Airin seorang gadis kampung yang dinikahkan dengan pengusaha muda, yang tidak berani menolak perintah ke dua orang tuanya itu akhirnya setuju menikahi Angga yang berlatar belakang keluarga kaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Vania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
"yaudah sekarang kamu mau makan apa? nanti biar aku beliin, sekalian mau jemput Vino" ucap Angga yang lagi berganti pakaian.
" beli apa yang kamu dan Vino mau aja sayang" ucap Airin sambil memainkan hp nya.
"yaudah aku mau jemput Vino ya, kamu jangan kemana - mana, tetap stay di ranjang ini, awas aja nanti kalau aku pulang kamu tidak ada di kamar" ucap Angga sambil memelototkan matanya.
"iyaaaah" ucap Airin sambil tersenyum senang, karena betapa perhatiannya suaminya iti saat ini.
Angga pun segera melakukan mobilnya ke arah sekolah Vino, setelah lima menit menunggu di parkiran sekolah, akhirnya Vino pun keluar dari kelas, Angga pun segera membunyikan klakson mobilnya dan Vino segera berjalan menuju mobil papinya itu.
"Papiiii...." teriak Vino sambil membuka pintu mobil, dan berharap menemukan Maminya "loh... mami mana Pi?" tanya Vino.
"mami ngga ikut sayang, mulai hari ini mami tidak boleh capek capek dulu sayang" ucap Angga mengelus kepala Vino
"loh mami lagi sakit ya pi?" tanya Vino heran.
"nanti papi ceritain di rumah yah nak, ada hadiah buat Vino, sekarang kita pulang ya" Angga pun memasangkan sitbel milik Angga.
"oke Papi" ucap Vino sambil mengacungkan jempolnya. Angga pun melajukan mobilnya menuju restoran miliknya, dan membeli beberapa makanan untuk di makan di rumah.
**** di rumah****
"mamiiiii....." teriak Vino sambil lari menuju kamar maminya itu.
"sayaang kamu udah pulang" ucap Airin yang melihat Vino membuka pintu kamar itu.
"mami, tadi kata papi... mami bakalan ngasih aku kado, mana Mih kadonya" Vino pun menjulurkan tangannya.
" kado apa sayang?" tanya Airin heran, karna memang tidak ada kado yang dia persiapkan untuk anaknya itu.
"Papi bohong ya" ucap Vino yang melihat Papinya itu masuk ke kamar.
"bohong apa sayang" Angga pun juga heran dengan perkataan Vino.
"tadi kan waktu di sekolah papi bilang kalau Mami punya hadiah buat Vino, tapi setelah Vino tanyain kata Mami tidak ada kadonya" Vino pun memanyunkan bibirnya.
"loh kok anak papi ngambek sih, sini sayang" Angga pun menjulurkan tangannya agar Vino mendekat ke pangkuannya "kadonya adda di dalam perum mami nak" ucap Angga sambil membelai perut Airin.
"Mami... kadonya mami makan ya?" tanya Vino polos, seketika membuat Airin dan juga Angga tertawa.
"bukan gitu sayang, sebentar lagi Vino bakalan punya adek" ucap Airin lembut menjelaskannya kepada Vino.
"beneran Mi...?" Tanya Vino senang.
"iya sayang" Airin pun menganggukkan kepalanya.
"yeaaaaay.... akhirnya Vino bakalan jadi kakak..." Vino pun teriak kegirangan " yee.. yeee... yeee... yee..."
"mulai sekarang Vino harus mandiri ya nak, kan bentar lagi bakalan mau punya dedek, dan satu lagi kita ngga boleh nyuruh nyuruh Mami lagi, nanti maminya cape sayang" ucap Angga.
"siaaap Pi, Vino ngga bakalan bikin mami capek, yaudah kalau giti Vino mau ke kamar, ganti baju dan mandi, dada mami" Vino pun mencium pipi Maminya itu.
"iya sayang" ucap Airin membalas ciuman Vino dan Vino pun kembali ke kamarnya.
"Papinya gak dicium juga Mi?" tanya Angga.
"papi mandi dulu sana, udah bauk nih" ucap Airin sambil mendorong tubuh Angga pelan menjauh dari wajahnya.
"hmmmm.. Mami pelit nih sama Papi" Angga pun berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah kesal, dan membuat Airin terkekeh.
lanjut