NovelToon NovelToon
Tak Kan Kulepas Lagi

Tak Kan Kulepas Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: fieThaa

Jalinan kasih sejak di bangku sekolah, membuat Dirga dan juga Niar memantapkan hati untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Saling melengkapi menjadi alasan yang kuat untuk Dirga meminang pujaan hatinya.

Di malam itu, Dirga membawa Niar ke rumahnya. Tujuannya untuk dikenalkan kepada kedua orangtuanya. Namun, keadaan berkata lain. Dirga ternyata sudah mempunyai calon istri yang orangtuanya rahasiakan darinya. Dan besok, mereka akan menikah.

Kabar yang sungguh mengejutkan, bukan. Datang dengan rona bahagia dan pulang dengan rasa sesak di dada. Itulah yang Niar rasakan. Dengan senyuman penuh luka, Niar menatap manik mata Dirga dan berkata, "aku lepaskan kamu untuk perempuan itu."

Apakah Niar benar-benar rela melepaskan Dirga sepenuhnya? Atau mereka memiliki ikatan cinta yang kuat, yang membuat mereka tidak bisa terlepas satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Pulang

Niar menuju ke kamarnya dan hendak masuk ke dalam kamar mandi. Namun, suara ponsel Dirga menghentikan langkahnya. Dia pun melihat siapa yang menelpon kekasihnya ini di pagi hari.

"Wulan."

Dadanya bergemuruh dan pikiran-pikiran jelek berkeliaran di kepalanya. Dengan ragu Niar menerima panggilan dari Wulan.

"Nanti malam kita ketemu di cafe biasa. Ada Mamah dan Papaku juga."

Ponsel Dirga pun terjatuh begitu saja. Untung saja jatuhnya di atas tempat tidur. Mata Niar nanar dan hatinya sakit.

Niar langsung masuk ke kamar mandi dan menumpahkan tangisnya di dalam sana. Hatinya benar-benar sakit. Apakah yang dikatakan Dirga itu benar? Jika, dia sudah bercerai dengan Wulan. Tapi, kenapa Wulan mengatakan jika Mamah dan Papanya ingin bertemu Dirga. Apa mereka akan kembali lagi?

Isakan lirih bersahutan dengan suara shower yang Niar buka. Tubuhnya basah diguyur air sedangkan wajahnya basah diguyur air mata.

Sudah setengah jam, Dirga masuk ke dalam kamar. Namun, Niar tak kunjung keluar. Dirga mencari ponselnya yang dia letakkan di atas nakas. Namun, dia tidak menemukannya.

Dahinya mengkerut ketika ponselnya tergeletak begitu saja di atas tempat tidur. Dirga menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup. Dan suara air pun masih terdengar.

Buru-buru Dirga mengecek ponselnya, feeling Dirga mengatakan jika ada yang tidak beres dengan Niar. Dirga mengecek panggilan. "Shit!"

"Sayang ... Sayang ... Buka pintunya, Yang." Dirga terus menggedor-gedor pintu kamar mandi dari luar.

Tidak ada jawaban dari sana, hanya suara air yang terdengar. Dirga menekan knop pintu, ternyata Niar menguncinya dari dalam.

"Yang ... buka pintunya, Yang. Jangan buat aku panik," teriak Dirga.

Sudah berkali-kali Dirga menggedor-gedor pintu namun, tidak ada sahutan dari dalam. Akhirnya, Dirga melakukan sesuatu.

Dirga mendobrak pintu kamar mandi hingga rusak. Matanya melebar ketika Niar sudah tak sadarkan diri di bawah guyuran shower.

"Sayang ...."

Dirga membopong tubuh Niar ke atas tempat tidur. Tak Dirga hiraukan jika tempat tidurnya akan basah atau apa. Dirga membuka satu per satu kancing piyama Niar. Seluruh tubuh Niar sudah Dirga lihat. Namun, bukan nafsu yang sedang melandanya, hanya kepanikan yang Dirga rasakan.

Dirga menelepon dokter pribadinya. Namun, Dirga meminta agar dokter perempuan yang datang. Tubuh Niar sudah terbalut selimut tebal dan didekap erat olehnya. Dirga berharap, akan menghangatkan tubuh Niar. Tak lupa, semua AC dimatikan.

Setengah jam berlalu, dokter baru saja tiba di apartment Dirga. Dokter memeriksa keadaan Niar.

"Dia hanya kelelahan dan juga banyak pikiran. Makanya tubuhnya drop." Mendengar ucapan dari dokter Dirga benar-benar merasa bersalah.

Setelah menuliskan resep, dokter pamit pulang. Dirga masih memeluk tubuh Niar dan sesekali mendekatkan minyak kayu putih ke hidungnya supaya dia terbangun.

"Sayang, bangun Sayang."

Dirga menggenggam erat tangan Niar dan mengusap lembut punggung tangan kekasihnya.

"Bangun, Yang. Jangan buat aku khawatir."

Tak berselang lama, Niar mengerjapkan matanya. Kepalanya masih terasa pusing. Melihat Niar sudah sadar, Dirga menciumi wajah Niar.

"Jangan buat aku khawatir lagi, Yang," lirihnya.

Niar tak bergeming dengan apa yang dikatakan oleh Dirga. Karena Dirga lah dia pingsan seperti ini. Tapi, seolah Dirga tidak merasa bersalah.

"Aku mau pulang," kata Niar.

Dirga masih terdiam dan menatap Niar dengan tatapan sendu. "Aku mau pulang ...."

****

Happy reading ...

1
Sonia Putri
banyak typo thor
Sonia Putri
flash back nya Dirga kok bisa bercerai kok gak dijelaskan diatas
Yuni Ngsih
ko ......di potong lg Thoooooor 🙈🙈🙈
Symsnr_
ditamatkan saja ceritanya kalau sdh tdk ada kata" lagi
Symsnr_
huh.. berulang lagi
. bosaan
Symsnr_
ini berlangsung lagi. sy sdh tdk baca bosan sy hanya menskrol spy cepat berlalu
Symsnr_
kenapa setiap bab hrs berulang 2-3 kali. membodanksn
Symsnr_
apa sdh kehabisan kata" yg untuk diceritakan syg harus berulang lagi
Symsnr_
pengetikan cerita yg berulang ulang sangat membosanksn
Yuni Ngsih
waduh Thooor ko ....ada ulang lg....ulang lg 😇
Yuni Ngsih
kereeeen Thoooor ceritranya
Yuni Ngsih
kasian mbok Septi rasain lu....
Yuni Ngsih
dasar mertua goblog ....bodoh...😡🤬😡
Yuni Ngsih
Mertus kejam ceritrs nyata Thoooor, masih ada da Mertua yg ky gitu ....sekarang ....ceritra ini banyak fakta nyata ,mknya sbg perempuan hrs kuat di Aqidah jg kita yakin adanya Allah maha pengasih ,penyayang ,pelindung ....🤲🤲🤲👍👍👍💪💪💪🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Halimah lim
bukanya mamahnya namanya Septi ya
Symsnr_
Buruk
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
mak mak doyan novel
Reni, Sisi, Nera dan Bila? ketiga sahabat niar? itu kn 4 nama?
Imelda Mell Lele
hahaha...
Imelda Mell Lele
aq setuju thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!