NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

Seorang pemuda terlihat sedang berdiri di depan rumah Jenderal Chang Yi yang sudah hangus terbakar dan rata dengan tanah. Tatapan pemuda itu terlihat penuh amarah. Kedua tangannya mengepal dengan air mata yang mulai jatuh di sudut matanya.

"Mei Yin, Jiao Yi, maafkan aku karena tidak bisa melindungi kalian. Aku akan mencari orang-orang yang telah melakukan hal keji ini pada kalian," ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Liang Yi.

Liang Yi merasa sangat menyesal karena telah meninggalkan kedua gadis itu. Rasa penyesalan yang mengganggu hatinya telah membuat dia merasa bersalah, hingga membuat dirinya bertekad untuk terus mencari orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya.

Di istana, Pangeran Zhao Li masih mencoba membujuk Mei Yin untuk tetap tinggal di istana bersamanya. Sementara Mei Yin, sudah memutuskan untuk menerima tawaran Pangeran Zhao Li karena itu adalah tujuannya yang sebenarnya, yaitu tinggal di istana.

"Baiklah, aku akan tinggal di sini, tapi jelaskan statusku. Aku tidak ingin orang-orang di istana menganggapku sebagai gadis murahan yang mencoba mendekatimu," ucap Mei Yin tegas.

Pangeran Zhao Li tersenyum mendengar kesediaan Mei Yin untuk tinggal di istana. Walau kata-kata gadis itu terdengar tidak enak di telinganya. "Aku akan mengangkatmu sebagai pelayan pribadiku. Tugasmu hanya melayani dan menemaniku dan aku akan mengabulkan semua permintaanmu asalkan kamu tetap ada di sampingku, apakah itu terlalu berlebihan?"

"Bukankah itu adalah tugas Permaisuri? Aku ini hanya temanmu, tapi kenapa Paduka memperlakukanku seperti aku adalah wanita simpananmu?" tanya Mei Yin berterus terang.

Pangeran Zhao Li tersenyum mendengar ucapan gadis itu. Dia tidak menyangka kalau permintaannya yang mungkin saja berlebihan telah membuat Mei Yin berpikiran seperti itu.

"Kenapa? Kalau kamu merasa tertekan karena tugasmu itu, apa boleh aku menjadikanmu sebagai selirku?" tanya Pangeran Zhao Li yang membuat Mei Yin memandanginya dengan heran.

"Mana mungkin wanita sepertiku bisa menjadi selir Raja? Aku tidak pantas untuk itu. Lagipula, kita hanya sebatas sahabat, kan?" ucap Mei Yin yang mencoba mencari tahu perasaan Pangeran Zhao Li padanya.

"Aku tidak peduli kalau kamu hanya menganggapku sebagai sahabat, karena yang aku inginkan hanya ditemani oleh seseorang yang mengerti diriku dan itu adalah kamu. Aku tidak peduli kalau kamu tidak mencintaiku, karena bagiku hanya kamu yang aku cintai. Kamu tahu, betapa aku sangat bahagia bisa bertemu lagi denganmu dan betapa konyolnya diriku yang mencoba memintamu untuk meninggalkan lelaki itu dan kembali padaku. Aku tahu aku egois, tapi semua itu karena aku mencintaimu dan rasa itu masih tersimpan hingga kini walau aku jujur, aku pernah tergoda dengan seorang wanita yang sangat mirip denganmu, tapi kini wanita itu telah pergi untuk selamanya dan aku merasa telah dipermainkan oleh takdir. Apakah aku salah jika aku mencoba mempertahankan rasa cintaku ini dengan menahanmu untuk tetap tinggal di sini bersamaku?"

Mei Yin terdiam. Dia tidak menyangka kalau Pangeran Zhao Li begitu berterus terang akan perasaannya. Dia tahu, Pangeran Zhao Li pernah mencintai dirinya dan juga Huanran, tapi dia tidak menyangka kalau Pangeran Zhao Li masih mencintainya hingga kini.

"Aku tidak memintamu untuk mencintaiku, tapi setidaknya biarkan aku untuk mencintaimu. Biarkan aku untuk merasakan kasih sayangmu walau itu hanya pura-pura, aku akan menerimanya. Ah, mungkin kamu berpikir aku adalah seorang Raja yang bodoh yang terobsesi dengan cinta seorang wanita penari, tapi itu adalah kenyataannya dan aku tidak bisa mengelaknya karena aku memang benar-benar mencintaimu."

Setiap perkataan Pangeran Zhao Li bagaikan sebuah jarum yang menusuk hatinya. Sakit dan perih karena harus mendengar ungkapan hati seseorang yang dulu pernah dicintainya. Entah rasa itu masih ada atau tidak, tapi setiap kata Pangeran Zhao Li telah membuatnya meneteskan air mata, karena dia teringat kembali dengan dua orang pria yang dulu mencintainya dan kini telah meninggalkannya untuk selamanya. Hatinya bingung dengan ungkapan perasaan Pangeran Zhao Li padanya. Apakah dia harus pura-pura untuk mencintai ataukah dia memang masih mencintai.

"Aku telah kehilangan dia. Dia telah pergi meninggalkanku dan aku tidak ingin kehilangan lagi, jadi aku mohon pikirkanlah baik-baik perasaan Paduka padaku karena aku tidak ingin mengecewakan dan juga tidak ingin dikecewakan."

"Apakah kamu masih ragu pada perasaanku? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Baiklah, aku akan mengangkatmu sebagai selirku untuk yang pertama dan terakhir. Walau hanya selir, tapi di hatiku kamu adalah permaisuriku. Apakah kamu masih tidak mempercayaiku?"

Mendengar ucapan Pangeran Zhao Li membuat Mei Yin tersenyum. "Aku tidak butuh itu. Baiklah, aku akan tinggal di istana ini untuk melayani dan menemani Paduka. Apakah Paduka sudah merasa puas?"

Pangeran Zhao Li mengangguk dengan sebuah senyuman yang terukir di bibirnya. Perlahan, dia meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya dengan erat seakan dia tidak ingin melepaskan.

Pangeran Zhao Li kemudian membuat titah tentang pengangkatan Mei Yin untuk menjadi pelayan pribadinya. Dan keputusan itu telah membuat Nona Liu menjadi geram.

"Wanita murahan itu kenapa harus kembali lagi ke istana ini? Aku pikir dia sudah mati terbunuh. Dasar orang-orang tidak berguna!!" gumamnya marah sambil memukul meja dengan kepalan tangannya.

Sejak saat itu, Mei Yin di tempatkan di salah satu kamar di villa bunga. Dia tidak diizinkan untuk keluar dari tempat itu. Dan, Pangeran Zhao Li lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat itu bersamanya. Karena tidak diizinkan keluar villa membuat Mei Yin tidak bisa bergerak bebas untuk mencari tahu gerak-gerik Permaisuri.

"Kamu kenapa? Apakah ada yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Pangeran Zhao Li saat melihat Mei Yin selalu termenung.

"Apakah aku selamanya akan dikurung di tempat ini? Apakah aku tidak bisa keluar melihat-lihat keadaan istana?" tanya Mei Yin dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.

Pangeran Zhao Li tersenyum mendengar pertanyaan gadis itu. "Aku minta maaf, kalau kamu merasa kurang nyaman. Baiklah, kalau kamu ingin berjalan-jalan melihat istana, aku akan mengizinkannya, tapi kamu harus ditemani oleh seorang dayang agar bisa menjagamu, kamu tidak keberatan, kan?"

"Aku tidak keberatan. Apa boleh aku mempunyai seorang dayang?"

Pangeran Zhao Li tersenyum ketika melihat gadis itu tersenyum padanya dan senyuman itu sudah cukup membuat hatinya merasa bahagia.

Dayang Ling, seorang gadis polos yang umurnya tidak berbeda jauh dengan Mei Yin. Dia yang telah terpilih untuk melayani Mei Yin. Dan pemilihannya untuk menjadi dayang pendamping itu tidaklah mudah, karena semuanya harus melalui proses yang tidak gampang. Di antara dayang yang diajukan, hanya Dayang Ling yang memenuhi kriteria yang diinginkan oleh Mei Yin.

Sejak saat itu, Dayang Ling selalu mengikuti kemana Mei Yin pergi. Apapun yang diperintahkan padanya pasti akan dia lakukan dan Mei Yin merasa sangat puas dengan kinerjanya.

"Dayang Ling, temani aku jalan-jalan di taman istana. Sudah lama aku tidak melihat-lihat keindahan taman istana," ajak Mei Yin pada dayangnya itu.

"Baik, Nona."

Mereka berdua kemudian meninggalkan villa bunga dan mulai menyusuri setiap jalan di sekitar istana. Kerajaan itu sangat luas dan indah dengan aneka tanaman bunga yang sengaja ditanam di sisi-sisi jalan utama hingga terlihat memukau ketika sedang berbunga. Dua puhon sakura yang ditanam di taman istana sempat menarik perhatiannya karena mengingatkannya pada Lian.

Mei Yin berdiri di bawah pohon sakura yang bunga-bunganya mulai jatuh berguguran dan memandangi pohon itu dengan perasaan yang sedih. Sejenak, hatinya mulai hanyut dengan perasaan sedih yang mulai mengganggunya. Entah mengapa, tiba-tiba saja dia mulai menari di antara kedua pohon sakura itu. Tariannya terlihat begitu indah dengan gerakan yang pelan, seakan dia sedang menggambarkan kesedihan hatinya dengan tariannya itu. Tanpa sadar, Pangeran Zhao Li memandanginya dari sebuah tempat dengan tatapan yang penuh cinta. Betapa seorang gadis penari bisa sangat membuat hatinya merasa jatuh cinta, lagi dan lagi.

Melihat kedatangan Pangeran Zhao Li membuat Dayang Ling segera meninggalkan Mei Yin. Sementara, Mei Yin sendiri belum menyadari kehadiran Pangeran Zhao Li dan masih menari dengan indahnya.

Hingga tariannya selesai, Mei Yin kemudian berhenti dan bermaksud untuk meninggalkan tempat itu. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Pangeran Zhao Li yang sudah berdiri tak jauh darinya.

"Aku belum pernah melihatmu menari tarian itu padaku. Apakah itu tarian barumu?" tanya Pangeran Zhao Li yang membuat gadis itu terkejut. Bukan hanya terkejut karena kehadiran Pangeran Zhao Li yang tiba-tiba, tapi dia terkejut karena pertanyaan Pangeran, karena tarian itu adalah tarian yang khusus dia ciptakan untuk Lian, kekasihnya.

"Maaf, Paduka. Aku tidak tahu kalau Paduka ada di sini."

"Aku suka tarianmu itu, apa boleh kamu menarikan tarian itu lagi padaku?"

Mei Yin terdiam. Tarian itu adalah tarian ungkapan cintanya pada Lian. Sengaja dia ciptakan untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya untuk kekasihnya yang sangat dia sayangi itu. Dan kini, Pangeran ingin memintanya untuk menarikan tarian itu, entah dia mampu melakukannya atau tidak.

"Kenapa? Apakah tarian itu tarian khusus untuk seseorang dan aku tidak bisa menikmatinya?" tanya Pangeran Zhao Li yang langsung saja menohok hatinya.

"Maafkan aku Paduka," ucapnya sambil berlutut di depan Pangeran Zhao Li.

Pangeran Zhao Li mulai merasakan kebenaran di balik pertanyaannya itu dan bersiap untuk mendengar penjelasan walau dia sadar dia harus bersiap untuk menahan rasa cemburu.

"Maafkan aku, aku tidak bisa menarikan tarian ini di depanmu, karena tarian ini milik seseorang dan aku tidak ingin membuat orang itu kecewa padaku," jelas Mei Yin yang membuat Pangeran Zhao Li menyadari kalau dia memang sedang cemburu.

"Apakah orang itu adalah lelaki yang sudah meninggalkanmu?"

Mei Yin terdiam. Perlahan, air matanya mulai jatuh.

"Kenapa? Kenapa kamu harus menangisi orang yang sudah tega meninggalkanmu? Dia tidak pantas untuk kamu tangisi!!" ucap Pangeran Zhao Li yang membuat Mei Yin mengangkat wajahnya dan menatap Pangeran Zhao Li dengan perasaan marah.

Tanpa berkata apapun, Mei Yin kemudian bangkit dan melangkah pergi meninggalkan Pangeran Zhao Li. Hatinya hancur. Dia pergi dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.

Melihat Mei Yin yang pergi meninggalkannya tanpa berkata apapun membuat Pangeran Zhao Li segera berlari mengejarnya. Pangeran yang sudah tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar kemudian memeluknya dari belakang. "Maafkan aku," ucap Pangeran Zhao Li yang merasa bersalah.

"Aku tahu kamu belum bisa melupakannya, tapi aku mohon jangan biarkan aku termakan cemburu agar aku tidak menyakitimu. Aku ingin memilikimu hanya untukku, tapi aku tidak bisa kalau di hatimu masih ada orang lain. Aku akan menunggu hingga di hatimu hanya ada aku," lanjutnya.

"Paduka, lepaskan pelukanmu. Aku tidak ingin kita dilihat orang."

"Kenapa aku harus melepaskan pelukanku? Aku tidak mau. Istana ini milikku, lagipula tidak ada orang di tempat ini," jawabnya seakan tidak peduli hingga membuat Mei Yin menjadi kesal.

"Apa kamu masih marah padaku?" tanya Pangeran Zhao Li yang belum juga melepaskan pelukannya.

"Aku tidak pernah marah padamu, aku hanya tidak ingin menyakitimu." Mendengar jawaban Mei Yin seketika saja Pangeran Zhao Li melepaskan pelukannya dan berdiri di depan gadis itu.

"Apa benar kamu tidak marah padaku?"

"Untuk apa aku harus marah, memang benar dia telah meninggalkanku, tapi ... " Mei Yin menghentikan kalimatnya. Entah dia harus berkata jujur atau dia harus menyembunyikan kejadian sebenarnya yang menimpa Lian.

"Aku tidak memaksamu untuk menceritakannya padaku, aku akan selalu ada setiap kamu butuh. Ah, bukankah kamu di sini karena aku membutuhkanmu, tapi kenapa kini aku merasa kalau kamu yang lebih membutuhkanku?" ucap Pangeran Zhao Li dengan senyum di bibirnya.

"Ayo, lebih baik kita kembali ke villa bunga. Hari ini aku lelah. Karena itu, aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu agar hatiku bisa tenang kembali," ucapnya sambil menggandeng tangan gadis itu.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka. Dia terlihat sangat marah. Matanya mulai memerah dengan air mata yang mulai jatuh di pipinya. "Kenapa? Kenapa wanita itu harus muncul lagi di kehidupanku? Tidak cukupkah aku harus membunuh karena rasa cemburuku?" ucap wanita itu yang tidak lain adalah Nona Liu.

Dengan perasaan marah, Nona Liu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Pangeran Zhao Li dan Mei Yin, telah meninggalkan tempat itu dan pergi ke villa bunga.

"Panggil gadis itu dan bawa dia ke hadapanku," perintah Nona Liu pada Dayang Min.

Tak lama kemudian, gadis yang dipanggil Nona Liu sudah datang dan berdiri di depannya.

"Apa kamu sudah melakukan perintahku? Kenapa dia belum juga kamu bunuh?"

"Ampunkan hamba Permaisuri. Hamba belum bisa melakukannya karena Paduka selalu bersamanya," jawab gadis itu yang membuat Nona Liu semakin marah.

"Sebaiknya lakukan tugasmu itu dengan baik kalau kamu tidak ingin adik perempuanmu mati aku bunuh," ancam Nona Liu dengan sorot matanya yang terlihat menakutkan.

Gadis itu hanya bisa menunduk dan menahan tangis. Walau sebenarnya dia tidak ingin melakukan perbuatan keji itu, tapi dia harus melakukannya karena jika tidak, maka adik perempuannya yang sementara tinggal di rumah keluarga jauhnya akan dibunuh. Dan itu adalah perkara mudah bagi Nona Liu.

"Dayang Ling, ada apa? Apa kamu sakit?" tanya Mei Yin pada dayang pribadinya itu.

"Tidak apa-apa, Nona. Aku baik-baik saja."

"Kamu boleh kembali ke kamarmu dan beristirahatlah, kamu terlihat pucat."

"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja."

"Aku tahu kamu pasti lelah karena sudah menjagaku. Untuk hari ini, aku izinkan kamu untuk beristirahat. Kembalilah ke kamarmu dan jangan membantah. Anggaplah aku ini sebagai kakakmu, maka turutilah perkataanku. Bisa, kan?"

Mendengar perkataan majikannya itu membuat dia merasa bersalah. Dalam hatinya, dia mengakui kebaikan dan perhatian majikannya itu padanya dan semua itu telah membuat hatinya menjadi goyah. Perintah yang diberikan Permaisuri padanya adalah sebuah pilihan yang sangat sulit baginya. Mungkinkah dia akan melakukan perintah Nona Liu ataukah dia harus memilih untuk kehilangan adiknya?

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!