Leonardo Matthew Pattinson adalah seorang mafia yang terkenal dengan kekejamannya, ia juga seorang pribadi yang sangat dingin,angkuh dan arrogan.ia tdak akan segan segan untuk membunuh orang yang menghalangi bisnisnya.
Tapi seorang musuh nya tiba tiba menitipkan adik perempuan nya kepadanya.
akan kah ia menerima nya atau tidak?
Simak terus ceritanya yaaa😁😁😁
cerita ini hanya karangan semata,tidak bermaksud menyinggung siapapun.latar,waktu dan tempat hanya settingan .
jangan lupa like, comment,and vote nyata yaaaa😂😂😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurul padia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A warm hug
Hari ini Leo tampak gelisah,ia mondar mandir Seperti setrika an di ruangan nya.
Devano yang duduk di kursi nya menjadi heran.
"Tuan kenapa?? tanya leo.
Leo menoleh ke arah devano.
"Aku sedang bingung"tukas Leo.
"Bingung??? bingung kenapa tuan??? tanya devano lagi.
"Aku ingin mengungkapkan perasaan ku pada Izzana"jawab leo.
Devano menganga tidak percaya.q
"Tuan serius???
"Ya iya lah"jawab leo.
Tak!!
Leo menepuk Jan tangan nya dengan keras.
"Aku setuju tuan"Seru devano.
"kapan tuan ingin melakukan nya"tanya devano lagi.
"Hari ini"jawab Leo sembari tersenyum.
"Itu bagus,lebih cepat lebih baik"dukung devano.
"Apa aku perlu membeli cincin atau bunga??? tanya leo.
"Tidak perlu tuan,aku yakin nona izzana tidak menyukai hal hal yang seperti itu,"jawab devano.
"Dan saran ku tuan, jika nona izzana menolak atau ingin berfikir dulu, tuan tidak boleh emosi, karena nona mempunyai pendapat dan hak nya sendiri, tuan harus mengerti itu dan jangan membuat nya takut"peringat devano.
Leo mengangguk.
"Aku pergi"
Devano mengangguk.
*Skip.
"Kita mau kemana tuan??? tanya Izzana.
Saat ini Izzana sudah bersama Leo di mobilnya menuju suatu tempat.
"Lihat saja nanti,kamu pasti suka"jawab leo.
"Satu lagi, jangan panggil aku tuan lagi, panggil leo saja"ucap leo.
"Ha??? Izzana melongo.
"Pokok nya aku tidak mau jika kau memanggilku dengan sebutan itu lagi, panggil leo saja, titik!!!"tegas Leo tidak mau dibantah lagi.
"Tapi itu tidak sopan tuan"sanggah Izzana.
"Apa nya yang tidak sopan,pokok nya panggil Leo atau aku akan menghukum mu!"Ancam Leo.
Izzana terkekeh kecil.
"Baiklah, Leo"ucap Izzana dengan nada yang geli.
Leo tersenyum.
Satu jam kemudian ia memberhentikan mobilnya dan segera mereka keluar dari mobil.
"Wah indah banget ya Allah"Izzana berseru terpesona, melihat pantai santa Monica yang ada di hadapannya.
"Kamu belum pernah kesini??? tanya Leo.
Izzana menggeleng sambil membentangkan kedua tangan nya, menikmati semilir angin di pantai itu.
mereka pun menelusuri tepian pantai.
Banyak pengunjung di pantai itu.
hingga tiba di tempat yang agak sepi, Leo menghentikan langkahnya,mau tak mau Izzana ikut menghentikan langkahnya.
"Izzana,,,mmm aku ada,,mmm yang ingin aku sampaikan"ucap leo tergagap.
Izzana menatap Leo menunggu.
"Hufff"Leo menghembuskan nafas untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Sebenarnyaaa akuuu,,,mmm,aaa..."Leo tergagap tidak mampu melanjutkan kata-katanya saking gugupnya.
"Tuan mau bicara apa sih?? tanya Izzana heran.
"leo,,Izzana"Protes leo.
"Oh ya hehe lupa"kekeh Izzana.
"Mau bicara apa sih leo?? tanya Izzana lembut dan membuat Leo semakin gugup.
"Aku ingin jujur tentang perasaan ku kepada mu"
Izzana langsung menatap leo dengan serius.
"Perasaan??? tanya Izzana.
"Yaa"
"Jujur saja, sebenarnya aku juga ragu untuk mengatakan ini, tapi aku tidak bisa menyimpan lebih lama"ucap leo.
Izzana hanya terdiam sambil menatap Leo.
"Aku menyukai mu"
Deg deg deg
Jantung Izzana langsung berdetak kencang saat mendengar kalimat itu.
"Aku tidak bisa membohongi diri ku lagi, selama ini aku selalu menyangkal perasaan itu,tapi tidak bisa dan munafik jika aku harus memendam rasa ini"leo mengeluarkan unek-unek nya.
"Lalu bagaimana dengan mu?? tanya leo kepada Izzana.
"Akuuu,,, aku bingung"jawab Izzana.
"Aku tidak bingung harus sedih atau bahagia dengan kenyataan ini"
Leo menatap Izzana.
"Sebelum nya,aku berterima kasih pada mu Leo, terimakasih atas perasaan mu dan kebaikan mu selama ini pada ku"Izzana menarik nafas dalam-dalam.
Leo mulai mengepalkan tangannya,ia sudah merasa Izzana akan menolak nya.
"Lanjutkan"Seru Leo dingin.
Lagi Izzana menarik nafas nya.
"Aku tidak bisa menerima perasaan mu untuk sekarang leo"Ucap Izzana dengan agak takut saat melihat perubahan pada wajah Leo.
"Kenapa???!! Apa karena kita berbeda agama????!! ucap leo dengan keras karena emosi.
Leo sungguh melupakan peringatan devano tadi kepada nya.
"Bukan leo,aku hanya masih ragu untuk menjalin hubungan dengan orang lain, pria lebih tepatnya,aku mohon mengerti"jawab Izzana takut, jujur bentakan leo membuat ia menjadi takut.
Tanpa berkata apa-apa lagi,leo langsung meninggalkan Izzana.
Izzana menatap pasrah kepergian leo.
Leo memasuki mobilnya dan menjalankan nya dengan kecepatan yang tinggi.
"Arrkkkkhhhh!!!!!"teriak Leo sambil memukul mukul setirnya.
"Kenapa bisa sesakit ini"lirih nya sambil memegang dadanya.
tiba tiba ia teringat dengan ucapan devano.
"Bodoh!!!! umpat Leo.
"Kenapa aku malah meninggalkan nya disana"rutuk nya.
Leo pun bergerak putar arah menuju pantai kembali.
Sementara itu,dipantai, Izzana menatap sekitar bingung.
Ia tidak tau harus pergi ke mana, ia sungguh tidak pernah ketempat ini sebelum nya.
Tiba tiba datang tiga pria menghampiri nya.
Izzana menatap mereka dengan was was,ia jauh dari keramaian orang orang.
"Hai nona, sendirian aja"goda pria yang satu.
"Mau kami temani"ucap pria itu dengan genit.
"Tidak permisi"tolak Izzana dan hendak pergi.
"Heiii,buru buru banget,"pria berbaju putih memegang tangan Izzana.
"Lepaskan"Izzana menarik tangan nya.
ketiga pria itu langsung memegangi Izzana.
"Aku mohon lepas hiks"Izzana mulai menangis dan berusaha memberontak.
"Hahahaha"gelak tawa mereka keras.
"Oh jangan menangis nona,aku yakin nanti kau akan menjerit jerit kenikmatan, tenang saja kami akan bermain dengan lembut"
"Tidak!! lepaskan kan,,tolong!!! Izzana berteriak keras.
Salah satu dari mereka langsung membekap mulut Izzana,satu memeganginya tangan Izzana dan satu nya lagi berusaha membuka cadar Izzana dan merobek robek nya.
"Wajah kau sangat cantik nona"puji dengan mata genit nya.
"Aku mohon hikss lepaskan aku hiks"pinta Izzana menangis tersedu-sedu dan mengiba saat orang itu melepaskan bekapan nya.
"Syuuuuuuut, jangan menangis"ucap pria itu mencolek dagu Izzana dan Izzana menghindari nya.
Plak!! pria itu menampar Izzana dengan keras sehingga menyebabkan sudut bibirnya berdarah.
'Tolong Izzana ya Allah'Doa Izzana dalam hati nya sambil menangis dan memberontak.
"Mari kita mulai permainan kita nona"seringai pria itu.
sedangkan temannya yang memegangi Izzana tertawa terbahak bahak.
"Tidak!! lepaskan!!!tolong!!!tolooooong!!to,,mmpp"teriakan Izzana terhenti karena pria tadi kembali membekap mulutnya.
Sraaaakkk!
pria itu merobek baju Izzana dan menyirngai lebar.
Izzana semakin memberontak dan air mata mengalir tiada henti,ia berharap ada yang mau membantu nya.
Sementara itu leo langsung memarkir kan mobilnya dan langsung menuju tempat dimana ia meninggal Izzana tadi.
Leo mendengar suara teriakan,ia kenal suara itu,leo segera mempercepat langkahnya dan dilihatnya lah izzana memberontak dari ketiga pria yang memeganginya sambil menangis dan bahkan cadar Izzana pun terbuka, bukan hanya itu bahkan baju nya sudah koyak dan memperlihatkan baju dalaman Izzana.
Leo langsung mendidih,dan tanpa aba-aba ia langsung menghajar ketiga pria itu.
"Beraninya kalian melihat wajah dan tubuhnya!!! emosi leo sungguh meledak.
Tanpa menunggu ketiga pria itu menjawab,leo langsung menghajar mereka hingga terkapar tidak berdaya.
Leo segera menghampiri Izzana yang meringkuk ketakutan di pasir.
Leo menatap sakit melihat keadaan Izzana, gadis itu bergetar hebat karena ketakutan.
Leo melepaskan jas nya dan menutupi badan Izzana yang terbuka dan langsung memeluk tubuh Izzana.
Sedangkan orang orang mulai berdatangan.
"Bawa mereka ke penjara"perintah leo kepada petugas keamanan pantai itu.
Para petugas pun mengamankan ketiga pria itu.
"Leo langsung menggendong izzana dan membenamkan wajah Izzana di dada bidang nya,ia tidak rela banyak pria yang akan melihat wajah Izzana,leo akan memberikan mereka perhitungan.
Leo segera memasukkan Izzana kedalam mobil.
Ditatapnya wajah Izzana yang pucat,
Air mata Izzana tidak berhenti mengalir, dan bibir bergetar.
"Maaf kan aku,ini salah ku"Ucap Leo.
Izzana tidak menjawab,ia hanya menangis.
Leo memeluk Izzana kembali dengan erat.
Izzana tidak memberontak, hanya satu ia rasa kan, pelukan Leo sangat hangat dan ia merasa nyaman dan tenang di pelukan Leo.
............
**********************************************
Happy reading 😂😂😂😂😂😂
like comment and vote nya jangan lupa yaaa💕💕💕💖💖💖❤️❤️❤️❤️
pakek d tinggal segala