NovelToon NovelToon
Anak Genius-Kesempatan Kedua

Anak Genius-Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Aku pernah gagal jadi manusia, tapi aku tidak ingin gagal jadi seorang ibu--Anin.

Setelah pergi membawa luka untukku sendiri, kini aku datang lagi dan memberi luka untuk mas Haris. Setelah 6 tahun waktu berlalu, setelah dia memiliki kehidupan yang baru, tiba-tiba aku datang dan mengatakan bahwa kita punya Anak.

Bagaimana ini, bersediakah dia menerima Alena?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AGKK Bab 29 - Menjawab IYA

"Aku hanya butuh satu kata darimu Anin, katakan kamu bersedia kita menikah. Maka aku akan memperjuangkan kalian berdua," ucap mas Haris kemudian.

"Tapi bagaimana dengan Namira, Mas? Dia begitu menyayangi Alena, aku tidak sanggup membuatnya terluka."

"Percaya saja padaku, aku tidak akan membuat hubungan kalian bertiga jadi hancur, kamu, Alena dan Namira," jelas mas Haris, dia menatapku sendu, seolah memberi isyarat bahwa dia juga sedang berjuang dalam hubungan ini. Bukan hanya aku, Namira dan Alena saja yang terluka. Tapi dia juga, pria yang telah jadi ayah dan kini sedang coba membahagiakan anaknya.

Jika ku ingat-ingat sudah terlalu banyak mas Haris meminta ku untuk menikah dengannya, dan kini lidahku kelu untuk menjawab tidak.

Apalagi saat melihat sorot matanya yang layu, aku tak kuasa untuk menolaknya kesekian kali. Terlebih ini semua demi Alena, bukan tentang hidupku sendiri.

Mas Haris tadi mencekal pergelangan tangan ku, kini cekalan itu perlahan mengendur dan dia ganti menggenggam erat tanganku yang dingin.

"Katakan pada Namira bahwa aku tidak menanggapi ucapanmu tentang pernikahan kami, selebihnya serahkan semuanya padaku," kata Mas Haris, dari ucapannya itu dia seolah menebak bahwa aku mempertanyakan tentang pernikahan ini karena permintaan Namira.

"Namira tidak memintaku untuk mempertanyakan tentang pernikahan ini Mas. Ini semua atas keinginan ku sendiri," jawabku kemudian.

Kulihat mas Haris hanya menganggukkan kepalanya kecil, "Beri aku waktu untuk menyelesaikannya semuanya," kata mas Haris kemudian.

Aku bisa apa jika sudah begini?

"Minggu besok Namira ingin mengajak Alena untuk piknik, jadi kita akan pergi bersama," kata mas Haris dengan tangan yang semakin meremat tanganku di dalam genggamannya.

Rasanya ingin ku tarik saja tangan ini, karena membuat hatiku berdebar. Namun mas Haris masih menahannya dengan kuat. Aku merasa kami sedang berselingkuh di belakang Namira. Ya Allah, perasaan ini terasa begitu menyiksa ku.

"Besok saat Alena bangun, katakan padanya bahwa aku akan ikut pulang. Katakan bahwa Mamanya akan kembali menikah dengan Papa, Ya?" tanya mas Haris.

Ya Allah, aku harus bagaimana? semoga keputusan ku ini tidaklah salah.

Pada akhirnya aku mengangguk, menjawab IYA atas ucapan mas Haris tersebut.

Dan kulihat mas Haris langsung membuang nafasnya dengan lega. Dia pun mengusap puncak kepalaku dengan lembut, aku masih duduk di pinggiran sofa, hingga posisiku jadi makin rendah di hadapannya.

"Alhamdulillah," ucap mas Haris lirih, namun masih mampu ku dengar dengan jelas.

"Sekarang istirahat lah," kata mas Haris pula dan lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk.

Selepas pembicaraanitu, kini aku masuk ke dalam kamar dengan pikiran yang makin kusut.

Aku mengatakan kepada Namira bahwa akan membantu agar pernikahannya dengan Mas Haris bisa segera dilaksanakan, tapi bukannya terlaksana pernikahan itu malah terancam gagal.

Aku malah menyetujui untuk menikahi dengan mas Haris.

Tiap kali aku ikut campur dalam hubungan mereka berdua yang ada malah semakin rusak seperti ini.

"Ya Allah," ucapku seraya mengusap wajah frustasi. Tidak tahu lagi harus bagaimana jadi ku putuskan untuk mengambil air wudhu di dalam kamar mandi. Melaksanakan shalat isya yang tertunda dan kembali merenung di hadapan Allah.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.

Kuulang terus kalimat Zikir itu sampai hatiku merasa tenang. Alena, Namira dan mas Haris.

"Ya Allah, berikanlah jalan yang terbaik untuk kami semua. Tunjukkanlah jalan yang tetap bisa kami lalui bersama tanpa saling menyakiti."

Aamiin.

1
Habibi Alfatih
berasa jd anindya q thor
jinnie
indosiram 🤣🤣🤣
jinnie
cieeee..berarti dulu mas haris sering curi curi pandang ke anin dong
jinnie
buseeeh, sat set das des mas haris 🤣
jinnie
Udah berkali² baca, tetep aja bikin meleleh
jinnie
Dalam hati mas aris : anak ku pintar sekali 😄
jinnie
Mas haris pasti senyum senyum tu, dipijat anin
Tira Aneri
suuukaaa
Alaina Sulifa Kaplale
lah.. kok keluar jalur 🤣
Alaina Sulifa Kaplale
cih.. modus mah ini😆
Nita Aja
Tidak ada drama resleting nyangkut 😄😄
imoe nawar
👍
Eli sulastri
ko tamat aja ceritanya bagus lho
Eli sulastri
mau apa Namira?
Eli sulastri
ikut meleleh dengan perasaan cinta mereka
Eli sulastri
mungkin Haris mencintai Anin dalam diam nya dan menutupinya dengan sikap dingin nya
Eli sulastri
semoga lambat laun ibu mertua Anin menyayangi Anin dan menerimanya menjadi menantu
Eli sulastri
ternyata Harus sangat rindu sama Anin
ceritanya sangat bagus dan alurnya tidak ribet tidak bertele tele suka sekali
Eli sulastri
Anin Alena kalian pantas bahagia setelah berlarut dalam. kesedihan
Eli sulastri
ya Allah sedih Alena semoga mama papamu bersatu dalam, ikatan pernikahan😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!