Lu Jing adalah seoarng Pelayan biasa kelurga Ming di ibu kota kerajaan, Sayang nya kehidupan Lu Jing penuh dengan berbagai Rintangan, di mana dia selalu di Tindas, di buly dan selalu di rendahkan karna sestatus nya yang seorang pelayan.
Namun suatu ketika saat dia sedang koma, dia mendapatkan anugrah sebuah kitab dari seseorang melalui mimpi itu. mulai dari itu Lu Jing secara diam diam melatih ilmu bela diri melalui kitab yang dia dapat melalui mimpi, dan secara perlahan dia akan tau siapa jati diri nya.
pantau terus,, masih butuh banyak saran..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon __LeeKnow__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 = Siapa Mu Li?
"Salam Pangeran Mu Chen" Ucap Salam Lu Jing seraya menundukkan badan nya sedikit ke depan.
Melihat hal itu, Pangeran Mu Chen hanya lah diam Saja, Lalu Berkata " Ada apa kamu ke sini Mu Li?" Tanya pangeran Mu Chen .
Mendengar pertanyaan itu, Seketika Lu Jing melihat ke arah Mu Li dan Pangeran Mu Chen secara bergantian.
Mendapati Lu Jing Yang kebingungan, Mu Li Lalu menjelaskan.
"Dia adalah kakak ku" Ucap Mu Li Yang membuat Lu Jing semakin bingung.
"Bukan nya kamu Sudah tidak memiliki Keluarga?" Tanya Nya Yang belum paham akan semua ini.
Mendengar Pertanyaan Yang Terlontar dari Lu Jing, Kini Pangeran Mu Chen Lah Yang menjelaskan.
"Dia adalah Mu Li Pangeran ke 3 dari kerjaan Mu" Jelas Pangeran Mu Chen Yang membuat Lu Jing Semakin Bingung.
pembicaraan terus berlanjut, Hingga Tanpa di sadari Waktu Terus berputar Tanpa henti.
"Aku Di sini Saja Lu Jing, Kau kembali lah" Ucap Mu Li Di saat mendapati Kalo hari telah malam.
Tidak Menolak, Lu Jing segera pergi dari Sana.
"Pria Yang baik" Puji pangeran Mu Chen setelah Lu Jing pergi.
Mendengar hal itu, Mu Li Hanya Tersenyum Tipis.
"Sampai kapan kamu akan menyamar an'er?" Tiba Tiba Pangeran Mu Chen Bertanya dan menyebut Mu Li sebagai An'er.
Mendapati pertanyaan Itu, Mu Li Yang di Panggil an'er oleh Pangeran Mu Chen Hanya menghela nafas panjang.
"Aku Tidak Tau kak, Kini aku benar benar menyukai nya!" Dengan Mentesakan Air Mata, Mu Li Melanjutkan.
"Dulu aku hanya ingin menjalin pertemanan, Namun kini aku mencintai nya!!"
Entah apa Yang di maksud Mu Li , Namun Kini Mu Li Terlihat Sangat lah sedih.
Mendapati adik nya menangis, Pangeran Mu Chen Tentu tidak bisa apa apa, Diri nya hanya bisa menghibur sebisa nya.
"Kamu Tidak Salah An'er, Kamu hanya menyamar menjadi Pria, Itu pun karna Tugas dari ayah, Jika kamu memang mencintai pemuda itu, Kakak akan membantu mu!" Sambil Membelai Rambut Mu Li, Pangeran Mu Chen Tidak bisa untuk Tidak menyalahkan diri nya.
Sebagai kakak, Diri nya harus lebih mengerti perasaan Adik Nya, Namun karna Sang Ayah sendiri Yang memberikan Tugas yang mana ayah mereka adalah Raja Mu Itu sendiri maka Pangeran Mu Chen Tidak memiliki kuasa lebih untuk menolak Tugas dari ayah nya.
"Tapi,,Dia Tidak Tau kalau aku Perempuan!, Aku takut..kalau dia tau Dia akan Pergi!!" Memeluk kakak Nya, Mu Li Mengakui siapa diri nya.
Mendengar Perkataan adik nya, Pangeran Mu Chen Tentu Tidak bisa berkata apa apa.
Walaupun diri nya adalah seorang pangeran, Diri nya tentu Tidak bisa memaksakan Soal Cinta, Jika salah satu pihak Tidak mencintai maka apa boleh buat.
"Jika begitu... Kakak akan bantu kamu berbicara kepada Pemuda Lu Jing" Ucap Pangeran Mu Chen.
"Tidak!!Tidak!!Tidak!!, aku Belum siap Untuk hal itu, Jika Pun aku Tidak bisa memiliki Nya,,Setidak nya aku bisa melihat nya bahagia,,Walupun Bukan bersama Ku!" Mengatakan Itu, Mu Li Yang memiliki Nama Asli Mu An Menolak Tawaran Sang kakak.
Diri Nya Tidak berani untuk mengakui bahwa diri nya adalah seorang wanita, Jika Lu Jing Tidak Menerima akam kenyataan itu dan mereka malah menjauh, Tentu hal itu akan Membuat Mu An Semakin merasa bersalah akan diri nya sendiri.
...----------------...
Malam Telah berlalu, Kini Di Arena Turnamen,Telah berkumpul 100 Peserta Yang Lolos dari babak ke dua.
Di mana babak Yang terakhir ini adalah babak kekuatan, Di mana Dari 100 peserta itu akan di undi dan bertarung sesuai nomor undia masing masing.
Jika mereka menang maka akan masuk ke pertandingan berikut nya. Di mana Dari 100 peserta ini hanya akan ada 10 peserta terbaik yang berhak memilih akademi mana yang ingin mereka masuki.
Di Tengah Tengah Keributan para penonton, Terdengar suara Ming Zhang Memimpin Acara.
"Baiklah, Seperti Yang telah saya jelaskan sebelum nya, Pada babak terakhir ini, Akan ada 10 peserta terbaik yang berhak memilih Salah satu akademi Yang ingin kalian masuki" Ucap Ming Zhang dengan lantang.
"Dan Bukan hanya itu saja, Terdapat hadiah Yang akan di berikan Raja Li untuk 10 peserta terbaik, dan Ratusan koin emas Untuk 90 peserta lain nya" lanjut nya membuat seluruh peserta senang.
Seratus koin emas Sudah lah Cukup untuk hidup mereka selama satu tahun, Terlebih mereka juga akan memasuki salah satu dari ke 4 akademi besar.
Di sisi lain, Lu Jing, Mu Li (Note: karna di sini Lu Jing belum tau, maka Mu Li akan menggunakan nama Mu Li,), Yun Lan dan Yun yue.Mereka membuat kelompok sendiri.
"Kau Dapat Nomor berapa " Tanya Mu Li kepada Lu Jing.
" 25, Kau berapa?"
"50" balas Mu Li yang merasa bersyukur tidak bertemu dengan Lu Jing.
"Kamu berapa Yun Lan?" Tanya Mu Li yang penasaran.
Mendengar hal itu, Yun Lan mengecek Nomor nya guna memastikan.
"1" jawab nya membuat Lu Jing dan Mu Li terkejut.
jelas mereka terkejut, Sebab Yun Lan akan bertanding dengan Jiang Li Yang di katakan adalah peserta paling berbakat.
Walaupun Yun Lan Lebih Tinggi Tingkatan nya, Tetapi jika di ukur dari Segi usia, Jiang Li Lah Yang menang.
"Tenang saja, Dia hanya Tahap akhir Tingkat pertama" balas Yun Lan penuh percaya diri.
Sedangkan Lu Jing dan Mu Li hanya menggelangkan kepala nya pelan.
"Kamu berapa Yun Yue?"Kini Lu Jing lah Yang bertanya .
Mendengar hal itu, Dengan malu malu, Yun Yue berkata," Aku mendaptkan Nomor 30".
Sebelum nya, Setelah semua peserta berkumpul, Mereka di suruh untuk mengambil Gulungan kertas kecil dalam sebuah adah.
Dalam Gulungan kertas kecil itu, Terdapat sebuah angka yang menentukan lawan mereka.
Di mana peserta dengan No 1 akan bertanding dengan no 2 dan no 3 akan bertanding dengan no 4 dan begitu seteras nya.
"Baik, Kini sudah terdapat 19 area pertandingan Yang bisa di Gunakan, Silahkan Untuk Nomor nomor berikut untuk maju ke atas arena" Ucap Ming Zhang memulai babak ke Tiga.
"No 1 dengan no 2 Silahkan pergi ke area No 1. selanjut nya......No 25 dengan no 26 silahkan pergi ke area 13..........Dan No 29 dengan no 30 silahkan pergi ke area no 15......" ucap Ming Zhang menyebutkan Nomor nomor yang akan bertanding.
Di area no 13, di mana area ini adalah tempat Lu Jing bertanding. Lu Jing di hadapkan dengan seorang pemuda Yanh teramat Sombong.
"ck, Hanya sampah seperti mu!!, mengotori tangan ku saja!"