NovelToon NovelToon
Janda Cantik Itu Istriku

Janda Cantik Itu Istriku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Janda / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lionel Andreas

Tio Hanggara Patih anak sulung dari 3 bersaudara, siswa SMA Kelas 12 yang sebentar lagi akan lulus tetapi kejadian satu malam yang tidak pernah terpikirkan oleh dirinya menimpanya. Dia harus menikah di usia yang begitu muda dengan seorang janda cantik dari kota, sedangkan dirinya memiliki cita-cita yang sangat tinggi. kehidupannya yang monoton seketika berubah 180° dari yang biasanya kehidupan nya tentang belajar dan membantu orang tuanya. Tidak pernah dekat dengan wanita sekalinya dekat langsung nikah.

Celine Amanda Cortez Janda cantik berusia 25 tahun yang memiliki 1 anak laki laki bernama Kaisar Abraham Cortez. Celine anak dari pasangan George Mark Cortez pria berkebangsaan Inggris dan Desi Ayunda perempuan berkebangsaan Indonesia.
Celine adalah seorang direktur dari perusahaan Cortez setelah sang ayah pensiun.
Niat hati mau mengembangkan usaha nya di bidang makanan malah harus nikah dengan anak sekolahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lionel Andreas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Sampai dirumah Tio langsung mencari istri nya....

    " assalamualaikum sayang aku pulang, sayang sayang....." ucap Tio sambil berteriak sayang nya tidak ada jawaban. Dan Tio langsung menuju kamarnya.

Sampai nya di dalam kamar juga ia tidak menemukan Celine akhirnya Tio memutuskan untuk mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan keringat di tubuhnya apalagi hari sedang panas-panasnya dan sekarang pukul 11 siang.

*

*

*

 Skippp

Setelah selesai mandi pun Tio keheranan karena istrinya masih belum terlihat dan suara anaknya juga tidak terdengar kemana sebenarnya semua orang kalau bapak ibu sama adiknya jelas di warung untuk si bungsu pasti lagi main di rumah om nya sama sepupunya.

   " sebenarnya kamu kemana sih sayang kok ga ada di rumah " ucap Tio sambil memakai kaosnya

   " masa iya di warung biasanya juga kewarung bareng sama aku " " aku ke warung aja siapa tau disana lagi bantu-bantu" ucap Tio dan langsung pergi keluar rumah dan menaiki motornya lagi.

Setelah beberapa menit akhirnya sampai juga Tio di warung dari depan dia melihat Celine sedang sibuk membantu karena seperti nya warung hari ini sangat ramai untuk anaknya Tio tidak melihat entah di mana pangeran kecilnya itu. Segera saja Tio masuk kedalam ....

   " assalamualaikum.... " dan di jawab serentak oleh keluarganya .

   " sayang aku cariin kamu dari tadi, kupikir kamu pergi kemana kenapa ga kasih tau aku kalau disini sih " ucap Tio sambil merengek .

   " aduh maaf banget ya aku lupa, tadi buru-buru juga si Firman telfon aku bisa bantu diwarung ga karena kita banjir orderan sayang. Ya aku langsung ajak Kai kesini " ucap Celine sambil terus membuat pesanan minuman untuk pelanggan.

   " terus Kai kemana terus sejak kapan kamu bisa buat minuman ini hm? Kamu juga se*y sayang pakai celemek itu cocok banget kamu di dapur gini " ucap Tio dengan sedikit melantur yang berhasil di hadiahi cubitan oleh Celine.

   " Tio bantu in bapak dulu jangan mesra-mesraan sama istrimu terus ga liat kita lagi kuwalahan ini " teriak bu Jum karena melihat anaknya yang terus mengganggu menantu cantiknya.

    " iya iya bu bentar " ucap Tio

    " bentar gimana bentar lagi di ambil pesanan nya, ini juga yang makan sini banyak cepet Yo" ucap bu Jum dan berakhir Tio segera menghampiri bapaknya.

    " masih kurang berapa pak pesanan nya? " tanya Tio

   " baksonya tinggal 10 bungkus mie nya kurang 15 bungkus belum sama yang makan sini udah kamu gantiin ibukmu saja sana keburu keluar tanduknya " ucap pak Parto .

   " sini bu biar Tio " ucap Tio segera mengambil alih pekerjaan bu Jum dan di bantu adiknya Firman. Sedangkan bu Jum membantu pak Parto membuat pesanan dan mengantarkan pesanan bakso yang sudah jadi .

tidak lama pesanan mienya sudah jadi 10 bungkus kurang 5 bungkus.

sebenarnya tadi bu Jum merebus mie untuk porsi 20 orang tapi di dahulukan juga yang makan di tempat karena takut kelamaan.

Setelah itu pesanan mie segera di antar oleh Firman dan segera Tio merebus mie lagi 5 porsi.

   " kita buat 5 porsi untuk bungkus ini aja kan dek? " tanya Tio

   " buat 10 mas sekalian ini ada pesan baru " ucap Firman segera saja Tio memasukan mie lagi.

Sambil menunggu mie nya matang Tio membantu meracik bumbu nya agar lebih cepat selesai. Tio juga melihat Celine yang terlihat tersenyum dengan bahagia walaupun ada raut lelah di wajah cantiknya.

    " Mas udah ga usah di pandang terus mbak Celine ga bakalan ilang kok, lihat bahagia gitu jaga kasir sama buat minumannya " celetuk Firman.

   " ikut campur aja kamu dek dek " dan Firman yang mendengar balasannya mas nya hanya tertawa. Dari tempatnya Tio melihat istrinya sedang melayani pelanggan seperti biasanya hanya saja segerombolan pria datang dan menggoda istrinya itu membuat Tio terbakar api cemburu.

   " dari tadi banyak yang goda mbak mu dek ? " ucap Tio sambil mengangkat mie nya dan jangan lupakan wajahnya yang mulai mengeras.

   " mbak Celine dari tadi dapet pujian terus mas, ada juga yang sampai minta nomor nya tapi ga di kasih " jawab Firman polos tanpa tau kalau mas nya ini sedang terbakar api cemburu.

Sedangkan Tio yang mendengar nya semakin badmood dan tidak lama Celine datang menghampirinya sambil menyerahkan catatan pesanan baru .

   " ini pesanan baru segera di buat ya sayang ku .... Eh kamu kenapa kenapa wajah nya begitu " ucap Celine begitu sadar ada yang aneh dengan ekspresi suaminya.

   " ga papa setelah ini aku buat, kamu jangan kecapekan sayang " ucap Tio yang berusaha membuat wajahnya terlihat biasa saja walaupun sia-sia dan itu berhasil membuat Celine berfikir kalau ada masalah dengan suaminya karena tadi tingkah nya masih sama seperti Kai terus tiba-tiba berubah.

  " um ya udah deh aku buatin pesanan minum dulu bye sayang " ucap Celine sambil tersenyum bahagia dan kembali ketempat nya.

  " ck si*lan " ucap Tio

  " Kai kemana dek kok ga ikut mbak mu? bukannya biasanya Kai main-main di dekat kasir " ucap Tio karena tidak melihat anaknya dan biasanya orang-orang kalau melihat Kai di samping Celine tidak akan berani menggodanya.

  " hehehehe itu mas, Kai tidur di sana dari tadi main sendiri karena kami semua sibuk untung nya Kai ga rewel " ucap Firman dengan kaku karena sadar kalau masnya sedang cemburu.

  " itu mas, Kai tidur di meja pojok deket kasir sambil ngelonin boneka tadi adek juga disini main sama Kai tapi langsung pulang karena Kai ketiduran " ucap Firman .

" hm sini mas yang antar pesanan yang makan sini yang bungkus sudah semua ibu kasih tau, nanti mie nya angkat kalau udah mateng mas anterin ini dulu " ucap Tio yang langsung mengantar pesanan. Setelah mengantar pesanan ternyata Tio melipir ke arah kasir tentu saja untuk menemui istrinya yang cantik .

" mbak cantik banget mau pesan dong " canda Tio yang sudah ada di depan Celine yang sedang menunduk menghitung uangnya.

" kamu nih ya usil banget kaget tau " ucap Celine sambil mencebikan bibirnya.

" habisnya sayang aku ini sibuk banget sampe ga sadar suaminya udah di sini " ucap Tio dan Celine hanya memutar bola matanya malas .

" hari ini rame banget kamu cape ga ? " tanya Tio.

" cape tapi seneng banget bisa ngobrol sama banyak orang walaupun aku bingung kalau ada yang bicara bahasa daerah " ucap Celine sambil tersenyum lebar dan terus membuat pesanan minuman.

Dari jauh bu Jum dan pak Parto hanya bisa geleng-geleng kepala.

" pak pak bisa-bisanya lagi rame-rame nya gini anak mu malah godain istrinya " ucap bu Jum yang heran dengan kelakuan Tio.

" ya gapapa to bu istri sendiri itu, kalau istri orang baru masalah" canda pak Parto yang langsung mendapatkan pukulan dari bu Jum.

Kembali lagi ke Tio dan Celine

" ini pesanan meja berapa sayang biar aku anterin kamu udah cape duduk aja sama Kai jangan lupa di cek " ucap Tio

" itu pesanan meja nomor 10, oh iya ya ampun aku sampe lupa sama Kai " ucap Celine yang langsung melihat keadaan anaknya. Sedangkan Tio hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum saja .

Setelah mengantarkan pesanan Tio segera kembali ke kasir untuk menggantikan Celine yang sedang istirahat sebentar dan karena semua pesanan sudah di buat jadi bisa istirahat sebentar sebelum ada pelanggan lain datang.

Dan benar dugaannya tidak lama beberapa motor berhenti di depan warungnya dan ketika orang-orang itu sudah masuk Tio langsung sadar itu guru-gurunya.

deg .... deg... deg suara detak jantung Tio yang kian kuat. Dan dalam hati Tio berharap semoga anaknya tidak bangun dan kalau sampai bangun bisa berabe dia di panggil papa di depan gurunya.

Sedangkan Celine sendiri juga ikut gugup melihat suaminya yang memandangnya ia langsung paham.

" Loh Yo, di sini ngapain? " tanya bu Dina wali kelas Tio.

" hehehe ini bu bantu-bantu orang tua " jawab Tio sambil menyalami guru-gurunya.

" loh warung ini punya orang tua mu to kok ibu ga tau padahal guru guru yang lain juga sering ke sini" ucap bu Dina

" mungkin waktu saya sedang ga disini bu " ucap Tio berusaha tenang .

" oh ya bu mau pesan apa silakan ini buku menunya" lanjut Tio.

" Sebentar ya tungguin yang lain juga, saya bawa ke situ boleh buku menunya ? " tanya bu Dina

" ya bu silahkan"

" sini lo bu pak duduk disini saja adem kena angin " ucap Bu Dina yang berjalan kearah meja-meja lesehan di deretan Celine.

Tapi sebelum duduk Bu Dina berusaha mengobrol dengan Celine yang terlihat bule sekali di mata guru-guru Tio belum lagi anaknya yang pure bule itu dan sedikit kesusahan....

" i cause me miss um can we .... here " ucap bu Dina yang bahasa Inggris belepotan.

" oh sure please , I will take my son to move " balas Celine sambil tersenyum dan akan segera mengangkat anaknya untuk di pindahkan.

melihat Celine yang seperti nya akan kesusahan akhirnya Tio menghampiri .

" biar aku aja yang gendong Kai " ucap Tio sambil berbisik-bisik dan hanya di dengar Celine dan langsung menggendong anaknya dan memindahkan nya ke bangku panjang belakang kasir. Dan segera Celine mengikuti suaminya.

sambil menunggu pesanan gurunya Tio berusaha tetap tenang sampai akhirnya.....

" Yo, Tio ibu mau pesan yang lain nanti nyusul saja hanya titip pesanan katanya biar sampe sini langsung makan " ucap bu Dina.

" oh ya bu, sebentar..." ucap Tio sambil membawa buku kecil untuk mencatat pesanan.

Ditengah Tio mencatat pesanan dan menanyakan sambil terus menunggu guru-gurunya menentukan pilihan pesanan tiba-tiba saja....

" PAPA ......" teriak Kai menggelar

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

SEKIAN GUYS LANJUT LAGI BAB SELANJUTNYA.

TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA.

1
Deden Yanuar Akbar
mana lanjutannya
Deden Yanuar Akbar
bagus
Hani_bunny
marahin aja bu , Tio nya hahhaaha 😆
Deden Yanuar Akbar
mana kelanjutannya bosq
Lionel Andreas
oke bro
Deden Yanuar Akbar
sayang cerita'nya ga tamat nyesel baca harusnya sampai selesai klo bikin cerita
Deden Yanuar Akbar: maaf ternyata ada sambungannya maaf ya ini cerita bagus
total 1 replies
Hakim Bohiran
Aku senang sekali ketika membaca cerita ini, semua masalah di kehidupan sehari-hari terasa jauh seketika.
Lionel Andreas
sudah update ya sekarang baru 4 episode besok dilanjut lagi
Starling04
Menegangkan banget, ga sabar nunggu kelanjutannya nih thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!