Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?
Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~
Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗
Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Sisil VS Emeery
Setelah kepindahan, keluarga kecil itu beraktivitas seperti biasanya. Sebelum keluar dari kamar Emeery membantu Gerry untuk memasangkan dasi, meski belum terlalu lihai dan hasilnya masih berantakan, tapi Gerry selalu menghargainya.
"Gimana kamu suka nggak rumah ini?" tanya Gerry sambil memegang kedua pinggang Emeery. Sebelum menjawab Emeery melirik ke sana ke mari, lalu fokus menatap wajah suaminya.
"Suka, terlebih ada kamu, Megumi, Ethan dan Sansan," jawab Emeery yang membuat Gerry langsung tergelak. "Ih kok ketawa sih?" sambungnya sambil mencubit perut suaminya.
"Dilihat-lihat sekarang kamu suka banget ya sama Megumi," ledek Gerry, gantian mencolek hidung.
Emeery menjawab sambil melengos. "Emang ada alasan buat aku nggak suka?"
Mendengar itu Gerry makin tergelak, istri kecilnya yang tengil ini makin blak-blakan saja. Gerry menyusul langkah Emeery, gadis itu memutuskan untuk pergi ke meja makan.
"Sukanya kenapa tuh?" Gerry masih menggoda, padahal wajah Emeery sudah merah padam.
"Udah jangan nanya terus ah, mending kita sarapan, aku udah susah-susah masak lho," jawab Emeery untuk menghindar, beruntung Ethan dan Sansan pun keluar dari kamar, untuk itu Gerry berhenti membahas urusan Megumi-nya.
"Ethan, Sansan, ini perdana masakan Mommy buat kalian. Semoga kalian suka ya," ucap Emeery seraya menyendokan nasi goreng ke piring, dia mengambilkan untuk kedua anaknya terlebih dahulu, baru untuk Gerry.
"Thank you, Mommy," ucap Sansan dengan ceria, disusul Ethan dengan suara yang lebih pelan.
"Makasih, Sayang," sambung Gerry menambah dengan kecupan.
"Selamat makan," balas Emeery dengan riang. Semua orang langsung menyendokan makanan masing-masing.
Hap! Hap! Hap! Nasi goreng buatan Emeery masuk ke dalam mulut. Dan tepat pada saat itu, ketiga pasang mata langsung saling tatap, binar itu menunjukkan arti yang sama.
"Enak nggak?" tanya Emeery dengan penuh antusias. Gerry—sang kepala tentu langsung menyambutnya dengan senyum merekah.
"Enak, enak, Sayang. Enak 'kan?" jawab Gerry seraya meminta dukungan dari kedua anaknya.
Sansan mengacungkan jempol sambil berusaha mengunyah. Emeery terlihat senang dan bertepuk tangan, kemudian beralih menatap ke arah Ethan, berharap mendapat nilai yang sama, bahkan lebih.
"Enak sih, tapi aku nggak mau lagi."
Jleb!
Seperti ada tombak yang menancap tepat di dada Emeery, senyumnya yang merekah langsung surut seketika. Namun, Ethan masih berlagak santai, "Coba saja sendiri."
Emeery pun tersadar, kemudian memasukan makanan yang dia buat, tapi tak sempat dia cicipi. Nasi goreng melandas, Emeery mengernyitkan dahinya. Rasa ini teramat fantastik di lidah.
"Aneh ya?" ceplos Emeery sambil menatap ke arah Gerry yang ikut kikuk.
***
Saat Emeery tiba di kampus, dua sahabatnya langsung menghampiri dengan wajah-wajah tegang. Melihat itu tentu menyisakan tanda tanya di benak Emeery.
"Mer, Sisil kayaknya mau cari gara-gara sama kamu," ucap Talita dengan menggebu. Dia bersama Zoe.
"Kenapa dia?" tanya Emeery sambil mengernyitkan dahi. Padahal dia merasa tidak punya masalah dengan Sisil.
"Mending kamu ke kelasnya nanti aja pas dosen udah dateng, Nino lagi beresin semuanya," jawab Zoe, tetapi Emeery tidak sepengecut itu. Dia ingin tahu apa yang sedang direncanakan oleh Sisil, pacar dari mantannya.
Dengan langkah lebar Emeery berjalan menuju kelas. Talita dan Zoe sudah bisa menebaknya, mereka hanya berusaha menahan.
Setibanya Emeery melihat beberapa fotonya tersisa, sementara yang lain sudah habis disobek oleh Nino. Emeery meraihnya satu lembar, di foto tersebut terdapat bacaan 'Aku LC yang suka nemenin om-om' Emeery langsung meremasnya hingga kusut, sedangkan Sisil menarik sudut bibirnya ke atas.
"Kenapa? Tersinggung ya? Bukannya itu kenyataan, kamu suka nemenin om-om berduit, apalagi yang duda," cibir Sisil sambil melangkah dan melipat kedua tangannya. Gayanya benar-benar congkak.
Emeery berdecih keras. Dia cukup paham sekarang, melihat Anjas juga ada di sana, tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Seenggaknya aku cari cowok yang berduit. Dan sebelum aku diapa-apain, aku dinikahin! Nggak kayak kamu, nampung cowok yang nggak modal apa-apa selain kolor sama isinya," balas Emeery tak kalah menohok.
Sisil langsung meradang hingga berganti mengepalkan tangannya, begitu juga dengan Anjas, dia tersentak mendengar Emeery bicara seperti itu di depan umum.
"Jaga mulut kamu!" sentak Sisil sambil melotot.
"Sebelum nyuruh orang, lakuin ke diri kamu sendiri dulu. Ngaca!" balas Emeery dengan tenang, bahkan dengan sunggingan senyum tipis yang membuat Sisil kian meradang. "Masa iya kamu gratisin buat cowokmu." sambungnya sambil melirik Anjas.
Sisil sudah tak bisa membendung kekesalan di dadanya, dia melangkah maju, sebelum Emeery berhasil duduk, dia sudah berhasil menjambak rambut.
"Aw!" rintih Emeery sambil memegangi rambutnya.
"Rasakan kamu cewek murahan, tukang provokator," teriak Sisil dengan kemarahan yang memuncak. Dia mennampar Emeery, menjambaknya lagi, dan memukulnya lagi, tapi anehnya Emeery tidak membalas, dia hanya berteriak kesakitan. Bahkan ketiga sahabatnya juga tak ada yang membantu.
"Sisil, sakit!" teriak Emeery.
"Rasakan kamu cewek busuk," maki Sisil sambil melayangkan tangannya untuk menampar pipi Emeery, tapi tangan itu hanya bertahan di udara, karena tiba-tiba dosen datang dan melerainya.
"Sisil, hentikan!"
Mendengar itu, dari balik rambutnya yang tergerai Emeery pun tersenyum tipis, senyum yang disadari oleh Sisil.
"Pak, Sisil membully-ku, kalau orang tuaku tahu, mereka pasti tidak akan terima, apalagi Uncle-ku adalah seorang pengacara, dia bisa menjebloskan Sisil ke penjara," adu Emeery sambil memegangi pipinya dengan wajah memelas.
Sisil langsung terbelalak lebar, penjara?
Anjas tuh pengecut dan mokondo
Skrg aja dia gak punya tempat tinggal
Udah tinggalin Anjas 😄
Kutunggu updatenya lagi kak 😊