2 bulan? 1 Tahun? Atau selamanya.
Siapa yang akan menang?
Amer? Buna Ibunya? Elena atau Alexa?
Amer Gunawijaya yang sudah punya tambatan hati Alexa, namun dijodohkan orang tuanya, Buna, dengan teman masa kecilnya yang tomboy karena kecelakaan, Elena.
Amer bertaruh dengan dirinya sendiri, bahwa akan membuat Elena menyesal dan Ibunya menyadari pernikahan ini adalah kesalahan. Namun Ibunya pun bertaruh kalau mereka akan jatuh cinta dan pernikahan mereka bahagia.
Lalu siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RirinRohman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Apartemen
“Untuk apa La?” tanya Amer pada adiknya yang meminta nomor Elen.
“Kan Kak Elen udah jadi, kakak Nila. Kak Elen masukin ke grup Family kita!” usul Nila beralasan.
Elen hanya menyeringai, melirik ke Amer.
“Ya.. nanti, kakak masukin nomer Kak Elen di grup!” jawab Amer pandai beralasan agar Nila tak meminta secara langsung.
Nila tak punya alasan lagi dan hanya tersenyum membuang semua firasat buruknya. Nila adik Amer pun pamit.
“Ya udah, Kak Elen cepet sembuh ya. Selamat juga atas pernikahan Kakak. Daah…, assalamu'alaikum!” pamit Nila.
“Waalaikum salam. Makasih ya!” jawab Elen tersenyum masih di atas tempat tidurnya.
Sementara Amer mengantarnya adiknya sampai depan, begitu keluarganya sudah tak Nampak dari pandangan Amer, Amer kembali ke setelan awal.
“Brak..,” Amer menutup pintu kamar rawat Elen kencang dan rapat sampai Elen kaget.
Amer langsung menatap Elen bengis.
Elen langsung menelan ludahnya bersiap meneguhkan hatinya untuk tidak gentar dan rapuh, Elen harus siap melapisi kupingnya dengan baja, pasti Amer hendak menghinanya.
“Licik kamu ya!” tuduh Amer cepat sesuai perkiraan Elen.
“Licik gimana?” tanya Elen membela diri.
“Apa ini?” omel Amer menendang kerdus belanjaanya. "Cukup sekali ini ya. Kamu suruh- suruh aku. Awas kamu ya. Lihat saja nanti!"
“Pak. Saya nggak licik. Setidaknya saya bantu Pak Amer mencari alasan, kan. Ibu Pak Amer jadi percaya ke Pak Amer kan sudah merawat saya dengan baik. Lagian kan memang kewajiban Bapak memenuhi semua ini?” jawab Elen cerdas.
Walau jawab Elen benar tetap saja Amer marah dan benci ke Elen.
"Sshh...," Amer langsung mendesis kasar memotong ucapan Elen.
"Tahu apa kamu tentang kewajiban. Kamu bersedia menikah denganku juga karena uang kan?" tuduh Amer kasar.
Elen hanya menelan ludahnya. Amer terlihat sangat marah, rasanya benar- benar memuakan.
“Ingat ya. Atas semua sikap keluargaku. Kamu nggak usah ke GR_an. Jangan merasa benar- benar menjadi bagian keluargaku hanya karena keluargaku baik ke kamu. Mereka baik ke kamu karena mereka memang baik ke semua orang! Belum tahu aja niat kamu!” ucap Amer lagi menuduh.
“Ya aku tahu kok!” jawab Elen terus membantah. Sebenarnya Elen mulai bebal terus dikatai Amer. Jadi Elen ingin membuat Amer berhenti ngomel.
“Satu lagi, aku harap kamu nggak buta dan tahu diri! Kamu lihat kan? Adik dan kakakku itu cantik, nggak selevel sama kamu. Jadi kamu nggak usahh sok dekat dan akrab sama mereka! Kamu nggak pantas jadi saudara mereka!” ucap Amer lagi semakin mempertegas, apa yang Elen rasakan sebelumnya.
Tanpa diperjelas oleh Amer, Elen sudah minder dan merasakan hal itu, sekarang semakin ditekankan lagi. Kali ini hati Elen benar- benar terasa sakit, dan Elen gelagapan tak bisa menjawab.
Elen hampir menangis, tapi ada bisikan yang terus mengejar, "aku kuat, aku kuat, jangan lemah dan jangan menangis."
“Ngerti nggak kamu!” bentak Amer lagi, karena Elen tidak menjawab dan tampak gelagapan.
“Ngerti kok, Pak. Santai aja, aku juga nggak minat kok buat menyamai saudara Pak Amer. Saya juga nggak pandai beramah Tamah dan berbosa- basi seperti keluarga Pak Amer! Tapi mereka baik masa iya saya nolak? Kan saya hanya menghormati mereka!” jawab Elen jual mahal, menutupi sakit hati atas hinaan Amer.
Walau sebenarnya, hati kecil Elen terharu dan senang atas semua sikap manis keluarga Elen.
Mendengar jawaban Elen, Amer menyunggingkan senyum masamnya.
“Baguslah kalau kamu tahu diri. Kamu emang bukan kelas mereka. Pokoknya kamu aku larang dekat sengan semua saudaraku. Aku akan belikan nomer dan handphone untukmu, kamu pakai yang aku berikan, hanya itu yang boleh kamu pakai. Serahkan ponsel mu! Sini!” ucap Amer mulai melakukan aksi mengekang Elen.
Elen pun mengernyit. “Kok gitu!?”
“Kamu lupa perjanjian kita. Mulai malam ini, kamu hanya boleh berinteraksi dengan orang lain atas ijinku!” ucap Amer lagi.
“Hoh!” pekik Elen kaget.
“Kalau kamu nggak bersedia its oke. Katakana pada Bunaku, ajukan pada Bunaku keberatanmu menjadi istriku. Pergi dari rumah keluargaku, dan urus sendiri semua keperluanmu, terseraah kamu dan keluargamu mau makan apa!” ancam Amer lagi.
Elen menelan ludahnya tak berkutik dan menunduk, ya, demi Ibu dan adik mereka sampai Elen sembuh dan bisa kerja lagi, Elen lebih baik jadi iatri Amer, mau tidak mau Elen menyerahkan ponselnya, dan Amer tersenyum puas.
“Aku akan segera minta kedokter untuk memberikanmu resep obat pulang. Mulai malam ini kamu harus tinggal di apartemenku!” ucap Amer lagi.
Elen semakin melongo mendengarnya.
“Pak, saya belum sembuh betul. Saya belum bisa mengurus diriku sendiri apalagi menyiapkan keperluanmu seperti yang kamu mau! Pak saya hanya akan ngrepotin Bapak kalau di apartemen!” protes Elen belum siap diri untuk mengikuti persyaratan Amer.
“Banyak alasan. Biar dokter yang jawab, sudah boleh pulang atau belum? Aku mau sebelum keluargamu datang ke sini kita pulang duluan. Malas aku harus bersandiwra di depan keluargamu!” ucap Amer lagi.
Elen speechless dan kebingungan mendengar alasan Amer.
Bukanya mempertimbangkan keberatan Elen, Amer berdiri dan berniat bertanya ke perawat rumah sakit.
“Ya Tuhan gimana ini? Aku masih berharap ada dua malam lagi di sini, setidaknya aku masih ingin Bersama Ibu, Rafa dan Nadin,” gumam Elenn kebingungan. “Semoga dokter belum ijinkan aku pulang, please ya Alloh,” Elen pun hanya bisa berdoa ada pertolongan untuknya.
kita nunggu up smp reinkarnasi ini 😄😄
semangat ka @Ririn Rohman N 🥰🥰🥰
ditunggu lanjutannya Amer elena
lanjut.......
buka mendadak tamatkan ?? 🤔
sudah lamaaaa banget nggak up,tiap hari dibuka,tidak up2😭
lamaaaaa banget up nya😭
akhirnya ka @Ririn Rohman N up juga,, happy nya para pembaca menahan rindu seperti Amer yang sudah ketemu elena setelah menahan rindu ga ketemu 😁😁 makasih ya ka @Ririn Rohman N up nya 🙏🥰🥰 ditunggu kelanjutannya Amer elena🙏🙏
bagaimana selanjutnya pulang dari RS elena pulang kemana🙄🤔 kalo pulang ke rumah Buna baba otomatis Amer ga bebas apalagi pasti direcokin omah yang menerapkan aturan tunggu trimester 2 nunggu kandungan kuat 😁😁 pening ga tuh kepala amer 🤣🤣🤣