Cerita ini hanya kehaluan author.
Kehilangan suami dan harus menikah dengan adik iparnya harus Khairunnisa jalani.
Kebahagiaan yang baru Abian Maulana dan Khairunnisa rasakan harus terusik karena satu persatu misteri kematian Andreas Rafasya terungkap.
Maaf banyak typo bertebaran, tahap revisi 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata Sahabat Baikku
Bian mengendong Raka menuju kamar yang akan ditempati sang mama.
Nisa setia mengekor Bian di belakang, Bian membaringkan Raka di tempat tidur, meskipun Raka sempat terganggu tidurnya tetapi dengan sigap Bian menepuk pantat Raka dengan lembut dan benar saja Raka kembali tertidur.
"Ma tolong jaga Raka," pinta Bian
"Iya nak Mama akan menjaga Cucu kesayangan mama kamu tenang saja istirahatlah nak pasti kamu lelah," kata mama.
"Terimakasih ma," ucap Nisa memeluk Mama Mertua nya di sambut usapan lembut di punggung Nisa.
Setelah itu Nisa dan Bian keluar dari kamar mamanya menuju kamarnya sendiri, Bian membuka pintu kamar.
Kamar yang Bian tempati kedap suara sehingga Bian leluasa menyampaikan semua nya kepada Nisa.
"Kamu suka sayang ," tanya Bian melihat kamarnya.
"Iya mas," jawab Nisa singkat.
"Sayang ayo duduk di sini," ajak Bian menepuk kasur di sisinya.
"Sebentar Mas, mau lepas hijab dulu," pinta Nisa setelah itu duduk di samping Bian.
Bian memandang Nisa tanpa berkedip seakan terpesona lagi dan lagi saat melihat istri tercinta nya.
Kebiasaan Nisa dari dulu selalu membuka krudung nya kalau berada di kamar.
Dengan sigap Bian memeluk Nisa dan menenggelamkan wajahnya di leher Nisa seakan candu.
"Mas geli," rengek Nisa.
"Biarkan seperti ini sayang," pinta bian
"Mas butuh vitamin untuk menghilangkan rasa lelah mas," kata Bian lagi. Nisa pasrah karena tau suaminya sedang dalam keadaan yang tidak baik.
Nisa meraih remote dan menyalakan AC.
"Sayang ada yang mas mau sampaikan dan kalau ada yang mas tanyakan tolong jawab dengan jujur," kata Bian masih melepas pelukannya.
"Iya mas kalau Nisa tau pasti Nisa jawab jujur," balas Nisa penasaran apa yang akan di bicarakan sang suami.
Bian memandang Nisa dengan tatapan dalam, hatinya bimbang ingin memberitahukan yang selama ini Bian temukan tetapi di sisi lain Bian takut Nisa menyalakan dirinya sendiri atas semua kejadian yang menimpa suaminya terdahulu.
"Mas sudah menyelidiki semua ini dari dulu," kata Bian.
"Sebenarnya yang mengirim paket dengan inisial Mr D itu teman Nisa sendiri dan dia terobsesi denganmu sayang jadi dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan mu termasuk membunuh mas Fasya," jelas Bian.
Deg
Nisa menutup mulutnya tidak percaya ternyata kematian suaminya yang dulu semua karenanya.
Nisa terisak kecil berusaha kuat menahan air matanya.
Bian seakan tau kesedihan Nisa mengengam tangan Nisa untuk menguatkan istri tercintanya.
"Mas sudah menyelidiki dari dulu karena kematian mas Fasya serasa ada yang ganjal, ternyata Pak Ujang dan tukang kebun yang biasanya mas Fasya sewa seminggu sekali itu mereka orang suruhan Mr D," Kata Bian.
Nisa hanya mendengar kan penjelasan Bian tanpa menyela karena Nisa penasaran apa motif di balik semua ini.
"Sayang karena itu aku sengaja menyembunyikan mu dan Mama di sini dengan berpura-pura mengajak ke pesta teman," kata Bian.
"Apa Bik Mirna juga terlibat mas?" tanya Nisa tak percaya orang yang selama ini dianggap orang baik ternyata tega melakukan semua ini.
"Mas belum yakin sayang Bik Mirna bagian dari mereka atau tidak," kata Bian.
"Apa mama tau semua ini sayang?" tanya Nisa
"Mas belum bilang ke mama semuanya cuma sebagian saja karena mas tidak mau mama sedih ," jawab Bian merebahkan tubuhnya di kasur karena lelah.
"Siapa mas Mr D yang sebenarnya? Kenapa mas Bian bisa tau semua ini" tanya Nisa membuat Bian menoleh ke arah Nisa.
"Mas menyelidiki semua ini di bantu Zaki dan 2 sahabat mas dan mas juga memiliki anak buah yang menyusup untuk memantau semua gerak-gerik Mr D," jawab Bian.
"Kamu pasti tidak akan menyangka siapa Mr d yang sebenarnya adalah Rey dan inisial D adalah nama tengahnya Denis," jelas Bian.
Deg
"Mas jangan asal nuduh tidak mungkin Aa Rey," kata Nisa menyangkal semua ini, Nisa tidak percaya Rey yang di kenal baik ternyata tega menyakiti Nisa.
Hati Bian perih mendengar pembelaan Nisa kepada Rey.
Bian bangkit dari tempat tidur memandang Nisa kecewa.
"Sekarang mas tanya? Sekarang tolong ceritakan sejak kapan Rey menjadi sahabat mu sayang," tanya Bian.
Melihat sorot mata Bian akhirnya Nisa menceritakan semua yang dia tahu tentang Rey.
"Sejak kecil aku mengenal Rey mas, dulu kita tetangga tetapi Rey pindah ke luar kota karena orang tuanya berpisah dan setelah sekian lama kita di pertemukan lagi di bangku kuliah," ucap Nisa mengigat semua tentang Rey.
"Sikapnya juga biasa mas dan juga sangat sopan jadi Nisa belum bisa percaya saja," kelas Nisa.
"Sayang dengarkan aku," titah Bian memegang pundak Nisa.
"Tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu murni karena sejatinya laki-laki kalau menyukai perempuan pasti mereka pendekatan dengan cara menjadi sahabat karena takut di tolak perempuan atau dia belum punya keberanian mengungkapkan perasaanya," kata Bian panjang lebar kepada Nisa.
"Jadi wanita itu harus peka sayang," ucap Bian lagi menoel hidung mancung Nisa.
"Iya mas mungkin aku kurang peka," lirihnya
"Ya sudah kalau kamu sudah paham mulai sekarang kamu harus berhati-hati jangan pernah pergi kemanapun sendiri," pinta Bian.
"Iya mas," kata Nisa memeluk Bian.
"Terimakasih buat semua nya mas, Nisa sayang dan cinta Mas Bian," ucap Nisa menyenderkan kepalanya di pundak Bian.
Bian menoleh mendengar pernyataan cinta Nisa.
"Ulangi lagi kata-kata tadi sayang," pinta Bian.
"Ucapan yang mana Mas?" tanya Nisa binggung.
"Itu yang tadi," rengek Bian.
"Terimakasih buat semua nya mas," kata Nisa mengulang nya.
"Bukan tetapi yang," ucap Bian mengerakkan tangan membentuk love dengan malu.
Melihat itu Nisa menjadi geli akan sikap Bian yang berbeda.
"Nisa sayang dan cinta mas Abian Maulana," ucap Nisa lagi sambil mengecup pipi Bian.
"Mas juga sayang dan cinta Khairunnisa," kata Bian mencium kening Nisa.
Setelah dirasa semua sudah jelas Bian mengajak Nisa melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim karena waktu sudah menunjukkan malam.
"Ayo kita sholat setelah itu kita tidur pasti kamu lelah sayang," ajak Bian.
Bian dan Nisa menuju kamar mandi bergantian untuk mengambil wudhu setelah itu mereka berdua melakukan sholat dengan bian sebagai imam.
Setiap Rumah tangga pasti akan ada rintangan karena tidak semua rumah tangga berjalan lurus,
rintangan bisa dari keluarga, teman atau harta dan masih banyak lagi tinggal sikap kita dalam menyikapi semua masalah yang ada.
Jangan pernah egois karena menyatukan dua kepala menjadi satu tidak lah mudah butuh kesabaran dan keikhlasan.
Tumbuhkan lah cinta itu tiap hari karena cinta bisa pudar terkikis waktu.
Cintailah dia karena Allah
Bersambung....
PADAHAL TEMANNYA SAMA, YAITU JEFRI
KLO HENDRI MLEPASKN TASYA, DN MNRIMA CALISTA, BETAPA HNCURNYA TASYA, YG SDH MO DRI BIAN, GAGAL PULA DGN HENDRI YG TLH BRJUANG UNTUK DPTKN TASYA
TRNYATA BAHAYA MSH BLM SIRNA DARI RMH TGG NISA & BIAN,, DN ERICK JUGA JGN DIREMEHKN..
SEMOGA REYHAN DIHUKUM BERAT, KRN DALANG PEMBUNUHAN DN PENCULIKAN