Mengisahkan tentang seorang gadis desa yang merantau ke luar kota untuk mencari kerja.
Namun siapa sangka ketika mendapat perkerjaan ia malah harus memenuhi keinginan bosnya untuk menolongnya menikahinya.
Akankah dia bersedia menikah dengan seorang pria yang baru ia kenal?
Akankah mereka bisa melengkapi satu sama lain?
Yuk ikuti kisahnya!
😉
#DILARANG KERAS FLAGIAT/COPYPASTE.
Jangan lupa tinggalkan Like,Coment and Votenyaaa yang buanyakk😆Hatur nuhun😊😉
Fb : Rifa Nurul Wafa
Ig : @RifaNw15
WA : Dirahasiakan😆😆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Nurul Wafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri Kecilku
9 bulan sudah usia kandungan Vita.Selama ini ia sangat dimanja oleh suami,mertua serta orang tuanya.
Segala sesuatu,ini itu dilarang melakukannya karena keluarganya benar-benar menjaganya juga calon anaknya.
Ia hanya boleh goyang kaki saja di sofa.Maklum,anak yang sedang dikandungnya merupakan anggota baru yang sangat diharapkan keluarganya.
Tambah lagi,sekarang orang tuanya juga ada di Jakarta.Mereka kini tinggal di rumah yang Alvin belikan sebagai mahar untuk Vita.
Mereka tinggal di Jakarta hanya sementara sampai Vita lahiran.Kebetulan juga Keysha sedang libur akhir tahun jadi ia bisa ikut.
Apapun yang diingankannya meski belum diucapkan pasti langsung dikabulkan.
Hingga kini telah saatnya Vita lahiran,semua orang mendukungnya dan setia mendampingi serta menyemangatinya.
1 Jam berlalu Vita di ruang persalinan hanya didampingi Alvin karena yang boleh mendampingi hanya satu orang saja.
"Hoaaa...Hoaa..." Tangis bayi mungil yang baru saja lahir dari rahim Vita.
"Alhamdulillah....Selamat ya Bu,Pak,bayinya perempuan!" Seru Dokter.
"Terimakasih banyak dok." Ucap Alvin.
"Sama-sama,saya permisi!" Jawabnya dan dibalas anggukan oleh Alvin.
Kemudian bayi mereka dibawa suster untuk dibersihkan dahulu.
Vita dan Alvin tersenyum bahagia,"Sayang,bayi kita telah lahir! Cantik seperti kamu!" Tutur Alvin.
Bayi mereka telah selesai dibersihkan,seluruh keluarga kini sudah boleh masuk ke ruangan dimana Vita berada.
"Oh ya nak,kamu sudah menyiapkan nama belum untuk anakmu ini?" Tanya Yunita.
"Sudah Ma,karena anak kami perempuan,kami berencana memberinya nama AQEELA NAQYA." Jawab Alvin sangat yakin.
"MasyaaAllah cantik sekali namanya...." Puji Yunita.
Mereka sibuk dengan anggota keluarga baru mereka.
"Karenanya aku jadi terlupakan..." Tutur Vita.
Semua orang kini menatap lekat Vita.
"Kamu bicara apa sayang? Kami tidak melupakanmu kok!" Sahut Alvin.
"Mana mungkin kami melupakan seorang wanita hebat yang telah melahirkan cucu yang cantik untuk kami." Sahut Yunita.
"Kamuteh jangan ngawur atuh neng!" Wina mengomeli putrinya.
"Hahahaa...Aku hanya bercanda,tapi lihatlah wajah kalian! Sangat serius menanggapinya!" Ejek Vita.
"Ya Allah nak,lihat Mamamu! Baru saja melahirkan tapi sudah pandai bergurau lagi!" Gerutu Alvin pada putrinya.
Mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap yang Vita telah mengerjai mereka.
*
Setelah 2 hari pemulihan di rumah sakit,hari ini akhirnya Vita sudah diperbolehkan pulang.
"Ma,tolong bantu istriku! Aku akan menyelesaikan administrasi dulu!" Seru Alvin meminta tolong Yunita.
Yunita langsung membopong Vita,"Kamu kuat jalan tidak nak?" Tanyanya.
"Kuat Ma." Jawab Vita yakin.
Mereka kemudian melanjutkan berjalan untuk sampai ke mobil menyusul Aqeela yang telah sampai ke mobil digendong Wina.
*
Kini mereka baru saja sampai di rumah.
"Sayang,kamu istirahat dulu ya! Kalau kamu mau apa-apa langsung panggil bi Inah saja! Aku mau melihat Aqeela dulu sebentar." Seru Alvin.
"Hm..."
Setelah beberapa saat Alvin kembali ke kamar,"Aku terlupa sesuatu!" Tuturnya.
"Apa?"
"Aku belum mengucapkan terimakasih padamu!" Jawab Alvin,"Terimakasih karena telah berjuang mengandung dan melahirkan putri kecilku! Aku sangat beruntung berjodoh denganmu! Kamu sangat sabar sekali dalam menghadapi segala hal, termasuk saat mengandung dan mengidam sesuatu! Kamu tidak ingin menyusahkan orang lain sampai rela menahan keinginanmu! Tapi untung saja ada Mama yang lebih peka,jadi segala keinginanmu bisa terpenuhi meskipun kamu tidak mengatakannya! Lain kali jangan seperti itu lagi ya! Kalau kamu ingin sesuatu katakan saja!" Lanjutnya panjang lebar.
"Iya,maafkan aku ya!" Tutur Vita.
"Aku maafkan tapi jangan begitu lagi!" Tegas Alvin.
Vita mengangguk diiringi senyuman.Kini Alvin ikut berbaring di samping istrinya karena merasa lelah selama 3 hari di rumah sakit ia kurang beristirahat.
.
.
.
Mohon maaf ceritanya Author kebut😆Tapi diusahakan tetap nyambung😊Jadi don't worry🙅Happy reading❤Jangan lupa dukung Author dengan cara like,komen dan Vote😉Terimakasih😍