NovelToon NovelToon
Seline: Change My Second Life

Seline: Change My Second Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:148.8k
Nilai: 5
Nama Author: Livinforyou

Seline mengalami hidup yang tragis diusianya yang masih muda. Tunangannya mengkhianati dirinya dan lebih memilih bersama sahabatnya sendiri, seluruh harta miliknya di ambil oleh tunangannya sendiri, dan yang lebih menggenaskan lagi adalah dia mati dibunuh oleh tunangannya sendiri.

benar-benar tragis bukan?

namun keajaiban terjadi pada Seline. dia kembali hidup lima bulan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya itu terjadi.

haruskah dia bersyukur? karena saat dia terbangun, dia malah berada dalam kondisi tak berbusana dengan seorang pria asing. tapi beruntung dia tak berurusan lagi dengan pria asing itu.

mungkinkah Seline bisa menghindari kehidupan tragisnya? dan menjauhi tunangannya sendiri?

Note: bukan tentang wanita kuat yang bisa menghancurkan dunia hanya dengan jentikan jari. Tapi tentang seorang gadis yang berusaha memperbaiki kehidupannya agar tak terjebak di kesalahan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Livinforyou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihannya cuma Yes

"Ingatkan apa yang gue minta saat itu?"

"Ya, tentu. Aku nggak boleh bilang tidak kan? Apapun yang kamu tanyain nanti, aku harus jawab iya."

"no. Hampir tepat. Apapun yang di tanyakan nanti, Lo harus jawab iya."

"Dan bukan gue yang bakal tanya nantinya." lanjut Vino.

"Loh, terus siapa?" tanya Seline bingung.

"Ada kok. Udah yuk, masuk dulu."

Sekarang Seline tahu apa maksud Vino tadi. Apakah ini hadiah yang Vino inginkan sebagai imbalan setelah membantunya? Jika benar, Seline baru sadar jika sebelumnya ia terlalu menganggap remeh permintaan Vino.

Menghela nafas panjang, gadis pirang itu kembali melirik jari manis di tangan kirinya yang kini sudah tersemat sebuah cincin berlian. Apakah pilihannya kini tepat? Padahal dia sedang tak ingin menjalin kasih dengan pria manapun sebelum menyelesaikan masalahnya. Masih banyak hal yang belum dia lakukan demi bisa mempertahankan harta keluarganya. Dan masih banyak teka-teki yang belum dia pecahkan.

"Sweetie, apakah makanannya tidak sesuai dengan seleramu?" tanya Andre melihat gadisnya yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya.

"Entahlah. Makanannya enak. Tapi nafsu makanku sudah hilang entah kemana.* jawab Seline sembari menaruh sendoknya.

"Memang apa yang kamu pikirkan, sweetie? Apa yang membuat nafsu makanmu hilang?"

Seline mendelik mendengar pertanyaan Andre. Apakah pria ini tak menyadari jika nafsu makannya hilang karena ulah Andre sendiri. Harusnya pria itu tak melamarnya secara mendadak begini. Apalagi pilihannya cuma Yes. Hufftt..

"Ini semua karena mu. Harusnya acara lamaran itu dilakukan nanti saja setelah aku makan." ucap Seline sengit.

Andre tersenyum melihat ekspresi gadisnya. "Berarti jika aku melamarmu setelah makan, kamu akan menerimanya tanpa paksaan?"

"Tentu saja tidak!" jawab Seline tak santai.

"M-maksudku, kamu kan tahu sendiri aku baru saja memutuskan pertunangan dengan Gavin. Dan apa yang kamu lakukan ini terlalu tiba-tiba."

"Lagipula aku sedang tak ingin merasakan cinta. Saat ini, ada hal yang lebih penting daripada rasa cinta." Cicit Seline.

Andre sangat paham kekhawatiran yang diderita Seline. "Kamu tak perlu terbebani dengan hubungan kita, sweetie."

"Aku melamarmu semata-mata karena aku tak ingin kecolongan. Karena aku yakin banyak pria yang saat ini juga tengah mengincarmu."

"Kamu bisa fokus dengan prioritasmu itu tanpa harus memusingkan hubungan kita. Aku akan selalu berada di sisimu dan menjadi apapun yang kamu butuhkan."

"Tak masalah jika hubungan kita ada di opsi terakhir dalam hidupmu. Asal kamu milikku, kita bisa menikah kapanpun setelah kamu puas mengejar apa yang kamu prioritaskan." lanjut Andre.

Seline merasa terharu dengan penjelasan panjang dari Andre. Kenapa dirinya baru menemukan pria ini di kehidupannya sekarang? Kemana saja dirinya dulu. Andre bagaikan sosok malaikat yang Tuhan kirimkan di tengah-tengah masalahnya. Pria itu selalu mampu membuatnya merasa nyaman.

"Tapi aku bahkan belum mengetahui apapun tentangmu selain nama panjangmu." cicit Seline pelan.

......................

Disinilah Seline berada.

Kini gadis pirang itu tengah berada di depan sebuah rumah yang terbilang cukup mewah. Apalagi perumahan di sini sejak dulu memang terkenal sebagai kawasan elit.

"Sweetie, ayo masuk." Ajak Andre menggenggam tangan Seline.

Namun bukannya ikut melangkah, Seline masih menatap kagum bangunan di depannya. "Andre, ini rumah siapa?"

"Tentu saja rumahku, sweetie. Menurutmu kenapa mereka membiarkan kita masuk jika ini bukan rumahku sendiri?" tanya Andre balik.

Seline melirik kembali ke arah gerbang. Benar juga, para orang-orang berpakaian hitam tadi membiarkan mobil ini masuk tanpa pertanyaan apapun. Berarti dapat dipastikan jika rumah ini adalah rumah pria bule ini.

"Jika rumahmu semegah ini, lantas kenapa kamu sering menginap di rumahku?" tanya Seline mengingat betapa seringnya pria ini tidur di salah satu kamar di rumahnya.

"Tentu saja agar aku bisa selalu dekat denganmu. Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu lihat saat kamu memulai hari."

"Sudahlah, ayo masuk, sweetie. Kita bisa mengobrol di dalam sambil makan camilan enak."

Seline mengikuti langkah Andre sambil melihat sekitar. Saat memasuki rumah ini, gadis pirang itu sangat kagum. Sepertinya rumah ini sangat menggambarkan Andre sekali. Ruang tamu di rumah ini terlihat sangat elegan dengan dominasi warna hitam putih dan beberapa ornamen simple yang terlihat sangat cocok.

Seline terus ditarik masuk semakin dalam. Namun sebelum masuk lebih dalam, Andre menginstruksikan pada salah satu maid untuk membawakannya beberapa camilan dan juga susu coklat. Mendengarnya saja membuat cacing di perutnya meronta-ronta. Apalagi saat di restoran tadi dirinya tak sempat menghabiskan makanannya karena selera makan yang tiba-tiba menurun.

"Di rumah ini ada lift juga?" tanya Seline kagum.

Keduanya segera masuk ke dalam lift dan terlihat jika Andre sempat menekan angka tiga sebelum kembali merapatkan tubuhnya pada Seline.

"Aku memang membeli rumah yang memiliki lift di dalamnya. Agar jika kamu nantinya hamil, kamu tak kesulitan naik turun tangga."

Blush..

Pipi Seline merona. Kenapa pria ini bisa berpikir sejauh itu? Apa katanya? Hamil? Ughh.. Seline rasanya ingin tenggelam saja sekarang.

"K-kenapa kamu berbicara seperti itu dengan santainya?" Ucap Seline memukul pelan pria disampingnya.

"Aku cuma berkata jujur, sweetie." jawab Andre santai.

Ting.

Keduanya segera keluar saat lift berhenti dan Andre segera mengajak Seline melangkah lagi. Hingga sampailah keduanya di depan kamar dan Andre segera membuka pintu kamar itu.

"Ayo masuk."

Jujur, Seline sedikit gugup. Entah kenapa pipinya semakin merona. Namun dia tetap mengikuti pria bule itu tanpa banyak protes.

"Ini adalah kamarku, sweetie. Bagaimana menurutmu?"

Seline meneliti sekitar. Kamar di sini terlihat jauh lebih luas dan mewah daripada kamar di rumahnya. Dia jadi kepikiran, apakah selama Andre menginap di rumahnya pria itu bisa tidur nyenyak?

"Jika kamu tidak mau tidur satu ranjang denganku, kamu bisa memakai kamar sebelah. Kamu tidak perlu takut sendirian, karena kamar sebelah juga terhubung dengan kamar ini." ucap Andre sambil menunjuk satu pintu yang ada di dalam kamar.

Andre menjelaskan jika pintu itu sebenarnya adalah ruang ganti yang langsung terhubung dengan kamar yang dimaksud. Andre juga mengatakan jika nantinya kamar di sana dia desain untuk kamar anaknya kelak supaya Seline tak khawatir jika suatu saat ingin mengajari anak mereka untuk tidur sendiri.

Seline sedikit heran dengan pemikiran Andre. Apa memang pemikiran pria matang seperti Andre selalu berpikir sejauh itu? Padahal baru beberapa jam yang lalu pria ini melamarnya. Tapi lihatlah, pria ini sudah merancang segalanya sejak jauh-jauh hari. Bahkan Andre mengatakan jika di ruang ganti tersebut juga ada beberapa pakaian dan aksesoris yang telah dia siapkan untuknya. Seolah-olah dia tahu jika dirinya akan ke sini suatu hari nanti.

"Bagaimana, sweetie? Kamu mau tidur di sini atau di kamar sebelah?" tanya Andre sekali lagi.

1
Hasnah Siti
oh yesssss yessss yessssss la jwb nya 🤣🤣🤣🤣🤣
Hasnah Siti
emmmm bening² semuanya😍❤️
Mommy_JJ
kelanjutanx mn kk
ann
udah reinkarnasi loh, masak gak ada kekuatan utk bls dendam, yah minimal gak mau ditamparlah, bukan skedar hiks hiks ataupun pejam mata
Aini Devina
wahh ternyata Mr.??? yg merenggut kesuciannya
Aini Devina
👣
Aini Devina
wow saya terpesona dgn Mr ???.. lanjut thor semangat
dwi wibawa
semangat thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
𝙨𝙚𝙢𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙮𝙖 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥𝙞
IndraAsya
lanjut
Putri Ayu pertiwi
sabar ya thor hadapi semua masalah dengan kepala dingin terutama masalah dunia
IndraAsya
jejak 🐾
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
setau aq yes or no, lah ini yes or yes, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 jadi tetap 1 jawaban YES, kawal sampai ke pelaminan 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sofiyah Ahra
bagus ceritanya...
di tunggu karya slnjutnya...
smg sllu updet
Sofiyah Ahra
apapun masalah yg di hadapi tetap sabar ya thor...smg sllu sehat dan smgt..💪💪💪
Livinforyou: makasih kak 😍😍
total 1 replies
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
up
up
up
up.
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
mulai ada rasa nano-nano
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
thor boleh gak si gapin goreng di makan
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
seru banget thor
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
aq mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!