Aisha Satiya Hasan dan Slaven Adeva Rafandi atau lebih dikenal dengan panggilan Aisha dan Deva, saling mengikat janji pada saat keduanya masih kecil untuk bersatu kelak jika mereka sudah dewasa.
Akan tetapi sebuah kecelakaan menimpa Aisha, sehingga Aisha kehilangan ingatannya dan tak mengenali Deva. Sampai pada suatu kesempatan mereka dipertemukan dan Deva berusaha mengembalikan ingatan Aisha.
Akankah ingatan Aisha kembali? Akankah mereka bisa melewati setiap rintangan dalam cinta mereka?
Semoga menghibur !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deva Masih Hidup
Aisha masih menangis di dada deva tapi ada sesuatu yg membuatnya tiba-tiba menghentikan tangisnya. Sebuah tangan yg sedang mengelus kepalanya tapi tangan siapa? Apakah itu tangan deva? batinnya berkecamuk berharap bahwa yg sedang dipikirkannya akan menjadi nyata lalu ia menoleh ke pemilik dada itu saat ini dan memegang tangan yg mengelus kepalanya itu. Deva? Ya itu Deva! Dia masih hidup! Keraguan aisha akan kematian deva terjawab!
Seketika aisha kembali menangis dan kali ini tangisnya tangis bahagia karena deva masih bersamanya.
"Sa..sayang ka-!"deva menutup mulut aisha dengan tangannya dan mengisyaratkannya untuk diam.
"Diamlah" bisik deva lemah "Sekarang ini tolong turuti kata-kataku jangan banyak bertanya!"lanjut deva masih sangat lemah.
"Ya ada apa?Apa yg ingin kau katakan?" tanya aisha merasa heran.
"Ini hanya kita yg tau! biarlah dunia menganggapku sudah mati untuk sementara tapi bawalah aku bersembunyi! kita sudah tidak punya waktu lagi jika tidak,maka aku akan benar-benar mati! ayo cepat bantu aku!" perintah deva kali ini suaranya sudah tidak lemah.
Aisha pun segera menuruti kata-kata deva,"tapi mama dan susan bagaimana?" tanya aisha membuat deva menghentikan langkahnya"mereka sedang diluar menunggu jenazahmu!" lanjut aisha
"Tenang saja,reihan sudah tau semuanya dia akan segera datang dan mengatur segalanya begitu juga dokter yg menanganiku!" jelas deva
Kemudian aisha mengambil sebuah selimut untuk menutupi tubuh mereka dan kebetulan diluar ruangan ICU ibu ratih,susan dan rama sedang mengurus keperluan pemakaman deva. aisha dan deva pun keluar melalui jalan belakang yg sangat sepi agar tidak ada yg melihatnya.
Benar saja,sampai di luar reihan sudah menunggu mereka di dalam mobil.
"Nona,Tuan ayo cepat masuk! agar tidak ada yg melihat kita!" Seru reihan.
Merekapun masuk ke dalam mobil dan segera duduk. Di dalam mobil deva menjelaskan rencananya dan kejadian-kejadian yg di alaminya.
"Aisha kau masih ingat dengan teman laki-lakimu itu Daris dan juga wanita yg saat itu hampir membuat kita salah paham?" ucap deva sambil bersandar di pundak aisha dan memeluk aisha.
Reihan yg melihat adegan romantis itu hanya berdehem tapi bukannya adegan itu menjadi bubar malah tatapan tajam yg didapatnya dari kedua insan yg sedang dimabuk rindu dan cinta itu.
"Ya memangnya kenapa?" tanya aisha heran.
"Dia kabur dari gudang tawanan kami.dan pada saat malam kecelakaan kita sebelum aku mengantarmu pulang aku melihat dia di belakang rumahku menggunakan sebuah motor dan menggunakan helm yg membuatnya susah di kenali. Dia mengikuti kita dari sebuah gang kecil ke perumahanmu. Pada saat sampai di halaman rumahmu dia bersembunyi di samping rumahmu agar tidak ada yg melihatnya. Awalnya aku membiarkannya saja dan menyuruh reihan mengawasi gerak-gerik daris. reihan melihat Daris mendekati mobilku tapi belum melakukan apapun saat reihan lengah dan pergi karena tidak kunjung menemukan sesuatu yg mencurigakan dia memotong rem mobilku. Satpam rumahmu yg melihatnya lalu aku mencoba membuktikan apa yg dilihat satpam itu dan ternyata memang benar dia ingin mencelakakanku tentunya bukan dia sendiri yg menyusun rencana itu akan tetapi dia bekerja sama dengan sella dan juga rebecca!" jelas deva membuat aisha sangat terkejut.
"Ya tuhan aku tidak menyangka hal seperti ini dilakukan daris?!" ucap aisha hampir tak percaya.
"Ya sudah ku bilang kau jangan mendekatinya tapi kau memang keras kepala!" ucap deva kesal.
"Maaf aku selalu tidak percaya padamu,lalu bagaimana dengan ibu apa dia tahu semua ini?" tanya aisha.
"Tidak jangan beritahu siapapun kenyataan ini hanya kita bertiga yg tahu!" tegas deva pada aisha dan reihan."Reihan hentikan mobilnya di Hotel XX untuk sementara waktu kita akan menginap disana kecuali aisha dia harus pulang agar tidak ada yg curiga.Aisha nanti reihan akan mengantarmu pulang sebelum itu kita akan berbicara tentang rencana kita untuk menghancurkan musuh-musuh kita itu!" perintah deva. Aisha dan Reihan mengangguk setuju dengan rencana deva meskipun dalam hati aisha sangat mencemaskan deva dan takut terjadi hal yg diinginkan lagi pada deva tapi karena ada reihan di sisi deva membuat aisha sedikit tenang.
Merekapun sampai di hotel yg dituju. Mereka mendapatkan kamar tanpa perlu mendaftar karena hotel itu milik deva sendiri 😌.
(Deva oh deva kaya banget sih udh gitu setia dan tulus mencintai aisha hmm Kalo reihan gimana ya?hmmm ntar deh kalo novel ini tamat author berencana bikin novel kedua yg menceritakan kisah Reihan si asisten pribadi deva yg jutek dan judes banget itu)😌.
Sesampainya di kamar hotel khusus deva mereka pun langsung membicarakan rencananya.
"Kita langsung saja membicarakan rencana ini agar tidak ada yg mencurigai Aisha karena dia harus berada di pemakaman sore ini.
Begini tujuan rencana jahat mereka adalah sama yaitu memisahkanku dan aisha. Tapi kecelakaanku itu hanya rencana daris,Rebecca dan Sella tidak tahu mengenai rencananya daris yg ingin melenyapkanku,jadi aisha kau harus berpura-pura mengajak rebecca dan Sella bekerja sama untuk membalas dendam pada daris atas kematianku. Di lain halnya Reihan akan berusaha memikat kedua wanita licik itu dan aisha juga akan berusaha mendekati daris setelah mereka dalam kendali kalian kita akan melakukan rencana berikutnya yaitu menjebak mereka di hotel ini dengan cara reihan pura-pura mengajak sella dan rebecca untuk tidur bersama tentunya satu persatu di kamar yg berbeda dan Aisha juga akan pura-pura mengajak daris makan malam di restoran hotel ini. Rencana akan kita lakukan minggu depan setelah semua sudah tenang dan setelah drama pemakaman dan kepergianku sudah agak lama. Aisha dan Reihan lihat ini!" jelas deva sambil menyodorkan sebuah obat"Kalian campurkan ini kedalam minuman atau makanan yg dimakan daris,rebecca dan sella pada saat kalian menjalankan rencana kita nanti!" lanjut deva.
"Baiklah tuan saya mengerti" angguk reihan dengan penuh keyakinan dan semangat mendukung rencana deva
"Ya baiklah aku juga mengerti" angguk aisha dengan senyuman.
"Reihan kau berhati-hatilah di setiap gerak gerikmu jangan membuat kedua wanita ular itu curiga. Tapi jangan khawatir aku akan selalu mengirim orang untuk mengawasi dan mengingatkanmu dalam rencana ini." ingat deva pada reihan.
"Baik tuan saya mengerti" reihan kembali mengangguk.
"Sayang kau juga harus berhati-hati tapi tenang saja sama seperti reihan aku juga akan mengirim seseorang untuk mengawasimu dengan ketat agar kau tidak berada dalam masalah" ucap deva sambil melirik aisha dan memeluk aisha yg duduk disisinya dengan lembut dan penuh kasih sayang"Baiklah kau pulanglah! reihan akan mengantarmu. Rei jaga dia baik-baik!" perintah deva pada kedua orang itu.
"Baik tuan,oh ya tuan dokter dan beberapa perawat akan datang kesini untuk mengecekmu" ucap reihan.
"Baik cepatlah pergi antar dia atau akan ada yg curiga!"
Reihan pun segera pergi mengantar aisha tak lupa aisha juga memeluk deva terlebih dahulu.
Hehehe tadinya gk akan up tapi author jenuh istirahat jadi up aja deh biar gk jenuh!!! Jangan lupa vote yaaa 😁😁😂😂😌🤣🤣🤣
.btw aku mampir dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏☺️
btw aku mampir dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏