Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
🌻🌻🌻
Ara point of view:
Semakin hari seperti nya aku semakin sibuk dengan bekerja bersama bisma. Ini sudah dua bulan berlalu, aku masih sibuk dengan pekerjaanku. Waktuku semakin sedikit untuk Alfa, bahkan hari minggu saja aku masih harus lembur. Terkadang sering menghabiskan waktu dengan Chelsea juga.
Bisma sering membawa Chelsea ke kantor untuk bertemu denganku. Aku jadi sering bertengkar dengan Alfa dan Alfa menyuruhku mengundurkan diri dari perusahaan bisma.
“Aku harap kamu bisa pikirkan kata kataku, ra," kata alfa, tidak biasa nya dia memanggilku begitu. Semarah marah nya dia, dia tetap memanggilku sayang.
“Aku nggak bisa mengundurkan diri begitu aja. Kamu tau betapa sulit nya aku dulu mengikuti seleksi untuk bisa masuk perusahaan itu," kataku sedikit putus asa.
“Perusahaanku bisa bayar kamu berlipat lipat,” Sahut nya.
“Aku nggak butuh uang, tapi pencapaian yang ku peroleh dengan jerih payahku sendiri. Aku kerja secara professional,” kataku membela diri.
“Saking professional nya sampai jadi pengasuh anak? totalitas sekali?” kata kata Alfa menampar hatiku, tepat di jantungku.
Aku nggak bisa menemukan alasan kenapa aku harus ada di perusahaan itu. Alfa bener, apa karena bisma aku bisa bertahan di perusahaan itu? ini uda nggak bener, dia itu suami orang tapi aku malah menikmati ada di sampingnya dan mendekati putri nya.
“Dia uda punya istri, kamu pikir aku ada apa apa dengan bisma?” nadaku mulai meninggi.
“Kinara, aku nggak bilang kamu ada apa apa dengan bisma. Kamu sendiri yang bilang seperti itu. apa benar kalian ada hubungan?”Tanya alfa dingin. Dia nggak pernah sedingin ini padaku.
“Alfa… aku nggak tau harus jelasin apa lagi? Baiklah besok akan ku ajukan surat pengunduran diriku,” Jawabku kemudian.
Seharian aku memikirkan hal ini, aku jadi nggak konsen dengan pekerjaanku. Semalam aku sudah bertengkar hebat dengan Alfa. Aku benar benar sudah mengabaikannya beberapa bulan ini.
Aku memang salah, betapa bodoh nya aku mengecewakan orang yang selalu ada untukku. Hari ini aku memang berniat mengundurkan diri dari perusahaan bisma.
Aku sudah bulat dengan niatku ini, demi orang yang benar benar mencintaiku.
Sore ini aku memberanikan diri berbicara pada bisma dengan baik baik.
Di ruangan nya hanya ada kita berdua. Ku serahkan surat pengunduran diri di dalam amplop berwarna coklat di meja nya.
“Apa ini?” Tanya bisma mempertanyakan amplop itu.
“Aku mau mengundurkan diri.” Jawabku gugup. Dia mendekatiku dan tatapan nya berubah jadi dingin sekali.
“Kenapa?” tanya nya maju ke arahku. Aku mundur sedikit demi sedikit.
“Ingin mengundurkan diri saja," jawabku hati hati.
“Kamu ingin melarikan diri dariku?” tanya nya semakin mendekat dan aku mundur sekali lagi sampai tidak ada ruang untukku mundur karena di belakangku sudah ada sofa.
Tiba tiba dia menarik pinggangku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Jantungku berdetak dengan cepat, sudah sangat lama aku tidak merasakan bibir manisnya, rasa tembakau ini manis sekali.
Aku tak tau mulai kapan aku memejamkan mataku, mulai merasakan panas tubuhnya yang memelukku erat. Sekali lagi tubuhku rasanya terbang di atas awan. Dia merasakan manis bibirku berkali kali, mencecap bibir atas dan bawahku penuh gairah. Tak terasa tanganku meremas lembut rambut nya.
“Kamu nggak pernah tau betapa rindunya aku padamu,” Kata nya berat dengan suara nya yang semakin serak.
"Kita melakukan hal yang salah," Kataku parau.
“Apa peduliku,” Kata nya tetap menyerangku dengan ciuman nya. Sampai pada akhirnya kami berada di sofa dan entahlah sejak kapan dia sudah berada di atasku masih merasakan manis bibirku.
Suara pintu terbuka, Alfa dan Citra sedang melihat kami berciuman dengan posisiku yang berada di bawah bisma. Bisma melepaskan ciuman kami dengan lembut, berusaha duduk dan merapikan baju nya dengan tenang.
Aku dengan sangat gugup berusaha duduk dan nggak punya muka berada di depan mereka berdua. Apa yang ada di pikiran citra? Berani berani nya aku berselingkuh dengan suami nya.
Apakah dia akan menjambak rambutku? Apakah aku akan dipecat dengan cara yang tidak terhormat? Kenapa aku nggak mengundurkan diri dari awal? Kenapa aku nggak dengerin nasehat alfa dari awal.
Alfa melihatku dengan wajah merah padam, rasanya aku ingin menangis melihat wajah nya itu. Murahan sekali aku saat ini di mata Alfa. Kenapa aku menyakiti lelaki sebaik dia? Aku benar benar bodoh.
“Ini yang kamu bilang professional dalam kerja?” kata Alfa dingin kepadaku.
“Alfa…” Aku mulai maju mendekati nya dengan nanar, sudah hampir menangis.
“Ini yang katamu nggak ada hubungan sama dia? Apa dari awal kalian sudah melakukan ini padaku? Kontrak kerja kita batal, bis. Dan kita nggak ada hubungan apa apa mulai detik ini, ra. kita putus!” kata Alfa keluar ruangan dan aku berusaha berlari mengejar nya tapi langkah nya begitu cepat.
Aku hanya bisa melihat mobil nya pergi meninggalkan perusahaan ini. Rasa nya kakiku lemas, aku berjalan menuju lift dan kembali ke ruangan bisma lagi untuk memberi penjelasan pada citra.
“Bu citra tadi dimana ya?” tanyaku pada Adi yang slalu ada di lantai paling atas ini.
“Baru aja turun. Ada apaan sih mbak tadi lari lari?” Jawab Adi.
“Nggak papa, bapak yang tadi datang ke sini membatalkan kontrak dengan perusahaan kita. Oia, mulai hari ini aku nggak kerja di sini lagi," kataku menjelaskan pada adi.
“Mbak kinara dipecat? Gara gara bapak tadi mbatalin kontrak? Apa pak bisma nggak mau mempertimbangkan lagi?” Tanya Adi penasaran.
“Aku nggak dipecat. Aku yang mengundurkan diri,” Jawabku.
“Siapa yang setuju dengan surat pengunduran dirimu?” Tanya bisma dingin melewatiku begitu saja.
“Tapi saya sudah nggak bisa lagi kerja disini, pak,” Kataku.
“Aku beri kamu waktu cuti satu minggu. Setelah itu kembali bekerja, pikirkan kembali selama cuti. Apakah benar benar ingin melepaskan posisimu disini?” tatapan nya masih dingin sambil memasuki pintu lift.
🌻🌻🌻
Selama beberapa hari ini aku hanya di rumah. Aku nggak berani cerita ke siapa siapa. Karena cerita ini terlalu memalukan untuk diceritakan, mana ada orang curhat sedang berselingkuh dengan suami orang.
Aku benar benar stress untuk beberapa hari ini. Tiba tiba bell pintu rumah berbunyi. Aku melihat dari kaca jendela dan itu adalah chika, debby dan vino. Apaan mereka ini kesini rame rame, mau demo?
“Kinara… kangen tau! Kamu terlalu sibuk kerja,” Kata debby.
“Kalian tumben banget kesini bareng bareng?” tanyaku bingung dan mempersilahkan mereka masuk. Kami duduk di sofa sambil nyemil kue kering.
“Kamu kerja di perusahaan bisma? Jadi sekretaris bisma?” Tanya vino yang sudah berubah banyak setelah pacaran ama debby, dia sudah mau bicara denganku.
“Kok tau?” tanyaku heran.
“Citra yang cerita ke aku dua bulan yang lalu, nggak sengaja ketemu dia," Kata vino.
“Kamu nggak papa kan kerja bareng bisma?” debby memastikan perasaanku.
“Kenapa? Udalah, aku uda move
on tau,” kataku berbohong.
jangan lupa like, comment and vote ya readers 😇
semoga suka ❤️❤️❤️
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..