NovelToon NovelToon
Reach A True Eternity

Reach A True Eternity

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Persahabatan / Roh Supernatural / Harem / Fantasi Timur
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Multiverse

Kisah ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Yong Heng, kedua orang tuanya berharap jika anaknya memiliki umur yang panjang sebab itulah alasannya namanya disebut Yong Heng atau Abadi.

Di umur yang masih muda, kedua orang tua Yong Heng meninggal dunia disebabkan oleh wabah penyakit yang menyerang desa.

Dia selamat berkat sebuah cincin mewah berwarna hitam yang ditemuinya saat di pegunungan, ternyata di dalam cincin tersebut terdapat sisa roh dari seorang Wanita yang mengaku sebagai Sang Surga Tertinggi.

Wanita tersebut menelusuri takdirnya dan menemukan sesuatu yang mengejutkannya yaitu takdir yang tidak dikendalikan Dao, dia kemudian menyatakan ketertarikannya untuk membuat Yong Heng menjadi muridnya.

Yong Heng yang dimasa terpuruknya setuju untuk menjadi murid dari Sang Surga Tertinggi, kini dia bertujuan dalam mendaki Jalan Kultivasi untuk menjadi seorang Abadi yang tidak akan pernah mati!

Saksikanlah perjalanan Yong Heng menjadi seorang Abadi! Meskipun badai menerjang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Multiverse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Mimpi Indah

"Gu Yuan... Iblis bajingan itu, tak kusangka ternyata dia memiliki beberapa koneksi dengan Aliran Atas. Mungkinkah sekte yang berkontak dengannya adalah sekte 'itu'? Jika benar maka ini tidak bisa dibiarkan, kita harus membasmi serangga itu sampai akar-akarnya agar tidak tumbuh lagi." Huo Cao berkata dengan nada serius, namun tidak dengan tindakannya. Dia membuka tutup yang menutup kendi berisi anggur lalu meminumnya, dia tersenyum seraya tertawa.

Cao Leng yang sudah merasa terbiasa dengan kelakuan Huo Cao hanya diam saja dan menutup mulutnya, nakun setelah berpikir beberapa saat, seketika dia membuka mulutnya dan berbicara. "Aku setuju dengan yang dikatakan Huo Cao, kita tak menyangka bahwa Gu Yuan memiliki sebuah artefak berharga dengan Tingkat Berlian. Sebelumnya Leluhur Sekte hanya dapat menyegelnya saja, sehingga dia tidak bisa menggunakan lebih dari 40% kekuatannya."

"Memang mudah apabila diucapkan saja, tapi kita tahu bahwa Gu Yuan itu adalah bajingan yang licik. Saat ini kita sama sekali tidak mengetahui seberapa besar kekuatan di belakangnya, jadi jangan bergerak secara sembarangan." Tang Wu angkat bicara, dia memberikan pendapatnya dan semua orang menganggukan kepalanya menandakan mereka semua setuju.

"Ekhem! Ketua Sekte Tang Wu, aku bertanya berapa lama lagi Dimensi Lain akam terbuka?" Di tengah pembicaraan yang serius, Song Qi bertanya mengenai sesuatu yang disebut sebagai Dimensi Lain.

Dimensi Lain, seperti namanya itu adalah keberadaan sebuah dunia yang berada di dimensi terpisah dari dimensi yang saat ini mereka tinggali. Biasanya Dimensi Lain ini diciptakan oleh seorang Praktisi kuat dari luar dunia, dan ini dimanfaatkan oleh orang dalam dunia untuk berkultivasi karena kemungkinan di Dimensi tersebut memiliki kondisi tertentu yang baik untuk kultivasi.

Sesuatu yang disebut Dimensi Lain ini memiliki keberadaan yang sama dengan mereka yaitu mahluk dengan tiga dimensi, bukan dua dimensi yang lebih rendah maupun yang lebih tinggi dan superior.

Pupil mata Tang Wu melebar, dia menyadari apa maksud dan makna mendalam dari perkataan Tetua Song Qi. Dia kemudian tertawa kecil karena terlalu fokus dengan Gu Yuan, "Hahaha, maafkan aku karena terlalu fokus dengan dia. Baiklah, mengenai pembukaan Dimensi Lain akan diadakan satu tahun lagi dari sekarang, dan mulai saat ini kita harus menarik beberapa murid potensial untuk menjadi peserta yang masuk ke dalamnya."

"Apa ada yang ingin kalian katakan lagi...?"

Suasana menjadi hening, hal ini menandakan bahwa mereka sama sekali tidak ingin ada yang ingin dibahas dalam pertemuan ini dan hingga akhirnya diputuskan jika pertemuan ini telah dibubarkan.

Setelah semua orang membubarkan dirinya dan mulai mengurusi masalah masing-masing, namun dua orang pria dengan wajah kembar saling berhadapan bersama tatapan yang tajam saling menatap bagaikan predator yang melihat mangsanya.

Yan Qiu menghela napas panjang dan memutuskan untik tidak melanjutkan kembali amarahnya, "Apa yang ingin kau katakan, Kakak Tian?"

"..... Mau bagaimanapun juga itu adalah salahku, Adik Qiu kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas kematian anakmu... Lagipula aku yang memerintahkan mereka ke dalam sana dan akhirnya terkena jebakan." Yan Tian berkata dengan rasa penuh penyesalan di balik kata-katanya.

"Sudahlah, tidak perlu membahas itu lagi... Lagipula ini bukan salahku saja, tapi salah kita karena terlalu lemah untuk melindungi orang-orang yang kita cintai. Leluhur kami, tolong berkati kami dengan kekuatan takdirmu itu, ubahlah sekte ini agar naik kembali dan dapat melawan semua musuh-musuh kami." Setelah mengatakan hal itu, Yan Qiu ingin pergi namun dihentikan oleh panggilan kakaknya.

"Aku mempunyai nasihat untukmu, kau tidak diperbolehkan untuk terlalu mengikat dan mengendalikan anak tersebut dalam rangka membalaskan dendammu. Kenapa, hal ini karena dia mempunyai takdir yang sangat besar hingga tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa mengendalikannya, kecuali orang-orang dengan takdir yang lebih besar, aku menggunakan gelarku sebagai Leluhur Sekte untuk memerintahkanmu sesuai dengan apa yang kuinginkan." Tatapan intens muncul di mata Yan Tian yang seperti kristal es, namun di balik tatapan tersebut terdapat rasa khawatir.

Yan Qiu yang menyadari betapa seriusnya hal tersebut membalasnya dengan senyuman seraya membungkukkan badannya, "Saya Tetua Yan Qiu, siap menerima perintah dari Leluhur Sekte."

**********

Di sisi lain, Yong Heng dengan penuh tekad sedang berlatih sesuai apa yang diperintahkan oleh Gurunya.

'Aku harus cepat menjadi lebih kuat hingga mendapatkan status Murid Luar, dengan begitu aku bisa mengambil misi sekte dan bertugas di luar sekte...'

'Walaupun dengan berlatih di sini dapat meningkatkan diri dengan lebih aman hanya saja tetap perkembanganku lambat, aku butuh pengalaman lebih dan lebih kuat dengan cepat... Sebab tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan jika aku masih lemah seperti ini' Dia menyelesaikan pelatihannya dan masuk ke dalam kediamannya, karena langit sudah mulai menjadi sangat gelap.

Mengambil segelas air dia kemudian meminumnya dengan cepat, setelahnya menaruhnya kembali dan mengambil sebuah handuk untuk membersihkan keringat yang ada di seluruh tubuhnya.

Kondisi tubuhnya saat ini mengalami perubahan cukup besar, tangan yang sebelumnya kurus menjadi lebih berisi dengan otot-otot yang kuat, lemak di perutnya berkurang dan menimbulkan perut berbentuk delapan kotak, dadanya menjadi lebih bidang dan tubuhnya lebih tinggi.

Untuk seorang seumuran seperti Yong Heng, hal ini adalah perbandingan yang cukup signifikan.

Setelah memersihkan badannya, seketika perasaan rileks menghampiri seluruh tubuhnya dan dia kemudian berjalan mendekati jendela yang ada di dekat kasurnya, lalu membukanya seraya tersenyum melihat bulan cerah yang berada di atas langit.

Cahaya bulan membuat tubuhnya menjadi lebih rileks dan santai, entah mengapa dia selalu merasa nostalgia dan perasaan aneh disaat melihat bulan cerah tersebut, dia merasa bahwa ada kepingan ingatan yang telah hilang dari dirinya.

"Entahlah, setiap memikirkannya hanya membuatku lebih bingung lagi... Daripada itu setelah berlatih dengan ketat ini waktu yang tepat untuk tidur." Dia melompat dan merebahkan tubuhnya di kasur dengan posisi nyaman seraya menatap langit-langit ruangan. "Besok adalah hari ulang tahunku, dan pada saat itu aku akan berumur 14 tahun. Mungkin, ulang tahun kali ini adalah perayaan terburuk yang pernah ada karena tidak ada ayah dan ibu..."

Perlahan-lahan matanya menutup dan kemudian tertidur dengan lelap, seluruh otot dan syaraf di tubuhnya menjadi lebih santai dan dapat merasakan kenikmatan yang tak tertandingi.

Sosok Xiao Hua muncul dan melayang di atas tubuh Yong Heng yang terbaring terlelap dalam tidurnya, mengulurkan tangannya dia menyentuh kening Yong Heng dan sekilas semacam energi misterius memasuki keningnya.

"Karena besok adalah hari ulang tahunmu, maka aku akan memberikan hadiah ucapan selamat kepadamu." Dia tersenyum tipis seraya menghilang kemudiannya.

-Alam Bawah Sadar-

Di suatu ruangan dengan warna putih bagaikan susu, terdapat seorang pemuda dengan kelopak mata tertutup dan duduk di ruangan tersebut dengan sebuah kursi kayu dan meja kayu di hadapannya.

Yong Heng membuka kedua matanya yang sebiru lautan, dia menoleh ke sekitarnya yang hanya dipenuhi oleh warna putih dan hal ini membuatnya sedikit pusing dan sakit kepala.

"Tunggu dulu... Ruangan ini, tidak, tempat ini sangat luas hingga memiliki luas tak terbatas dan juga apa mungkin ini adalah sebuah mimpi?" Dia mencoba mencubit pipinya dan dia bisa merasakan sakit di tempat dia mencubitnya.

Dia kemudian mengusap-usap pipinya yang terasa sakit, "Rasa sakit ini sangat nyata, tapi sepertinya tempat ini benar-benar mimpi dan ini adalah mimpi yang bisa dikendalikan. Perasaan sakit sebelumnya berasal dari pemikiranku yang mengatakan bahwa dicubit akan sakit, kalau begitu aku hanya perlu memikirkan yang lain..."

Yong Heng mengulurkan tangan kirinya dan kemudian mengayunkan tangan satunya dengan posisi terkepal, tangan kanannya berbenturan dengan tangan kiri dan menghasilkan suara yang keras, namun setelah beberapa saat tidak ada terjadi reaksi apapun.

"Sepertinya pemikiranku benar adanya."

Selanjutnya yang dia lakukan adalah menutup kedua matanya dan memfokuskan untuk memikirkan sesuatu, seketika ruangan putih bereaksi keras dan latar tersebut berganti dengan sebuah kota yang megah dan sangat luas dengan luas ratusan mil.

Walaupun begitu, kota tersebut tampak seperti kota yang mati karena sama sekali tidak ada mahluk hidup yang tinggal di sana. Yong Heng memfokuskan dirinya sekali lagi dan membentuk mahluk hidup, setelahnya muncul ribuan mahluk hidup hingga puluhan ribu dengan kecepatan yang tinggi.

"... Karena ini adalah mimpiku dan bisa kukendalikan, mungkin aku akan melakukannya!" Dia menoleh ke sebuah bangunan cakrawala dengan ketinggian menembus awan seolah dapat merobek langit dengan gagahnya.

Seketika dia berpindah tempat ke ruangan yang terdapat di bangunan tersebut, tepatnya saat ini berada di ruangan dengan lantai tertinggi yang ada di kota ini.

Ruangan tersebut sangat luas dengan interior yang sangat mewah dan teknologi yang maju, dia sedikit kebingungan dengan tempat ini karena tidak pernah melihat sebuah bangunan dengan model yang begitu terlihat keren.

"Bukankah ruangan ini seharusnya tercipta karena pikiranku, kenapa tempat ini terasa sangat asing... Sudahlah, lebih baik kita nikmati saja mimpi ini dengan sepenuh hati!" Dia mendekati dinding yang merupakan kaca tembus pandang dan bisa melihat keadaan di luar, dia beberapa kali mengetuk kaca tersebut dan terkagum dengan ketahanannya.

Mengalihkan perhatiannya ke bawah, dia bisa mrlihat berbagai spanduk dan brosur dengan wajah dirinya yang menjadi utama, kemudian dengan beberapa topik utaka yaitu menngenai ulang tahunnya.

Menggunakan kemampuannya, Yong Heng mengendalikan dunia ini untuk merayakan hari ulang tahunnya bersama mahluk-mahluk yang dia ciptakan di dunia mimpi.

"Yong Heng Gege...?"

Mendengar suara yang familiar, dia seketika memalingkan perhatiannya ke asal suara dan melihat seorang gadis cantik berambut putih panjang dengan mata sebiru kristal es.

"Ah, Yin'er aku mengundangmu ke pesta ulang tahunku, silahkan duduk di manapun yang membuatmu nyaman." Dengan senyum ramah di wajahnya, seraya menuntun Yan Yueyin ke kursi yang berada di paling depan berdekatan dengan panggung utama acara ini.

"Um.."

Setelah mengantarkan Yan Yueyin tepat di kursinya, kemudian jalannya acara dimulai pada saat ini. Seketika terdapat alunan musik mengelilingi satu ruangan tersebut, pintu besar yang berada di kejauhan terbuka dan memperlihatkan banyaknya orang membawa berbagai kotak.

Acara pesta pun dimulai, banyak pelayan membawa makanan dengan meja dorong dan mempersiapkan untuk para tamu yang mengunjungi pestanya.

Singkat waktu sudah sampai pemberian hadiah, seketika sosok wanita cantik muncul di tengah ruangan tersebut. Dia memiliki rambut hitam panjang yang terurai indah dan mata biru bagaikan lautan yang mirip dengan Yong Heng, dia berjalan ke panggung yang dimana Yong Heng berada.

Xiao Hua mendekati Yong Heng dan memberikan sekotak hadiah kepada Yong Heng, "Selamat ulang tahun Heng'er, kuharap di masa depan kau bisa lebih giat dalam berlatih hingga bisa melindungi apa yang ingin kau lindungi, dan juga pada saat itu kumohon jangan lupakan aku..."

Sementara itu Yong Heng tersenyum seraya membungkukkan badannya dan menerima hadiah tersebut, "Tentu saja aku tidak akan pernah melupakan kebaikan dan kesempatan yang Guru Hua berikan, tubuhku dan jiwaku saat ini berserah diri kepadamu dan segenap akan melindungimu jika dalam bahaya. Bahkan, meski kematian mendatangiku."

Mendengarkan setiap perkataan Yong Heng, tubuh Xiao Hua bergetar kecil dan mulutnya tergagap. Kemudian dia tersenyum seraya berkata dengan nada lembut, "Walaupun kau terlihat sangat menentangku diluar ternyata kau sangat setia kepadaku di dalam, kenapa kau tidak memperlihatkan saja sisimu ini kepadaku di dunia nyata."

"Itu... Aku malu..." Yong Heng memalingkan wajahnya melihat senyuman main-main dari Xiao Hua.

"Haha, kau sangat imut Heng'er."

"Ugh... Jangan berbicara seperti itu."

"Baiklah, hentikan candaan ini. Lebih baik kau membuka hadiah yang kuberikan, ini akan berguna untukmu dalam kultivasi roh di masa depan!"

Mendengar perkataan Xiao Hua, seketika Yong Heng menurutinya dan membuka kotak tersebut. Saat membukanya dia bisa melihat cahaya hitam memasuki kepalanya, dia merasa terkejut dan memegangi kepalanya namun tidak terjadi apa-apa.

"Cahaya hitam apa tadi, Guru Hua?"

"Oh, itu adalah Teknik Kultivasi Roh yang berjudul Kesengsaraan Kematian Sang Abadi."

1
Asiyah Asiyah
hr prtm bljr merampok
Blue
mc nya masih manusia biasa tpi ga pantes percaya diri nya ketinggian
Pena Multiverse: Memang seperti itu awalannya, kalau langsung pintar dan tidak naif jadi tidak ada perkembangan sifat karakternya. Nanti setelah melakukan perjalanan, kemungkinan mengalami perubahan yabg lebih baik.
total 1 replies
Blue
Kadang terlalu percaya diri bikin geli
Razali Azli
mcnya terlalu percaya diri. harapnya perjalanan mc di awal berjalan mulus
Buang Sengketa
lumayan
anggita
👌👌👏👏..,,
anggita
hadiah 🌹 utk author. moga novelnya sukses.
anggita
gambar ilustrasi tokohnya 👌sip.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!