NovelToon NovelToon
Young WIDOWER

Young WIDOWER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: intanpermata

Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.


Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.

Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 28

Di sebuah rumah yang sangat sederhana. Zefanya yang baru saja selesai mandi tiba-tiba ia kepikiran tentang Abrisam dan tiba-tiba saja hatinya merasa sangat gelisah.

"Ya Tuhan! Kenapa tiba-tiba aku kepikiran tentang dia sih? Dan kenapa hati aku menjadi gelisah? Hufff..kenapa sulit sekali menyingkirkannya dalam hati dan pikiranku?!" Zefanya bertanya kepada dirinya sendiri kemudian ia merasa frustasi dan mengacak-acak rambutnya sendiri seolah mengusir bayangan Abrisam yang selalu muncul dipikirannya.

"Sebaiknya aku ke kebun saja untuk menanam sayuran!" Gumamnya sambil bengkit dan beranjak keluar dari rumah.

"Naya! Apa kamu sudah siap untuk berkebun?" Tanya pamannya saat menghampiri Zefanya yang keluar dari rumah.

"Tentu saja paman!!" Jawab Zefanya dengan tersenyum manis dan penuh semangat.

"Kamu memang pekerja keras Nak! Tidak seperti Nesya! Dia tidak pernah mau membantu paman mengurus kebun!" Ucap pamannya mengeluh sambil berjalan bersama Zefanya menuju perkebunan peninggalan orangtuanya.

"Paman tenang saja! Bukankah sudah ada aku yang akan selalu membantu paman?" Ucap Zefanya sambil memeluk lengan pamannya dan tersenyum.

"Kamu memang keponakan paman yang terbaik Naya!" Jawab pamannya kemudian mereka tertawa bersama.

Zefanya dan pamannya terus berjalan menuju perkebunan dengan berbincang dan Zefanya selalu menghibur pamannya dan mereka selalu tertawa hingga sampai ke perkebunan yang tak jauh dari rumahnya.

"Wah sayurannya begitu segar-segar paman! Apa aku boleh membawanya pulang untuk aku masak?" Tanya Zefanya dengan mata berbinar melihat perkebunan milik mendiang nenek dan kakeknya.

Banyak berbagai macam sayuran yang ditaman di kebun tersebut, membuat Zefanya semakin semangat untuk membantu pamannya mengurus kebun tersebut.

"Tentu saja! Kamu boleh memetiknya semaumu!" Jawab pamannya sambil mengambil gembor untuk menyiram tanaman sayurannya.

Zefanya kemudian segera mulai membantu pamannya menyirami tanaman sayuran dikebun tersebut dengan penuh semangat dan selalu tersenyum.

***

Sore harinya.

Abrisam sudah merasa baikan dan ia sedang berada diruang kerjanya bersama sekretarisnya setelah tadi ia memintanya untuk mengantar berkas-berkas yang harus ia tandatangani.

"Untuk pertemuan dengan pimpinan dari Perusahaan Victory apa akan ditunda Pak?" Tanya Clara dengan lembut dan tersenyum manis.

"Tidak! Malam ini kau siapkan semuanya dan besok pagi kita berangkat!" Jawab Abrisam kepada Clara sambil meraih berkas yang dibawakan oleh Clara.

Apa?? Tumben sekali Pak Abrisam langsung menyetujui untuk berangkat ke luar negri! Biasanya dia selalu menyuruhku untuk berangkat dengan Pak Jefry sebagai wakilnya! Eh..itu artinya aku akan pergi berdua saja dengan Pak Abrisam!! Aaaaa..mimpi apa aku semalam??

Gumam Clara dalam hati dengan menjerit histeris merasa sangat senang.

Abrisam memang lebih sering memerintah Jefry sebagai wakil direktur diperusahaannya yang merupakan orang kepercayaannya dan sekretarisnya untuk mewakilinya menemui kliennya saat harus berangkat keluar negeri.

Karena ia tidak ingin terlalu lama meninggalkan Alan. Namun saat ini tanpa berfikir ia langsung menyetujui untuk berangkat ke Singapura menemui kliennya sekalian akan menghadiri undangan pesta anniversary pernikahan rekan bisnisnya yang ada disana.

"Ehm..baiklah Pak Sam! Apa ada yang anda butuhkan lagi?" Tanya Clara masih menatap Abrisam.

"Tidak! Kau boleh pergi!" Jawab Abrisam dengan wajah dinginnya tanpa menatap kearah Clara.

"Baiklah! Permisi!" Ucap Clara kemudian segera beranjak keluar dari ruangan kerja Abrisam.

Abrisam menutup berkas yang sedang ia baca. Ia menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan lalu ia menyandarkan punggungnya kesandaran kursi kerjanya sambil memijat pangkal hidungnya.

Abrisam meraih ponselnya dan menghubungi sekretarisnya kembali untuk mencarikan dua orang asisten rumah tangga secepatnya.

Setelah menghubungi Clara, ia kembali melanjutkan pekerjaannya.

...***************...

Keesokan paginya.

Abrisam terpaksa meninggalkan Alan untuk beberapa hari kedepan, karena ia harus menemui kliennya di Singapura.

"Jadi Ayah akan pergi meninggalkanku?" Tanya Alan dengan cemberut menatap Abrisam yang sedang berjongkok dihadapannya.

"Alan, Ayah janji akan secepatnya pulang! Ayah minta maaf karena terpaksa harus pergi meninggalkanmu untuk beberapa hari kedepan!" Ucap Abrisam dengan lembut sambil mengusap kepala Alan.

"Ibu sudah pergi meninggalkanku dan sekarang Ayah juga ingin pergi! Kalau begitu aku akan bersama Bibi saja!" Ucap Alan kemudian berbalik dan menggandeng tangan Bi Asih lalu menariknya. "Ayo Bi kita berangkat diantar supir saja!" Ucap Alan sambil menarik tangan Bi Asih tanpa memperdulikan Abrisam.

Abrisam kemudian bangkit dan berdiri. ia terdiam ditempatnya dan hanya menatap langkah Alan yang pergi tanpa berpamitan kepadanya. Terlihat dengan jelas wajah Alan yang begitu sedih dan kecewa. Namun Abrisam harus bisa membiasakan Alan dengan kenyataan ini. Ia yakin Alan akan bisa mengerti dan menerima kenyataan ini.

Abrisam menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Kemudian ia meraih koper kecilnya dan melangkah keluar.

Ia melihat mobil dari Perusahaannya baru saja datang menjemputnya.

Clara segera turun dari mobil dan mendekati Abrisam membantu membawakan kopernya.

"Selamat pagi Pak Sam!" Ucap Clara setelah berdiri didepan Abrisam dengan lembut dan tersenyum manis menyapa Abrisam kemudian ia meraih koper dari tangan Abrisam.

"Pagi!" Jawab Abrisam sambil menyerahkan kopernya dan membiarkan Clara membantunya karena memang sudah menjadi tugasnya untuk selalu membantu atasannya.

Kemudian Abrisam melangkah dan masuk kedalam mobil yang menjemputnya.

Ia duduk dibarisan belakang, disusul oleh Clara yang duduk didepan disamping pak supir setelah memasukkan koper Abrisam kedalam bagasi.

Mobil pun melaju dan keluar dari halaman rumah Abrisam menuju ke Bandara. Abrisam meraih ponselnya dari saku jasnya dan menghubungi Bi Asih.

"Iya Tuan Sam, ada apa?"

Tanya Bi Asih begitu menerima panggilan telepon dari Abrisam.

"Bi, aku titip Alan ya! Kalau ada apa-apa hubungi Iqbal saja dan jangan lupa kabari aku!" Jawab Abrisam dengan menyandarkan tubuhnya kebelakang.

"Baik Tuan! Tuan Sam berapa hari perginya?" Tanya Bi Asih.

"Aku tidak bisa memastikan Bi!" Jawab Abrisam dengan wajah tanpa ekspresinya.

"Baiklah kalau begitu Tuan hati-hati ya, jaga kesehatan Tuan dan jangan sampai telat makan!"

Ucap Bi Asih memperingatkan Abrisam terasa seperti ibunya sendiri.

"Oke Bi! O ya, nanti siapkan kamar untuk dua asisten rumah tangga yang akan datang membantu pekerjaan bibi dirumah!" Ucap Abrisam kemudian ia memutuskan sambungan teleponnya setelah mendengar jawaban dari Bi Asih.

Ya ampun, aku masih benar-benar tidak menyangka kalau aku bisa pergi dengan Pak Sam! Ini akan menjadi kesempatan untukku mendekati Pak Sam!

Gumam Clara dalam hati sambil tersenyum sendiri merasa berbunga-bunga akhirnya bisa pergi hanya berdua saja dengan atasannya yang selama ini telah membuatnya jatuh cinta meski tidak pernah mendapatkan perhatian darinya.

...***************...

Readers!! Terimakasih banyak masih selalu mengikuti karyaku ini, jangan lupa like, komen, vote ya!! 🙏🏻😍😍❤️

1
YAM
Luar biasa
Dahlia Anwar
tolol semua si huft kenapa selalu emosi yang di kedepankan katanya cinta tapi bego
Dahlia Anwar
iya bego semua marahin aja bal
Neni marheningsih
goblog ze mau2 nya luluh sama Sam...haruse kasih pelajaran..orang udah punya istri masih mikirin mantan aja..Dasar plin plan
Neni marheningsih
dasar ogeb ya ogeb si sam
Neni marheningsih
Sam nya aja bego...kenapa ga punya asisten..udah tau si Clara suka di biarin ikut😬😬
korban perasan Csr
y7
Bzaa
wow semoga benih2 cinta segera menghampiri
vania_: makasih banyak, kak. sudah mampir di karya saya.🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Bzaa
semoga abrisam Mao membuka pintu hati nya buat Ze
Bzaa
akhirnya bertemu dan berteman 👍
Bzaa
menarik 😘
Bzaa
ceritanya asyik 💕
asfar arahman
bagus Fanya...sebagai wanita bermaruah kamu harus bisa menjaga dan melindungi diri kamu....jgn biarkan diri kamu diperkotak katikkan oleh wanita ular itu
asfar arahman
jgn bagitau dulu paman dan bibimu...biar Sam yg katakan semuanya..biar bibi dan sepupumu terkejuttttt
Deandra🕊🌻
gw jadi bininya si Sam, udah gw suruh pecat tu si Clara..
waktuitu
aku mampir thorrr kayanya seruuu
asfar arahman
itu normal sebagai anak gadis ...apa nak dimalukan pembalut itu memang wajib ada bg setiap perempuan
asfar arahman
Sam cari kebenaran kamu dijebak Sabrina...
vania_: makasih banyak kakak udah mampir..🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Oh Dewi
mampir ah, mana tau seru.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
vania_: trimakasih kakak, msh ada lagi karya aku yg seru Terjerat Pernikahan Kontrak Dengan Sang IDOLA, Perjalanan Hidup NAURA sp tau suka..😊🥰
total 1 replies
osinry 翔
Wah visualnya keren sis😍
vania_: makasih kakak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!