Kisah seorang gadis FITRI CHOIRUNNISSA,lulusan salah satu ponpes di kota L.Hidup selalu berputar disisinya hanya kesabaran,kesetian dan keikhlasan yang selalu menjadi pedoman dan pegangannya.Serta senantiasa selalu berdo'a.
Akankah bahagia yang didapatnya?
lanjutkan membaca...jangan lupa vote....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasehat ayah...
Pukul 21.00 malam aku dan mas Dimas berangkat kerumahku,Tika juga ikut karena dia merengek minta ikut.Alasannya takut aku pergi lagi,sebenarnya aku tidak mengijinkan sebab jarak tempuh yang lumayan jauh.Paling tidak butuh waktu 4 jam perjalanan,mas Dimas menyupiri sendiri mobilnya.
Aku duduk disebelah mas Dimas yang sedang menyetir,aku khawatir kalau dia duduk sendirian didepan nanti mengantuk.Rasa cemasku sedikit berkurang,karena ada mas Dimas disampingku.
"Mas Dimas ndak capek?,pulang kerja langsung mengantar aku pulang mengunjungi ayah!",ucapku merasa bersalah.
"Ndak ada kata capek,kalau ada kamu disampingku sayang!",ucapnya.
"Ndak usah merayu,kalau capek istirahat dulu dipom bensin!",ucapku memberi saran.
"sayang,mas ndak capek asal ada kamu?",ucapnya lagi.
"Bagus kalau begitu!,selama aku pergi,mas pernah dekat dengan siapa?",tanyaku.
"Aku ndak pernah dekat dengan siapa pun!,hancurnya aku saat itu kujadikan semangatku bekerja",ucapnya lirih.
"Maaf...semua karena aku!",ucapku menyesal.
"Sayang semua sudah berlalu!,saat itu kamu mengatakan waktu akan membuktikannya",ucapnya.
"Lihatlah sekarang sang waktu sudah membuktikan bahwa selama setahun rasaku untukmu tetap utuh",ucapnya lagi.
"Kenapa wanita seperti aku yang kamu suka?,kenapa bukan wanita seperti bu Cintya?",ucapku pelan.
"sayang,kamu bicara seperti itu seolah kamu tidak mengerti agama!",ucapnya sedikit kecewa.
"Maksud mas apa?",ucapku.
"Hati yang memutuskan,aku merasa kalau kamu adalah tulang rusukku yang hilang!",ucapnya.
"Aku tidak sempurna,aku punya banyak kekurangan.Mas layak mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku!",ucapku.
"Mas berhak bahagia!",ucapku lagi.
"Sayang,tidak ada yang sempurna didunia ini.Sopannya sikapmu,lembutnya suaramu,ikhlasnya kasih sayangmu dan tatapanmu yang kau jaga.Semua itu kesempurnaanmu dimataku.",terangnya padaku.
"Mmmmmm",sautku.
"Sekarang kita akan bersama dan tak terpisahkan!",ucapnya meyakinkanku.Aku hanya diam saja,aku merasa tidak ada gunanya berdebat.
"Sayang...kamu dengar kan!",tanyanya.
"Mmmmmm",sautku.
Aku beruntung mengenalmu,kamu mau menerima semua kekuranganku.Rasa sayang ini semoga selalu untukmu wahai calon imamku,gumamku.
Selama 4 jam kami membelah jalanan antarkota yang sunyi,bulan sudah meninggi malam semakin pekat.Akhirnya kami tiba dirumah sakit,pukul 00.20 menit saat kulihat jam ditanganku.Mas Dimas memutuskan untuk ikut masuk,Tika juga ikut masuk meskipun matanya masih mengantuk.Aku mengetuk pintu ruang rawat kelas 2 tempat ayah dirawat.
tok tok tok
Kubuka pintu ruangan,kulihat tubuh renta ayah terbaring disana.Ditangannya menempel selang infus,kulihat nafasnya terlalu cepat.Ibu yang setia mendampingi ayah,tanpa lelah dan mengeluh.
"Assalamualaikum,ibu!",salamku pada ibu sambil membangunkannya.Ibu terbangun melihat aku datang.
"Waalaikusalam,Nissa kapan kamu datang?",tanyanya padaku.Kuraih punggung tangannya,kucium lembut.
"Nissa barusan sampai bu,ayah sakit apa?",tanyaku pada ibu.
"Ayah terlalu capek,sehingga tekanan darahnya naik!",ucap ibu.
"Ayah selalu seperti itu,kerja tidak kenal waktu!",ucapku kesal.Ibu menatapku,seolah bertanya siapa laki-laki dan anak manis dibelakangku?.
"Ibu ini mas Dimas dan itu Tika putri mas Dimas", ucapku mengenalkan mas Dimas dan Tika.Ibu menangkupkan tangannya kedepan dada,sedangkan Tika langsung mencium punggung tangan ibu.
"Saya Dimas,teman dekat Nissa!",ucap mas Dimas mengenalkan diri.
"Senang bertemu dengan nak Dimas!maaf Nissa sudah merepotkan",tutur ibu pada mas Dimas.
"Nissa tidak merepotkan,malah saya yang ingin selalu direpotkan.Ibu pasti paham betul,ketangguhan hati Nissa!",ucap mas Dimas.
"Ceritanya curhat nie!",sindirku.
"Nissa sebaiknya kamu istirahat dirumah dulu,besok baru kemari!kasian Tika,dia kelihatan mengantuk sekali!",ucap ibu memberi saran.
"Baiklah ibu aku pulang dulu,besok pagi aku kemari,assalamualaikum!",pamitku pada ibu.
"Waalaikusalam,nak Dimas titip Nissa,maaf merepotkan lagi!",ucap ibu.
"Jangankan cuma dititipi,disuruh menikahinya saya siap ibu!",ucapnya pada ibu.
"Mas,sudah dong!malu tau!",ucapku.Terlihat ibu heran dengan ucapan mas Dimas.Kami akhirnya pulang kerumahku,aku dan Tika tidur didalam rumah sedangkan mas Dimas tidur dimobil.Sebenarnya bisa saja tidur dihotel,tapi mas Dimas tidak mau takut besok aku pergi ke rumah sakit sendiri."Posesifnya kumat",batinku.
Pagi pukul 07.00 aku berangkat ke ruamh sakit bersama mas Dimas dan Tika.Sebelumnya dirumah kami sarapan bersama,kulihat mas Dimas dan Tika lahap memakan masakanku.Tiba dirumah sakit,kuketuk pintu ruang rawat ayah.Sebenarnya mas Dimas ingin memindahkan ayah keruang VVIP ,tapi aku menolaknya.Aku tahu betul watak ayah,dia lebih senang hidup sederhana.Sama sepertiku,sederhana itu indah.
tok tok tok
"Assalamualaikum,!",ucapku masuk diikuti mas Dimas dam Tika.Kulihat ayah bersandar pada tempat tidur yang sengaja ditinggikan.
"Waalaikumsalam,masuk Nissa!",ucap ayah lemah.
"Gimana kondisi ayah?",tanyaku pada ayah.
"Ayah sudah lebih baik!,Nissa siapa laki-laki yang bersamamu?",tanya ayah padaku.Belum sempat aku menjawab,mas Dimas maju meraih punggung tangan ayah dan langsung menciumnya.Kulihat mas Dimas begitu menghormati ayahku.
"Saya Dimas teman dekat putri anda!,Maaf sebelumnya,mungkin sekarang bukan waktu yang tepat.Sebenarnya sudah lama saya ingin bertamu kerumah,bertemu dengan anda!",tutur mas Dimas.Aku diam mendengarkan perkataan mas Dimas pada ayah,"sebenarnya apa yang mau dikatakan mas Dimas pada ayah", monologku.
"Ada kepentingan apa kamu mau bertemu denganku?",tanya ayah tegas.
"Saya ingin mengkhitbah Nissa,jika diijinkan saya ingin menikahinya langsung.",ucap mas Dimas tegas.Sontak aku kaget,tiba-tiba mas Dimas melamar aku didepan ayahku.
"Mas Dimas ndak usah bercanda!kamu kan tahu kalau kita belum bisa menikah!"sautku.
"Memangnya kenapa kalian belum bisa menikah?.Apa Dimas masih terikat pernikahan dengan orang lain?",tanya ayah.
"Saya tidak terikat hubungan apapun dan dengan siapapun?,saya hanya ingin menikah dengan putri bapak,kami berdua butuh Nissa sebagi pelengkap keluarga kecil kami!",ucap mas Dimas tegas.
"Terus masalah sebenarnya apa?",tanya ayah yang mulai bingung.Dengan tekad kuat,aku mulai menceritakan masalahku.
"Ayah memang benar aku dan mas Dimas sudah saling suka,tapi keluarga mas Dimas menentang karena status sosial kami yang berbeda.Aku menolak menikah dengan mas Dimas,sebab kedua orang tuanya belum mau menerimaku!",ucapku.
"Bukankah ridho ALLAH itu ada pada orang tua.",ucapku.
"Nissa kamu harus tahu wajib hukumnya menikah bagi yang sudah mampu,agar terhindar dari zina."ucap ayah.
"Sekarang syarat sah pernikahan adanya kedua mempelai,saksi,mahar dan wali untuk pengantin perempuan.Jika alasan kamu menolak menikah dengan Dimas,karena restu orang tuanya.Ayah sarankan mulai sekarang jangan pernah bertemu dengannya",terang ayah.
deg deg deg
Ada rasa sakit saat ayah memintaku menjauhi mas Dimas,kulirik mas Dimas hanya terdiam.
"kamu lebih mementingkan restu orang tua Dimas, padahal tidak ada dalam syarat sebuah pernikahan.Sebaliknya kamu menolak menikah dengan Dimas padahal kamu sudah mampu.Tanpa kamu sadari setiap hari kamu melakukan zina,karena bagaimanapun Dimas bukan mukhrimmu",ucap ayah.
Aku mendendengar setiap kata yang ayah ucapkan.
jangan lupa vote...
see you....
Tunjukan pada Siska kamu yg layak. jadi istri Dimas