NovelToon NovelToon
Rela Berpisah Karena Orang Ketiga

Rela Berpisah Karena Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Cerai / Selingkuh / Tamat
Popularitas:605.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: salsabilaimuet

hubungan Selama tiga tahun tak bisa bertahan karena orang ketiga, sahabat baik suamiku datang dengan dalih pertemanan, awalnya aku menanggapi biasa saja hingga suatu hari aku tak sengaja ingin memberikan kejutan malah aku yang di berikan kejutan oleh suamiku,, perih dan pedih rasanya hingga aku tak mampu bertahan, Bahkan kaki seakan lemas tak bertulang... menyaksikan suamiku membawa sahabatnya dan memperkenalkan sebagai adik maduku.aku yang tak rela di madu memilih mundur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salsabilaimuet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilabrak Isti rian

Setelah makan buka bersama dengan Vanesa, Rendra mengajak Vanesa untuk pulang, karena mengandung, hari sudah larut malam, ia juga tak ingin terjadi apa-apa dengan dirinya yang kehamilannya sudah membesar,

"Yank, kita langsung pulang saja ya." tanya Rendra yang tidak menaruh curiga.

"Iya mas.." hati Vanesa sejak tadi ketar-ketir takut rendra tau bahwa ia janjian untuk bertemu dengan Rian, dan sialnya hampir ketahuan.

Tak lama sampai di depan rumah vanesa turun dan di susul oleh Rendra. Vanesa langsung merebahkan badanya di kamar, Rendra pergi kekamar mandi untuk berwudhu dan langsung ingin pergi ke masjid untuk solat tarawih.

"Yank mas ke masjid dulu, mas tinggal gak papa ya," tanya Rendra yang sudah siap dengan baju koko nya.

"Iya mas." vanesa senang suaminya pergi, ia bisa menelfon Rian untuk minta maaf karena tidak sesuai dengan rencana nya,

Tut

Tut

Tut

Dan tak lama di angkat oleh Rian,

"Halo honey, kamu bisa gak kembali sekarang kepala bawah dan atas nyut-nyutan ini bagiamana" Rian mengadu kerena tidak jadi melakukan itu lagi,

"Maaf ya aku gak bisa besok aja gimana." tawar Vanesa.

"Gak aku maunya sekarang kalo kamu gak bisa aku langsung ke rumah kamu sekarang," ancam Rian,

"Jangan dong, besok aku janji berapa ronde pun aku turuti ok.." setelah bernegosiasi dengan Rian Vanesa pun tidur.

Pagi menjelang seperti biasa hari ijin hari libur, dan entah dari mana istri Rian datang mengedit pintu dengan kencang.

Dor

Dor

Dor

"Siapa sih pagi-pagi ganggu aja.." seru Rendra yang masih tidur. karena hari Minggu ia bermalas-malasan.

"Mas bukain kenapa, berisik tau." ucap Vanesa yang juga masih terlelap.

ahirnya Rendra mengalah dengan bangun untuk melihat siapa yang pagi-pagi bertamu kerumahnya. Dengan malas Rendra membuka pintu.

Kriek

"Ada apa ya Bu pagi-pagi datang bertamu ada keperluan apa." tanya Rendra dengan suara lembut,

"Apa benar ini rumah Vanesa." ibu itu bertanya karena ia melihat Vanesa datang ke rumah ini.

"Ya memang ada apa mencari istri saya Bu," Rendra yang tidak tahu siapa wanita paruh baya di depanya ini.

"Boleh panggilan istri kamu saya ada perlu," wanita itu hanya ingin sejauh mana nyali Vanesa.

"Baik ibu tunggu, saya akan panggilkan." Rendra masuk kedalam rumah dan memanggil istrinya di dalam kamar.

Sesampainya di kamar ia segera membangunkan istrinya itu,

"Yank bangun di luar ada yang nyariin kamu katanya penting." Rendra mengguncangkan tubuh istrinya itu,

"Hemb... Apasih mas ganggu aja, lagian aku gak punya janji sama siapa-siapa." Vanesa yang malas masih tak mau bangun juga.

Mau tak mau ahirnya Vanesa bangun dan langsung cucu muka. Tak lama kemudian vanesa keluar dan betapa kagetnya ia melihat wanita paruh baya yang sangat ia kenali,

Tampa babibu, wanita itu langsung menghampiri Vanesa dan menjambak rambutnya tampa henti dan keributan terjadi di ruang tamu itu. Rendra yang masih di dalam kamar dan langsung keluar.

"Ada apa ini ribut-ribut.." Rendra yang melihat pun langsung melerai dan ingin melindungi Vanesa dari amukan wanita tadi.

"Tanya kan saja pada istrimu itu, untuk jauhi suami saya," wanita itu menujukan kearah Vanesa yang rambutnya sudah tidak beraturan,

"Maksutnya apa ini," Rendra yang masih tidak mengerti.

"Asal kamu tahu ya istrimu ini sudah menjalin hubungan dengan suamiku hingga sekarang, dan asal kamu tahu, juga sampai sekarang ia masih menjalani hubungan denganya, jika kamu tidak menjauhi suamiku. Jangan harap hidupmu tenang." wanita paruh baya itu langsung beranjak pergi.

Rendra yang masih diam di tempat begitu terpukul apa yang ia lihat tadi, apa benar Vanesa sudah main di belakang. Rendra yang masih memikirkan itu, Vanesa pun langsung berkata dan membela diri.

"Mas jangan percaya ucapnya, aku tau dia sangat tidak suka denganku. Hingga memfitnah aku dengan tuduhan yang gak benar," Vanesa sangat takut akan ketahuan hubungan gelap selama ini.

"Tapi ibu itu tadi mengatakan. Jika kamu selingkuh dengan suaminya itu siapa van, jawab." Rendra bertanya karena kepalanya terasa ingin pecah, bagian tidak kenyataan yang belum sepenuhnya terbongkar membuat Rendra di Landa gelisah.

"Mas percaya kan sama aku, aku mohon jangan termakan omongan dia mas, dia hanya ingin membuat hubungan kita retak" Vanesa berusaha menyakinkan Rendra.

"Entahlah Van, untuk sekarang ini aku belum menilai mana yang benar dan mana yang salah," Rendra meninggalkan Vanesa sendiri di ruang tamu dengan keadaan sangat kacau

Rendra masuk kedalam kamar dan langsung mendudukan bokongnya di atas ranjang, pikirannya pun berkelana jauh, mana yang benar, Rendra harus percaya yang mana.

Sedangkan memikirkan itu, di kampung Ayu sedang menyiapkan tak jika yang akan ia jual pada sore nanti.

"Nak bagaimana apa sudah semuanya.." tanya apakah Mardi yang ikut membantu.

"Sudah pak tinggal di bawa ke depan saja, doain ya pak semoga lancar dan berkah." Ayu meminta doa kepada bapaknya itu,

"Tentu nak bapak selalu doain kamu semoga takjilnya berkah untuk kita." pak Mardi mendoakan agar usaha yang Ayu kerjakan lancar Tampa kendala, untuk sementara itu dulu yang ayu kerjakan, mengingat ia baru saja pulang kampung dan baru memulai usahanya.

Setelah semua yang di jual oleh Ayu berasa di teras rumah, semua takjil Ayu, ada berberapa membeli hingga magrib tapi Masi banyak, jadi Ayu berinisiatif untuk membawa sisa takjil yang ia jual di berikan di mushola dekat rumahnya untuk berbuka puasa. Walaupun yang terjual yak seberapa karena baru memulai berjualan tapi Ayu tidak pantang menyerah, demi kelangsungan hidupnya.

"Nak masih banyak gak papa kalo di bawa ke mushola saja, nanti tambah berkah," ucap pak Mardi yang sudah membawa takjil itu.

"Iya pak gak papa, lagian kan baru pertama juga, jadi sedikit yang laku," Ayu juga menyadarinya.

"Yasudah besok buat lagi ya, tapi jangan berlebihan." ujar pak Mardi,

Setelah mengatakan itu pak Mardi membawa takjil itu ke mushola dan Ayu menunggu bapaknya di rumah,

Waktu terus berlalu hingga satu bulan lebih, kuasa sudah usai dan di gantikan lebaran, ayu meminta maaf kepada bapaknya yang sangat ia sayangi dan orang yang berarti untuk dirinya.

"Pak maafin kesalahan Ayu, ya mungkin banyak sekali kesalahan Ayu yang membuat bapak sakit hati, dan juga maafin Ayu yang selama ini merepotkan bapak.." Ayu bersimpuh dengan berderai air mata untuk meminta maaf kepada bapaknya.

"Nak bapak maafin, jangan bicara yang tidak-tidak bapak hanya ingin anak bapak bahagia, tiada kata bahagia selain melihat putri bapak tersenyum, semoga di masa depan anak bapak mendapatkan jodoh yang baik, dan juga bisa menerima anak bapak dengan lapang dada." pak Mardi sekolah mendoakan yang terbaik untuk anaknya itu,

"Terimakasih pak, " Ayu memeluk bapaknya dengan derai air mata, tiada kasih sayang yang tulus selain orang tuanya.

1
Lisa Santia
lah betul itu, banyak salah kata2 nya
Sunarmi Narmi
Itu kmu Pham Ren ..sok sok an mau berbuat ADIL...DARI MANA ADILNYA..GAJI SAJA KAMU SABOTASE 😡😡😡😡😡
Sunarmi Narmi
Vanesa..kmu akan menuai karma.. ketahuan anakmu bukan anak Rendy tpi anak Rian dn cacat...anak Ayu akan tumbuh sehat dn baik krn diasuh dgn hati tulus dn baik.
Sunarmi Narmi
Suka karakter Ayu yg kuat tidak menye menye berani ambil keputusan..Thor bikin Rendra menyesal
Mule Maskurie
Luar biasa
Heriyani Lawi
entah typo atau otornya nih yg ga bisa bhs inggris, ejaan Inggrisnya byk salah tor
Nani Te'ne
suka
Lucia Utami
/Drool/
Dewi Dama
parah bangat salah ketik nya jadi di ketikknya janda...
Dewi Dama
banyak salah ketik dan susah di pahami
mamay arif
rendra melepaskan batu permata demi mendapatkan batu kerikil jgn sampai menyesal aja apa yg kau tanam itulah yg kan kau tuai
Fransisca Henny Kuswondo
ceritanya Aditya gmn nih ..
gempi
g
Lestari Ning
bukan mutilasi ke kantor pusat tapi mutasi. hanya masukan banyak yg tipo
Sri Wahyuni
banyak tipo jd nyoba nyambung kata yg pas
Rismawati Damhoeri
nggak kapok kasih suprise lkehamilan terus, nanti di suprisein lagi kek dulu
Rismawati Damhoeri
kok banyak kali yg tabrakan yaaa..
Rismawati Damhoeri
kirain apalah live2, rupanya lift toh?, sama beed mood, bad mood kah thor?
Rismawati Damhoeri
ih setiap baca muff one, kok terbayang kue yaa...
Rismawati Damhoeri
ah...selalu ada adegan tabrakan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!