NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi / Tamat
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Killian menggendong wanita itu menuju kamar tidurnya. Merebahkan tubuh halus dengan aroma yang selalu memikatnya. Mata wanita itu terlihat sayu menatap wajah Lian. Wajah penuh hasrat kemerahan itu membuat Lian semakin menyukainya.

Elaine semakin liar. Wanita itu menarik tengkuk leher Killian dan mencium bibirnya secara liar. Satu hal yang belum diketahui oleh Lian, wanita itu hanya mampu minum tiga shoot minuman keras. Lebih dari itu batas normalnya akan sirna.

Elaine sengaja minum banyak sore itu, butuh keberanian untuknya mengetahui masa lalu dan siapa Killian seutuhnya. Ia ingin tahu alasan kakaknya menargetkan Killian dalam daftar itu.

“Yan…” Lirih wanita itu mendekap erat Killian, nafasnya terasa hangat dan menggebu ditelinga Lian.

“Laine… kau mabuk.”

“Lalu kenapa?” Tanya Elaine dengan nafas berat menahan hasratnya, “Kau tidak menyukai ku?”

Killian membungkam bibir merah itu. Bibir itu semakin merona karena keliaran Lian.

“Bagianmana aku tidak menyukai mu Laine.” Kembali lidah hangat itu membungkam mulut Elaine. Menyapu rongga mulutnya. “Bahkan sejak bertemu dengan mu ditangga darurat itu, aku tidak berhenti memikirkan mu.” Lian menatap sepasang bola mata Elaine. Tatapan yang tak akan ia lupakan.

Jamahan tangan besar itu terasa hangat ditubuh halus Elaine. Tubuh wanita menggeliat penuh hasrat. Wajah polosnya membuat pikiran Lian kacau. Hembusan angin malam melalui koridor pintu balkon kamar tidurnya seakan tidak mampu mengalahkan kehangatan tubuh dua insan yang saling menyatu.

“Laine…” Pria itu mencengkram erat sprei ranjangnya.

“Yan…” 

Lian menurunkan tangan kecil Elaine dari dada bidangnya. Ia beranjak berdiri dari ranjang itu. Menjauh dari tubuh wanitanya.

“Yan…” Panggil Elaine lagi. Raut wajahnya penuh hasrat namun ada rasa ngantuk menyertainya.

Melihat wajah polos itu Lian semakin tidak tahan.

SRAAAAAKK

Lian melempar selimut tebalnya menutupi wajah polos wanita itu. 

“Kau saat ini mabuk sayang. Lakukan kembali semua tadi, maka aku akan menghabisimu tanpa ampun.” Sahut Lian.

Wanita itu membuka perlahan selimut yang membungkus dirinya, pria itu terlihat memasuki kolam renangnya. Dimalam dingin itu ia perlu mengontrol hasratnya. 

Elaine sendiri tidak kuat menahan matanya. Ia terlelap langsung dalam pelukan selimut tebal itu. Aroma Lian mewarnai seluruh sisi selimutnya, ia menyukai tempat itu.

Dari pinggir kolam renang, Lian menatap Elaine yang sudah tertidur pulas. Ia tak dapat menjamah lebih dalam dan lebih liar tubuh wanita itu, tidak disaat ia dalam keadaan mabuk.

...****************...

“Awasi dia terus. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku.” 

“Lalu untuk paparazi yang mengintainya?”

“Selama dia tidak menyentuhnya, biarkan saja.”

Suara Glenn terdengar berat menggema dalam ruang tidurnya. Ia menutup panggilan itu. Sebuah panggilan kepada mata-mata yang ia tugaskan untuk mengawasi Elaine. 

Hari itu, tidak lama sekembalinya ia dari Malice city, Glenn mengetahui kedekatan Elaine bersama Killian. Ia juga tahu bahwa ada paparazi yang mengincar mereka berdua atas perintah dari Araya. 

Glenn membuka soft file daftar nama hitam dari laptopnya. Nama Killian Vane tercantum disana, Unsuspect. Damian mengincar Killian sejak tahun lalu. Pria itu sulit untuk ditemui secara langsung. Namun ternyata Elaine justru dengan mudahnya setiap waktu selalu bersama Killian.

Ia bahkan tidak memberitahukan hal ini pada Damian. Ia cemas kakaknya itu justru akan menyeret adiknya kembali ke Amber city sebagai tahanan rumahnya.

“Halo Glenn.” Sapa Mia diponselnya.

“Apa kau sibuk?”

“Tidak. Ada apa? Kau mencari Elaine? Sayangnya aku sedang mengambil cuti beberapa hari ini.”

Glenn tahu bahwa Mia menyukainya sejak lama. Demi tujuannya tercapai. Pria itu bermanipulatif memanfaatkan Mia untuk mengontrol Elaine. Mia bahkan sampai saat itu belum mengetahui bahwa Elaine bukanlah saudara kandung Glenn.

...****************...

(Universitas Malice City)

“Kau seharusnya tidak perlu datang jauh-jauh hanya untuk mengantar ini.” Sahut Elaine pada Luna.

Pertemuan mereka di perpustakaan Malice. Luna menghubungi Elaine saat itu hanya ingin bertemu, nyatanya wanita itu mengundang Elaine sebagai perwalian wisudanya Luna.

“Kau banyak membantuku selama menyusun jurnal itu. Bahkan kau sendiri yang mengenalkan ku pada profesor Smith. Aku akan senang jika kau bisa datang El, aku bingung harus mengundang siapa yang kupikirkan hanya kau.”

“Bukankah kakak angkat mu…”

“Ah dia… aku tidak yakin dia bisa datang. Jika dia tidak datang setidaknya aku masih memilikimu.” Sela Luna.

El hanya tersenyum. Ia mengenal Luna hanya sebatas anak panti asuhan. Tidak ada keluarga terdekat. Ia diasuh oleh keluarga kaya namun terkesan mengacuhkan Luna sejak dibangku sekolah. Ia tidak mengetahui jika Luna diasuh oleh keluarga Valeraine.

“Baiklah. Aku akan ajukan cuti untuk melihat mu.” Senyum Elaine sambil membuka lembaran undangan tersebut. Tepat kebetulan juga Alena akan kembali dari luar negeri. Ia juga sudah berjanji pada kekasih kakaknya itu untuk menjemputnya di bandara Amber.

“Aku senang. Akhirnya aku bisa tenang setidaknya ada seseorang yang bisa melihat hari kebahagiaan ku.”

Elaine hanya tersenyum turut bahagia. Mereka cukup lama bercengkrama hingga pindah ke area kantin kampus. Seperti kata Luna pada Lyxan, ia cukup dekat dengan Elaine. Mereka satu sekolah sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Luna adalah adik kelasnya. Saat itu Elaine menempuh kelas akselerasi dimana masa sekolah tingkat akhirnya dipercepat dibanding kelas umum lainnya. Inilah yang membuat usianya di kampus tergolong masih muda.

Luna kagum pada Elaine. Sosok cerdas, cantik dan ramah. Karena ingin meniru wanita itu, Luna mati-matian belajar untuk dapat masuk kuliah kedokteran agar dapat sebanding dengan Elaine.

“Luna kau tidak berminat mengikuti tes spesialis?”

“Entahlah. Aku belum terpikirkan. Bagaimana menurutmu?”

“Lakukan apa yang kau sukai Luna. Karena semua itu akan terasa mudah jika kau juga menyukainya. Bukankah untuk menjadi manusia itu hanya sekali seumur hidup sebelum akhirnya kita mati.” Canda El diiringi tawa Luna. Itulah yang disukai Luna dari Elaine, wanita itu tahu bagaimana cara tidak menggurui dan selalu mensupport mental Luna disaat ia dihadapkan suatu dilema.

“El… aku harus kembali. Kakak ku sudah menjemput.”

“Kau akan kembali ke Amber hari ini juga?”

“Ya… sebenarnya aku sudah dari beberapa hari lalu datang. Tapi ternyata baru bisa menemui mu sekarang.” Ucap Luna dan mengemas barang nya ke dalam tas, “Jangan lupa untuk datang ya El.” Mohon Luna lagi sebelum mendekap wanita itu dan pergi berlalu.

Tanpa ia sadari. Dari kejauhan Lyxan menatapnya. Tak bisa ia menghampiri wanita itu begitu saja. Tidak di Negara itu, terlebih Malice city kota kekuasaan Killian. 

1
Nia
Thor jgn dikit amat updatenya. Keburu lupa
irala
💪💪💪
Lisa Agustina
ahh suka syekali sama novel inii jangan lupa update terus ya thorrr
irala
lanjuuuut kkk💪💪🌹
irala
lanjuut kk💪💪💪
irala
suka karakter killian..😘
irala
lian melakukan itu utk melindungimu laine..dia sangat mencintaimu..

smangaaat kk author..novel mu alur ny menegangkan...akuu sukaaa🥰
Nia
😍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!