkah pertamanya menuju keluarga Amarta.

Bersambung

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!