#Superhero
Kenneth Barry Winkler, seorang ilmuan jenius menjadi satu-satunya orang yang berhasil lolos dari ledakan laboratorium. Ia tiba-tiba memiliki sebuah kemampuan khusus karena efek dari ledakan berbagai bahan penelitian yang dilakukannya.
Karena menjadi incaran banyak organisasi, Kenneth menyembunyikan identitasnya sebagai seorang bartender di sebuah bar.
Namun sungguh sial, karena sebuah peristiwa dirinya harus menikahi seorang wanita dari keluarga terpandang.
Dengan menggunakan nama Kenneth Benjamin, ia menjadi menantu yang selalu diremehkan oleh istri dan keluarganya sebab dianggap sebagi pria tidak berguna.
Lalu, bagaimana Kenneth menjalani hidupnya dan bagaimana dia melakukan pembalasan dendam terhadap organisasi yang berusaha membunuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangan Es Menantu 29
Pukul 18.30, mobil jemputan itu memasuki pekarangan kediaman Perdana Mentri yang cukup luas. Di pintu gerbang utama ada pos penjagaan yang masing-masing dari mereka menyandang sebuah senjata laras panjang.
Dari gerbang utama ke kediaman mempunyai jarak sekitar 50meter. Mobil tepat berhenti di depan bangunan rumah yang megah dan begitu mewah.
Rumah dengan gaya arsitektur eropa itu terlihat kokoh. Beberapa pelayan berjajar rapi menyambut para tamu. Semua tampak takjub saat melihat nya, pun dengan Narya. Tapi tidak dengan 3 orang lainnya, Kenneth, Rose dan Mark terlihat biasa saja. Malahan Mark terlihat begitu kesal. Bagaimana tidak, rakyat sedang kesusahan tapi Osbert seakan acuh tak acuh.
" Bersikaplah sedikit santai pak Walikota, jangan Anda tampilkan rasa kesal Anda. Osbert bukan lah orang yang mudah, kita harus hati-hati," bisik Ken tepat ditelinga Mark.
Mark sebenarnya terkejut dengan ucapan tiba-tiba Ken, tapi apa yang dikatakan oleh Ken sepenuhnya benar. Dia harus bisa berkamuflase di depan Osbert agar semuanya aman. Bagaimanapun kedudukan Osbert sangat jauh lebih tinggi dari pada dirinya. Mark tidak boleh menyinggung Osbert sedikitpun.
Bukannya Mark takut jika jabatannya sebagai walikota dicopot, tapi dia takut kalau jabatannya dicopot maka bagaimana nasib para warga.
" Terimakasih Tuan Ken sudah mengingatkan saya."
Ken mengangguk pelan. Mereka diarahkan langsung menuju ruang makan. Osbert sudah menunggu di depan ruang makan. Dia tersenyum lebar saat melihat Rose. " Cantik," celetuk Osbert pelan. Tapi senyum Osbert memudar saat melihat Rose tampak begitu dekat dengan seorang pria. Ia menggenggam erat tangannya menahan marah.
" Selama datang, silakan masuk. Kita akan langsung menikmati santapan makan malam. Hallo dr. Rose, bagaimana kabar Anda."
" Terimakasih Tuan Perdana Mentri Osbert, kami semua tim relawan dari Negara I semua dalam kondisi yang baik."
" Lalu mengapa kamu memakai masker?"
" Aah ini, saya hanya sedikit flu, Saya takut ini akan menularkan kepada Tuan Perdana Mentri."
Percakapan Rose dan Osbert membuat Ken sedikit was-was, tapi melihat bagaimana tenangnya Rose, Ken menjadi lebih tenang.
Sambil menikmati makan malam, Osbert menanyakan perkembangan di Kota Eldoria kepada mark. Meskipun mark tahu bahwa itu hanya basa-basi tapi dia tetap menjawabnya dengan sopan. Hanya saja Mark tidak mengatakan kebenaran mengenai kondisi warga yang sudah sembuh. Mark hanya mengatakan bahwa sudah dalam kondisi stabil namun masih dalam perawatan.
" Anda sungguh hebat Tuan Mark, kerja bagus untuk Anda dan tim relawan. Maka dari itu, hari ini semua orang yang hadir di jamuan makan malam ini akan kuberikan kesempatan untuk menginap di kediaman ku. Ini sebagai ucapan terimakasih ku kepada kalian yang sudah bekerja keras."
" Terimakasih Tuan Perdana Mentri."
Semua orang terlihat senang, Tapi Ken dan Rose hanya saling pandang. Ken mengedipkan mata nya sebagai isyarat bahwa jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Rose pun mengerti, dia akan percaya kepada Ken.
Dan malam semakin larut. Tepat pukul 23.00, mereka diarahkan ke kamar masing-masing. tapi ada yang aneh, Rose diberikan kamar yang berada paling ujung jauh dari rekan-rekannya yang lain.
" Tidak apa-apa jangan takut, aku akan ke sana setelah memperlihatkan pada Osbert bahwa aku masuk ke kamarku," bisik Ken ditelinga Rose.
" Ya Bang," jawab Rose singkat.
Rose semakin yakin kalau Osbert tertarik padanya. Mengapa demikian, karena Osbert menahannya saat ia hendak masuk kamar.
" Ada apa Tuan Perdana Mentri?"
" Bisakah kita bicara sebentar, aku ingin menanyakan bagaimana dr. Rose melakukan perawatan kepada para pasien sehingga mereka bisa pulih meskipun belum sepenuhnya."
Rose diam sejenak, ia lalu mengangguk setuju. Rose juga ingin tahu, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh pria tersebut.
Rose berjalan mengikuti Osbert, ia mencengkeram erat tas nya. Di dalam tas itu ada botol kecil pemberian Ryder--sang adik. Ia selalu ingat pesan adik lelakinya untuk berjaga-jaga terhadap orang asing.
" Aku berharap tidak akan terjadi apa-apa. Baik formula ciptaan Ryder ataupun masker pemberian Bang Ken, semua akan berfungsi. Semoga ... "
TBC
tidak terlalu bertele2
tapi masih banyak typo
secara overal, novelnya bagus banget