NovelToon NovelToon
OB Tampan Pencuri Hatiku

OB Tampan Pencuri Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:331.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Enchya

Dimas Saputra seorang pemuda tampan yang sholeh, mendapatkan hati seorang wanita cantik yang kaya raya.

Seorang pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik keluarga Haristian, kini telah memikat hati seorang putri cantik dari pemilik perusahaan tersebut.

Berawal dari kehidupan yang sederhana, membuat dirinya merasa tak pantas untuk mendampingi wanita yang begitu terlihat sempurna. Namun kenyataannya jika yang kuasa sudah berkehendak, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enchya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

"Nanti kamu telepon saya setelah mendapatkan info soal koki itu."

"Baik pak."

"Maaf pak, bolehkan saya menanyakan sesuatu?" Lanjut Dimas dengan sedikit keraguan.

"Katakan Dimas."

"Kalau bapak tidak keberatan, bolehkan ibu saya ikut bekerja di resto itu? ibu saya bisa membuat kue yang sangat lezat."

"Benarkah?"

"Kalau bapak masih ragu, bapak bisa mencobanya terlebih dahulu. Besuk akan saya bawakan kue buatan ibu saya untuk bapak cicipi."

"Baiklah Mas."

"Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi dulu pak."

"Silahkan."

Setelah pembicaraan selesai, Dimas melangkah keluar dari ruangan papa Adit. Dimas akan segera memberitahukan kabar ini kepada ibunya. Dimas berharap kalau ibunya mau bekerja di resto itu, jadi dirinya bisa kerja berdekatan dengan ibunya, dan bisa mengantar jemput ibu Sofia setiap harinya.

Saat Dimas sampai di depan pintu langkahnya terhenti melihat sosok wanita yang sering mengganggu pikirannya.

"No-nona." Sapa Dimas dengan sedikit gugup.

"Jangan panggil aku nona, panggil saja Lisa."

Ujar Lisa sambil tersenyum.

"Tapi non, anda anak dari bapak Aditya, jadi rasanya tidak sopan dengan saya memanggil nama saja."

"Siapa nama kamu?"

"Dimas non."

"Jangan panggil itu lagi."

"Tapi non..." Belum selesai Dimas berbicara, pintu ruangan papa Adit terbuka.

"Papah."

"Sayang, ngapain kamu ke kantor papah?"

"Maaf saya permisi dulu pak, non." Ujar Dimas pamit undur diri.

"Silahkan Mas."

"Lisa mau pulang bareng papah." Jawab Lisa kemudian.

"Pak Mamat kemana sayang? kog ga jemput lagi?"

"Lisa yang suruh pak Mamat buat ga jemput Lisa."

"Bentar-bentar, Papa jadi curiga sama kamu."

"Papah.! Curiga apaan?" tanya Lisa dengan nada sedikit naik.

"Ayo masuk dulu, kita bicara di dalam."

Lisa menggandeng manja lengan papanya, mereka masuk ke ruangan kerja papa Adit dan duduk bersebelahan di sofa.

"Ada apa sayang? ayo bicara sama papa."

"Ga ada apa-apa pah."

"Kamu jangan bohong, papa tau betul sifat kamu. Kalau kamu bersikap seperti ini, pasti ada yang kamu inginkan dari papah."

Lisa tersenyum, dan papa Adit mencubit hidung putri tunggalnya itu.

"Kamu mau minta apa sayang? mau mobil baru? atau mau apa? ayo katakan."

"Pah Lisa....." Perkataan Lisa menggantung.

"Apa?"

"Lisa mencintai seseorang pah."

"Lalu?."

"Lisa mau minta bantuan papah, tapi papah jangan cerita-cerita sama mamah soal ini."

"Bantuan apa sayang?"

"Papah ih, Lisa pengen papah yang deketin Lisa. Lisa mencintai orang itu, tapi Lisa ga tau gimana caranya buat deketin dia pah. Lisa juga takut kalau dia tidak suka dengan Lisa."

"Maksud kamu? memangnya papah kenal dengan orang itu?" tanya papa Adit dengan tatapan serius.

Lisa menganggukkan kepalanya.

"Siapa orangnya?"

"Yang barusan ketemu Lisa di depan pintu pah." Jawab Lisa dengan malu-malu. Lisa menutup muka dengan kedua tangannya karena malu dengan apa yang barusan di ucapkan itu.

Lisa memang lebih terbuka dengan papanya ketimbang dengan mamanya. Dia sering menceritakan apa yang terjadi dengan papanya, karena papanya yang selalu bisa mengabulkan permintaannya.

"Maksud kamu Dimas?"

"Iya pah."

"Tuh kan bener kecurigaan papah, kamu dulu sering males buat ke kantor papah, tapi sekarang kamu rajin kesini, ini tidak mungkin terjadi tanpa ada alasannya." Ujar papa Adit sambil mengacak rambut Lisa.

"Papah ga masalah kan Lisa mencintai Dimas? papa ga akan melarang Lisa buat jatuh cinta sama OB kan pah?"

"Apa kamu yakin dengan perasaan kamu itu sayang?"

"Yakin pah. Tidak ada yang salah kan pah?"

"Ada."

"Apa pah? apakah karena dia bukan dari golongan orang terpandang?" Ujar Lisa mulai

khawatir papanya tidak akan menyetujuinya untuk mendekati Dimas.

"Bukan itu sayang."

"Terus apa pah? Lisa mohon pah, Lisa benar-benar suka sama Dimas, dari pertama kita bertemu Lisa merasa ada yang beda dari dirinya. Lisa ketemu dia dulu sebelum dia kerja di sini pah. Tapi Lisa masih bingung dengan perasaan itu, dan juga Lisa bingung bagaimana caranya buat Lisa bisa dekat dengannya, karena waktu itu kita sama-sama belum mengenal. Dan ini mungkin kebetulan atau apa dia bekerja di kantor papah ini. Jadi Lisa minta bantuan papah untuk itu. Ga ada yang salah kan pah dengan perasaan Lisa?"

"Ada."

"Apanya yang salah pah?"

"Salah kamu kenapa kamu baru bilang sekarang sama papah?."

"Maksud papah?."

"Kamu ga salah pilih seseorang sayang. Dia baik, dulu dia menolong papah saat mobil papah mogok. Dan dia menolak untuk papah kasih imbalan, dia termasuk manusia langka di zaman sekarang ini sayang. Papa juga tau dia anak yang rajin beribadah."

"Jadi papah setuju dengan Lisa? papah mau kan bantuin Lisa?."

"Ga mau."

"Papah kog gitu sih. Papah ga sayang sama Lisa?."

"Bukan gitu sayang, tapi kamu harus berusaha sendiri dong. Masa masalah seperti itu harus papah juga yang turun tangan." Ujar papa Adit sambil berdiri meninggalkan Lisa.

"Papah mau kemana? Lisa belum selesai ngomong pah. papah.!" Teriak Lisa karena papanya berjalan keluar meninggalkan dirinya.

Tak lama kemudian papanya masuk lagi dengan membawa minuman.

"Ngapain sih kamu teriak-teriak. Kamu pikir di sini hutan?"

"Papa sih nyebelin, Lisa belum selesai ngomong main pergi aja."

"Masa gitu saja harus papah yang bertindak. Kamu usaha sendiri donk."

"Pah Lisa kan perempuan, masa Lisa harus menyatakan cinta Lisa lebih dulu, malu lah pah. Iya kalau dia mau, kalau ga, apa Lisa ga malu? mau taruh di mana muka Lisa pah? Ayolah pah, bantuin Lisa. Papah ganteng deh."

"Kamu nih ya, kalau punya keinginan pasti saja seperti ini." Ujar papa Adit sambil mencubit hidung Lisa.

"Sakit tau pah, lama-lama hidung Lisa habis nih deket papah terus-terusan."

"Siapa suruh kesini.?"

"Papah ih nyebelin banget sih."

"Ya sudah kalau papah nyebelin sana pulang sendiri."

"Papah ih, Lisa lagi serius pah." Rengek Lisa dengan manja.

"Papah duarius malah."

"Pah!. Lisa mau ngambek nih,"

"Ngambek kog pake bilang-bilang."

"Gimana kalau dia ga suka sama Lisa pah?"

"Sayang, siapa sih orang yang ga suka sama anak papa yang paling cantik ini?"

"Pah pokoknya papah harus bantuin Lisa ya."

"Tapi ada syaratnya."

"Apa pah?"

"Kamu ga boleh pacaran, papah ga mau kamu main-main. Papah mau kamu langsung menikah, tidak baik pacar-pacaran."

"Pah, kenal juga belum, main menikah aja."

"Mau papa bantuin ga?"

"Iya pah, tapi biarin Lisa mengenal dia lebih jauh dulu."

"Baiklah."

Selesai berbicara panjang lebar, papa Adit melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Kemudian mereka berdua beranjak dari tempat duduknya dan bersiap-siap untuk pulang.

Lisa berjalan beriringan dengan papanya. Mereka menaiki lift khusus. Sampai di lantai bawah mereka menuju parkiran.

1
Bima Sena
terlalu bertele tele
Rahmat
hbvg
Noe Aink
apa menariknya Thor nyeritain pembantu...
Noe Aink
makin Mls coment cerita membagongkan
Noe Aink
cerita dh masuk 14 bab ketemu juga blom gimana mau gk bosen bacanya apanya yg menarik thor
Noe Aink
klo ceritanya gini terus mh saya juga bosen bacanya Thor ...
Noe Aink
gimana mau coment Thor ceritanya kok bertele tele kapan mau ketemu dan pacarannya klo ceritanya dh bab segini msh nyeritain kehidupan klurga Masing" doang
Noe Aink
cerita pembukaannya ga menarik sama sekali dh sampe 3 bab ceritanya cuma gitu doang apa yg bikin menarik..
Harullah Thahir Diwolu
mampir Thor 🙏
Achmad Sufi
alur cerita nya simple dan nyambung dari paragraf satu kelainnya...mantab lanjut thor
Achmad Sufi
mantab
Iyan
ini mah kek di cerita" FTV
Rizky Dafit
kapan ni thor dimas sama lisa nikah nya? kok ga nikah nikah?
Ashifa Shifa
mulai geregetan ni Amel penggangu
Abdul Yaden
seru kayanya nich
ian ardian
thor up please
Muhamad Supriadi
visualnya dong biar seru
Arjun Setiwan
bagus ceritanya aku ska
Sadam umar Sadam
lanjut
Suhardi Hardi
lanjut boss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!