tentang Gueen, wanita 18 tahun yang terpaksa harus tinggal dengan kakak tirinya karena sebuah alasan.
hidup Gueen di penuhi dengan lika-liku yang menyakitkan. Dia berpikir tinggal dengan Kalindra yang tak lain Kakak tirinya akan membuat hidupnya jauh lebih baik, tapi ternyata tidak.
Kalindra malah membencinya. Setiap hari dilalui Gueen dengan makian-makian dan makian. Karena KaIindra sangat membenci Gueen, karena dulu Ibu Gueen merebut ayahnya hingga sekarang dia melampiaskan amarah dan kekesalannya pada adik tirinya.
Berbeda dengan Kalindra yang membenci Gueen, Gueen malah mempunyai perasaan yang aneh pada kakanya sendiri. Bukan perasaan semacam sayang adik pada kakanya tapi perasaan yang lain, seperti perasaan Cinta pada lawan jenis. Tapi, di sisi lain Gueen pun sadar Kalindra adalah kakanya.
Tanpa mereka duga ada rahasia di balik kisah keluarga mereka. Mampukan Gueen bertahan bersama adik Kalindra di tengah kebencian Kalindra padanya. Ataukan Gueen akan pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Gengs aku update 3 bab dengan bab yang super panjang ya. Seperti biasa gas like gas komen. Di akhir bab ada yang mengejutkan.
Mendengar permintaan Gueen, Zico mendudukan diri di berangkar, posisi Zico dan Gueen duduk bersebelahan dan perlahann, Zico medekat kemudian membawa Gueen ke dalam pelukannya dan ketika Zico memeluknya, tangis Gueen pecah, dia meraung memeluk Zico dengan erat begitupun juga Zico, lelaki itu tidak kuasa menahan tangisnya, ketika untuk pertama kalinya dia memeluk Putri kandungnya.
Setelah bisa menguasai diri, akhirnya Gueen menghentikan tangisnya, kemudian dia melepaskan pelukan ayahnya karena dia masih merasa canggung. Barusan, ketika dipeluk ayahnya, Gueen merasakan perasaan yang tak biasa, semacam bahagia. Namun juga merasa sesak.
“Gueen?” panggil Zico, dia menggenggam tangan Gueen, membuat Gueen menoleh, lalu setelah itu dia jika menghapus air matanya.
“Gueen, Daddy tidak bisa menghapus apapun yang terjadi di masa lalu, tapi izinkan kami, keluargamu untuk menebus semuanya. Kau, mau, kan pulang bersama Daddy?” tanya Zico, Gueen menggigit bibirnya kemudian menggangguk. Mendengar kata pulang, membuat Gueen ingin kembali menangis, kata itu terasa asing. Tapi, membuat hati Gueen menghangat. Hingga pada akhirnya, Gueen mengangguk ragu, dan setelah itu Zico kembali membawa Gueen ke dalam pelukannya.
Zico Bangkit dari duduknya, kemudian dia langsung mengulurkan tangannya pada Gueen, “Ta-tapi, barang-barangku?” ucap Gueen ketika Zico mengulurkan tangannya.
“Biar nanti anak buah Daddy yang urus.” Gueen pun menerima uluran tangan Zico, kemudian Mereka pun langsung keluar.
Saat berjalan dan tangannya digenggam oleh sang ayah, Mata Gueen akembali membasah ini sedikit canggung. Namun Gueen merasa nyaman. Hingga pada akhirnya mereka pun keluar dari rumah sakit.
Zico mengendarai mobilnya dengan kecepatan pelan, sesekali dia melihat ke arah Gueen yang tampak melamun. “Gueen, Apa kau ingin sesuatu?” tanya Zico, Gueen menggeleng dengan pelan. Setelah itu dia kembali memalingkan tatapannya ke arah lain, hingga Zico kembali fokus mengemudi dan pada akhirnya mobil yang dikendarai Zico pun sampai di kediaman mewahnya.
Saat berada di depan gerbang, mata Gueen membulat sempurna, tatapan matanya menatap tak percaya pada gerbang yang ada di depannya di mana gerbang itu benar-benar mewah ini baru gerbangnya belum rumah kedua orang tuanya.
Dan ketika pintu gerbang terbuka, secara refleks gue menatap rumah kedua orang tuanya dengan tatapan tak percaya, karena rumah itu benar-benar seperti istana. Mungkin rumah Salsa dan Nino juga sama mewahnya seperti ini, tapi yang membuat Gueen tidak menyangka, ternyata orang tuanya sekaya ini dan ketika menyadari itu rasa benci Gueen pada Kevin semakin menjadi-jadi.
Ya, sekarang sepertinya wanita itu mulai awal membenci Kevin lebih dari membenci kalindra.
“Ayo, Gueen, kita masuk," ajak Ziko menyadarkan Gueen dari lamunannya. Namun Gueen masih terdiam, dia masih belum siap bertemu ibunya karena walau bagaimanapun kesan mereka bertemu juga semua tidak baik, lagi jika mengingat itu rasanya Gueen merasa sesak, karena ibunya membela Soraya walaupun saat itu posisinya semua belum terbongkar.
“Gueen, Daddy tahu pertemuan kau dan Mommy sangat tidak mengenakan. Tapi itu semua terjadi sebelum kita mengetahui semuanya, jadi Daddy mohon izinkan kami untuk menebus sekarang. Kau punya Daddy, kau punya Mommy dan kau punya kakak yang bisa melindungimu.”
“I-ini sungguh aneh. Aku tidak pernah mempunyai kakak yang menyayangiku. Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya keluarga hangat dan ketika mendapatkan itu aku bingung harus bagaimana.” Setelah mengatakan itu, Gueen menunduk hingga Zico mengelus rambut Gueen.
“Ini memang tidak mudah, tapi cepat atau lambat kau akan terbiasa. Gueen, kami tidak akan pernah memaksamu seperti Soraya, dengan artian kata kami tidak akan pernah memaksamu untuk memahami apapun, kau bisa menjadi dirimu sendiri, kau bebas melakukan apapun, tidak akan ada tuntutan dari kami," ucap Zico membuat gue mengangkat kepalanya.
Seketika rasa lega mendera Gueen, selama 2 minggu ini setelah dia dirawat Gueen selalu berandai-andai. Bagaimana jika keluarga kandungnya harus menuntut dia seperti Soraya.
Walau bagaimanapun selama 18 tahun ini Soraya menjadi putri mereka dan dia yakin Soraya sudah dididik dengan baik dan Gueen takut orang tuanya menuntut dia seperti seorang Soraya dan Tidak menerima dia yang seperti ini.
Tapi, ketika mendengar semuanya, Gueen bisa menghela nafas lega, ternyata dia tidak harus menjadi orang lain.
“Ayo kita turun," ucap Ziko, hingga Gueen menggangguk.
Zico turun dari mobi, kemudian membukakan pintu untuk putrinya dan ketika dia turun pintu rumah terbuka. Ternyata Helmia yang keluar.
“Gueen!" Helmia berteriak dengan keras, wanita itu langsung berlari ke arah putrinya dan ketika helmia berlari Gueen menunduk, perasaan wanita itu begitu mellow dan sedetik kemudian tubuhnya sudah berada di pelukan Helmia dan pada akhirnya Gueen memberanikan diri mengangkat tangannya, dia membalas pelukan ibu kandungnya.
Jika ditanya apa kasih sayang Zico dan Helmia pada Soraya masih ada, jawabannya tidak. Sungguh, kasih sayang itu hilang begitu saja ketika mendengar apa yang terjadi pada Gueen dan bagaimana ulah nenek Soraya hingga Putri mereka bisa tertukar.
Jika dibilang darah lebih kental daripada air mungkin itu benar. Selama dua minggu ini mereka di dera rasa bersalah pada Gueen, hingga bibit kasih sayang itu muncul di keduanya, walaupun baru mengetahui yang sebenarnya, Zico, Helmia dan Joseph benar-benar menyayang Gueen
Helmia melepaskan pelukannya, kemudian langsung menatap Gueen. “Gueen Terima kasih sudah ikut pulang kemari," ucap Helmia, hingga Gueen menggigit bibirnya, kemudian menunduk. “Ayo kita masuk. Mommy sudah memasakan makanan untukmu.” Helmia pun menggenggam tangan Gueen, lalu berjalan masuk diikuti Zico.
Saat mereka masuk ke dalam rumah, terdengar suara derap langkah hingga semua kembali menoleh dan ternyata yang masuk adalah Joseph. Lelaki itu membawa buket bunga dan juga beberapa paper bag yang berisi hadiah untuk Gueen.
“Gueen!" Panggil Joseph, lagi-lagi mata Gueen berkaca-kaca. Dulu, dia sangat ingin memiliki Kakak dan selalu berharap Kalindra bisa memperlakukannya dengan baik dan menganggap dia sebagai adik.
Tapi tentu saja itu semua tidak tercapai dan sekarang Tuhan memberikan berkat yang luar biasa, di mana dia mempunyai keluarga yang hangat yang dan juga memiliki kakak yang baik.
Josep memberikan buket bunga pada Gueen, hingga Gueen langsung menerima itu dan juga Josep memberikan hadiah untuk adiknya.
“Terima kasih, Kak," jawab Gueen dengan suara yang bergetar. Dulu, Gueen selalu berharap mendapatkan keluarganya yang hangat. Dan Gueen selalu berpikir bahwa keinginannya adalah hal yang sangat mustahil, terkabul. Tapi sekarang keinginan Gueen menjadi nyata.
“Ayo kita makan, Mommy sudah menyiapkn makanan,” ucap helmia. Biasanya dia memasak memakai koki. Tapi saat tadi, dia memasak dengan tangannya sendiri karena dia ingin menyambut Gueen.
***
d mn hasrat ny,,,,
yg ad benci n dendam..
si guenn ny pn ngk mw ngelawan..