NovelToon NovelToon
I'M Just For You

I'M Just For You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:299.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jujuk Aza

Nayla Thalita Firliany 21 tahun, gadis cantik yang biasa di panggil Nayla ini merantau dari Riau ke ibu kota Jakarta untuk menuntut ilmu di salah satu kampus ternama.

Dan Naas Nayla harus kehilangan ke Virginan nya dalam sebuah insiden pemerkosaan saat ia tengah mabuk.

Karena pelaku bukan pria yang Nayla kenal, serta dirinya juga tidak hamil maka Nayla memilih melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.

Namun beda halnya dengan Giovani Farmost 29 tahun, seorang Presdir sebuah perusahaan kontruksi yang merasa jika Nayla adalah takdirnya.

Gion panggilan dari Giovani menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Nayla selalu di sisihnya

Namun kesalah pahaman yang terjadi di awal pertemuan mereka membuat keduanya tidak pernah akur. Terlebih Nayla yang tidak mencintai Gion membuat Gion selalu cemburu berlebihan.

Lalu apa yang akan terjadi pada kisah mereka berdua?

Simak kisah mereka selanjutnya dalam
I'M JUST FOR YOU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jujuk Aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Wulan

Gion memang tipe orang yang tepat waktu, baginya lebih baik menunggu dari pada terlambat, karena itu dia selalu ke kantor lebih awal ketimbang karyawannya.

Hal itu kadang yang membuat Wulan sangat kesal, sampai ia nekat menyumpahi mobil Gion mogok di jalan biar sang bos datang terlambat.

Pasalnya, kalau Gion sudah sampai kantor lebih dulu sedang sang sekertaris terlambat, maka Wulan akan mendapatkan ceramah yang panjangnya melebihi jalanan dari Jakarta ke Bandung. Apalagi kalau suasana hati Gion agak kurang baik, sudah deh langsung hancur saja.

Wulan masuk ke dalam ruang kerja Gion dengan sedikit cemas, karena pagi ini ia terlambat sepuluh menit dari jam masuk kantor. Dengan sangat hati-hati ia menaruh nampan kecil yang berisi kopi dan sandwich sebagai menu sarapan Gion ke atas meja kerja sang bos.

"Sudah dapat anak magang yang akan membantu mu disini?" tanya Gion tanpa menatap wajah Wulan.

"Sudah pak."

"Hmm, bagus. Kalau begitu mulai besok pagi biar dia saja yang menyiapkan sarapan untuk saya, kamu bisa kerjakan yang lainya. Meski begitu kamu jangan sering terlambat datang ke kantor," ujar Gion.

Wulan mengangguk setuju dan "Untuk jadwal hari ini," katanya sambil membaca tab yang berisi berisi jadwal kegiatan Gion hari ini.

"Kiriman saja biar saya baca sendiri," Perintah Gion.

"Baik," jawab Wulan, setuju.

Setelah dirasa Gion tidak memberi perintah lagi, ia pun pamit undur diri dan kembali ke meja kerjanya diluar ruangan.

*

*

"Tugas saya apa bu?" tanya seorang gadis berkulit putih dengan rambut disanggul kebelakang yang kini duduk di sebelah Wulan

"Menyiapkan sarapan untuk pak Gion mulai besok pagi dek," jawab Wulan pada cewek yang memiliki tag name bernama Feby.

"Habis itu apa lagi?" tanya Feby kemudian.

"Hemm..." Wulan tampak berfikir sebentar, "untuk sementara itu saja dulu, sambil nanti bantuin saya nyusun berkas dan surat menyurat yang masuk di perusahaan ini," tutur Wulan dan Feby mangut-mangut tanda mengerti.

Tak seberapa lama setelah obrolan mereka berdua, terdengar suaran Gion dari intercom disebelah dirinya, "Wulan ambil semua berkas yang ada di meja saya ini!"

perintah bos pada sang sekertaris. Wulan baru mau beranjak dari duduknya ketika tangannya di cekal oleh Feby,

"Biar saya saja bu, biar saya yang keluar masuk ruangan presdir. Bu Wulan lanjutkan pekerjaan yang ada disini saja," Ujar gadis itu dengan sopan.

Tentu saja mendengar hal itu Wulan sangat senang, karena mondar mandir ke ruangan sang bos membuatnya capek. Mungkin benar kata Gion, adanya anak magang bisa sangat membantu.

Semenjak saat itu yang keluar masuk ruangan Gion adalah Feby.

Cewek itu suka melakukan pekerjaannya yang menurut dia sangat menyenangkan karena bisa ngecengi wajah ganteng sang bos.

Memang benar, Gion itu ganteng bahkan Wulan mengakui kalau suaminya sendiri tidak lebih ganteng dari Gion, tapi pamor Gion yang terkenal Playboy dan banyak diburu para gadis membuat Wulan tidak pernah naksir pada pria itu dari jaman kuliah sampai sekarang. Meski mereka berdua sebenarnya cukup dekat satu sama lain.

*

*

*

*

Gion

Gion heran dengan sikap karyawannya yang bertambah hari bertambah bodoh dan tidak peka dengan situasi yang ada.

Pertama Wulan yang sudah menjadi sekretarisnya hampir enam tahun, setelah menikah bodohnya makin kelewatan. Mungkin suaminya tidak kuat memberi makan ikan laut jadi otaknya kekurangan nutrisi yang bikin dia tidak bisa mikir.

Ketika Gion menyarankan anak magang untuk membantu pekerjaan di kantor. Bukan milih yang benar tapi malah nyuruh Feby, cewek ganjen yang kerjanya suka keluar masuk ruangan Gion sambil tersenyum-senyum, membuat ia kesal saja.

Gion juga heran, kenapa Feby tidak jaim sama sekali. Malah kecentilan gitu. Bikin Gion ilfil pada anak magang itu.

Cantik sih, cuma kalau terlalu bernafsu gitu kesannya murahan. Dirinya tidak suka perempuan seperti itu.

Mungkin memang Gion harus memberi tahu Wulan dengan sejelas apa maunya, agar sang sekertaris tidak kesalahan dalam merekrut asisten.

Alasan kedua yang bikin Gion emosi setiap pagi adalah budak kecilnya yang selalu pergi ke kantor naik motor, berboncengan dengan cowok gosong teman satu kampusnya itu. Entah hubungan apa yang mereka miliki? Hingga terlihat begitu mesra baginya.

Beberapa waktu hari lalu, ia sempat memergoki keduanya berpelukan di atas motor. Nayla yang memeluk cowok itu dari belakang dengan sangat mesra, membuat ia benar-benar cemburu. Kalau tidak ingat sedang di kantor rasanya pengen Gion seret saja gadis itu lalu menguncinya di kamar, Biar kapok.

Gion sangat tidak suka dengan kedekatan mereka berdua. Untung setiap pulang kerja Nayla harus ke apartemen Gion dulu, sehingga tidak bareng cowok gosong itu lagi.

Coba kalau pulang pergi bareng, bakal ia buat peraturan dilarang mengunakan motor ke kantor biar keduanya tidak bisa berboncengan lagi.

Dibanting nya pintu kantor sangat keras. ia sangat kesal. Rasanya emosi sudah mencapai ubun-ubun. Dan pelakunya tentu saja budak kecil sialan itu, yang tadi pagi masuk loby sambil bergandengan tangan dengan cowok gosong nya itu. Entah apa yang mereka obrolkan sambil jalan yang jelas keduanya terkikik kecil layaknya orang yang tengah kasmaran. Membuat Gion benar-benar cemburu. 'Sok ngartis' pikirnya.

"Wulan kesini sekarang!" teriaknya kepada sang sekertaris lewat interkom yang ada di meja.

Tak seberapa lama setelah itu terdengar pintu di ketuk dari luar, dan muncul seorang wanita mengenakan blus biru muda berbahan sifon dipadu celana panjang hitam dari bahan kain.

"Ada apa pak?" tanyanya sopan.

"Beritahu semua karyawan tentang aturan dilarang berpacaran di kantor, baik itu karyawan tetep, kontrak, maupun anak magang. Kalau masih ada yang pacaran secara sembunyi-sembunyi, pindahkan dia ke kantor lain atau kalau tidak pecat salah satu dari mereka!"

"Bukankah mereka semua sudah tahu peraturan itu pak?"

"Beri tahu lagi, biar mereka tidak lupa!"

"Baik pak."

"Dan juga, ganti anak magang yang ada di mejamu itu dengan yang lain. Mahasiswi yang magang di perusahaan kita kan banyak. Di lantai lima juga ada yang cewek, kenapa kamu tidak minta dia saja untuk membantumu disini? Kenapa kamu malah milih cewek centil itu.

Kamu kan tahu saya tidak suka dengan cewekcentil dan ganjen. Kenapa kamu pilih dia? Kamu mau menguji kesabaran saya atau mau bikin saya darah tinggi biar cepet mati, hah?" Tanya Gion marah.

Wulan hanya menunduk, mengamati ujung sepatunya sambil bilang baik pak, iya pak, maaf pak, agar ceramah Gion yang panjang itu cepat berakhir.

Begitu ia menyuruhnya keluar, Wulan langsung berlalu dengan cepat dan buru-buru pergi, seolah itu yang sedari tadi dia tunggu.

"Dasar sekertaris terkutuk," Umpat Gion kesal.

*

*

*

*

Setiap sore, sehabis pulang kerja, Nayla selalu ke aparteman Gion untuk melaksanakan tugasnya sebagai pembantu pria itu.

Ia harus menyiapkan menu makan malam buat sang presdir yang pulangnya selalu terlambat satu jam dari jadwal bubar kantor para karyawan.

Malam ini Nayla membuat tongseng daging kambing sebagai menu utama. Tadi, ketika di kantor ia sempat browsing dari YouTube cara membuat tongseng dan kali ini ia ingin mempraktekkan ilmunya.

Semenjak menjadi pembantu Gion, masakan Nayla memang lebih beraneka ragam dan inovatif dari biasanya yang selalu masakan lokal dengan bahan murah meriah juga seadanya.

Karena Gion memberi uang belanja yang lumayan banyak, jadi Nyala bisa memasak apa saja yang ia mau dan ia suka. Tentu saja dengan menu yang berbeda setiap harinya. Sekalian untuk menambah keahlian memasaknya biar juga Gion tidak bosan makan di rumah.

Nayla tengah menyiapkan menu terakhir di atas meja makan yaitu tumis bayam, dengan dua piring kosong yang sudah tersusun rapi.

Masakan ia memang sederhana tapi dengan berbagai Varian agar nutrisi yang di serap tubuh juga seimbang. Maka bagaimana pun bentuknya tetepa sempurna bagi tubuh. Ya, layaknya pelajaran IPA saat kelas lima SD dulu, jika makan harus empat sehat lima sempurna. Begitu pun masakan Nayla saat ini

cuma bedanya dia tidak menyediakan susu saja diatas meja. Kesannya lucu, jika makan malam kok minum susu.

Nanti dipikir mau nyanyi, 'minum susunya nanana, minum susunya nanana'.

"Alhamdulillah akhirnya selesai juga," tutur gadis itu ketika mengamati berbagai menu sudah tersusun sempurna di atas meja.

"Sambil nunggu pak Gion datang, aku mandi dulu ah," ujar Nayla, karena tadi Gion memang memberi kabar kalau bakal pulang terlambat. Dia harus menyelesaikan beberapa dokumen yang akan di gunakan besok pagi.

Tersenyum senang, Nayla melenggang kamar tamu untuk membersihkan diri, seraya bersenandung ria.

*

*

Seperti dugaannya Gion datang saat Nayla sudah berganti pakaian dengan rapi. Ia memang membawa beberapa bajunya ke apartemen pria itu, untuk ganti setiap sore. Setelah membersihkan diri, Gion pun menyusul Nayla ke ruang makan. Menikmati menu sepesial yang disediakan Nayla khusus untuk dia.

“Nanti temani saya berenang ya?” pinta Gion saat mereka sedang makan.

Nayla menatap pria itu minta penjelasan lebih.

“Iya, temani saya berenang ke bawah. Saya udah lama tidak olahraga, dengan masakan kamu yang super enak ini, lama-lama tubuh saya bisa melar. Memang kamu mau kalau saya gendut dan tidak seksi lagi? Bisa-bisa kamu tambah seneng jalan sama cowok gosong itu.”

“Uhuk uhuk uhuk....” Nayla tersedak, reflek ia menarik serbet makan untuk menutup mulutnya agar nasi yang ada di mulutnya tidak kemana-aman. Kemudian lekas gadis itu menyambar gelas yang Gion sodorkan dan meminum airnya hingga habis untuk mengatasi batuknya.

“Maksud bapak Farel?” tanya Nayla.

“Siapa lagi? Memang ada berapa banyak cowok yang ada dideket kamu?”

“Habis bapak ngatain dia gosong sih, kan saya jadi kaget. Lagian Farel itu tidak gosong, tapi macho,” Bela Nayla.

“Hah, macho dari hongkong? Jelas-jelas udik gitu.”

“Bapak itu yang aneh, cowok kok putih kayak banci."

Mendengar ucapan Nayla, mata Gion membulat sempurna.

“Eh, sembarangan kalau ngomong,” Gion tidak terima, “Dimana-mana, orang mah milih yang cakep kayak saya gini, timbang yang gosong kayak Farel gitu!”

“Dia tidak gosong pak, dia itu macho,” Nayla kekeh.

“Kamu ini yah, kamu itu wanita siapa? Bukanya membela saya, malah membela cowok gosong itu. Jelas-jelas disini pemeran utamanya itu saya, bisa-bisanya kamu malah suka sama dia?”

“Habis bapak jelek-jelekkin pacar saya sih, kan saya tidak terima?”

Buru-buru Nayla mendekap mulutnya karena keceplosan, mengakui hubungannya dengan Farel di depan Gion, padahal mereka berdua sudah sepakat akan menyembunyikan hubungan itu selama magang, karena di kantor ada peraturan sesama karyawan tidak boleh pacaran. Biar tidak ada masalah, maka mereka menjalani hubungan dalam diam selama ikut magang.

“Jadi selama ini kamu pacaran sama dia? Kamu selingkuh dibelakang ku, iya?” Tanya Gion marah, “Memangnya kamu tidak tahu, kalau ada peraturan dilarangan pacaran sesama karyawan di kantor?”

“Tapikan saya sudah pacaran sama dia jauh sebelum saya magang, jadi tidak mungkin kan kalau tiba-tiba kami putus gara-gara aturan aneh itu?”

“Pokonya saya tidak mau tahu, kamu putuskan dia atau dia pindah ke perusahaan lain!” Kata Gion tegas.

“Pak?”

“Apa?”

“Apa tidak bisa bapak ngasih keringanan sama kita berdua? Toh kita kan bukan karyawan bapak?”

Gion mencengkeram sendoknya kencang, menahan emosi. Kemudian menatap Nayla tajam, lalu meletakan sendoknya begitu saja.

Melihat hal itu Nayla jadi kesal,

“Bapak tidak makan?” tanyanya lagi.

“Tidak, nafsu makan saya hilang gara-gara dengar kamu belain cowok gosong itu terus.” Ujar Gion sambil beranjak dari duduknya.

Melihat perlakuan Gion yang semena-mena, Nayla juga kesal. Karena ia sudah capek-capek masak, malah dicuekin begitu saja, “Kalau bapak tidak mau makan! Besok-besok saya juga gak mau masak lagi! Toh percuma, sudah capek masak tapi tidak dimakan juga!”

Gion menghentikan aksinya dan berbalik menatap Nayla yang juga sudah ikutan berdiri dari kursinya.

“Kamu ngancam saya?” Gion bertanya.

“Iya!” jawab Nayla tegas.

“Ok, saya akan makan kalau kamu janji, besok pagi bakal putuskan pacar kamu itu!”

Nayla cemberut, “Kalau begitu bapak tidak usah makan saja selamanya.”

Jawab Nayla kesal.

Memang siapa dia, berani-beraninya mencoba mengatur hidup ku. Bapak dan ibu ku saja merestui hubungan kami berdua, tapi dia yang bukan siapa-siapa berani menentangnya gerutu Nayla dalam hati. Ia sangat gemes.

Tidak perduli dengan ancaman Nayla, pria itu pergi meninggalkannya begitu saja, membuat Nayla makin sakit hati.

Huh, jika memang diizinkan, rasanya Nayla pengen membunuh Gion saja.

Melihat tidak ada yang harus dilakukan lagi, Nayla pamit pulang. Tapi Gion yang sedang marah memiliki buang muka ketimbang menatap nya, apalagi mengantarkan dia pulang, tidak sama sekali.

*

*

*

*

*

Aku kasih dobel up hari ini ya guys kan kemarin ada yang kelewatan sehari.

Semoga episode kali ini lumayan menghibur.

Jangan lupa vote, comment, dan like ya ❤️❤️

1
mahdee 79
good
Eyu
Lbh cantik faya
Nany Susilowati
berantem sama farel ya..
Nany Susilowati
baikan...tapi bayaranya mahaaaaal....
Nany Susilowati
Hyun bin as Gion
Indahnya Dunia Halluku
loh.... itu nayla sengaja di jebak faya kah..
Nataliea Shaayanna
pas scane ini mirip Drakor secret romance
Sofiyati YT
klu pisah berarti g sesuai judulnya, hrsnya bersatu
Sri Prihatini Yuli Yanti
Thor kmn ni g pernah up lg
Jujuk: lajut season dua kak. belenggu cinta sang casanova
total 1 replies
Sofiyati YT
tlg dilanjutkan biar happy ending
Jujuk: lanjut season 2 kak
total 1 replies
Anindyah Adyra Putri
haii,salam kenal..☺️
Jujuk: Hay juga
total 1 replies
pxtrq_
mau saling dukung ga Thor?
Jujuk: ok kakak
total 1 replies
zien
Hadir 🌹💗
Susi Talaksoru
mampir thor
Jujuk: makasih kak
total 1 replies
Jujuk
salam kenal juga
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
zien
hadir 💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!