NovelToon NovelToon
Fajar Untuk Embun

Fajar Untuk Embun

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum di revisi


Tolong baca nya jangan di lompat!


SEKUEL SAYEMBARA JODOH

kisah anak-anak Dira dan Juna.


"Sampai sekarang aku masih mencintaimu, Bun."

"Kakak jangan gila! Aku ini calon adik iparmu!"

"Apa kamu mencintai Angkasa?" tanya Fajar.

Embun pun menjawab sambil membuang muka. "Ya. Aku mencintainya! Puas?"



Embun tidak pernah menyangka dipertemukan kembali dengan Fajar--seseorang yang datang dari masa lalu. Lelaki yang sangat mendambakan dirinya. Akan tetapi, Embun harus meninggalkan Fajar sebab begitu banyak tekanan yang dia hadapi. Tembok mereka cukup tinggi.

Saat ini Embun sudah bersama dengan pria lain. Pria yang memiliki kedekatan cukup erat dengan Fajar, yang menjadi pilihan ayahnya.

Lalu, bagaimana dengan Fajar? Cinta yang dia simpan rapat-rapat kini kembali bergejolak setelah pertemuannya. Akankah dia menyimpan cinta itu untuk selamanya? Atau justru berjuang untuk mendapatkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di kantor polisi

Embun, Om Brian dan Daren sudah dalam perjalanan menuju kantor polisi. Embun dan Om Brian duduk di kursi belakang sopir sementara Daren duduk di samping sopir. Tadinya Daren mau duduk di samping Embun. Namun Om Brian melarang karena tahu modus dan perasaan Daren pada Embun. Suasana di dalam mobil hening seketika. Daren melirik Embun dari kaca. Sementara yang di lirik melemparkan pandangan ke arah jalanan.

Sesampainya di kantor polisi Brian berjalan terlebih dahulu. Diikuti oleh Daren dan juga Embun. Lagi-lagi Daren menarik tangan Embun seperti sepasang kekasih. Embun melepaskan tangan Darren dengan kasar. Dia pun melangkah meninggalkan pemuda itu. Seharian dia sudah di berikan masalah oleh kakak kelasnya. Setelah tahu siapa Brian, Embun pun yakin dia dan Darren tidak akan bisa punya hubungan khusus. Tentu hubungan darah diantara mereka lebih kental.

Brian tampak berbincang-bincang dengan seorang petugas polisi, dari pakaiannya seperti punya jabatan besar. Tampak lelaki paruh baya itu seperti sudah mengenal lebih akrab.

"Bagaimana kejadiannya?" tanya om Brian.

"Saya tadi dapat laporan dari seorang pemuda. Dia melaporkan tindakan percobaan penculikan pada kekasihnya. Setelah saya lihat di cctv yang di berikan pemuda itu."

Brian mengerutkan dahinya. Pandangannya melempar ke arah Darren. Tampak putra semata wayangnya masih berusaha modus pada Embun. Sayangnya, dia juga melihat penolakan secara terang-terangan dari Embun.

"Dia gadis yang tadi di culik Darren." tunjuk Brian.

"Darren bilang dia mau mengenalkan gadis yang dia sukai sama saya. Makanya dia mengajak gadis itu ke kantor. Saya yakin yang di dalam video ini hanya salah paham saja. Buktinya gadis itu baik-baik saja." kata Brian masih membela putranya.

"Bisa tolong panggilkan gadis itu. Biar dia yang memberi keterangan langsung." kata komandan kepolisian.

"Kalau boleh tahu siapa nama pemuda yang melaporkan anak saya?"

"Namanya Fajar Bramantyo. Sekarang dia masih menunggu hasil interogasi dua teman yang membantu Daren." kata komandan kepolisian.

"Sementara Embun memberi keterangan. Izinkan saya bertemu dengan pemuda itu. Anda kalau mau memeriksa anak saya juga tidak apa-apa. Biar selesai permasalahannya."

Brian melangkah pergi bersama petugas yang lain. Di sana dia bertemu dengan Fajar yang duduk di kursi roda.

"Jadi ini pacar Embun? masih bagus Darren daripada dia. Sepertinya aku akan mendukung Darren mendekati Embun." batin Brian.

Embun akhirnya memberi kesaksian di depan petugas kepolisian. Dia juga menjelaskan kalau memang Darren memaksanya masuk ke mobil. Tapi dia juga bilang Darren tidak ada maksud untuk melakukannya itu.

"Jadi kamu tidak di culik?" tanya petugas kepolisian.

"Tidak, Pak. Saya juga awalnya mengira kak Darren akan melakukan hal yang aneh. Tapi ternyata dia baik. Hanya mau mengenalkan saya pada orangtuanya."

"Tadi pacar anda juga melaporkan kejadian ini pada kami. Lalu bagaimana hubungan anda dengan Darren serta dengan pelapor?"

"Kak Daren hanya teman. Pelapor adalah pacar saya yang sebenarnya." Embun menjelaskan yang sebenarnya.

Setelah satu jam lebih Embun memberikan keterangan. Dia pun meninggalkan ruang interogasi, di saat yang sama berpapasan dengan Fajar. Tampak pemuda itu sangat senang bertemu dengan kekasihnya. Embun menyambut pertemuan itu dengan ekspresi bahagia. Embun duduk mensejajarkan diri dengan Fajar.

"Terima kasih, kak. Sudah melaporkan pada pihak berwajib." kata Embun.

"Ya Allah, Sayang. Kamu tidak apa-apa. Mereka sudah tidak menyakiti kamu, kan?" Fajar terus memberondong pertanyaan sebagai ungkapan rasa khawatirnya.

"Alhamdulillah, aku tidak apa-apa. Mereka memperlakukan aku dengan baik. Terima kasih atas rasa khawatirnya. Aku malah jadi beban pikiran kakak."

"Enggak, Bun. Kamu bukan beban buat aku. Jangan bilang begitu lagi, aku tidak suka mendengarnya."

Embun melihat Om Brian dan juga Darren berjalan ke arah mereka. Gadis itu pun menyalami om Brian. Diikuti Fajar yang juga menyalami lelaki paruh baya tersebut.

"Om, kenalkan ini pacar saya. Namanya...."

"Tadi kami sudah kenalan, Bun." sahut Fajar.

"Iya, tadi kami sudah mengobrol sedikit. Saya paham atas kekhawatiran nak Fajar. Saya juga minta maaf atas kelakuan anak saya. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menculik Embun. Tujuan dia cuma mau ajak Embun jalan. Karena tadi dia melihat Embun seperti orang sedang patah hati."

Darren menyunggingkan senyuman. Tatapannya sinis ke arah Fajar.

"Wajarlah Embun patah hati, sudah punya tunangan tapi kasih harapan pada gadis lain. Maruk!" kata Darren. " Dengar, Ya, Kak Fajar. Selama kamu belum tegas memilih antara Embun dan Kinara. Saya akan tetap mendekati Embun. Toh dia bukan istri anda." ucapan Darren mendapat apresiasi dari Brian. Dia juga merasa Darren lebih pantas bersama Embun.

"Embun kamu pulang sama kami saja." Ajak Brian.

"Saya pulang sama kak Fajar saja, Om. Terima kasih atas waktunya hari ini. Saya minta maaf kalau sudah membuat om meninggalkan pekerjaan karena masalah ini. Kak kita pulang ada yang mau aku bicarakan." Embun memutar kursi roda milik Fajar. Bersama Tomi mereka meninggalkan kantor polisi.

"Maaf, kak Saya sepertinya pulang dengan kendaraan lain. Motor saya masih di kampus." pamit Tomi.

"Terima kasih, Tomi. Kamu sudah banyak bantu saya. Saya sudah merepotkan kamu hari ini." kata Fajar.

"Tidak apa, Kak. Saya juga senang bantu kak Fajar dan Embun. Tapi satu hal, Bun. Kamu juga harus melaporkan Reva, karena dia sudah menfitnah kamu." kata Tomi.

"Reva? Apa yang dia katakan?" Embun cukup kaget setelah tahu Reva juga terlibat.

"Dia bilang kamu mesum sama Darren. Makanya aku cek di CCTV nyatanya tidak seperti yang dia katakan. Aku percaya kamu tidak akan begitu. Sebab...."

"Sebab apa, kak?"

Sebab akulah yang menjadi first kiss kamu, Bun. Batin Fajar.

"Nggak jadi. Sudah lupa. Yuk, kita pulang." ajak Fajar.

"Apa aku harus balik ke dalam melaporkan Reva?"

"Tidak usah, Bun. Kita cukup melaporkan masalah ini ke pihak kampus. Kalau dia masih begitu baru kita lapor polisi. Tapi perlu juga sih, polisi turun tangan. Biar dia jera."

Embun melirik jam di handphonenya.

"Astaga Lintang pasti sudah menunggu. Kak aku duluan mau jemput Lintang." Embun berlari ke gerbang kantor polisi. Dia lupa kalau Fajar tidak ada yang mengantar.

Embun baru saja berdiri di gerbang menunggu grab yang di pesannya. Handphonenya bergetar ada nomor yang tidak dia kenal. Awalnya dia mencoba mengabaikan nomor tersebut. Namun pesan itu membuatnya harus menerima telepon asing tersebut.

"Saya mau bicara sama kamu. By mamanya Fajar."

Telepon itu kembali bergetar. Mau tidak mau dia pun mengangkat telepon dari ibu kekasihnya.

" Assalamualaikum, Tante." ucap Embun sopan.

"Waalaikumsalam, Kamu pacarnya Fajar kan. Tante tidak perlu basa-basi lagi. Saya akan cabut tuntutan papa kamu, asal ..."

"Asal apa Tante?"

"Kamu harus meminta pada Fajar menerima Kinara sebagai calon Istrinya. Fajar tidak akan bisa mencabut tuntutan karena kami yang menuntut papa kamu. Dan jika kamu melanggarnya. Maka Papa kamu akan membusuk di penjara." Embun mendengar hal hanya mengepalkan tangannya.

"Tante tenang saja. Saya memang akan pergi meninggalkan kak Fajar. Saya sadar kami bagaikan langit dan bumi. Saya juga sadar apa yang sudah papa saya lakukan mengecewakan kalian. Tapi satu hal yang harus anda tahu, dunia itu berputar, mungkin anda sekarang diatas.

Dan satu hal yang harus anda ketahui. Kinara dan papanya tidak sebaik yang anda kira. Selamat sore, Tante." Embun menutup teleponnya.

"Bun, kamu marah-marah sama siapa?" suara Fajar sudah berada tidak jauh dari dirinya.

"Bukan siapa-siapa." jawab Embun datar.

Tak lama mobil grab datang. Embun pun menghilang bersama mobil tersebut.

"Siapa tadi yang menelepon Embun?"

Ting!

Mama sekarang di rumah Oma. Malam ini kita pulang ke Lembang sampai mendekati waktu wisuda dan kamu akan ikut pengobatan di Australia.

1
Jong Nyuk Tjen
betul , fajar jd laki2 ga gentle , ga pernah klarifikasi kl embun itu sebetulnya pacar yg d cintai ny , bknny s kinara
Jong Nyuk Tjen
lama2 sebel am s kinara , serigala berbulu domba , d depan embun n fajar baik bnget seolah olah mendukung hubungan mereka tp d blkng ny mah mw aj d jodohin am fajar ckckckck
Jong Nyuk Tjen
bagus kyny nih ceritanya , lanjut ah bacany
mama Al: anaknya sayembara Jodoh kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Keren, lanjutkan...
mama Al: mampir kak sudah bab baru
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget ada hutan kenangan 😍
Dewi Payang
tuh kan....
Dewi Payang
Curiga... ortu Doni tdk setuju klo Lintang cacat
Dewi Payang
Ngeri juga dendamnya...
Dewi Payang
cepatan Lin....
Dewi Payang
Aduh, aku jadi ikutan takut
Dewi Payang
jomblo ngenes ya🤭
Lina Zascia Amandia
Bukankah Pekalongan itu di Jawa Tengah. Dan lagi Taufik Hidayat asli orang Bandung bukan orang Lembang. Maaf hanya meluruskan saja ya Kak.
mama Al: kan cerita nya mereka jalan-jalan keluar Lembang.
total 1 replies
Spyro
Happy ending. Stelah melalui banyak rintangan dan peristiwa ya Mbun.

Terimakasih author buat cerita kerennya 😍😍 Walau masi penasaran sama ending kisah Darren dan Reva, juga jodohnya Lintang 😁
Spyro
Sebenarnya dari dlu udah bahagia Om. Para orang tua aja yg gk ngerti 😐
Spyro
Wah Taufik Hidayat, atlet idola anak 90-an 😁😁
Spyro
Sebelum menghrap rujuk, mendingan kamu bersihin nama Embun dari hati sama kepala kamu Ren! Percuma rujuk kalau masi keinget Embun. Kasihan Reva
mama Al: nah iya bener
total 1 replies
Spyro
Lah, dia cemburu toh 😂
Spyro
Lah kok nyalahin Bening? Yg ngejar2 sama naksir kan bukan Embun tp kakamu!! Semua yg menimpa kkmu, ya kesalahan dia sendiri lah. Punya istri di sia2!!
Spyro
Wah obsesinya ke Panca melebihi ke Fajar. Serem bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!