NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

“Tok..tok..tok....”

Serentak Liam dan Lyra menoleh ke arah pintu yang tertutup rapat.

“Tuan Liam....”

Suara Bi Mirah terdengar dari luar pintu.

Wajah Lyra terlihat panik, perempuan itu menatap Liam cemas, kedua tangannya saling meremas.

Melihat itu, Liam mengangkat tubuhnya, dia kembali duduk bersandar pada kepala ranjang, dia meraih kedua tangan Lyra dan menangkupnya. Liam menatap Lyra dengan tatapan menenangkan seolah berkata bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Buka pintunya, biar saya yang berbicara pada Bi Mirah.” Sebelah tangan Liam menyentuh kepala Lyra mencoba menghilangkan kepanikan perempuan itu.

Lyra mengangguk. Dia kemudian melepas genggaman Liam pada tangannya. Dengan langkah berat Lyra mendekati pintu. Sekali lagi dia menoleh, menatap Liam dengan tatapan ragu. Liam mengangguk meyakinkan.

Tanpa menunggu lagi Lyra memutar handel pintu dengan pelan. Hal pertama yagn dia lihat adalah wajah terkejut Bi Mirah yang membuat Lyra hanya bisa memasang senyum tanggung.

“Lyra?”

Bi Mirah menatap Lyra heran. Kemudian dia menatap Liam yang berada di atas ranjang.

“Tuan Liam.” Bi Mirah buru-buru menghampiri.

“Lyra di sini untuk merawat saya,” ucap Liam jujur.

Bi Mirah menatap Lyra dan Liam bergantian. Kemudian tangannya bergerak memeriksa suhu tubuh Liam.

“Tuan demam.” Bi Mirah seketika merasa khawatir kala punggung tangannya bersentuhan dengan dahi Liam yang masih terasa panas.

“Saya sudah merasa lebih baik Bi, tadi Lyra sudah memberikan obat,” ungkap Liam. Bi Mirah kemudian menatap Lyra.

“Syukurlah. Bibi tidak tau kalau Tuan Liam sakit,” ucap Bi Mirah, dia menyentuh tangan Liam dan mengelusnya penuh kasih sayang.

“Saya tidak ingin membuat Bibi terlalu khawatir untuk itu saya hanya menghubungi Lyra.” Liam menambahi.

Bi Mirah mengangguk. “Apa sekarang Tuan sudah merasa lebih baik?” Bi Mirah menatap Liam sendu.

Liam tersenyum. “Saya baik-baik saja sekarang. Bibi tidak perlu khawatir, Lyra sudah merawat saya dengan sangat baik.” Liam menatap Lyra di akhir kalimatnya.

Bi Mirah menoleh pada Lyra. “Lyra memang sangat pandai merawat orang sakit,” pujinya.

Lyra tersenyum kaku.

“Kalau begitu saya permisi dulu, saya ingin memeriksa keadaan Sofia,” ucap Lyra.

Bi Mirah mengangguk. “Tadi Sofia terbangun saat Bibi membuka kamar kalian, Bibi kira kamu ada di kamar.”

“Cepatlah, Bibi khawatir Sofia menangis karna mencarimu.” Tambah Bi Mirah. Setelahnya Lyra pun pamit. Dia sedikit terburu-buru menuju ke paviliun.

Sepeninggalan Lyra, Liam kembali membaringkan tubuhnya dibantu oleh Bi Mirah. Raut sedih kembali terlihat di wajah Bi Mirah, kecemasan juga terlihat jelas di sana.

“Saya sudah baik-baik saja Bi.”

Bi Mirah mengangguk namun raut wajahnya masih tetap sama, dia menarik selimut Liam hingga dada. Lalu menangkup sebelah tangan Liam, mengelusnya dengan sayang. Sudah lama sejak dia melihat Liam sakit. Bi Mirah tidak tau apa Liam pernah sakit selama ini, namun dia yakin meskipun sakit Liam tidak akan memberitahukannya kepadanya.

“Dari pada Bibi khawatir seperti ini, lebih baik Bibi buatkan saya bubur, saya belum makan sejak semalam. Mungkin saja saya akan langsung sembuh jika memakan bubur buatan Bibi.”

Bi Mirah tersenyum mendengar itu. Saat Liam kecil dia sangat menyukai bubur buatannya, terlebih saat dia sakit. sudah lama sejak terakhir kali Liam memakan bubur buatannya itu.

“Baiklah akan Bibi buatkan, apa ada lagi yang Tuan inginkan?” Tanya Bi Mirah sebelum dia keluar. Liam menggeleng. “Tidak ada,” jawab Liam singkat. Setelahnya Bi Mirah beranjak menuju ke dapur.

Di dapur Bi Mirah mendapati gelas kosong juga baskom dan handuk kecil di atas wastafel. Ternyata Lyra benar-benar merawat Liam, lirih Bi Mirah.

Sejujurnya Bi Mirah sempat berprasangka buruk kala mendapati Lyra di dalam kamar Liam. Apa lagi dalam kondisi kamar yang hanya diterangi lampu tidur. Bi Mirah sempat curiga, namun mendengar penjelasan Liam, Bi Mirah merasa bersalah. Liam dan Lyra tidak mungkin berbuat tidak senonoh, dia mengenal kedua orang itu dengan baik.

Bi Mirah segera mengusir fikiran-fikiran buruk di dalam kepalanya. Dia harus segera membuatkan bubur untuk Liam agar laki-laki itu bisa cepat kembali sehat. Tidak ada yang lebih penting dari pada itu saat ini.

***

Siang hari Liam sudah keluar dari kamarnya. Laki-laki itu berjalan menuju teras belakang mansion. Dia ingin melihat Sofia bermain, meski dari jauh.

“Apa Tuan butuh sesuatu?” Bi Mirah menghampiri Liam yang sudah duduk sembari bermain ponsel.

“Tidak ada Bi, saya hanya ingin menghirup udara luar,” ucap Liam.

“Apa Tuan Liam ingin bertemu Sofia?” Bi Mirah bertanya ragu.

Mendengar pertanyaan Bi Mirah, Liam segera menoleh. Dari mana Bi Mirah tau jika dia ingin bertemu Sofia.

“Sofia sedang tidak ada.” Bi Mirah memberi tahu.

Kening Liam mengkerut. “Kemana dia?” Tanya Liam.

“Hari ini jadwal Sofia untuk melakukan pemeriksaan rutin, jadi Lyra mengantarnya kerumah sakit. Sekalian Lyra meminta izin untuk menemui Camila, anak kerabat Bibi yang sedang sakit juga,” jelas Bi Mirah.

Liam tidak menjawab. Dia hanya mengangguk lalu bangkit berdiri. “Kalau begitu saya kembali ke kamar. Bibi jangan lupa beristirahat.”

Meski sedikit kecewa karna tidak bisa bertemu sofia, Liam tidak memperlihatkannya pada Bi Mirah. Liam lupa jika Sofia masih harus menjalani pemeriksaan rutin. Padahal bertemu Sofia bisa membuat fikirannya jauh lebih tenang. Namun tidak masalah, jika bocah itu sudah pulang dia akan langsung meminta Lyra untuk membawa Sofia untuk makan malam bersamanya. Dia sudah rindu dengan celotehan-celotehan Sofia.

Sampai di kamar Liam kembali membaringkan tubuhnya. Meski sudah tidak demam lagi, tubuhnya ternyata masih belum sepenuhnya pulih. Namun meski begitu ini sudah sangat jauh lebih baik karena biasanya dia tidak akan bisa bergerak di tempat tidur.

Liam menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, fikirannya mulai melayang jauh ke masa lalu. Hari ini tepat dua puluh lima tahun sejak kedua orang tuanya mengakhiri hidup mereka satu persatu di depan Liam, di depan seorang anak berusia lima tahun yang saat itu masih belum mengerti apa-apa.

Saat itu keadaan sangat kacau, Liam menjadi satu-satunya saksi mata yang menjadi sasaran polisi untuk ditanya-tanyai. Seorang anak yang bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi dipaksa untuk berbicara mengenai hal yang belum sepenuhnya dia pahami. Saat itu Liam hanya diam saja saat polisi dan beberapa orang bergantian menanyainya.

Tidak ada yang bisa Liam ceritakan pada mereka, dia hanya dian dengan tatapan kosong yang membuat pihak kepolisian menyerah dan menutup kasus kedua orang tua Liam dengan kasus bunuh diri.

Benar, kedua orang tua Liam bunuh diri, namun tidak pernah ada yang tau penyebabnya. Hingga saat Liam mulai beranjak dewasa dia mulai bisa menyatukan potongan pazel tentang apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya pada saat itu.

“Aku tidak pernah mencintaimu, Aku menikahimu karna aku takut kau akan mencelakai dia.” Ibu Liam berteriak suatu hari.

“Aku hanya ingin kamu melihatku sekali saja, bukan sebagai seorang penjahat, tapi seorang suami yang sangat mencintai istrinya.” Kini giliran Ayah Liam yang berbicara menggebu-gebu.

Pertengkaran memang kerap Liam saksikan saat itu. Pertengkaran yang selalu membuat Bi Mirah sibuk mengalihkan perhatian Liam saat suara benda-benda yang beradu dengan dinding dibarengi dengan teriakan bersahut-sahutan antara kedua orang tua Liam.

Hingga hari naas itu tiba. Hari itu Liam mendengar bahwa ada seseorang yang meninggal. Orang tuanya bertengkar hebat, Ibunya bahkan menghancurkan seisi mansion. Tidak seperti biasanya hari itu Ayah Liam diam saja, bahkan saat Ibunya mengamuk dan melemparinya beberapa perabotan.

“Pembunuh!” Satu kata itu yang paling jelas Liam dengar dari Ibunya sebelum perempuan yang melahirkannya itu, memasuki kamar.

Liam yang saat itu merasa takut memilih untuk menyusul Ibunya ke dalam kamar. Liam menyaksikan semuanya, saat Ibunya menggantungkan kain dan mulai berdiri di atas kursi hingga perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya. Semuanya terekam jelas di ingatan Liam.

Tidak lama setelah itu, Ayah Liam memasuki kamar dengan darah mengucur dari dahi. Dahinya terluka akibat lemparan benda tumpul yang dilakukan oleh istrinya. Melihat istrinya sudah menggantung tidak bernyawa, Ayah Liam terduduk di lantai, dia bersimpuh di depan istrinya sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali. Lalu tidak lama, Ayah Liam itu mengeluarkan sebuah pistol dari belakang bajunya lalu mengarahkannya tepat di dahinya sendiri.

Dor..

Liam yang sedang meringkuk dengan wajah pucat di samping tempat tidur terperanjat. Lagi-lagi dia merekam jelas apa yang terjadi.

“Tok...tok...tok..”

Suara ketukan pintu menyadarkan Liam dari lamunannya. “Masuk.” Liam berseru mempersilahkan.

Bi Mirah masuk dengan raut cemas. “Tuan, Lyra... dilarikan ke rumah sakit."

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!