JANGAN MEMPLAGIAT/MENGCOPY NOVEL NO!
seseorang gadis yang gak bisa berbicara/ngomong dia bisa melihat sebuah cermin nya untuk melihat dirinya dia tidak buta hanya gak bisa berbicara dan dia hanya menulis saja saat diajak bicara.
di sekolah dia hebat prestasi lomba gambar di sekolahnya lalu ada seseorang yang gak suka sama dia karena dia hebat tetapi dia dibully di kelas.
dia bertemu dengan seseorang tampan di sekolah cowok itu tersebut adalah pembalap motor.
bagiamana kisah kehidupan seseorang gadis itu
MASIH HIATUS!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lingmlbb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 029
✍️happy reading✍️
dan Naura mencoba membuka suaranya Tapi dia Takut kalo Dia gak bersuara.
"ayo nak buka suaramu." ucap ibu Dwi yang juga ikut untuk membantu anaknya.
semoga aku bisa!
Dalam hati Naura
Naura pun membuka suara pelan pelan sambil berdoa.
"Tes." ucap Naura untuk mencoba bicara tes
"itu bisa! Coba nak bicara lagi dengan tes?" ucap dokter menyuruh Naura untuk bicara lagi.
"tes." ucap Naura berkali.
"tes." ucap Naura bicara lagi.
"Alhamdulillah akhirnya kamu bisa bicara selamat kepada anak ibu!" ucap dokter bersyukur dan beri selamat kepada ibu Dwi.
"Alhamdulillah, terima kasih dok!" ucap ibu Dwi yang bergitu bangga dengan anaknya selamat.
"Naura kamu bisa nak." ucap ibu Dwi yang peluk anaknya.
"iya Bu makasih ya Allah." Naura bersenang dan ucapkan terima kasih kepada Allah.
"sekarang ayo duduk di kursi situ dulu dan saya bereskan alat dulu." ucap dokter.
"baik dok." ucap ibu Dwi.
Setelah dokter bereskan alatnya dokter pun duduk dan ngomong pada mereka.
"jadi bagaimana dengan keadaan anak saya dok?" ucap ibu Dwi
"sus tolong panggilkan dua orang itu, tunggu ya Bu." ucap dokter.
"baiklah dok saya akan memanggil." ucap suster.
"iya dok." ucap Ibu Dwi.
🌊🌊🌊
"Permisi!" ucap suster.
"ya ada apa?" ucap papanya Kenzo.
"kalian dipanggil oleh dokter dan silahkan masuk." ucap suster.
"oh baiklah sus, ayo nak." ucap papanya Kenzo.
Papanya Kenzo dan Fira memasuki ruangan.
setelah masuk Papanya Kenzo berkata.
"permisi ada apa?" ucap papanya Kenzo yang baru masuk.
"silahkan duduk dulu!" ucap dokter.
"oh baiklah." ucap papanya Kenzo lalu duduk di samping ibu Dwi.
"saya akan menceritakan tentang mengalami keadaan Naura!" ucap dokter yang mau menceritakan.
"ya dok saya ingin tahu bagaimana keadaannya?" ucap ibu Dwi yang sangat khawatir.
...ibu jangan khawatir aku, pasti aku akan baik baik saja....
Dalam hati Naura.
"Alhamdulillah keadaan Naura hanya baik baik aja kok cuma hanya suara Naura aja!" ucap dokter.
"Alhamdulillah, tapi itu suara Naura dan kenapa?" ucap ibu Dwi.
"yah gimana ya mau mengasih Tau!" ucap dokter yang terlihat seperti gak jujur
"sepertinya dokter kelihatan cemas gitu dan kayak gak jujur." ucap Fira yang penasaran.
"ada apa dok sebenarnya jujur aja." ucap ibu Dwi yang juga terlihat penasaran.
"Sebenarnya anak ibu ini harus di..." tiba tiba ucap dokter terpotong.
"dokter apakah sudah?" tanya suster yang panggil dokter.
"apa yang sudah?" tanya balik dokter.
"urusan ini dok?" ucap suster.
"belum? Emang ada apa?" ucap dokter yang nanya suster.
"nanti kalo udah kita ke pasien lainnya." ucap suster.
"baiklah saya akan uruskan ini dulu!" ucap dokter.
Suster kembali ke ruang pasien yang sedang sakit, kemudian dokter melanjutkan lagi pembicaraan.
"maaf tadi ada ngomong." ucap dokter yang minta maaf kepada mereka.
"gak apa dok, jadi bagaimana anak ku?" ucap ibu Dwi yang khawatir.
"ok Saya melanjutkan ngomong tadi." ucap dokter lalu melanjutkan ngomong.
"sebenarnya anak ibu harus di periksa setiap bulan karenanya anak ibu masih mengeluarkan suara sedikit." ucap dokter yang menjelaskan kepada mereka.
"hah maksudnya dokter? Kalo anak saya mengeluarkan suara sedikit?" ucap ibu Dwi yang kaget.
"iya benar karena suara itu gak bisa berteriak jadi suara itu mengeluarkan suara sedikit, dan jadi setiap bulan harus di periksa Bu." ucap dokter menjelaskan lagi.
"jadi selama ini aku harus diperiksa setiap bulan?" ucap Naura bertanya kepada dokter.
"iya benar nak bahkan kamu gak bisa bersuara keras atau teriak karena suaramu semakin sedikit." ucap dokter memberi tahu ke Naura.
"baik dok makasih." ucap Naura terlihat ngsedih.
"Sabar ya Naura kamu pasti bisa dan harus mengeluarkan suara sedikit dikit." ucap Fira yang memberi semangat untuk Naura.
"makasih Fira semoga aku bisa ngeluarin suara." ucap Naura.
"Dok cepat ke ruang pasien karena dokter yang lain juga pengurus jadi saya datang ke sini untuk minta tolong." ucap suster yang baru datang buru buru.
"baiklah saya akan ke sana." ucap dokter bersiap untuk ke ruang.
Dan dokter gak mampir lupa sama mereka.
"ingat jangan sampai terlambat datang di setiap bulan." ucap dokter yang memberi tahu lalu pergi.
kini mereka keluar dari ruangan dan mereka bicara.
Bersambung...