NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Oktavianiputri77

Mereka mengenalnya sebagai gadis cupu—pendiam, berkacamata, selalu sendiri, dan sering diremehkan. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah polosnya, tersembunyi sosok paling berbahaya di kota.
Saat malam tiba, dia berubah menjadi ketua mafia yang dingin dan tak tersentuh. Dengan tatapan tajam dan langkah penuh wibawa, semua orang tunduk pada satu perintahnya. Bukan hanya itu, dia juga CEO muda dari perusahaan terbesar yang menguasai berbagai industri.
Cantik, cerdas, dan mematikan.
Dia tidak pernah membalas hinaan dengan kata-kata—dia membalasnya dengan kekuasaan.
Dulu mereka menertawakan gadis cupu itu.
Sekarang, mereka bahkan takut menatap matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Oktavianiputri77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Jalur Tanpa Kembali

Pagi di SMA Wijaya tidak lagi terasa seperti pagi.

Lebih seperti jeda panjang sebelum sesuatu jatuh.

Selene tidak masuk sekolah.

Tidak ada kabar.

Tidak ada pesan.

Seolah ia dihapus dari ritme hari itu.

Di ruang OSIS, Arsen berdiri sendirian.

Tidak ada laptop menyala.

Tidak ada sistem aktif.

Tapi justru itu yang membuatnya tidak tenang.

“Dia keluar terlalu cepat,” gumam Arsen.

Baskoro berdiri di belakangnya.

“Tuan… Selene tidak ada di lokasi yang terakhir terdeteksi.”

Arsen tidak menoleh.

“Dia tidak hilang.”

Ia berhenti.

“Dia bergerak.”

Baskoro mengerutkan dahi.

“Tanpa pola?”

Arsen menjawab pelan:

“Tanpa kendali.”

Di tempat lain.

Mobil Anya melaju pelan.

Tulus fokus pada layar.

“Queen… Selene tidak muncul di grid pengawasan kita.”

Anya diam beberapa detik.

Lalu:

“…dia keluar dari observasi.”

Tulus menoleh cepat.

“Itu tidak mungkin. Sistem EL menandainya sebagai variabel liar.”

Anya menatap jendela.

“Variabel liar selalu menemukan celah.”

Sunyi.

“Dan Arsen?” tanya Tulus.

Anya menjawab pelan:

“Dia sudah masuk jalur kedua.”

Tulus mengernyit.

“…training layer?”

Anya mengangguk kecil.

“Bukan training.”

Ia berhenti.

“Adaptasi paksa.”

Di gedung Rafardhan Group.

Arsen berdiri di depan sebuah ruangan baru.

Bukan ruang kantor.

Bukan ruang server.

Tapi pintu logam tanpa nama.

Baskoro di belakangnya.

“Ini bukan bagian dari fasilitas perusahaan, Tuan.”

Arsen menatap pintu itu.

“Ini sudah lama ada.”

Baskoro terdiam.

“…kami tidak pernah mendokumentasikannya.”

Arsen mengangkat tangan.

Menyentuh panel di samping pintu.

Tidak ada tombol.

Hanya sensor.

Lalu suara dingin terdengar.

“IDENTITAS DIPERLUKAN”

Baskoro langsung tegang.

“Tuan, ini tidak aman.”

Arsen menjawab tanpa menoleh.

“Tidak ada yang aman dari sini sejak awal.”

Ia menatap sensor.

“…Arsenio Rafardhan.”

Diam.

Lalu bunyi kecil.

Klik.

Pintu terbuka perlahan.

Udara di dalam ruangan berbeda.

Lebih dingin.

Lebih sunyi.

Dan lebih tua.

Di dalamnya hanya ada satu layar besar.

Kosong.

Lalu menyala sendiri.

“SELAMAT DATANG DI LAYER 2”

Arsen tidak bergerak.

Tapi matanya fokus.

“Jadi ini bukan mitos.”

Sistem merespons:

“MITOS ADALAH LABEL UNTUK SESUATU YANG BELUM DIPAHAMI.”

Arsen melangkah masuk.

Di layar muncul tiga jalur.

ARSEN – STABILITAS TINGGI

ANYA – ANOMALI TAK TERKUNCI

SELENE – INSTABILITAS KRITIS

Arsen menyipitkan mata.

“…kenapa Selene masih ada di sini?”

Sistem menjawab:

“SUBJEK INSTABIL TIDAK DIHAPUS.”

“SUBJEK INSTABIL DIARAHKAN.”

Arsen menghela napas pelan.

“…ke mana?”

Layar berubah.

Dan satu kata muncul:

“REKALIBRASI”

Di luar sekolah.

Selene berdiri di atap gedung kosong.

Angin keras menerpa rambutnya.

Tangannya memegang ponsel yang tidak lagi bisa digunakan normal.

Layar hanya menampilkan satu hal:

“REKALIBRASI DIMULAI”

Selene tertawa kecil.

“…jadi ini bukan kabur.”

Ia menatap langit.

“…ini penyesuaian.”

Di dalam dirinya, suara sistem muncul lagi.

“SUBJEK SELENE: EMOSI TIDAK STABIL”

“PROSES PENETRALAN DIMULAI”

Selene memegang kepalanya.

“…diam…”

Matanya bergetar.

“…aku bukan kesalahan…”

Tapi suara itu tidak berhenti.

Di ruang Layer 2.

Arsen melihat data itu muncul real-time.

Baskoro menahan napas.

“…Tuan… ini sinkron dengan sesuatu di luar.”

Arsen menatap layar.

“Selene.”

Sistem merespons:

“SUBJEK TERKAIT TERDETEKSI”

“AKSES INTERVENSI TERBATAS”

Arsen langsung menoleh.

“…aku bisa masuk?”

Sistem menjawab:

“SUBJEK ARSENIO RAFARDHAN: AKSES UJI DIBERIKAN”

Baskoro langsung panik.

“Tuan, jangan—”

Arsen sudah melangkah.

“Kalau dia bagian dari sistem ini…”

Ia berhenti.

“…aku harus tahu kenapa.”

Dan ia masuk ke jalur berikutnya.

Di sisi lain kota.

Anya berhenti di dalam mobil.

Tulus menatap layar.

“…Queen… Arsen benar-benar masuk lebih dalam.”

Anya menutup mata sebentar.

“…dia terlalu cepat.”

Tulus ragu.

“Apakah itu masalah?”

Anya membuka mata.

Dan untuk pertama kalinya…

ada sedikit keraguan di sana.

“…atau justru terlalu tepat.”

Tulus mengerutkan dahi.

“…apa maksudnya?”

Anya tidak langsung menjawab.

Lalu pelan:

“Kalau dia masuk terlalu cepat…”

Ia berhenti.

“…dia tidak lagi melewati jalur yang kita kontrol.”

Sunyi.

Di Layer 2.

Arsen berdiri di ruangan putih kosong.

Tidak ada pintu.

Tidak ada arah.

Hanya suara.

“UJI ADAPTASI DIMULAI”

Arsen menghembuskan napas.

“…baik.”

Dan di sekelilingnya—

ruangan mulai berubah.

Bukan secara fisik.

Tapi persepsi.

Koridor SMA muncul.

Gedung Rafardhan muncul.

Suara Selene terdengar samar.

Dan suara Anya…

jauh tapi jelas.

Sistem berbisik:

“SELAMAT DATANG DI REALITAS TERKURASI”

Arsen menyipit.

“…jadi ini dunia yang dibentuk ulang.”

Dan di luar Layer itu—

Selene berlutut di atap gedung.

Air mata jatuh tanpa kontrol.

“…aku bukan alat…”

Anya menatap layar di mobilnya.

“…dan sekarang semuanya sudah bergerak sendiri.”

Tiga jalur.

Tiga arah.

Tiga kesadaran.

Dan satu sistem yang mulai tidak lagi peduli siapa yang mengendalikannya.

1
Night Watcher
seharusnya cerita yg bagus, tp mc dibuat terlalu monoton, shg cerita jd kaku dan menjemukan.
kasih sedikit gaya relax deh... biar lebih nyantai bacanya🙏
Night Watcher
sekolah kelas atas masa lantainya semen? granit kek, marmer, minimal keramik lah ..😇
Night Watcher
katanya dlm 2 hr, selene hancur. tp msh ttp aja berjaya?
Night Watcher
mungkinkah aku reader pertama?
Night Watcher
coba mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!