NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

Zevanya terpilih menjadi lulusan terbaik di kota ini, masa depan yang cemerlang serta paras cantik membuatnya menjadi wanita yang nyaris sempurna, namun secara mengejutkan ia mengalami kecelakaan fatal yang mengubahnya menjadi seorang wanita buta, hingga harus dikirim keluar negeri untuk menjalani perawatan.

Tapi saat kepulangannya, ia tiba-tiba diculik dan dipaksa menikah dengan Aezar, pria yang sama sekali tidak ia kenal.

Keluarganya telah bangkrut secara tragis, ayahnya dipenjara, dan dikabarkan orang yang menghancurkan keluarganya adalah suaminya sendiri, begitu banyak hal yang terjadi membuatnya bingung.

Siapa sebenarnya pria ini? apa motif sebenarnya menikahi Zevanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

"Kau mau ke ruangan dokter?" Aezar bertanya pada gadis berantakan di depannya.

Seringai nya tidak pernah hilang saat melihat bibir itu bengkak, puas pada hasil kejahatannya sendiri.

Sementara Zevanya masih diam, dia menggangguk pelan kemudian mencuri pandang ke arah Aezar membuat pria itu tertawa.

"Sebenarnya kau kenapa?" tanyanya bingung, gadis ini seakan berubah menjadi orang lain setelah bisa melihatnya, dia mengacak rambut itu gemas lalu merapihkannya lagi.

"Mau kutemani?" dia bertanya untuk kesekian kali.

"Tidak usah, aku akan pergi sendiri" Zevanya buru-buru mendorong tubuh itu, dan berlari ke luar.

"Oke, aku akan beres-beres. Kita akan pulang malam ini" jawabnya sambil tersenyum geli,

Apakah dia malu melihat suaminya sendiri? Aezar menggelengkan kepalanya tidak habis fikir.

Zevanya berjalan menyusuri rumah sakit, untuk pertama kali ia bisa melihat bahwa rumah sakit itu memang punya fasilitas yang baik, ia sempat menyangka Aezar membawanya keluar negeri namun dugaannya salah.

Setelah berjalan beberapa lama gadis itu sampai di ruang dokter, terpampang jelas nama dan spesialis masing-masing di setiap pintu.

"Nyonya," seseorang menepuk bahunya pelan membuatnya reflek berbalik, ia menebak ini adalah dokter yang ia cari.

"Apakah kau ingin melaporkan kondisimu sekarang?" tanyanya, pria di hadapan Zevanya ini sedikit lebih pendek dari Aezar dengan kacamata berbingkai tipis menghiasi wajah tirusnya.

Zevanya mengangguk, dan pria itu membalasnya dengan senyuman sopan.

"Kalau begitu silahkan masuk"

Zevanya masuk ke ruangan yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri, itu hanya berisi meja, kursi, dan beberapa berkas yang tersusun rapih diatas meja.

Sekitar tiga puluh menit Zevanya melaporkan keadaannya dengan detail, dokter itu mengangguk puas, dan menyatakan selamat karena operasi Zevanya benar-benar berhasil.

"Apakah kau tahu ruangan dokter spesialisasi jantung?" tanya Zevanya ragu-ragu sebelum keluar ruangan.

"Kenapa? kau merasa tidak nyaman dengan jantungmu?" ekspresi dokter itu berubah khawatir.

Tidak.. bagaimana aku mengatakannya? aku hanya takut kena serangan jantung jika terus menerus didekat Aezar.

Zevanya menggeleng, memutuskan untuk mengurungkan niatnya berkonsultasi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mereka akhirnya pulang dari rumah sakit setelah matahari terbenam, butuh 3 jam perjalanan di pesawat sebelum akhirnya sampai di villa tengah malam.

Zevanya hanya bisa melongo saat melihat villa yang selama ini ia tinggali, kenapa dulu ia merasa itu hanya sebuah bangunan kecil, namun yang ada didepan matanya sekarang adalah bangunan megah dengan desain minimalis, ada kaca dimana-dimana yang mengarah langsung pada pemandangan taman di sekeliling villa. Itu terlihat modern dan sejuk.

Aezar yang melihat istrinya masih berdiri mematung disamping mobil, memutuskan untuk menghampirinya kembali.

"Kau pasti merasa asing ya?" tanya pria itu khawatir, mungkin Zevanya masih belum terbiasa tinggal disini.

Gadis itu hanya meliriknya sekilas, karena detik berikutnya ia fokus melihat orang-orang yang berjejer rapih di sebelah pintu menunggu kedatangannya.

"Apakah itu bibi?"

Aezar mengangguk, sambil menunjuk pada wanita berpakaian sederhana yang tampak tersenyum lebar sambil melambaikan tangan.

"Ayo, mereka semua sudah menunggumu" Aezar menarik tangan Zevanya, berjalan menaiki teras yang dilapisi dengan keramik marmer berwarna putih terang. Itu tampak bercahaya saat terkena sorotan lampu.

"Nyonya" wanita itu segera menghampiri Zevanya, tampak ada kebahagiaan di wajahnya yang sudah mulai berkeriput.

Zevanya reflek mengangkat tangan memeluknya, selama ia buta bibi adalah seseorang yang selalu merawatnya, ia sudah menganggap wanita ini seperti ibunya sendiri.

Dua orang itu berpelukan erat,

"Bibi, aku senang akhirnya bisa melihatmu" bisik gadis itu.

"Nyonya selamat datang kembali" gumam wanita itu merasa terharu.

Mereka tak sadar raut wajah Aezar berubah suram, "Kau bahkan tidak memelukku saat pertama kali" gerutunya iri.

Zevanya melirik pria disampingnya yang tampak cemberut, ada senyum samar di sudut mulutnya. Ia memasuki villa, setelah tersenyum canggung pada beberapa pria kekar yang ia tebak adalah pengawal Aezar.

"Ikut aku keatas" pria itu menarik tangan Zevanya menaiki tangga ke lantai dua.

Ia membuka pintu pertama yang merupakan ruang kerjanya sendiri, menyuruh Zevanya duduk di sofa kulit yang panjang.

Gadis itu tampak bingung namun tetap patuh, sementara Aezar sibuk memilih beberapa berkas di dalam laci kerjanya.

Ruangan itu berbau pine yang segar, ada setidaknya tiga rak besar penuh buku dengan perabotan yang didominasi kayu mahal berwarna coklat tua, jelas furniture ini adalah kelas atas.

Di dinding sebelah kanan ada foto Aezar saat lulus dari Harvard university, bersama dua orang setengah baya yang tampak rapih, satu tampan dan yang lain cantik, kini Zevanya mengeri ternyata wajah tampannya adalah gen keluarga. Dua orang itu pasti adalah mertuanya kan?

Dibawah foto ada beberapa penghargaan yang membuat Zevanya berdecak kagum dalam hati, apakah pria ini keturunan Einstein?

Gadis itu kembali menatap Aezar yang masih sibuk di depannya, tangannya menggapai beberapa dokumen dan menyusunnya di meja.

Ia melemparkan padangannya ke arah lain saat Aezar meliriknya, "Kau boleh memandangiku kapan pun kau mau" Aezar tersenyum miring.

"Aku tidak memandangimu" Zevanya berusaha mengelak, ia merapihkan rambutnya sambil menahan gugup.

Beberapa menit kemudian Aezar tampaknya sudah mengumpulkan semua berkas yang ia cari, menyerahkannya pada Zevanya yang masih kebingungan.

"Apa?" tanya gadis itu tidak mengerti.

"Semua aset ayahmu, juga perusahaan" Aezar menjelaskannya dalam satu kata.

Zevanya menatap semua kertas itu dengan seksama masih tidak mengerti,

"Itu milikmu, aku mengembalikan semuanya" suara Aezar bergema dengan tenang.

"Bukankah perusahaan ayahku sudah menjadi milikmu?" tanya gadis itu,

"Tidak, aku hanya menyimpannya untukmu." ujar pria itu sambil merebahkan dirinya disamping Zevanya.

"Aku tidak butuh itu semua, tapi maaf aku harus mengganti semua staff ayahmu dengan orang kepercayaanku" jelas Aezar menambahkan.

"Apa ayahku baik-baik saja?" Zevanya merasa seperti anak tidak tahu diri, melupakan ayahnya sendiri setelah ia menikah.

Aezar mengangguk, "Ayo kita mengunjunginya besok"

Zevanya ingin mengajukan banyak pertanyaan namun tidak yakin apakah ini adalah waktu yang tepat,

Pria di depannya mulai menutup mata karena kelelahan, entah kenapa ia merasa kasihan dan mengurungkan niatnya.

"Kau harus istirahat," Zevanya menegurnya.

Aezar membuka matanya sekejap setelah mendengar nada khawatir istrinya, senyum jahatnya muncul kembali.

"Kau tidak sabar mengajakku ke kamar?" tanyanya, gadis itu terlihat mengerutkan keningnya.

Ia tidak mengerti, kenapa bisa jatuh cinta pada pria tidak tahu malu ini, dulu Aezar pendiam sekali, kenapa sekarang ia selalu berbicara omong-kosong.

"Aku hanya menyuruhmu tidur" sahut Zevanya, kenapa pria ini pintar sekali memutar balikan fakta seolah-olah ia yang merayunya.

"Baiklah Nyonya, mari kita tidur" Aezar menarik tangan itu lagi, membawamya kearah kamar mereka di lantai satu.

.

.

.

Minta vote nya dong.. maaciww

1
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
ione
Luar biasa
Yogya Gudeg
mencintai dgn ugal2an kyk gn ini 😂
Rina Sadiawati
ceritanya seru bikin gemezz
Yogya Gudeg
terlalu bagus untuk dilewatkan menunggu season 2 nya yaa thor
Siti Nur Alijah
mungkin ayah kandung Vanya kali ya
Syaiful Anwar
Luar biasa
@Najwa❣️
♥️♥️♥️🥰
Magdalena Widyastuti
ini lucu banget ..tapi romantis ..ceritanya menarik Thor...keren
Suci Yati
Lumayan
Suci Yati
Kecewa
Yogya Gudeg
ngekek
Laili Putri
semangat thor
🌜melody 🌛
gimana mau panik klo orgnya aja ga tau klo diculik🤭
Nunung Khodizh
ok
Yogya Gudeg
hahahahaha makjleb bgt
mini
oh,,, nice
Yogya Gudeg
hahahhahahaha
rehulina surbakti
😂
Raid
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!