NovelToon NovelToon
Lysaa, Gadis Penakluk

Lysaa, Gadis Penakluk

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Teen / Tamat
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Lysaa seorang gadis yatim piatu yang berusaha keras mencari tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuanya. Namun siapa sangka, ia tanpa sengaja malah membongkar kasus besar yang selama ini berusaha di tutupi oleh sejumlah pihak.

Berbekal ilmu bela diri yang di ajari oleh Ayahnya serta kepiawaiannya dalam meretas data serta informasi yang di ajari Ibunya membuat Lysaa memantapkan tujuannya untuk menghukum orang-orang yang telah menjadikannya seorang gadis sebatang kara.

Bagaimana cerita selanjutannya?
Yuk baca kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Tinggal Bersama

Bab 29

Tinggal Bersama

Meski kelas menjadi ribut oleh kehadiran dua makhluk tampan di sekolah itu, Lysaa tetap bersikap seperti biasanya, melakukan apa yang ia mau, dan mengatakan langsung apa yang ada dalam hatinya.

"Mau ku antar pulang?" Ujar Hyun.

Lysaa melirik sekilas.

"Mau sampai kapan kalian terus mengikutiku?! Rasanya baju ku bisa bolong lama-lama mendapat tatapan laser murid-murid perempuan di sekolah ini. Aku bisa pulang sendiri."

Hyun dan Yoojun tersenyum melihat Lysaa yang cemberut. Meski Lysaa melarang mereka untuk mengikutinya, namun ke dua pemuda itu tetap ingin mengikuti.

"Lysaa mau ku antar?" Kali ini Shin Yeri yang bertanya ketika supir rumahnya sudah menjemput.

"Tidak. Aku masih ada urusan di tempat lain."

Tidak jauh dari mereka, salah seorang pengawal terlihat mendekati Yoojun setelah keluar dari mobil sedan hitam.

"Tuan muda, tuan besar ingin anda menemuinya."

Yoojun melihat ke arah Lysaa sesaat, kemudian masuk ke dalam mobil. Sedangkan Hyun tersenyum nyengir merasa menang dalam hatinya karena hanya dia yang kini bisa menemani Lysaa.

"Kau! Kenapa masih mengikuti ku?!" Protes Lysaa.

"Oh, aku kebetulan ke arah sana."

Lysaa menatap tajam kepada Hyun. Namun pemuda itu terlihat tenang saja dengan senyum manisnya.

Lysaa tidak menanggapi lagi, kini ia berjalan sedikit lebih cepat.

"Rasanya sayang kalau kita jalan masing-masing dan tidak mengobrol."

Terlintas di pikirkan Lysaa untuk bertanya kepada Hyun setelah mendengar pemuda itu berkata demikian.

"Kau, dekat dengan Yoojun?"

"Tidak."

"Tapi bukankah kalian sama-sama bermarga 'Baek'?"

"Bisa di bilang begitu."

"Lalu apa hubungan kalian?"

Kali ini Lysaa bertanya sambil menatap Hyun untuk memastikan kebenaran jawaban melalui sorot mata pemuda itu.

"Kenapa kau ingin tahu?"

"Ada yang ingin ku pastikan."

"Kalau begitu, itu tidak gratis."

Lysaa kembali melanjutkan langkahnya dan menatap ke depan.

"Lalu kau mau di bayar berapa?"

Hyun terkekeh. Lysaa sama sekali tidak ada basa-basinya.

"Cukup ikut aku pergi makan malam nanti. Kau mau?"

"Hanya makan?"

"Iya."

"Okey."

"Jadi apa yang ingin kau tahu?"

"Jadi, siapa tuan Baek?"

Hyun terkekeh.

"Oh, pertanyaanmu sudah ganti sekarang."

"Kau mau jawab atau tidak? Bukankah tadi kita sudah sepakat?"

Lysaa melirik Hyun dengan tajam. Namun di tanggapi Hyun dengan santai.

" Aku dan dia satu Ayah beda Ibu. Apa itu cukup untuk menghilangkan rasa penasaranmu? Lalu apa hubungan mu dengannya?"

"Kenapa sekarang kau yang jadi penasaran?"

"Hanya ingin tanya saja."

"Sama seperti antara kau dan aku."

"Kalian saling pendekatan?"

Lysaa menghentikan langkahnya dan menoleh pada Hyun.

"Ck!"

Hanya decakan kesal yang keluar dari bibir Lysaa. Namun kemudian langkahnya kembali terhenti kala pikirannya mulai mencerna ucapan Hyun. Hyun menanyakan apakah Lysaa dan Yoojun sedang pendekatan. Itu artinya, Hyun pun sedang melakukan hal yang sama.

"Kita berpisah disini. Jangan ikuti aku! Kita akan bertemu lagi malam nanti."

"Okey."

Hyun menuruti Lysaa karena menurutnya Lysaa dalam mode serius sekarang.

Lysaa pun menaiki Bus yang berhenti di halte. Tanpa ragu ia meninggalkan Hyun begitu saja. Tidak ada masa bagi Lysaa untuk menanggapi perasaan seseorang sekarang. Apalagi tujuannya masih belum tercapai untuk membalas dendam.

Lysaa turun di halte berikutnya. Padahal jarak rumahnya masih cukup jauh jika harus berjalan kaki sampai disana.

"Lysaa!"

Suara yang mulai Lysaa kenali menyapa dirinya. Lysaa langsung mengetahui siapa orang itu meski ia menutup helm. Motor pengantar ayam sudah terpampang jelas dihadapan Lysaa. Siapa lagi kalau bukan Hana yang memanggil dirinya.

"Kenapa kau berjalan kaki? Mana motormu? Eh, tapi kenapa kau pakai seragam sekolah?!"

Hana cukup terkejut melihat penampilan Lysaa yang sungguh berbeda dari setiap kali mereka bertemu. Dan Lysaa merasa risih selalu di tanya.

"Ck! Apa kau sedang bekerja?"

"Sebentar lagi jam kerja ku selesai. Tapi aku lanjut lagi kerja part time di mini market dekat tempat tinggalku, rumah mu maksud ku."

Lysaa melanjutkan perjalanannya tanpa menjawab pertanyaan Hana.

Hana sendiri pun bingung apa mau Lysaa setelah bertanya jam kerjanya.

"Cewek aneh!" Gumam Hana.

Triing...!

Handphone Lysaa berdering. Ada nama Si Uban di layar hapenya.

"Ada apa?" Tanya Lysaa begitu panggilan angkat.

"Paman Dave bertanya, siapa yang tinggal di rumah lama kita."

"Ck! Merepotkan saja."

"Aku harus jawab apa, bukankah kau menyuruh hancker itu tinggal disana?"

Lysaa melirik Hana yang masih mengikutinya dengan mengendarai motor di sampingnya.

"Kau, kemasi barang-barang mu, dan segeralah pindah!"

"Hah?!"

Baik Dojun dan Hana sama-sama terkejut mendengar ucapan Lysaa.

"Kau mengusir ku?!" Tanya Dojun, syok.

"Terus aku harus tinggal dimana?!" Tanya Hana dengan wajah memelas.

"Ck!"

Lysaa berdecak sambil memijit pelipisnya. Ia lupa sedang berbicara dengan Dojun di telepon tetapi ia pun berbicara dengan Hana di sampingnya. Alhasil, Dojun pun menjadi salah paham.

"Katakan saja kepada Paman Dave, hanya seorang tunawisma yang menumpang beberapa hari." Ujar Lysaa kepada Dojun.

"Aku tunawisma?!" Ulang Hana bergumam pelan.

"Kemasi barang-barang mu. Kau akan tinggal di rumah ku." Kata Lysaa sambil menutup panggilan teleponnya.

"Kau punya banyak rumah?!" Tanya Hana takjub.

"Malam ini kosongkan rumah itu, dan langsung tinggal di rumah ku. Nanti aku share lokasinya."

"Okey. Ah, aku terlambat!"

Hana panik melihat jam di tangannya. Ia cukup lama mengikuti Lysaa hingga lupa waktu kalau masih di jam kerja.

"Jangan lupa share lokasinya. Aku kerja dulu."

Hana meninggalkan Lysaa dan mengendarai laju sepeda motornya. Lysaa sendiri belok di perempatan jalan dan mulai masuk ke jalan kecil di lingkungan tempat tinggalnya.

Tidak terlalu jauh Lysaa berjalan kaki dari persimpangan itu. Ia pun tiba di rumahnya dan di sambut Dojun dengan berbagai pertanyaan.

"Apa maksud mu dia pindah kesini? Kau gila?!"

Rupanya Dojun sempat mendengar percakapan Lysaa dengan Hana sembari panggilan itu berakhir. Walau pun Dojun tidak mendengar semuanya, namun kalimat yang mengatakan 'kemasi barang-barang mu, kau bisa tinggal di...' cukup bisa membuat Dojun menebak kalau Lysaa mengajak seseorang untuk tinggal bersama mereka. Apalagi Lysaa sebelumnya sudah mengijinkan tinggal di rumah yang disewakan Paman Dave mereka, tentu Lysaa tidak akan melepas wanita itu.

Dia akan tinggal disini, di kamar mu. Bukankah kau lebih suka tinggal di bunker? "

"What?! Kamarku?! Tidak, tidak! Aku tidak setuju. Kenapa tidak kamar mu saja?!"

"Ck! Kau mau tanggung jawab atas barang-barang pentingku?!"

"Kalau begitu dia bisa tidur di sofa kan? Di ruang Tv?!"

"Hah?!"

Lysaa mendesah sambil memijit pelipisnya.

"Aku mau dia menjadi kamuflase tuan rumah di rumah ini. Aku merasa akhir-akhir ini aku sering di ikuti."

Dojun terdiam mencerna kata-kata Lysaa.

"Bersahabatlah dengannya, dia akan jadi patner yang bagus buatmu." Kata Lysaa lagi.

Dojun mengalihkan pandangannya sambil sebelah tangan berkaca pinggang dan sebelah lagi meremas rambut di kepalanya.

Keputusan Lysaa sudah pasti sulit untuk di ubah. Mau tidak mau Dojun pun terpaksa harus mengikuti keinginan gadis itu.

Bersambung...

Jangan lupa like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
wah mau ikutan juga dong kalau ditraktir makan
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ shin yeri
Murni Dewita
haduh lisa lisa
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja niat mereka berhasil kedepan nya
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ༄⃞⃟⚡
jelas' Hyun lebih pinter buktinya lebih gercep curi hatinya lysa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tenang aja paman hyun gak akan macem² ko
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
katakan yg sejujurnya kepada hyun apa yg telah terjadi disana
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
katakan aja yg sejujurnya hyun
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
nah lho apa yg akan kalian jwb.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
jangan sampai telat kalau terjadi apa² sama dirimu
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ༄⃞⃟⚡
cie lysa udah Nerima Hyun sepenuh hati
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ༄⃞⃟⚡
ohh ibu tirinya hyun tersangka nya
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kenapa gak cari wanita lain aja jun
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja kebenaran ini CPT terbongkar
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja lysa&hyun bisa melewati Maslah ini bersama²
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
nah udh mulai terungkap ayo cari bareng²
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ༄⃞⃟⚡
gadis preman' ❤️ lelaki cantik 🤣👍
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
jun kenapa kau lakukan itu dihadapan lysaa sih apa buat lysaa cemburu yaa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
mksd hyun gak usaah bawa org lain lagi cukup lysa seorang aja yg nemenin🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!