Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling menyangkal
"Malam ini aku tidak pulang, tidak usah tunggu aku."
Begitu isi pesan yang di kirimkan Ares pada Queen malam itu. Terhitung sudah dua hari ini memang Ares tidak pernah pulang ke apartemen mereka, semenjak tangisan Elsa hari itu di kantor, Ares memutuskan untuk kembali memperbaiki hubungannya dengan wanita yang selama ini menjadi satu-satunya kekasih dalam hidupnya itu, meyakinkan kembali bahwa hanya Elsa lah satu-satunya wanita yang selama ini begitu sabar dan mengerti akan dirinya, adapun perasaannya terhadap Queen yang baru saja menetas itu, Ares hanya menganggap jika dirinya sedikit tersesat di tengah hubungannya dengan Elsa.
Bukankah setiap hubungan pasti ada sandungannya? Ares terus meyakinan dirinya jika Queen hanya salah satu sandungan dalam hubungannya dengan Elsa.
Namun sialnya sekuat tenaga Ares mengingkari perasaannya pada Queen, maka semakin kuat juga perasaannya mengarah pada istri yang semula tidak di inginkannya itu. Dua hari tidak bertemu dengan sosok wanita yang tiba-tiba hadir dan tiba-tiba berstatus sebagai istrinya itu terasa seperti ada yang kurang dalam hati Ares, dia tidak bisa menikmati harinya dengan Elsa seperti biasanya, hatinya selalu gelisah setiap malam tiba, bahkan dua hari dirinya berada di apartemen Elsa, dia tidak pernah tidur satu kamar dengan kekasihnya itu, dia selalu berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaan yang sebetulnya tidak harus di kerjakan di rumah, karena pekerjaannya itu tidak mendesak sama sekali.
"Sayang,,, apa masih mengerjakan pekerjaan kantor? Aku ingin ditemani tidur oleh mu, sejak kemarin kamu menghabiskan malam dengan pekerjaan-pekerjaan mu yang tidak pernah ada habisnya itu." rajuk Elsa yang memeluk Ares dari belakang.
Ares yang baru saja mengirimkan pesan pada Queen langsung menelungkupkan ponselnya dengan gugup, bak seorang kekasih yang takut ketahuan berselingkuh.
Ares menyunggingkan senyum canggungnya, "Pekerjaan ku masih belum selesai, nanti setelah aku menyelesaikannya aku akan menyusul mu ke kamar." ujarnya.
"Sayang, kenapa aku merasa kamu aneh dan berbeda sekarang ini, raga mu memang bersama ku, namun aku merasa jika pikiran dan hati mu berada di tempat lain." protes Elsa.
"Oh ayolah,,, itu hanya perasaan mu saja, kamu tau sendiri jika pekerjaan di kantor sedang sangat banyak, dan kamu juga tahu jika aku tidak pernah mau menumpuk pekerjaan. Jangan berpikiran yang aneh-aneh, bukankah aku sudah di sini kembali, kenapa kamu masih curiga pada hal--hal yang tidak ada?" elak Ares.
"Hmmhhh,,, ya,,, semoga saja ini hanya kecurigaan ku saja, baiklah aku akan membantu mu mengerjakan pekerjaan mu, agar cepat selesai dan kamu bisa menemani ku tidur!" pada akhirnya Elsa hanya menarik nafas panjang dan beratnya.
Mendapati Elsa yang bersikap seperti itu, Ares pun akhirnya mengalah, "Baiklah, aku akan menemani mu tidur, biarkan pekerjaanya aku kerjakan besok di kantor." kata Ares, lagi pula memang tidak ada pekerjaan yang dia kerjakan, hanya membolak balik tumpukan kertas tanpa membacanya sama sekali, karena pikirannya melayang pada Queen.
Elsa tersenyum penuh kemenangan, karena akhirnya dia berhasil membujuk Ares untuk kembali ke dalam pelukannya, wanita itu bergelayut manja di lengan kekar Ares sambil berjalan menuju kamar mereka.
**
Sementara di tempat lain, Queen yang beberapa hari sebelumnya mulai terbiasa tidur satu ranjang dengan Ares, merasa ada yang hilang dalam setiap malamnya setiap kali dia hendak memejamkan mata, secara spontan pandangannya selalu terarah pada sisi kasur yang biasa menjadi tempat tidur Ares, namun kini kosong, ya,,, kosong seperti perasaanya saat ini.
Tidak pernah ada romansa atau hal-hal manis yang terjadi selama mereka satu kamar, namun entah mengapa, setelah menerima pesan dari Ares yang mengatakan jika suaminya itu tidak akan pulang, dadanya tiba-tiba terasa seperti ada yang mencubit dari dalam, sakit dan perasaan nya pun berubah menjadi terasa agak kesal.
Tentu saja tanpa harus mengatakannya dengan jelas, Queen sudah bisa menebaknya jika ketidak pulangan Ares itu karena pria yang berstatus suaminya itu pasti sedang bersama kekasihnya, dan entah sejak kapan, mengetahui hal itu, ada rasa tidak suka dan perasaan kesal saat membayangkan apa yang Ares dan Elsa lakukan di sana.
"Oh Queen,,, ayolah,,, jangan bodoh, cukup sekali bodoh saat mencintai Reza, kali ini jangan sampai bodoh untuk ke dua kalinya karena mencintai kekasih orang, sadarlah,,, sadarlah woy,,, jangan baper,,, ini cuma pernikahan pura-pura, sementara, plisss jangan melibatkan perasaan!" rutuk Queen pada dirinya sendiri sambil berusaha memejamkan kedua matanya yang tak kunjung mengantuk itu agar terlelap.
Nama Ares dan bayangan suaminya sedang bercumbu mesra dengan Elsa sungguh mengganggu pikirannya, membuat Queen akhirnya memutuskan untuk pergi keluar mencari hiburan malam, untuk mengalihkan pikiran yang kini terus-terusan mengganggunya itu.
Lama rasanya Queen tidak pernah masuk ke tempat hiburan malam, semenjak dia menikah dengan Ares, dia seolah meninggalkan hingar-bingar dunia gemerlap malam, biasanya dia rajin datang ke sana walau hanya untuk sekedar menemani Reza yang memang senang nongrong di tempat yang menyajikan hingar bingar suara musik dan minuman ber-alkohol bagi orang-orang yang memang suka mengkonsumsinya.
Queen mendudukan diri di kursi depan meja bar yang malam ini tidak terlalu ramai pengunjung, kaena memang malam merupakan weekday, dimana pengunjung tidak se-penuh saat weekend.
Segelas cocktail berwarna menggoda dalam sekejap saja terhidang di depan Queen sesaat setelah dia memesannya pada bartender beberapa menit lalu.
"Boleh aku bergabung? Sepertinya kau sedang kesepian!" suara seorang pria membuyarkan lamunan Queen yang sontak menoleh ke arah sumber suara.
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia
tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja
author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor
pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)
ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian