NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:553.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisha A

Terjebak di antara dua pilihan yg sulit, antara kakak beradik yg dua duanya ada di hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisha A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 29 Di Acuhkan

Sudah sejam lamanya aku hanya berbalik ke kiri dan ke kanan, mencoba untuk memejamkan mata berharap bisa ikut terlelap seperti Tante Ola. Tante Ola yang sudah sedari tadi tertidur pulas saat selesai berbincang kecil denganku, kami membahas tentang masa kecil Rendi dan Juan yang sangat menarik bagiku.

Kulihat jam yang menggantung di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 1 malam. kurasakan Kerongkongan ku mulai kering, lalu kuputuskan ingin pergi ke dapur untuk mengambil minum. Aku membuka pintu kamar secara pelan, agar tak mengganggu Tante Ola yang sedang terlelap. Pintu kamar Tante Ola langsung terhubung ke ruang keluarga, aku yang baru saja keluar dari kamar langsung mendapati Juan dan Rudi sedang bermain PS di ruangan itu.

Mereka tidak melihatku, karena posisi duduknya membelakangi ku.

Aku terdiam sejenak memandangi punggung Juan, entah mengapa aku merasa rindu pada sosok pemilik punggung itu, aku rindu dengan segala perlakuannya padaku. Aku sudah menginap 2 malam lamanya dirumah itu namun tak pernah sekali pun aku bertegur sapa dengan Juan. Kami terlihat seperti dua orang asing yang tak pernah saling mengenal.

Aku kembali melangkahkan kaki ku menuju dapur dengan sangat pelan agar suara langkahku tidak terdengar. Beberapa lampu di rumah itu sudah mati, termasuk lampu dapur yang memang sengaja dimatikan oleh bik Nur, katanya agar hemat energi. Aku melangkah memasuki dapur yang sudah minim cahaya namun masih bisa melihat secara jelas, aku mengambil gelas lalu membuka kulkas untuk mengambil air dingin. Ku teguk minumanku hingga tetes terakhir, kamar Tante Ola yang AC nya sangat dingin benar-benar membuatku mudah haus. Aku kembali meletakkan gelas yang sudah kosong, berniat kembali ke kamar.

Saat aku membalikan badan, tiba-tiba seseorang membekap mulutku dan membawaku ke bagian pojok ruangan yang cahayanya lebih minim karena terhalang lemari kaca, seseorang itu mendorong tubuhku hingga mentok pada dinding.

Aku mencoba teriak, namun seseorang itu menyuruhku diam dan bilang.

"Hei, hei ini aku, Juan."

Aku terdiam membulatkan mataku, aku kembali bersandar pada dinding karena merasa lega saat tau itu Juan dan bukan maling.

"Apa yang kamu lakukan ? aku mau kembali ke kamar." kataku sambil ingin beranjak. namun langsung di tahan oleh Juan dan dia kembali menyandarkan tubuhku ke dinding.

"I Miss you." kata Juan berbisik tepat di telingaku, membuatku sedikit merasa geli.

Juan menarik tubuhku masuk kedalam dekapannya, aku hanya terdiam dan sama sekali tak menolak, karena sejujurnya aku pun merasa rindu. Tercium jelas aroma tubuhnya yang masih melekat di ingatanku yang membuatku nyaman berlama-lama dalam dekapannya.

"Keadaan ini sangat menyiksaku, kenapa kamu tega melakukan ini padaku?" tanya Juan lirih sembari melepaskan pelukannya.

"Aku tega apa ?" Tanyaku bingung.

"Kenapa harus selalu bermesraan dengannya di depan mataku ? hatiku panas dan terbakar melihatnya." Juan menyatukan dahi kami, sangat terasa hembusan nafasnya yang menghangatkan wajahku.

"Aku minta maaf, bukan maksudku." jawabku dengan gugup.

"Apa kamu sama sekali tidak punya perasaan untukku ?" tanya Juan menatapku dengan lekat.

"Aa.. aku aku" jawabku terbata bata dan tak bisa melanjutkan ucapan ku.

"Jawab aku!" Ucap Juan sambil menaikkan daguku.

"Jangan begini Juan, nanti ada yang lihat." ucapku gugup sambil menepis pelan tangan Juan.

"Apa kamu tidak akan merasa cemburu jika melihatku bersama wanita lain ?" tanya Juan sembari mengusap-ngusap kan hidungnya ke pipiku.

"Aa.. aku ingin balik ke kamar." kataku menolak tubuh Juan dan langsung berlari memasuki kamar Tante Ola.

Bisa kulihat Rudi melihat ke arahku saat aku tengah berlari melewati ruang keluarga menuju kamar, aku sudah tak peduli lagi dengan apa yang akan Rudi pikirkan. Juan lagi-lagi mengusik ketenangan ku, kembali mengacak-ngacak pikiran dan perasaan ku.

Dengan nafas yang terengah-engah dan perasaan tak karuan, aku kembali ke atas ranjang dan memaksakan mataku untuk tidur.

Di pagi hari yang cerah

Aku membuka mata, kulihat Tante Ola sudah tidak ada di tempatnya, kulirik ke arah jam yang menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Aku bergegas beranjak dari kasur, dan memilih untuk mandi, kemudian langsung menuju dapur.

Di dapur sudah ada bik nur yang sedang memotong sayur.

"Mau bikin nasi goreng ya bik ? Icha bantu ya." ucapku ramah.

"Iya mbak Icha, makasih loh selama disini mau bantuin bibi terus."

"Gak papa bik, dirumah juga Icha biasa bantuin ibuk bikin sarapan." jawab ku sambil merajangi cabai dan bawang.

"Tante dimana bik ?" Tanya ku lagi sembari menengok ke berbagai arah.

"Ibu tadi di halaman belakang mbak, ngurusin koleksi anggreknya."

"Oowhh." ucapku sambil mengangguk.

Setelah selesai merajang, aku memilih membangunkan Rendi, Tante Ola memang sudah menyuruhku untuk membangunkan Rendi selama aku tidur dirumahnya. Aku buka pintu kamar Rendi dan masuk kedalam kamar yang bernuansa hitam putih itu, sementara pintu kamarnya kubiarkan terbuka, lalu ku hampiri dan ku guncang tubuh yang masih terlelap itu.

"Ren, Rendi bangun sayang." ucapku sambil terus mengguncang tubuhnya.

Alih-alih bangun, Rendi malah menarik tubuhku hingga aku jatuh tepat di atas badannya. Aku pun membulatkan mataku sontak saja aku memukul-mukul dada bidang Rendi dengan kesal.

"Ihh apa-apaan sih, lepasin nanti ada yang lihat jadi salah paham." kataku sambil memukul-mukul tubuh Rendi.

"Gak mau, kamu wangi jadi pengen peluk." goda Rendi tersenyum puas sambil mengeratkan pelukannya.

Aku pun terus menggerak-gerakan tubuhku dengan terus memukuli tubuh Rendi sembari kepalaku terus bergerak ke kanan dan kiri. Dan tak sengaja di depan pintu kulihat Juan sedang menatap tajam kearah kami dan tak lama diapun berlalu. Kamar Juan tepat disamping kamar Rendi, dia harus melewati kamar Rendi jika ingin keruang tengah ataupun ke dapur. Melihat itu aku pun terperanjat dan melepaskan pelukan Rendi sekuat tenaga ku.

"Bangun dan mandi lah. aku mau lanjut bantuin bik Nur masak, aku tunggu kamu di meja makan." Ucap ku kesal kepada Rendi dan berlalu pergi meninggalkannya yang masih berbaring.

Entah kenapa aku merasa seperti takut Juan marah kepadaku. Ya ampun perasaan macam apa lagi ini ?

Aku bergegas melangkah ke dapur, menuju dapur aku berpapasan dengan Juan yang ingin kembali ke kamarnya. Juan menatap ku tajam, melihat itu aku merasa perlu menjelaskan padanya agar dia tidak salah paham, tapi baru saja aku mau menggerakkan bibir ku untuk bicara, Juan sudah beranjak melewati ku dengan membawa tatapan tajam nya, dia masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras.

Aku pun terdiam, mematung dengan tubuh yang sedikit gemetar. Perasaanku kacau, aku sedih dan seperti tak rela saat Juan mengacuhkan aku, sepertinya Jiwa keegoisanku sedang menguasai ku saat ini. Aku tau perasaan seperti ini sangat salah, tapi itu lah yang kurasakan.

Bersambung...

1
Rena Roy
Lumayan
Rena Roy
Buruk
sakura09
wkkw...aku suka bgt ini alurnya seru bgt
sakura09
alurnya seru bgt...sampe jingkrak"sendiri....keren
Dhita Rosmalia
akh pasti aku ga akan bisa move on dr Juan Thor 🥰🥰🥰
Erloviana Messakh Dethan
keren
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Faridah Usman
hadeeh. Icha...ichaa.....sadar Icha....
Faridah Usman
aasyeek...
Lita Fediyani
bner2 crita terkerennddd...
tp bnr ada yahh crita gni d dunia nyata
iyaa Smngtt trs y KK👍👍👍👏👏
Nika Nugraha
ichaa nya masih labil , belum bisa mastiin hati nya sepenuh nya buat rendi
Aprilia Amanda
yaelah cha knp harus boong sih😌 knp juga setuju sm permintaan nya juan? ih kesel😌
Aprilia Amanda
tp dia kan pacae abang lu😌
Aprilia Amanda
emang nasinya punya mata?🤣
Aprilia Amanda
kok feeling ku icha sm juan ya? gatau juga sih😂
Aprilia Amanda
visual juan sejuta novel thor😂
Rizky
Omg akhirnyaaaaa selamat yaa thor ceritamu luar biasa menghiburrr
Rizky
Yahhh beneran tamat ini?? Seriusss????
Rizky
Jgn sampe mami ola datangg
Rizky
Sedih campur deg deg an aduh gimana sihhh ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!